RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Aksi ratu


__ADS_3

“Awas lo yah singa monyet gue balas lo ntar, gue ga salah malah harus minta maaf.” teriak ratu membuat pelayan yang melihat itu menahan tawa.


“Sialan tuh orang, seenaknya aja sama gue, emang dia pikir dia itu siapa hah.” omel ratu sembari memasuki rumah.


Saat sudah melewati pintu, ratu kembali menyembulkan kepalanya karena mendengar suara deru mobil. Ketika melihat mobil siapa yang datang, ratu mengerutkan keningnya, pasalnya itu bukan mobil lion. Lantas itu mobil milik siapa,batin ratu.


Seseorang membuka pintu mobil menampakkan kaki yang putih mulus dan sudah di pastikan itu kaki wanita.


Seorang wanita bak model papan atas turun dari mobil dengan kacamata hitam sembari berjalan angkuh menghampiri ratu yang berdiri di depan pintu.


“Ekhm, kau siapa?” tanya wanita itu dengan suara lembut sembari menatap ratu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Siapa gadis ini, batinnya.


“Lo yang siapa?” ucap ratu balik.


“Ck, aku tunangan lion, mana lion?” ucap wanita itu


“Tunangan?” tanya ratu.


“Iya, mana lion” ucap wanita itu sembari berjalan melewati ratu dan memasuki mansion.


Ratu yang kesal mendengar ucapan wanita itu karena menyebutkan lion adalah tunangannya. Entah mengapa ratu kesal dengan wanita itu.


“Paman jim, dimana lion?” tanya wanita itu lembut kepada kepala pelayan yang tak sengaja ia lihat.


“Oh nona Laura, tuan sudah berangkat kekantor.” ucap paman jim dengan datar.


“Oh baiklah paman, kalau gitu aku kembali nanti saja.” ucap wanita itu yang bernama laura dengan kecewa.


Laura meninggalkan mansion lion dengan perasaan kecewa tak lupa memberikan tatapan mengintimidasi kepada ratu. Setelah kepergian laura, ratu kembali bertanya kepada kepala pelayan.


“Paman jim, wanita jelmaan ondel-ondel itu siapa?” tanya ratu penasaran.


“Silahkan nona bertanya pada tuan saja, kalau begitu saya permisi dulu.” ucap paman jim sopan dan meninggalkan ratu yang masih penasaran dengan wanita itu. Sedangkan paman jim diam-diam tersenyum tipis.


Ratu berpapasan dengan ibunya di tangga yang baru saja turun sembari membawa tas.


“Ibu, ibu sudah mau pulang?” tanya ratu kepada ibunya yang sudah berada di bawah.


“Iya, ibu sudah harus pergi, rencananya ibu mau langsung ke cafe mengecek keadaan di sana.” ucap ibu sembari mengelus rambut ratu.


“Yah, ibu kenapa ga bermalam lagi sih.” ucap ratu cemberut.


“Lain kali ibu kembali bermalam, kalau begitu ibu pamit yah, kamu jaga diri baik-baik dan urus suamimu dengan baik. Awas jika ada laporan jika kamu menelantarkan suami mu.” ucap ibu dengan sedikit ancaman. Sejujurnya ibu sudah tau jika ratu akan membalas perbuatan lion.


“Yaudah deh bu, ibu hati-hati yah.” ucap ratu sembari memeluk ibunya.


“Iya kamu juga, ingat pesan ibu yah.” ucap ibu melerai pelukannya dan meninggalkan ratu.


Ratu berjalan keatas untuk mengambil tas sekolahnya yang sebelumnya ia lupakan.


Sesampainya di dalam kelas ratu duduk dengan lesu di kursinya membuat indah bingung.


“Woi ogeb, lu kenapa datang datang kayak ga bertulang gitu.” canda indah.


Ratu hanya menghela nafas sembari menatap malas kearah indah.


“Diem lu nyet, gue lagi badmood ini.” ucap ratu lemas seperti orang sedang kekurangan darah.


“Lo kenapa sih ra?” tanya inda serius.


“Gue belum bisa ngomong ini ke lo ndah, tapi kalo gue udah siap gue bakal ngomong kok.” ucap ratu menghela nafas. Sedangkan indah mengernyitkan keningnya mendengar ucapan ratu. Apa yang di sembunyikan nih anak,batin indah.

__ADS_1


“Yaudah deh. Oiya, nanti kita ke mall yuk, gue mau cuci mata nih.” ucap indah menaik turunkan alisnya.


“Hm.” ratu hanya membalas dengan deheman saja.


Saat ini mereka berdua tengah menikmati makan siangnya dan tiba-tiba Devano duduk di sebelah ratu membuat indah memandang heran kearah devano. Sedangkan ratu hanya cuek saja tanpa memperdulikan keberadaan devano.


“Hai.” sapa devano kepada ratu. Tapi ratu hanya memandang sekilas tanpa menjawab sapaan devano.


“Ngapain lo di sini?” tanya indah penuh selidik.


“Kenapa? Ini kan tempat umum terserah dong, gue mau duduk dimana.” jawab devano santai membuat indah kesal.


“Eh ngapain lo duduk disini sih hah? Tuh di sana masih banyak yang kosong kenapa mesti nyasar kesini sih.” kesal indah


“Ndah, balik yuk.” ucap ratu berdiri setelah menghabiskan makanannya diikuti oleh indah.


Devano melihat kepergian ratu tentu saja kecewa dan sedikit rasa tertarik pada gadis itu.


‘Menarik’ batin devano.


Sedangkan tak jauh dari meja mereka, ada seorang gadis yang memandang penuh amarah. Yah dia adalah gladis.


“Apa vano menyukai gadis itu? Tidak, tidak akan kubiarkan. Tapi sepertinya menarik juga.” ucap gladis dengan senyum misterius.


Ratu bersama indah memasuki kelas dan sudah mendapati tatapan tajam dari dina. Ada apa dengan nenek lampir yang satu ini, batin ratu.


Sepulang sekolah, mereka berdua kini tengah berada di salah satu restoran cepat saji sembari memakan makanannya.


“Ra, gue nginep yah di rumah lo.” ucap indah membuat ratu kaget setengah mati.


‘Aduh, gimana nih, gue kan udah ga tinggal di rumah.’ batin ratu


“Em, lain kali aja yah ndah, gue rencananya mau ke rumah tante gue nanti malam.” ucap ratu memberikan alasan.


Setelah makan, kini keduanya tengah berada di sebuah stand es krim menunggu pesanan es krim mereka.


Mereka berjalan keluar dari mall dengan menentang paper bag di tangan masing-masing sembari menikmati es krim mereka.


“Ndah, gue pulang duluan yah, gue udah dijemput tuh.” ucap ratu menunjuk sebuah mobil mewah membuat indah melongo.


“Itu mobil yang jemput lo ra?” tanya indah membuat ratu membulatkan matanya.


“Eh i..itu mobil tante gue ndah, yaudah yah gue balik dulu, bye.” ucap ratu sembari berjalan cepat meninggalkan indah.


Di tengah perjalanan, ratu melihat ada sekolompok preman yang tengah mengganggu seorang gadis. Buru-buru ratu menyuruh sopir menghentikan mobil.


“Stop pak, stoooooop.” teriak ratu membuat sang sopir menginjak rem mendadak.


“Ada apa nyonya?" tanya sopir heran.


“Bentar yah pak.” ucap ratu membuka pintu mobil dan berlari kearah preman yang mengganggu gadis itu.


“Wah ini ga bisa dibiarkan nih, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, gue harus nolong tuh cewek.” ucap ratu yang tengah berlari mendekati mereka.


“Woi berhentiiiiii...” teriak ratu dan langsung menendang perut salah satu dari mereka.


Bught


“Aww, sialan nih bocah sakit juga tendangannya.” ucap preman yang di tendang ratu.


“Eh lo pada, jangan jadi banci yah, bisanya cuma gangguin cewek doang.” ejek ratu

__ADS_1


“Wah nih bocah ngatain kita banci." ucap salah satu preman yang bernada krempeng.


Para preman yang berjumlah 4 orang itu langsung menyerang ratu. Sang sopir yang melihat kejadian itu buru-buru menelpon lion untuk mengabari jika sang nyonya tengah melawan sekolompok preman.


“Halo tuan, itu tuan, nyonya sedang berkelahi melawan preman tuan.” ucap sang sopir cemas.


“APA” teriak lion di seberang sana.


Lion mematikan sambungan telponnya dan bergegas menuju lokasi yang di kirim oleh supir yang di tugaskan untuk mengantar jemput ratu.


Ratu tengah melawan mereka berempat dengan tangan kosong. Sedangkan sang sopir kini tengah memegangi dadanya akibat tendangan yang di berikan oleh salah satu preman saat akan membantu sang nyonya.


Bught


bught


bught


Ratu berhasil menumbangkan keempat preman itu sambil berdecak meremehkan.


“Awas lo pada, kalo gue liat lo pada gangguin orang lagi, gue buat lo pada masuk rumah sakit jadi pasien tetap di sana” ucap ratu garang.


“Iya, ampun, kami tidak akan mengganggu lagi." ucap preman yang berbadan besar kepada ratu.


Sedangkan lion yang menyaksikan sang istri bisa menumbangkan para preman itu tentu saja melongo melihat ratu yang begitu pandai dalam hal bela diri.


‘Habis aku jika sampai membuat dia murka.' batin lion ngeri melihat aksi ratu.


“Sayang.” ucap lion dari belakang membuat ratu seketika membalikkan badannya dan mendapati lion yang berjalan kearahnya.


“Kenapa lo bisa disini?” tanya ratu dan melirik sang sopir yang tengah merintis kesakitan.


‘Lemah' batin ratu


“Ngapain lo di sini?" tanya ratu mengulang pertanyaannya.


“Untuk menjemput mu." ucap lion santai dan meraih lengan ratu membawanya ke dalam mobil miliknya.


“Obati lukanya.” ucap lion pada sopir istrinya.


“Baik tuan." jawab sang sopir


Sesampainya di mansion, lion mendudukkan dirinya di sofa sembari menatap tajam kearah ratu yang hanya diam.


“Apa kamu tau letak kesalahanmu?" tanya lion dengan menatap tajam kearah ratu yang juga tengah menatapnya heran.


“Salah? Gue?” tunjuk ratu pada dirinya sendiri.


“Hm.”


“Maksud lo apaan sih." ucap ratu kesal.


“Kenapa berkelahi dengan preman itu?" tanya lion menatap tajam kearah ratu.


“Apa urusannya dengan lo.” bantah ratu.


“Kau sekarang adalah istriku, tanggung jawabku, jadi apapun yang mengenai dirimu aku harus tau.”


“Udah deh ngga usah sok jadi suami yang sayang istri, gue muak. Udah ah, gue mau masuk kamar, gue capek habis berantem. ” ucap ratu meninggalkan lion dengan kesal.


Lion mengejar ratu dan....

__ADS_1


Grep


__ADS_2