
“Gue cuma mau bilang lo hati-hati sama gladis.” tambah ratu dan meninggalkan devano yang terus memandang kepergian ratu.
“Kenapa yah gue ngurusin urusan mereka? ”gumam ratu yang sudah berada di dalam taksi.
“Ah sepertinya gue udah mulai kepo deh sama urusan orang.” tambahnya
“Tau ah gue pusing. ” ucap ratu menggelengkan kepalanya.
Mobil taksi yang di tumpangi ratu kini berhenti di depan rumah ibunya. Setelah membayar uang taksi nya ratu berlari memasuki rumahnya sembari berteriak.
“ibuuuuuu ratu pulaaaaang” teriak ratu setelah memasuki rumahnya.
Ibu yang sedang memasak di dapur santai saja terkejut mendengar teriakan sang putri.
“Astaga ratu kamu ini mau membuat ibu mati mendadak hah. ” ucap ibu garang.
“Hehe ibu ratu kangen ibu. ” ucap ratu dan langsung memeluk ibunya.
“Ibu, ratu mau tinggal disini yah. ” bujuk ratu di sela pelukannya.
“Yah ngga bisa nak, kamu sudah menikah dan kamu sekarang harus tinggal dengan suamimu. ” ucap ibu mengelus rambut ratu.
“Oiya, mana suami mu? ” tanya ibu membuat ratu langsung cemberut.
“ish ibu mah bukannya nanyain anaknya malah nanya si monyet singa” ucap ratu cemberut dan berjalan menuju meja makan.
“Husstt kualat kamu ngatain suami mu, apa juga salahnya ibu Menanyakan mantu ibu” jawab ibu dan berjalan menuju kompor untuk melanjutkan acara masaknya. Ratu semakin cemberut mendengarkan ibunya.
“ Udah ah jangan bahas dia lagi” ucap ratu
“Ibu masak apa nih? ” tanya ratu menghampiri ibunya yang tengah mengaduk sesuatu di atas kompor.
“Ibu buat opor sama rendang. ” jawab ibu sambil mengaduk opor ayam
“Wiiiih enak bener dah kayaknya.” ucap ratu dengan mata berbinar.
“Lap tuh ilernya” ucap ibu membuat ratu langsung mengusap bibirnya.
“ish ibu mana ada ratu ileran. ” ucap ratu cemberut.
“Sudah sudah sini makan dulu. ” ajak ibu sembari menata makanan di atas meja di bantu oleh ratu.
Saat tengah menata makanan di atas meja tiba-tiba terdengar suara bel.
“Bu, kayaknya ada tamu tuh, biar ratu aja yang bukain.” ucap ratu dan bergegas membuka pintu.
Ceklek.
Ratu membuka pintu dan seketika melongo melihat siapa yang datang.
“Lo.. ” ucap ratu saat melihat lion dan karina datang kerumahnya.
“Kamu mah jahat banget sih ra, kenapa ngga manggil aku kalo kamu mau ke rumah ibu mu. ” ucap karina dengan wajah cemberut nya. Sedangkan lion menatap tajam kearahnya.
“Siapa yang datang. ” ucap ibu dari belakang.
__ADS_1
“Eh ada mantu ibu ternyata.” ucap ibu tersenyum melihat kedatangan lion.
“Wah yang ini siapa? ” tanya ibu saat melihat karina yang masih cemberut.
“Em kenalin tante aku karina adik lion hehe.” ucap karina memperkenalkan diri.
“Oh adiknya mantu ibu toh kamu jangan manggil tante panggil ibu aja sama seperti ratu dan lion.” ucap ibu membuat mata karina berkaca-kaca.
“i.. Ibuu hiks hiks” ucap karina yang langsung memeluk ibu ratu dan dibalas oleh ibu.
“Makasih yah bu, udah mau di panggil ibu sama karina. ” ucap karina melerai pelukannya.
“iya sama-sama sayang.” balas ibu tersenyum.
“Sudah ayo masuk semua kita makan ibu sudah masak banyak tadi. ” ajak ibu kepada mereka bertiga.
Lion berjalan di samping ratu dengan tatapan datarnya sedangkan ratu sesekali menatap lion.
Karina sangat bersemangat menuju meja makan dan mendapati ada opor ayam kesukaannya.
“Wah opor ayam” ucap karina senang.
“Kamu suka? ” tanya ibu.
“Iya bu, karina suka opor ayam.” ucap karina yang sudah duduk di depan ratu.
“Kalau gitu makan yang banyak yah.” ucap ibu memberikan nasi ke piring karina beserta dengan opor ayam.
“Suamiku, kamu mau makan apa opor atau rendang nih.” ucap ratu berpura-pura romantis kepada lion.
“Baiklah.” ucap ratu memasukkan rendang kedalam piring lion.
Ibu dan karina melongo melihat betapa manisnya ratu kepada lion dan setelah itu mereka tersenyum.
“Wah ini enak sekali bu.” ucap karina setelah mencoba opor ayam buatan ibu ratu.
“Kalau begitu makan yang banyak yah kalian berdua juga makan yang banyak biar kuat membuatkan ibu cucu.” ucap ibu membuat ratu dan lion tersedak bersamaan. Karina buru-buru memberikan air pada keduanya.
“ibu apaan sih.” ucap ratu setelah meminum air yang di berikan oleh karina.
“Lah kenapa? Emang kalian tidak ingin memiliki anak? ” ucap ibu membuat ratu membulatkan matanya. Sedangkan lion hanya diam tanpa ekspresi.
“Ish ibu mah, udah ah ratu mau ke kamar dulu.” ucap ratu meninggalkan meja makan.
“Tapi makanan mu belum habis.” ucap ibu melihat ratu yang berjalan kearah pintu kamarnya.
“Ratu udah kenyang.” teriak ratu saat sudah berada diambang pintu.
“Astaga anak nakal itu.” ucap itu menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu.
Lion juga berdiri mengikuti ratu memasuki kamarnya.
“Bu, lion susul ratu dulu.” ucap lion
“Kamu sudah selesai makannya?” tanya ibu melihat lion berdiri dari duduknya.
__ADS_1
“Sudah bu.” jawab lion dan berjalan meninggalkan meja makan menuju kamar ratu.
Tanpa mengetuk pintu, lion memasuki kamar ratu yang di dominasi oleh warna merah muda. Ia menatap sekeliling kamar ratu yang terdapat banyak boneka dan foto ratu.
Ratu yang baru saja selesai mandi terkejut karena lion sudah berada di dalam kamarnya.
“Eh ngapain lo main masuk aja ke kamar orang.” ucap ratu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Lion membalikkan badannya menatap ratu yang hanya mengenakan handuk sebatas paha.
“Woyy ngapain lo ngeliatin gue gtu, jangan bilang lo tertarik yah sama gue.” ucap ratu pada lion yang menatap ratu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Lion berjalan mendekat membuat ratu memundurkan langkahnya.
“Eh, nga.. Ngapain lo hah, berhenti ngga.” ucap ratu yang sudah mentok di dinding.
Lion mengunci pergerakan ratu membuat ratu menahan nafas dan gejolak di dalam dadanya.
‘Aduh jantung gue’ batin ratu.
“Kamu tidak dengar apa yang ibu katakan tadi? ” ucap lion membuat ratu mengerutkan alisnya.
“Apa? ” tanya ratu bingung
“Anak.” ucap lion singkat membuat wajah ratu langsung memerah, memerah karena malu.
“Ish, apa apaan sih lo, udah ah minggir gue mau lewat.” ucap ratu mendorong tubuh lion. Tapi sepertinya usahanya tidak berjalan lancar karena kekuatan ratu tidak sebanding dengan kekuatan lion.
“Kamu tidak ingin membuat anak sayang.” bisik lion ke telinga ratu membuat wajah ratu semakin memerah dan semua itu tidak luput dari penglihatan lion. Lion tersenyum tipis karena berhasil mengerjai ratu.
Bught
“Aaahhhrrggh.” teriak lion karena ratu menendang masa depannya.
“Hahaha rasain tuh hahaha.” ucap ratu yang sudah berhasil keluar dari kungkungan lion. Sedangkan lion masih memegangi masa depannya sembari meringis
“Gimana rasanya enakkan.” ucap ratu dan kemudian menjulurkan lidahnya kearah lion.
“Awas aku dapat nanti akan ku buat tidak bisa berjalan.”ucap lion menatap tajam kearah ratu.
“Bodo amat. ” ucap ratu
“Awas kamu yah.” ancam lion dan berlari mengejar ratu.
Ratu yang melihat lion berlari kearahnya tentu saja juga berlari menghindari kejaran lion.
“mau lari kemana kamu, aku dapat awas saja.” ucap lion yang terus mengejar ratu mengelilingi kamar ratu.
“Hahaha kalo lo bisa dapat haha.” ejek ratu yang terus menghindari kejaran lion.
Hingga tiba-tiba lion menangkap ratu dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan ratu yang berasa di bawah lion. Sejenak keduanya saling bertatapan dengan gejolak rasa masing-masing.
‘Tampannya.’ batin ratu yang terus memandangi wajah tampan lion.
Hingga tiba-tiba
__ADS_1
Cup...