
Grep
Lion memeluk tubuh ratu dari belakang seketika membuat ratu terdiam.
“Eh apa apaan lo, lepas ngga” berontak ratu dalam pelukan lion.
“Tidak.” jawab lion yang semakin mengeratkan pelukannya.
“Ck, lepas ngga gue bilang.” teriak ratu membuat para pelayan langsung menghampiri mereka berdua membuat lion melepaskan pelukannya.
“Kita lanjutkan di kamar.” ucap lion dan menarik tangan ratu menuju lantai atas lebih tepatnya kamar mereka.
Sesampainya di kamar, lion melepaskan tangannya dari lengan ratu dan perlahan-lahan mendekati ratu membuat gadis itu juga memundurkan langkahnya hingga menabrak dinding.
“Lo ma..mau apa hah.” ucap ratu menelan ludahnya.
“Aku mau...” ucap lion terpotong dan membelai rambut ratu membuat gadis itu semakin takut.
“Le..lepas ngga tangan lo,” ucap ratu berusaha menyingkirkan tangan lion dari rambutnya.
“Aku mau...” bisik lion di telinga ratu membuat bulu kuduk ratu meremang. Buru-buru gadis itu menendang pangkal paha lion dan berlari memasuki kamar mandi.
“Awww.” jerit lion memegang pusakannya. Habislah masa depanmu itu lion hahaha.
Sedangkan di balik pintu ratu tengah memegang dadanya yang terus saja berdebar tak karuan.
“Ada apa dengan jantung gue.” gumam ratu sembari terus memegang dadanya.
“Aahhhh sialan tuh monyet singa, bisa bisanya ngebuat jantung gue kek gini.” teriak ratu sembari mengacak rambutnya.
”Sepertinya jantung gue ga aman kalo terus dekat sama si monyet singa itu.” gumam ratu.
Ratu keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, ia berpura-pura tidak melihat lion yang tengah memperhatikannya dari tempat tidur. Ratu berjalan kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Setelah memakai pakaiannya dan keluar dari ruang ganti, ratu masih tetap berpura-pura tidak melihat keberadaan lion membuat lion menghela nafas panjang.
“Apa kau tidak ingin berkata sesuatu.” ucap lion yang melihat ratu duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.
Ratu mengerutkan keningnya menatap lion bingung.
“Mengatakan apa?” tanya ratu menaikkan sebelah alisnya.
“Sudahlah.” ucap lion meninggalkan kamar menuju ruang kerjanya.
Sedangkan ratu kembali fokus pada ponselnya dan melihat ada sebuah notifikasi dari nomor yang tidak ia kenal.
“Siapa nih.” gumam ratu
Karena ratu merasa tidak ada urusan dengan nomor itu, ia menghapus pesan beserta memblokir nomor itu.
Lion kembali kedalam kamar dan menghampiri ratu yang masih sibuk dengan ponselnya. Lion menyodorkan sebuah map di depan ratu membuat ratu mengalihkan pandangannya kearah map itu.
__ADS_1
“Apa ini?” tanya ratu
“Bacalah.” jawab lion kembali menjatuhkan badannya di samping ratu yang sedang membaca isi dari map itu.
“WHAT!!!” teriak ratu setelah selesai membaca isi dari map itu.
“A..apa lo sedang becanda?” tanya ratu penuh selidik.
“Apa kau tidak melihat tanda tangan ku di situ dan itu tinggal menunggu tanda tanganmu semuanya beralih menjadi milikmu.” ucap lion menatap ratu.
Isi dari map itu adalah sebuah peralihan kepemilikan sekolah yang saat ini ratu tempati.
‘Gila, ini gila sumpah' batin ratu syok.
‘Tapi gapapa sih, hitung hitung gue punya aset untuk masa depan gue hehe.’ batin ratu
“Lo ga akan nyesel kan ngasih gue ini.” tanya ratu
“Kenapa menyesal? Kau itu istri ku, semua milikku adalah milikmu.” jawab lion santai.
‘Iya juga yah, gue kan sekarang istrinya. Jadi semua miliknya adalah milik gue. Wah gue kaya mendadak.’ batin ratu senang.
“Okelah, gue terima. Makasih yah.” ucap ratu memeluk lion. Membuat lion membeku dengan serangan mendadak ratu.
‘Jika dengan memberikan seluruh hartaku, kamu bisa mencintai ku maka akan kulakukan.” batin lion senang dan membalas pelukan ratu.
“So..sorry gue spontan tadi hehe.” ucap ratu cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Tidak masalah, aku suka.” ucap lion tersenyum manis kearah ratu.
‘Dia tersenyum.’ batin ratu
‘Dia sangat tampan jika sedang tersenyum begitu.’ batin ratu terpesona dengan senyum lion.
‘Eh, apa yang gue pikirin sih. Bisa bisanya gue muji si monyet singa ini.’ batin ratu memukul kepalanya membuat lion heran dengan istrinya itu.
“Kau kenapa? Kenapa memukul kepalamu? Apa kepalamu sakit? Sini aku lihat?” ucap lion khawatir sembari memegang kepala ratu.
“Em gue gapapa kok.” ucap ratu menepis tangan lion dari kepalanya.
“Kau yakin?” tanya lion memastikan.
“i..iya gu..gue gapapa.” ucap ratu kikuk.
“Oh iya, gue lapar.” ucap ratu mengalihkan pembicaraan.
“Yaudah, kita keluar makan.” ajak lion menarik tangan ratu keluar.
Karena jam memang sudah menunjukkan pukul 18:50 maka mereka memutuskan untuk langsung makan malam. Ratu mengambilkan makanan untuk lion membuat lion tersenyum.
__ADS_1
“Lo kenapa senyum senyum gitu, habis kesambet setan apa lo.” tanya ratu saat melihat lion tersenyum.
“Tidak apa apa.” jawab lion mengambil makanan yang di sodorkan oleh ratu.
“Okelah.” jawab ratu singkat dan duduk di kursinya sembari mengambil makanannya sendiri lalu memakannya dengan lahap membuat lion lagi lagi tersenyum melihat tingkah ratu yang tidak menjaga image sebagai wanita kebanyakan.
Saat ini mereka berdua tengah bersantai di ruang keluarga dengan lion yang sibuk dengan laptopnya dan ratu yang sibuk dengan ponselnya. Tiba-tiba ponsel ratu berbunyi mengalihkan fokus lion.
“Halo.”ucap ratu kepada orang di seberang sana.
“......”
“Lo siapa sih ganggu orang aja.” ucap ratu kesel
“......”
“Kalo lo ga ngomong gue matiin nih.” ancam ratu.
“.......”
“Dasar aneh.” ucap ratu dan mematikan ponselnya.
“Siapa?” tanya lion yang sejak tadi memperhatikan ratu.
“Ngga tau orang nyasar kali.” jawab asal ratu.
“Kemarikan ponselmu.” ucap lion membuat ratu memandang heran kearah lion.
“Lo mau apa?” tanya ratu
“Kemarikan saja ponselmu.” ucap lion kembali meminta ponsel ratu.
“Enak aja lo minta ponsel gue beli sendiri napa, gue yakin lo ngga semiskin itu.” ucap ratu tidak ingin memberikan ponselnya pada lion.
“Kamu ingin memberikannya langsung atau aku ambil paksa.” ancam lion dan mendekati ratu membuat ratu langsung siap siaga mengambil kuda-kuda untuk melarikan diri.
“I..iya gue kasi tapi lo jauh-jauh sana, gue risih deket deket lo.” ucap ratu terbata-bata.
Lion langsung memundurkan badannya dan duduk kembali di tempatnya semula.
“Nih.” ucap ratu menyodorkan ponselnya pada lion.
Lion mengambil ponsel ratu dan mengotak atik ponsel ratu dan tak lama kemudian lion kembali menyerahkan ponsel ratu.
“Udah?” tanya ratu.
“Hm.” ucap lion
“Yaudah deh.” ucap ratu dan meninggalkan lion di sana dan menaiki tangga menuju kamar.
__ADS_1