
“Okelah, ratu detektif, kita tuntaskan kasus konspirasi ini hahaha.” ucap ratu ala detektif profesional.
“Sedang apa lo disini.” ucap seseorang di belakang ratu.
Ratu membalikkan badannya melihat kebelakang, ia melihat reza yang kini tengah menatapnya dengan datar.
‘Wah, pucuk di cinta cicak pun datang.’ batin ratu.
“Eh.. itu gue lagi nyari cicak, lo liat ga?” tanya ratu
Reza menaikkan sebelah alisnya mendengar jawaban ratu. Bukannya di jawab malah nanya balik.
“Nyari cicak bukan disini tapi di dinding.” ucap reza yang masih mempertahankan wajah datarnya.
“Ada kok cicak di sini, lo aja yang ngga liat.” Bantah ratu.
“Dasar cewek aneh.” ucap reza dan meninggalkan ratu.
“Hufftt, hampir aja gue ketahuan.” ucap ratu menghela nafas.
Ratu meninggalkan tempat itu dan berjalan kearah kelasnya.
“Lo dari mana?” tanya indah teman sebangku ratu.
“Itu gue habis melihat proyek besar.” jawab ratu ambigu.
“Aelah lu ogeb, gue lagi nanya serius.” kesal indah.
“Gue dari taman belakang.” ucap ratu sembari menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya.
“Ngapain lo di taman belakang?” tanya indah kepo
“Hedeh nih anak, cerewet kali lah.” kesal ratu
“Ish, lo mah gitu banget sih.” ucap indah memajukan bibirnya.
“Itu bibir kenapa di manyun begitu habis kejedot lu yah.” canda ratu melihat indah memajukan bibirnya.
“Iyah, habis kejedot papan tulis.” kesel indah.
“Oh, semoga bibir lo ga kenapa napa, takutnya ngga ada cowok yang mau sama lo hahaha.” ucap ratu sembari tertawa.
“Sialan lo ogeb.” teriak indah sehingga mereka berdua menjadi pusat perhatian di kelas.
“Apa lo pada liat-liat.” ucap ratu melotot kan matanya kearah teman-teman nya.
Setelah mengatakan itu semua teman-teman nya kembali melakukan aktifitas nya masing-masing. Jujur, mereka sedikit takut dengan ratu. Sedangkan dina hanya menatap sinis kearahnya.
Jam pulang kini tiba, semua siswa berhamburan keluar dari kelas. Begitu pula dengan ratu, gadis itu kini tengah mengendarai sepeda motornya dengan santai sambil bersenandung.
“Lalalalala, pusing mikirin hidup yang penuh dengan cicak, jalanin aja ikutilah alurnya nanana.”
Tiba-tiba ada sebuah mobil menghadangnya membuat ratu merem mendadak.
“Woi, siapa sih hah? kalo lu mau mati jangan ngajak ngajak dong.” kesal ratu sembari turun dari motornya dan menghampiri mobil itu.
“Turun ngga lo, jangan beraninya di balik kaca doang.” ucap ratu garang.
Pintu mobil itu terbuka menampakkan sepasang sepatu mahal. Seorang laki-laki dengan kacamata hitam keluar dari dalam mobil.
‘Si gila ini lagi.’ batin ratu
__ADS_1
“Wah, parah banget lo. Ngapain main motong jalan orang hah.” bentak ratu
“Kita perlu bicara.” ucap lion.
Yah, orang yang memotong jalannya adalah lion.
“Urusan kita udah selesai, jadi lo ngga usah muncul lagi kayak jalangkung. Pergi tak dijemput pulang tak diantar.” ucap ratu yang masih kesal.
“Kau mau pulang?” tanya lion membuat ratu tercengang.
‘Nih orang kenapa.’ batin ratu.
“Iyalah gue mau pulang, lo kira gue mau kemana? Ngepet.” jawab ratu asal.
“Ngepet? Apa itu?” tanya lion
“Ngepet itu ngejar maling.” jawab ratu asal.
‘Rasain lo, gue bodoh bodohin haha.’ batin ratu
“Oh, yaudah saya mau ikut sekalian.” jawab lion.
‘Buset dah nih orang.’ batin ratu melihat kepolosan lion.
“gausah, lagian gue ga jadi ngepet.”
“Kenapa?” tanya lion.
“Hedeh, cerewet banget sih lo, yah gue mau pulang lah gimana sih” kesal ratu
“Oke, saya itu.” ucap lion menarik tangan ratu mendudukkan ratu di samping kursi mengemudi.
“Eh, lo mau nyulik gue yah.” komplain ratu.
“Sudah diam, tidak ada yang akan mendengar suara mu itu.” ucap lion membuat ratu langsung diam.
‘Nurut ajalah, ngga mungkin juga si gila ini nyulik gue.’ batin ratu pasrah.
“Tunjukan arah jalan ke rumah mu.” ucap lion yang sudah menjalankan mobilnya.
“Hm,” ratu hanya berdehem saja, baginya melawan lion tidak akan ada gunanya.
Sesampainya di rumah, ratu buru-buru turun dari mobil di ikuti oleh lion.
“Eits, mau ngapain lo ikut turun segala hah?” ucap ratu ketika melihat lion mengekor dibelakangnya.
“Saya mau ikut masuk.” jawab lion dengan tanpa rasa malu.
“Eh ngga bisa gitu dong, nanti ibu gue smakdown gue lagi.” ucap ratu melarang lion ikut masuk.
“Tap..” ucapan lion terhenti ketika pintu rumah ratu terbuka menampakkan ibunya.
Ibu ratu melihat ada seorang laki-laki yang dibawa anaknya langsung mengamati laki-laki itu dari atas sampai bawah dengan tajam.
“Eh ada tamu toh.” ucap ibu ramah.
“Kamu pacarnya ratu yah.” tanya ibu dengan senyum ramah.
“Iyah.”
“Bukan.” jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
Ibu mengerutkan keningnya mendengar jawaban mereka yang berbeda.
“Bukan bu, dia bukan pacar ratu, suer deh.” ucap ratu sembari mengangkat tangannya membentuk v.
“Ah masa sih, yaudah masuk masuk sini nak.” ucap ibu mempersilakan lion masuk kedalam rumahnya.
Sedangkan ratu menatap ibunya dengan heran. Biasanya jika ada teman cowoknya yang main ke rumah, ibu akan langsung menyuruhnya pulang. Tapi ini apa.
“Wah ibu gue udah ga bener nih.” gumam ratu yang ikut masuk.
“Silahkan duduk nak.” ucap ibu mempersilakan lion duduk.
“Sebentar yah, ibu buatkan minum dulu, jangan kemana-mana.” ucap ibu dan meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
“Woi, ngapain sih lo ngaku-ngaku kalo lo itu pacar gue hah?.” kesal ratu yang kini duduk di samping lion dengan jarak yang cukup jauh.
“Kenapa? Ada masalah?” tanya lion dengan santai.
“Dasar ci..” ucapan ratu terhenti ketika ibu nya datang membawa minuman beserta cemilan.
“Maaf yah ibu lama.” ucap ibu ramah seraya menyimpan nampan di atas meja.
“Oh iya, kamu pacar anak saya yah?” tanya ibu yang kini duduk tak jauh dari lion.
“Iyah bu.” ucap lion ramah.
Sedangkan ratu melototkan matanya mendengar jawaban lion.
“Bukan bu, si gila ini bukan pacar ratu.” bantah ratu.
“Jadi yang bener yang mana?” tanya ibu bingung.
“Sebenarnya saya calon pacar anak ibu, saya di sini ingin meminta izin pada ibu.” ucap lion yang berhasil mendapatkan pelototan kembali dari ratu.
‘Bener-bener gila nih orang’ batin ratu kesal.
“Oalah gitu toh, silahkan jika kalian ingin pacaran ibu merestui.” ucap ibu tersenyum.
“Ngga bisa gitu doang bu, ratu ngga suka sama si gila ini.” komplain ratu.
“Ratu, ibu tidak mengajari kamu untuk menyebut nama orang seperti itu.” ucap ibu melototi ratu.
Sedangkan ratu memanyumkan bibirnya karena kesal.
“Baiklah kalau begitu nak..”
“Lion bu, nama saya lion.” ucap lion ramah.
“Oh, baiklah nak lion, ibu masuk dulu yah, kalian lanjutkan saja bincang-bincang nya dan diminum yah minumannya.” ucap ibu meninggalkan mereka berdua.
“Maksud lo apa hah, ngomong gitu sama ibu.” ucap ratu kesal pada lion.
“Kamu dengar sendiri kan jika ibu sudah mengizinkan saya untuk menjadikan kamu kekasih saya.” ucap lion serius.
“Tapi gue ngga mau jadi pacar lo.” kesal ratu.
“Saya tidak meminta persetujuan darimu, mulai sekarang kamu pacar saya, mengerti.” ucap lion dengan penuh penekanan.
“Dengar yah, dari awal pertemuan kita ini hanya orang asing begitu pula dengan sekarang. Lagian kita juga ngga saling suka.” sinis ratu.
“Siapa bilang.” jawab lion santai sambil memakan kue.
__ADS_1
“Hah? Maksud lo?” tanya ratu bingung.
“Saya sebenarnya.”