RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Menemui Devano


__ADS_3

“Aku mencintaimu istriku.” ucap lion dan mencium kening ratu. Sedangkan ratu sama sekali tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh lion.


Keesokan harinya, saat membuka mata ratu melihat ada sebuah tangan kekar tengah memeluknya dari belakang.


Deg


‘lion’ batin ratu


Ratu membalikkan badannya menghadap lion dan menatap wajah tampan lion ketika tidur.


‘Genteng’ batin ratu


“Apa kau sudah selesai memandang ku.” ucap lion yang masih menutup matanya membuat ratu langsung kaget. Buru-buru ratu ingin melepaskan dirinya dari Pelukan lion tapi semakin erat pula lion memeluknya.


“Le..lepaskan.” ucap ratu yang salah tingkah akibat ketahuan sedang memandang lion.


“Tidak.” jawab lion menatap ratu yang berusaha lepas dari pelukannya.


“Ta..tapi aku harus ke sekolah.” ucap ratu membuat lion langsung melepas pelukannya. Saat lion melepas pelukannya ratu segera berdiri dan beralari menuju kamar mandi.


Kini ketiganya tangah menikmati sarapan mereka. Tentunya dengan ratu yang melayani lion seperti biasa membuat karina tersenyum melihat keromantisan mereka berdua.


“Hari ini kamu akan sekolah di sekolah yang dengan ratu.” ucap lion memecah keheningan


“Iya, aku tau makanya aku memakai seragam yanh sama.” ucap karina yang memang sudah memakai seragam yang sama dengan ratu karena semalam Reno telah memberitahunya. Sedangkan ratu hanya mendengarkan obrolan mereka.


Sesampainya di sekolah, mereka berdua tengah berjalan kearah kelasnya. Yah, karina sekelas dengan ratu itu semua atas permintaan karina.


“Ra, nanti kita duduk bersama yah.” ucap ratu ketika akan memasuki kelas.


“Maaf yah, gue udah ada temen duduk dan ga bisa di ganti okey.” ucap ratu membuat karina kecewa.


“Yaudah deh.” ucap karina kecewa.


Mereka memasuki kelas bersama dan mendapat tatapan penasaran dari temen-temennya. Siapakah yang bersama dengan ratu. Guru mata pelajaran di pagi itu memasuki kelas dengan muka tersenyum


“Selamat pagi anak-anak.” ucap guru perempuan itu dengan ramah. Maklum guru bahasa indonesia.


“Pagi bu.” ucap mereka serempak


“Hari ini kita kedatangan teman baru. Silahkan naik memperkenalkan diri.” ucap guru bahasa indonesia menatap kearah karina. Karina berjalan maju ke depan dengan senyum membuat para laki-laki di kelas itu berdecak kagum.


“ Hai semua, perkenalkan nama aku karina.” ucap karina tanpa berikan embel-embel nama keluarganya.


“Hai karina.” sapa Edo heboh


“Hai calon istri.” sapa adit


“Bidadari surgaku” ucap raditya


“Eh, lo pada jangan gangguin karina yah, gue gibeng kalian semua.” ucap ratu menatap tajam kearah mereka semua.


“Yee galak amat sih ra.” protes edo.


“Sudah, sudah, karina silahkan kamu duduk kembali.” ucap guru bahasa indonesia pada karina dan di balas anggukan oleh karina.


Karina berjalan menuju mejanya yang berada di belakang ratu.


“Baiklah anak-anak kita lanjutkan materi sebelumnya yah.” ucap guru bahas Indonesia.


Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Kini ratu, indah dan ditambah karina tengah menikmati makan siangnya di kantin. Tentu saja keberadaan mereka bertiga menjadi tontonan siswa lainnya di karenakan adanya karina diantara mereka berdua setelah sebelumnya hanya ratu dan indah yang terkadang menjadi pusat perhatian karena wajah mereka yang cantik dan imut.


“Lo sebelumnya sekolah di mana sih kar?” tanya indah pada karina yang tengah menikmati semangkuk bakso.


“Oh aku sebelumnya sekolah di California, tapi karena aku ingin menemani kakakku di sini jadinya aku pindah.” jawab karina santai

__ADS_1


“Oh, jadi di sana banyak dong bule ganteng hehe.” canda indah.


“Yee lo mah, liat yang bening aja langsung juling tuh mata.” ucap ratu pada indah yang hanya di balas cengiran oleh indah.


“Maklum jomblo, lo juga harusnya nyari pacar ra.” ucap indah membuat ratu dan karina tersedak secara bersamaan.


Uhkhuk uhkhuk


“Eh lo berdua kenapa kesedak massal gitu.” ucap indah heran dan menyodorkan minuman kepada keduanya.


“Nyari pacar apaan orang ratu udah punya su...” ratu langsung membungkam mulut karina yang hampir saja keceplosan.


“Ratu udah punya apa? Udah punya pacar maksudnya?” tanya indah bingung.


“Bu..bukan gitu ndah, nih anak lagi kumat becandanya.” ucap ratu menatap tajam ke arah karina supaya mengiyakan ucapannya dan di balas anggukan oleh karina.


“Kalian berdua ngga bohong” ucap indah penuh selidik.


“Ngga lah, lupakan masalah ini. Gue mau bahas yang lain nih.” ucap ratu mengalihkan pembicaraan.


“Apa?" tanya indah dan karina.


“Kok gue ga pernah ketemu lagi yah sama si gladis adik kelas kita itu.” tanya ratu.


“Gue juga ngga tau, tapi yang gue sempat denger sih kalo gladis di keluarin dari sekolah.” jawab indah sedangkan karina hanya mendengarkan mereka berdua.


“Hah? Beneran lo ndah? Terus si Devano gimana?” tanya ratu penasaran.


“Iya beneran, gue denger sendiri dari anak-anak dan masalah devano ngga ada yang tau tuh. Kok lo ga tau sih ra masalah ini.” ucap indah


“ngga, gue ngga tau." ucap ratu.


“Gladis sama Devano siapa sih?” ucap karina angkat bicara karena penasaran


“Oh itu si gladis anak kelas sepuluh dan devano seangkatan kita.” jawab indah.


Ratu memikirkan kemana dua anak itu, apakah gladis tengah menjalankan aksi balas dendamnya. Tanya ratu dalam hatinya. Indah yang melihat ratu melamun langsung memanggil namanya.


“Ra, woi ratuu kenapa lo ngelamun sih hah?” tanya indah membuyarkan lamunan ratu.


“Eh, gue gapapa kok. Oiya kalian udah selesai makannya? Kalo udah balik yuk.” ucap ratu dan di balas anggukan oleh indah serta karina.


Ratu terus saja memikirkan masalah ini sepanjang jam pelajaran membuatnya tidak fokus. Jam pulang sekolah indah berpisah dengan ratu maupun karina karena sudah di jemput. Sedangkan ratu meminta karina untuk pulang duluan dengan alasan ia akan mengunjungi ibu nya. Tentu saja itu hanya alasan ratu saja.


Kini ratu tengah berada di dalam taksi menuju rumah ibunya sembari memikirkan bagaimana caranya ia bisa tau di mana alamat rumah gladis dan devano.


“Dina, yah dina pasti tau rumahnya devano.” gumam ratu. Ia merogoh tasnya mengambil ponselnya untuk menghubungi dina.


“Halo." ucap orang di seberang sana.


“Din, ini gue ratu.”


“Kenapa lo.” ketus dina


“Gue mau nanya alamat rumahnya devano nih, gue ada keperluan sama tuh anak.” ucap ratu.


“Keperluan apa lo sama devano?” tanya dina penasaran.


“Hedeh, sebutin aja napa alamatnya klo lo penasaran dateng aja kerumahnya nanti.” kesal ratu dengan dina yang selalu bertanya.


“Di perumahan cendrawasih no. 12.” ucap dina


“Oke, thanks.” ucap ratu dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


“Pak, ke perumahan cendrawasih yah.” ucap ratu pada supir taksi

__ADS_1


“Baik non.” ucap supir itu.


Tak lama kemudian ratu sampai di perumahan cendrawasih, ia meminta kepada supir untuk membantunya mencari no rumah 12 .


“Pak berhenti." ucap ratu dan menyodorkan uang kepada sang supir.


“Non, kembaliannya.” ucap sang supir menghentikan langkah ratu yang sudah keluar dari mobil.


“Ambil aja pak kembaliannya.” ucap ratu


“Makasih yah non.” ucap supir taksi itu bahagia


“Sama-sama pak.” ucap ratu dan berjalan mendekati pagar rumah devano.


“Permisi pak, Devano nya ada?” tanya ratu pada satpam yang berjaga di depan gerbang rumah devano.


“Nona siapa?” tanya satpam itu.


“Saya teman sekolahnya devano pak.” ucap ratu sopan.


“Sebentar saya konfirmasi ke den devano.” ucap satpam itu menelpon.


“Nama mu siapa?” tanya satpam itu setelah berbicara melalui sambungan telepon.


“Nama saya ratu pak.” ucap ratu kemudian satpam itu menyebutkan nama ratu dan mematikan sambungan teleponnya.


“Silahkan masuk non.” ucap satpam itu membukakan pintu untuk ratu.


Ratu memasuki pekarangan rumah devano yang begitu mewah walau jauh lebih mewah mansion milik lion. Saat sampai di depan pintu seorang maid membukakan pintu untuk ratu tentu saja atas perintah dari devano sendiri.


“Silahkan masuk nona.” ucap maid itu menundukkan kepalanya dan dibalas terima kasih oleh ratu.


Ratu melangkahkan kakinya mengikuti maid itu hingga ia berada di ruang tamu yang begitu mewah.


“Silahkan duduk nona.” ucap maid itu dan meninggalkan ratu sendiri di ruang tamu.


Hingga tak lama kemudian, suara langkah kaki mengalihkan fokusnya dari ponselnya.


“Ada apa?” tanya orang itu. Ratu langsung melihat kearah orang itu. Yah itu adalah devano.


“Ck. Basa basi dulu kek jangan langsung ke intinya napa.” gerutu ratu.


Devano mendudukkan dirinya tak jauh dari ratu sembari menatap ratu yang cemberut.


“Gue dari tadi di sini tapi ngga di kasi minum.” tambah ratu


“Cepetan lo mau ngomong apa.” ucap devano langsung ke intinya.


“Oh itu, kata anak-anak lo ngga masuk sekolah udah lama kenapa?” tanya ratu membuat devano mengaitkan alisnya dengan heran.


“Apa urusannya dengan lo?.” tanya devano


“Em yah gue cuma penasaran aja, lo sama gladis udah ngga pernah nongol lagi di sekolah. Lo ada masalah yah sama dia?” ucap ratu


“Lo ngga udah bohong yah, gue tau masalah lo sama gladis. Waktu itu gue ga sengaja denger pembicaraan kalian.” tambah ratu. Devano hanya diam dan terus memandang ratu.


“Gue harap lo ngga ikut campur urusan gue.” ucap devano buka suara sembari menatap tajam kearah ratu.


“Kenapa?.” tanya ratu


“Itu bukan urusan lo.” balas devano


“Yee tap...”


“Pulang.” potong devano

__ADS_1


“Lo ngusir gue? ” tanya ratu menatap tajam kearah devano.


“Gue cuma mau bilang lo hati-hati sama gladis.” tambah ratu dan meninggalkan devano yang terus memandang kepergian ratu.


__ADS_2