RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Masalah lagi


__ADS_3

“Pak tipak tipuk mak titi kena timpuk nanana” suara ratu menggema di dalam kamar mandi.


“Hahaha mak titi kena timpuk nininini.”


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan ratu yang sudah mengenakan pakaian sekolahnya.


Selesai dengan semua ritual di dalam kamarnya ia pun berjalan menuju meja makan yang dimana nasi goreng kunyit kesukaannya telah tersedia di atas meja dengan segelas teh hangat.


“Wuuiiih mantap kali lah ini.” ucap ratu menarik kursi dan duduk memakan sarapannya.


Ibu yang baru saja masuk melalui pintu belakang melihat sang putri yang makan dengan lahap menggelengkan kepalanya lantaran tingkah ratu yang barbar.


“Kalau makan itu anggun sedikit jangan sampai tidak ada pria yang mau dengan mu.” ucap sang ibu namun tersangka nya hanya fokus dengan makanannya.


“Bu, ratu pamit dulu yah, assalamualaikum.” ucap ratu setelah menyelesaikan makannya.


Cup


“Dadah ibuuu.” teriak ratu dan berlari keluar dari rumah setelah mencium pipi ibunya.


Ratu menaiki motor maticnya yang di belikan oleh sang ayah 3 tahun yang lalu.


Setelah memarkirkan motornya diparkiran sekolah, ratu berjalan tergesa-gesa lantaran ia sudah telat 5 menit.


“Aduh mampus gue, tuh motor kenapa pake acara kehabisan bensin.” gerutunya sembari berlari dari lorong menuju kelasnya.


Bugh


“Aduuuhh, pantat sintal gue kempes nih ahhh.” Ratu meringis setelah bokongnya mendarat sempurna di lantai.


“Woi, lu kalo jalan itu pake kaki terus matanya jangan hanya di pasang di gunain dong.” ucap ratu marah marah pada orang yang menabraknya, lebih tepatnya sih dia yang menabrak orang itu.


Sedangkan orang yang ditabrak hanya diam tanpa mengatakan satu kata pun.


“Eh lu bisu yah.” ucap ratu berkacak pinggang.


“Aneh” ucap orang itu berjalan meninggalkan ratu yang diam melongo mendengar orang itu mengatainya aneh.


“Wah nih orang ngatain gue aneh”


“Eh bambang, lu tuh yang aneh, awas aja kalo sempe ketemu lagi gue jadiin perkedel lu.” teriak ratu kepada anak lelaki itu.


“Alamak jang, matilah gue kenapa gue bisa lupa sih, kalo hari ini ada jam nya pak bambang. Hedeh nasib nasib, kena hukum lagi ntar.” ucap rindu menghela nafas pasrah sembari menepuk keningnya dan berlari menuju kelasnya.


“Hoosh hoossh ma..maaf pak sa..saya ter..lam..bat.” ucap ratu terbata-bata akibat berlari.


“Kamu sudah terlambat 15 menit dan kamu keluar dari kelas ini.” ucap pak bambang selaku guru matematika.

__ADS_1


“Baik pak saya permisi kalo gitu.” ucap ratu memberi hormat. Baru saja ia akan membalikkan badannya, pak bambang kembali bersuara.


“Terus ke ruangan BK minta hukuman untuk mu, sampaikan jika ini hukuman dari pak bambang karena terlambat.” ucap pak bambang tegas.


“Hedeh, kena lagi kan.” gumam ratu.


“Baik pak, siap laksanakan perintah bapak.” ucap rindu memberi hormat kepada pak bambang.


Sedangkan semua teman-temannya yang melihat ratu terkena hukuman hanya diam menatapnya karena bagi mereka tiada hari tanpa hukuman bagi ratu.


“Nah, yang rajin nyapu nya itu cocok buat lo haha.” ucap seseorang dari belakang yang melihat ratu membersihkan lapangan basket.


Ratu membalikkan badannya karena sangat familiar dengan suara cempreng mirip induk ayam yang baru selesai bertelur.


“Ciiih dasar ondel ondel lu.” balas ratu


“Apa lo bilang.” geram orang itu yang tak lain adalah Dina ketua geng pembully di sekolah itu.


“Kenapa? Ga terima yah? Atau udah ngerasa.” ucap ratu dengan senyum mengejek.


“Dasar cewek udik.” teriak Dina kepada ratu.


“Baiklah ondel ondel hahaha.” ucap ratu tertawan dan meninggalkan dina yang tengah menahan kekesalannya.


Ratu mendorong tempat sampah yang berisi daun daun kering yang ia kumpulkan tadi dan membuangnya di tempat pembuangan sekolah.


“Akhirnya selesai juga.” ucap ratu setelah meletakkan tempat sampah dan sapu di gudang.


Ratu mendudukkan dirinya didepan sebuah gerai bakso menunggu pesanannya yang telah ia pesan tadi melalui telepon. Tak lama kemudian datanglah pesanan yang ia pesan yakni bakso dan es jeruk.


”Wah enak kali lah ini.” ucap ratu sembari menyeruput kuah baksonya.


Usai menyelesaikan makannya kini ratu berjalan di lorong menuju kelasnya. Tapi di tengah jalan ia melihat dina sedang membully seorang gadis berkacamata dengan rambut yang di kepang dua sembari tertunduk akibat bentakan dari dina dan kawan-kawannya.


“Heh, lo itu cuma anak miskin yang beruntung mendapatkan beasiswa disini. Jangan sok kecantikan dan jauhi Devano.” ucap dina dengan suara yang keras. Beruntung di lorong itu sepi jadi tidak ada yang mendengar suara bentakan dina.


“Ma..maaf kak, ta..tapi kenapa saya harus jauhi kan Vano.” ucap gadis itu dengan suara seraknya.


“Heh vano itu pacar gue jadi kalo lo masih mau sekolah disini jauhi Devano” Bentak dina sembari menarik rambut kepang gadis itu.


“A..ampun kak.” ucap gadis itu menahan sakit.


“Ck..ck..ck apa kalian hanya bisa melawan orang yang berada dibawah kalian saja heh.” sinis ratu bersuara yang sejak tadi memperhatikan dina dan kawan-kawan nya membully gadis itu.


“Ini bukan urusan lo yah jadi tidak usah ikut campur.” ucap dina.


Disekolah itu hanya ratu yang bisa melawan dina dan kawan-kawan dikarenakan dulu ratu pernah di bully oleh dina dan kawan-kawan nya namun ratu mampu melawan din. Maka sebab itu dina tidak pernah lagi membully ratu.


“Ini akan menjadi urusan gue ketika lo berbuat onar di depan gue.” ucap ratu menunjuk dada ratu dengan telunjuknya dan tak lupa juga ia memberikan sedikit dorongan.

__ADS_1


“Guys, kita cabut.” ucap dina karena tidak ingin berurusan dengan ratu.


Dina dan kawan-kawan meninggalkan lorong dengan menghentakkan kakinya.


“Dan nama lo siapa, kenapa lo diam aja ketika di bully oleh dia.” ucap ratu kepada gadis yang terus saja menundukkan kepalanya.


“A..aku ti..tidak be..berani melawan me..mereka.” ucap gadis itu sembari terus menundukkan kepalanya.


“Haisss, jika lo terus saja diam ketika mereka membully lo, gue pastikan lo ga akan bisa bertahan di sekolah ini.” ucap ratu dan berjalan meninggalkan gadis itu. Gadis itu mengangkat kepalanya menatap punggung ratu yang semakin menjauh.


Sesampainya di dalam kelas, dina menatap ratu dengan tatapan tidak suka. Sedangkan ratu hanya cuek dengan tatapan yang diberikan oleh dina.


Saat manunggu guru datang tiba-tiba ratu kebelet dan meminta izin untuk ke wc. Ratu berlari ke arah karena sudah tidak sanggup menahannya lagi.


Saat selesai urusannya kini ratu tengah berjalan di lorong dan samar-samar ia mendengar suara orang yang tengah marah. Ratu menghampiri asal suara sembari bersembunyi dibelakang pohon yang tak jauh dari dua orang yang tengah berdebat itu dan alangkah terkejutnya melihat anak laki-laki yang tadi pagi menabraknya tengah memarahi gadis yang di bully oleh dina tadi pagi.


“Kamu kira gue suka sama lo?” ucap laki-laki itu sinis.


“Tapi kamu ga bisa ninggalin aku gitu aja setelah apa yang kamu ambil dariku.” ucap anak perempuan itu dengan suara tak kalah besarnya.


“Kamu harus tanggung jawab.” timpal kembali perempuan itu.


“Kamu harus gugurin janin itu gue masih ingin menikmati masa muda gue. Jadi pulang sekolah nanti ikut gue ketempat aborsi.” ucap laki-laki itu sinis.


“Ngga, aku ga mau.” ucap perempuan itu sembari berlari meninggalkan laki-laki itu.


“Haiiisss, apalagi ini.” gumam ratu setelah mendengar penuturan mereka berdua.


“ Bentar, janin? Aborsi?.” ucap ratu mengulang kata-kata yang ia dengar tadi.


“Buset dah tuh anak.” ucap ratu setelah mencerna ucapan mereka.


“Wah si aneh itu sama si cupu ternyata ada gajah di balik kandang ck ck.” ucap ratu menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan mereka berdua.


“ Udahlah dari pada ngurusin urusan mereka berdua mending ngurus hidup gue biar dapet cowok tajir haha.” ucap ratu meninggalkan tempat persembunyiannya.


“Ada gajah dibalik kandang besi, kandangnya ngilang gajahnya ngikut. Gue tau apa maksud lo yang diam diam punya muka kek cicak haha.” ratu menyanyi sepanjang lorong menuju kelasnya.


Sesampainya di depan kelas ratu mendengar suara guru yang sedang mengajar.


“Allahu akbar maaaak, kena masalah lagi deh gue. Ngga pak bambang ngga bu desi sama-sama galak. Gimana dong ini ahhh.” ucap ratu sembari menggaruk kepalanya memikirkan cara agar tidak di hukum lagi.


“Aha, gue punya ide, ratu ratu ternyata otak lo gede juga haha.” ucap ratu senang setelah menemukan cara agar tidak di hukum.


“Permisi bu,” ucap ratu dari depan pintu.


“Dari mana baru datang.” ucap ibu desi menghentikan materi yang diberikan.


“Hehe maaf bu tadi saya kebelet bu.” ucap ratu cengengesan.

__ADS_1


“Yaudah masuk, lain kali jika kamu telat lagi dalam pelajaran ibu alfa kamu.” ucap bu desi.


“Baik bu, terima kasih.” ucap ratu sembari berjalan menuju kursinya.


__ADS_2