
“APA, GILA LO YA” bentak ratu.
Ratu benar-benar di buat marah dengan tingkah lion yang sangat seenaknya saja.
“Lebih baik kamu diam saja, perjalanan masih lama.” ucap lion sembari menatap ratu sekilas.
“Tapi gue belum izin sama ibu.” ucap ratu
“Tenang saja, aku sudah izin pada ibumu untuk membawa mu.” ucap lion santai.
Ratu menghela nafas dan sudah tidak ingin meladeni lion lagi. Ia lebih memilih tidur daripada harus meladeni si gila ini. Ratu menutup matanya karena ia merasa mengantuk, sedangkan lion tersenyum melihat ratu yang tidak melawan lagi.
Mobil mewah lion memasuki daerah hutan. Sepi, sangat sepi. Namun, siapa sangka di balik hutan itu terdapat mansion mewah.
Lion membunyikan klakson dan seketika gerbang yang tinggi menjulang terbuka menampakkan mansion yang begitu besar dan mewah.
“Bangun kita sudah sampai.” ucap lion menggoyangkan sedikit lengan ratu.
Namum, orang yang sedang di bangunkan ini tengah menikmati mimpi indahnya tanpa merasa terganggu sedikitpun. Karena ratu tak kunjung bangun, lion terpaksa menggendongnya ala bride stayle.
Semua pelayan yang berjejeran menjemput sang tuan yang kini tengah menggendong ratu tentu saja terkejut melihat sang tuan menggendong seorang wanita. Semua pelayan menundukkan pandangannya dengan hati yang menerka nerka. Siapakah gadis yang bersama tuannya itu.
“Selamat datang tuan” ucap kepala pelayan sembari membungkukkan badannya.
“Hem” lion hanya membalas dengan deheman saja tanpa berucap.
Kepala pelayan dan semua pelayan di mansion itu sudah terbiasa dengan sikap dingin sang tuan.
Lion membawa ratu ke dalam kamar mewahnya. Ia menurunkan ratu di sisi tempat tidurnya dan tak lupa pula ia menyelimuti gadis itu.
‘cantik.’ batin lion sembari mengamati wajah cantik dan imut ratu.
Lion berjalan keluar kamar menuju ruang kerjanya. Sesampainya di ruang kerja, asistennya Reno, telah menunggunya.
“Selamat siang tuan.” ucap reza membungkukkan badannya.
“Hem.”
“Bagaimana? Apakah semuanya telah selesai?” ucap lion setelah duduk di kursinya.
“Sudah tuan, semuanya sudah selesai.” ucap Reno yang masih berdiri di depan lion.
“Baiklah.”
Lion keluar dari ruang kerjanya di ikuti oleh asistennya, reza.
“ Kau boleh pergi” ucap lion kepada asistennya.
“Baik tuan.” ucap Reno membungkukkan badannya dan meninggalkan lion yang juga telah masuk kedalam kamarnya.
Lion melihat ratu kini telah terbangun sambil mengucek matanya dan mengamati sekelilingnya.
“Ini dimana?” tanya ratu tanpa menyadari keberadaan lion.
“Kamu ada di kamar ku.” ucap lion mendekati ratu.
“Hah? Gi..gimana bisa.” tanya ratu bingung.
__ADS_1
“Huftt, apakah kamu lupa jika tadi kita akan ke rumahku.” ucap lion yang kini tengah duduk di sofa sembari menatap ratu yang masih bingung.
“Hehe iya yah, gue lupa.” ucap ratu cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kruuuuk kruuuk.
“Itu suara apa?” tanya lion.
“Hehe i..itu cacing di perut gue yang lagi demo minta di kasi makan.” ucap ratu dengan malu-malu.
‘Hedeh,nih perut malu-maluin bat dah.’ batin ratu.
“Kita turun kebawah untuk makan siang. Ini sudah lewat jam makan siang pantas saja kamu kelaparan.” ucap lion tanpa sadar ia berubah cerewet.
‘Nih orang habis kejedot apa gimana? Kenapa tiba-tiba jadi cerewet ginii.’ batin ratu.
Ratu mengekor di belakang lion menuruni tangga menuju meja makan. Sesampainya di sana, ratu dibuat melongo melihat hidangan yang begitu banyak dan kelihatan sangat enak.
‘Wiih, jadi gini makanan orang kaya.’ batin ratu yang terus menatap makanan yang tersaji di atas meja.
Lion menatap ratu yang diam sembari menatap makanan di depannya mengangkat sedikit sudut bibirnya melihat tingkah lucu ratu. Sedangkan pelayan yang melihat sang tuan tersenyum juga ikut melongo melihat pemandangan itu. Sangat jarang bahkan tidak pernah sang tuan tersenyum seperti sekarang ini.
“Duduklah.” ucapan lion membuat ratu tersadar.
“Wiih, sepertinya enak banget ini mah.” ucap ratu menarik kursi yang sedikit jauh dari lion.
Lion yang melihat ratu duduk jauh dari langsung saja menegurnya.
“Kemari.” ucap lion menghentikan gerakan tangan ratu yang akan mengambil ayam goreng.
“Kemarilah, duduk di dekat ku.” ucap lion kembali bersuara.
Dengan langkah malas, ratu mendekati lion dan duduk di sampingnya.
“Ambilkan makanan untukku.” ucap lion menyerahkan piring nya pada ratu.
Baik ratu maupun pelayan lagi-lagi di buat terkejut oleh tingkah lion.
“Kenapa harus gue, lo kan bisa ambil sendiri.” ucap ratu mengerutkan keningnya.
“Ambilkan saja apa susahnya.” bantah lion.
“Okelah gue ambilin nih.” ucap ratu kesal dan mengambilkan lion makanan.
“Nih, udah kan.” ucap ratu kembali menyerahkan piring yang sudah terisi oleh makanan itu kepada lion.
“Terima kasih.” ucap lion tulus dan sedikit tersenyum. Sedangkan ratu hanya memutar malas matanya.
Lagi dan lagi pelayan dibuat terkejut oleh sikap tuannya yang mengatakan terima kasih pada seseorang. Sungguh, gadis ini mampu merubah tuan mereka. Batin para pelayan yang melihat mereka berdua.
Selesai makan, lion kembali ke ruang kerjanya karena ada sedikit dokumen yang harus ia kerjakan. Sedangkan ratu, kini ia sedang berada di taman belakang mansion ditemani oleh seorang maid.
“Nama lo siapa?” tanya ratu pada maid yang mengikutinya. Jika dilihat umur mereka tidak jauh.
“Nama saya lita nona.” jawab maid yang bernama lita dengan kepala menunduk kebawah.
“Lo biasa aja kalo lagi sama gue,oke lita.” ucap ratu tersenyum kepada lita.
__ADS_1
Lita yang mendengar ucapan ratu sontak saja mengangkat kepalanya dan tersenyum.
“Ba..baiklah nona.” ucap lita tersenyum.
“Taman ini sangat bagus yah.” ucap ratu yang terkagum dengan taman di depannya ini. Taman ini begitu cantik di tumbuhi berbagai macam bunga mawar dan bunga lily.
“Taman ini sudah ada sejak lama kata kepala pelayan. Taman ini sudah ada sebelum saya bekerja di sini nona.”
“Wah benarkah? Lalu ini taman milik siapa?” tanya ratu penasaran.
“Kata kepala pelayan, taman ini milik nyonya besar nona” ucap lita
“Nyonya besar? Berarti ibu si gila itu yah eh maksud gue ibu nya lion?” ucap ratu.
“Iya nona, taman ini milik nyonya besar.”
“Hm.. Oiya, ibu nya lion kemana yah.” tanya ratu yang penasaran dengan ibu lion.
“Itu nona.. Nyonya besar sudah meninggal sejak lima tahun lalu.” ucap lita menundukkan kembali kepalanya. Terlihat jelas jika lita sedih ketika membahas ibu nya lion.
“Jika ayah lion kemana?” tanya ratu kembali.
“ Tuan besar sekarang berada di luar ngeri nona.” ucap lita kembali mengangkat kepalanya.
“Oiya apakah lion punya saudara?” tanya ratu yang semakin penasaran.
“Taun lion memiliki adik perempuan yang seumuran dengan nona.” jawab lita
“Dimana dia sekarang?” tanya ratu.
Hedeh, ratu banya kali lah pertanyaan kau.
“Adik tuan lion sekarang ada di luar negri nona.” jawab lita. Ratu hanya memangut -mangutkan kepalanya mendengar semua jawaban dari lita.
Kepala pelayan menghampiri keduanya yang masih menikmati indahnya taman ini.
“Maaf nona, ibu nona sedang menunggu ada di dalam.” ucap kepala pelayan itu.
“Oh tidak! Kenapa ibu bisa sampai di sini.” ucap ratu terkejut. Bagaimana ibunya bisa ada di sini.
Buru-buru ratu masuk kedalam mansion di ikuti oleh pelayan lita.
“Ibu, ibu kenapa bisa sampai kesini.” tanya ratu kaget dan bingung kenapa bisa ibu nya sampai kesini.
“Oh ibu di jemput oleh asistennya nak lion.” kata ibu tersenyum sekaligus terkagum dengan mansion milik lion yang sangat mewah dan besar.
“Ibu sudah datang.” ucap lion yang tengah berjalan kearah mereka.
“Iya nak, ibu sudah datang.” ucap ibu tersenyum.
“Woi singa, kenapa ibu gue bisa sampai di sini.” tanya ratu pada lion yang kini tengah berdiri di samping nya.
“Mari bu, kita duduk dulu.” bukannya menjawab lion malah mengalihkan pembicaraan. Ratu yang melihat lion mengabaikannya tentu saja kesal.
“Baiklah bu, seperti apa yang saya sampaikan tadi jika saya akan menikah dengan ratu hari ini.” ucap lion dan membuat ratu terkejut dan hampir saja bola matanya keluar mendengar ucap lion.
“APA” teriak ratu.
__ADS_1