
“Yaudah deh.” ucap ratu dan meninggalkan lion di sana dan menaiki tangga menuju kamar.
Sesampainya di dalam kamar, ratu kembali memeriksa ponselnya.
“Tuh orang liat apa di hp gue.” gumam membolak balikkan hp nya.
“Bodo ah, lebih baik gue tidur aja, uhhh capeknya.” ucap ratu membaringkan tubuhnya di kasur.
Ratu kini menyelam ke alam mimpinya. Sedangkan lion memasuki kamar mendapati ratu yang tertidur. Lion berjalan mendekat disisi tempat tidur yang kini ratu tempati sembari mengamati wajah damai ratu ketika tertidur.
“Kau sungguh manis jika sedang tidur tapi jika sedang sadar kau sungguh menyebalkan.” gumam lion yang terus mengamati wajah indah ratu.
Cup
Lion mencium kening ratu setelah itu berjalan memasuki kamar mandi. Lion kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping ratu sembari menghadap kearah istrinya itu. Lion terus mengamati wajah ratu dari samping yang tampak begitu nyenyak dalam tidurnya hingga tak lama kemudian ia pun menyusul ratu ke alam mimpinya.
Keesokan harinya, ratu membuka matanya, tapi ketika akan menggerakkan badannya ia melihat sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuat ratu langsung terlonjak kaget dan menghempaskan tangan itu hingga sang empunya juga ikut kaget.
“Woi apa apaan lo main meluk sembarangan.” ucap ratu yang sudah mendudukkan dirinya menatap tajam kearah lion.
“Kenapa?” tanya lion yang masih setengah sadar.
“Lo tanya kenapa? Wah parah nih si monyet singa.” omel ratu
“Ada apa?” tanya lion kembali setelah kesadarannya penuh.
“Pake nanya lagi nih orang, eh asal lo tau yah lo itu meluk gue tadi.” tambah ratu kesal.
“Emang ada yang salah jika suami peluk istrinya sendiri?” tanya lion
“Cih, asal lo tau yah kita itu ngga seperti suami istri pada umumnya ngerti ngga!” ucap ratu
“Maka ayo kita lakukan.” timpal lion membuat ratu tambah kesal.
“Dasar monyet singa sialan.” umpat ratu dan bangkit dari kasur.
“Jangan mengumpati suami mu seperti itu.” ucap lion menatap ratu diambang pintu kamar mandi.
“Bodo amat.” Teriak ratu dan menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Selesai drama pagi yang menguras tenaga itu kini, keduanya tengah menikmati sarapannya dengan ratu yang masih memasang wajah kesalnya.
“Kenapa wajahmu seperti itu.” tanya lion setelah mengamati wajah ratu yang sejak tadi ditekuk.
“Biasa aja.” jawab ratu singkat membuat lion menghela nafas panjang menghadapi sikap istrinya itu.
“Aku antar ke sekolah.” ucap lion membuat ratu seketika tersedak dan buru-buru lion memberikan air pada ratu.
“Kalau makan itu pelan-pelan.” ucap lion setalah memberikan air pada ratu.
“Ck, ngga usah, lo ngga usah nganter gue, gue ngga mau.” tolak ratu membuat lion kembali menghela nafas.
“Kenapa kau tidak ingin aku antar? Apa kau takut kekasihmu cemburu?” tanya lion penuh selidik.
“Sudahi pemikiran bodoh mu itu, udahlah gue mau berangkat dulu.” ucap ratu berdiri dari kursinya dan meraih tasnya.
“Aku antar dan aku tidak menerima penolakan titik.” ucap lion yang tidak ingin menerima penolakan dari ratu.
“Yaudah deh, terserah lo aja, gue malas debat.” ucap ratu pasrah dan mengikuti lion menuju mobilnya.
Sesampainya di parkiran sekolah, saat ratu akan membuka pintu mobil tiba-tiba lion menghentikan pergerakan tangan ratu yang akan membuka pintu mobil.
“Apa kau tidak ingin pamit dengan suami mu?” tanya lion membuat ratu beralih menatapnya tajam.
“Maksud lo apa?” tanya balik ratu
__ADS_1
“Kau tidak ingin berpamitan dengan suamimu.” tanya lion kembali.
“Oh." ucap ratu dan meraih tangan lion sembari mencium punggung tangan lion membuat lion terkejut dengan reaksi istrinya.
“Nah, udah kan? Kalo gitu gue pergi dulu.” ucap ratu membuka pintu mobil dan meninggalkan lion yang masih mematung.
Lion kembali tersadar dari keterkejutannya dan kembali tersenyum menatap tangannya yang baru saja dicium oleh ratu, istrinya.
Lion meninggalkan area sekolah dengan perasaan bahagia, rasanya sejuta bunga mengelilinginya. Lion terus saja tersenyum sampai memasuki kantornya membuat para karyawan terheran dengan bos mereka yang terkenal tidak pernah senyum tapi pagi ini mereka menikmati pemandangan bersejarah dalam hidup mereka.
Sedangkan Reno sang asisten juga terkejut melihat bosnya itu tiba-tiba tersenyum. Dalam hati ia bertanya tanya ada apa dengan kutub es ini.
“Pagi tuan” sapa Reno setelah menghampiri lion yang akan masuk kedalam lift.
“Oh, pagi.” balas lion yang masih saja tersenyum yang kembali membuat Reno terkejut pasalnya setiap ia mengapa tuannya, ia selalu membalasnya dengan deheman saja tapi kali ini lion membalas sapa nya.
“Ada agenda apa pagi ini?” tanya lion setelah memasuki lift bersama dengan reno.
“Pagi ini kita ada pertemuan dengan PT. Cendana tuan.” jawab Reno membuat lion menghela nafas.
“Bisakah kau saja yang mewakili ku.” ucap lion
“Maaf tuan hari ini putri dari PT. Cendana yang akan mewakili perusahaan mereka.” ucap Reno.
Lion sungguh tidak ingin bertemu dengan anak pemilik perusahaan itu, pasalnya Anita, selaku anak dari pemilik perusahaan itu begitu menggilainya. Bahkan wanita itu pernah menjebak dirinya, beruntung lion yang pada saat itu masih bisa menguasai dirinya hingga ia tidak jatuh ke dalam perangkap wanita licik itu.
“Baiklah.” ucap lion datar.
“jam berapa pertemuannya.” tanya lion setelah mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.
“Sekarang tuan.” ucap Reno membuat lion lagi lagi menghela nafas panjang.
“Baiklah.” ucap lion berdiri dari duduknya menuju keruangan meeting.
‘Sialan dia sama sekali tidak melirik ke arahku.’ batin wanita itu dengan kesal.
Proses meeting berjalan dengan lancar dengan Anita yang terus saja mencari perhatian dari lion membuat lion muak dengan wanita itu.
‘Dasar ******.’ batin lion.
Setelah lion dan asistennya keluar dari ruangan meeting, tiba-tiba anita datang menghampiri lion.
“Hai lion.” sapa anita dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
Sedangkan lian hanya diam tanpa menatap anita membuat wanita itu mendengus kesal.
‘Kali ini harus berhasil.’ batinnya.
“Aduh, kepala ku sangat sakit.” ucap anita berpura-pura.
Anita kemudian memegang kepalanya dan menjatuhkan dirinya supaya lion menangkapnya, tapi diluar dugaan lion hanya diam tanpa berniat menangkap tubuh anita alhasil wanita itu tersungkur dilantai.
“Kamu kenapa tidak menangkap aku sih lion.” kesal anita yang sudah tersungkur dilantai.
Lion menatap datar anita dan meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“Gagal lagi.” kesal anita dan berdiri meninggalkan tempat itu dengan menghentakkan kakinya.
Sedangkan di sekolah, ratu kini tengah menyalin tugas indah karena lupa mengerjakan tugas matematika yang di berikan oleh pak bambang.
“Lo kenapa sih ogeb, setiap ada tugas matematika lo ga pernah beres deh, heran gue sama lo.” ucap indah yang kesal dengan temannya ini.
“Ck, berisik banget sih lu nyet.” ucap ratu setelah menyelesaikan tulisannya.
“Yee nih anak ga ada terima kasihnya banget.” kesal indah.
__ADS_1
“Yaudah iya, makasih buanyak yah bestiii kuu, ummuach.” ucap ratu mencium pipi indah membuat gadis itu memukul kepala ratu.
Plak
“Eh ogeb, lo main cium gue aja, ihhh jijik banget gue.” ucap indah menghapus kasar pipinya bekas ciuman ratu.
“KDRT lu nyet sama gue." ucap ratu cemberut.
“Bodo amat." ucap indah. Tak lama kemudian pak bambang memasuki kelas.
“Selamat pagi anak-anak ” sapa pak bambang.
“Pagi pak.” jawab mereka serentak.
“Tugas kemarin yang bapak berikan sudah selesai?” tanya pak bambang.
“Sudah pak.” jawab mereka serentak, tapi suara ratu yang paling keras sehingga mendapat perhatian dari pak bambang.
“Baiklah, silahkan kumpul di atas meja bapak.” semua murid berjalan ke depan untuk mengumpulkan tugas mereka tak terkecuali ratu.
“Wah tumben kamu mengumpulkan tugas mu biasanya selalu terlambat.” ucap pak bambang kepada ratu yang paling akhir mengumpulkan buku tugasnya.
“Hehe iya pak, kemarin udah ga lupa lagi.” ucap ratu cengengesan.
“Bagus, tingkat kan lagi yah.” ucap pak bambang.
“Siap pak.” ucap ratu memberi hormat kepada pak bambang dan berjalan menuju kursinya.
“Boong lagi lu ogeb, lo mah selalu lupa kalo ada tugas, unjung-ujungnya tugas gue juga yang lo jiplak.” ucap indah setelah ratu duduk di sampingnya.
“Kita kan bestiiii jadi susah senang harus terus sama-sama.” ucap ratu.
“Terserah lo deh.” ucap indah.
“Itu yang di belakang sedang apa” tegur pak bambang ketika melihat ratu dan indah tidak memperhatikan penjelasannya.
“Maaf pak.” ucap ratu dan indah bersamaan.
“Kalau kalian tidak ingin belajar silahkan keluar.” tambah pak bambang.
“Kami mau pak.” ucap mereka bersamaan lagi.
Kini ratu tengah memasuki mansion dengan lesu, pasalnya ia sudah menunggu lion selama satu jam lamanya untuk menjemputnya namun lion tak kunjung datang di karena ada meeting mendadak membuat ratu kesal hingga akhirnya ia terpaksa naik taksi.
“Apa apaan tuh si monyet gila kalo ga bisa jemput harusnya ga usah janji.” ucap ratu kesal memasuki mansion.
“Awas aja lo, gue balas nanti.” ucap ratu yang masih kesal.
Dari ruang tamu seseorang tengah memperhatikannya yang sejak tadi marah-marah.
“Siapa kau?” tanya orang itu saat ratu akan menaiki tangga yang seketika ratu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap seorang gadis yang seumuran dengannya.
“Lo yang siapa?" tanya ratu balik dan menghampiri gadis itu.
“Kenapa kau yang balik nanya, harusnya aku yang bertanya kau ini siapa? Kenapa bisa sampai di mansion ini?” tanya gadis itu bertubi-tubi.
“Gue istri pemilik mansion ini.” jawab ratu membuat gadis itu langsung terkejut dan berteriak.
“Aaaaaaa kakak ipar” teriak gadis itu dan berlari memeluk ratu.
“Eh eh apa apaan lo, main peluk segala pake acara manggil gue kakak ipar lagi." ucap ratu yang berusaha melerai pelukan gadis itu.
“Aah kakak ipar tidak mengenalku.” ucap gadis itu cemberut membuat ratu langsung tersadar.
“Jangan bilang lo itu...”
__ADS_1