RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Usaha yang gagal


__ADS_3

Hingga tiba-tiba


Cup...


Lion mencium bibir ratu dan sedikit ********** membuat jantung ratu semakin tak karuan. Dengan kerasnya ratu mendorong tubuh Lion agar menjauh darinya dan terbukti usahanya tidak sia-sia


“Ck, dasar Lo monyet sialan.” geram ratu


“Kenapa” ucap Lion tanpa merasa bersalah sedikitpun membuat ratu semakin naik pitam.


“Lo...” ucapan ratu terhenti ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya.


tok tok tok


“Siapa?” teriak ratu dari dalam kamarnya.


“Ini aku.” teriak Karina


ceklek


Pintu di buka menampakkan ratu dengan balutan handuk sebatas paha dan kemeja Lion yang kusut membuat Karina menyipitkan matanya.


“Kenapa penampilan kalian begitu berantakan?” tanya Karina membuat ratu salah tingkah sedangkan Lion hanya diam.


“Eh..itu..anu..ta tadi gue ini.." ucap ratu tergagap


“Sudah, kamu ngapain datang kemari mengganggu saja.” ucap Lion menatap datar kearah Karina.


“Yah emang kenapa sih kak, aku kan cuma mau ke kamar kakak ipar saja, emang tidak boleh yah.” ucap Karina cemberut dan sontak saja ratu langsung menarik tangan ratu kedalam kamarnya dan mendorong tubuh Lion agar keluar dan ratu menutup pintu serta menguncinya. Lion berdiri mematung menatap kearah pintu yang ditutup kasar oleh ratu.


Ratu membawa Karina duduk dipinggir kasurnya seraya bernafas lega.


“Kenapa wajahmu seperti itu?.” tanya Karina saat melihat ratu menghembuskan nafas.


“Ti tidak apa-apa. oh iya, Lo mau bicara apa?” tanya ratu sembari memperbaiki handuk di badannya.


“Nanti aku cerita, sebaiknya kamu memakai pakaian dulu, sepertinya kamu kurang nyaman dengan handuk itu.” ucap Karina karena melihat ratu yang selalu memperbaiki posisi handuknya.

__ADS_1


“Hufftt, baiklah, tunggu sebentar gue pakai baju dulu.” ucap karina.


Setelah selesai memakai pakaiannya, ratu menghampiri karina yang tengah berbaring di kasur miliknya sembari membaca buku novel milik ratu.


“Ekhm, Lo mau bilang apa tadi?” ucap ratu menghampiri dan duduk di dekatnya.


“Oh itu, aku mau bilang kalo aku mau bermalam di sini. aku udah kasi tau ibu tadi.” ucap Karina sumringah.


‘Apa yang dia bilang, mau bermalam disini. Hem sepertinya bukan ide yang buruk setidaknya si monyet singa itu gak bermalam disini haha.’batin ratu.


“Oiiii, ngapain sih bengong sambil senyum gitu, kesambet jin apa nih.” ucap Karina menggoncang baru ratu yang dimana membuat sang empunya meringis pusing.


“Hentikan, kepala gue pusing nih.” ucap ratu melepaskan tangan Karina dari pundaknya.


”Malam ini aku tidur sama ibu.” ucap Karina membuat ratu tersentak.


“E..e.. ja..jangan dong, Lo tidur bareng gue aja.”


“Ngga ah, nanti ponakan aku kelamaan lagi datengnya. jadi aku sudah putuskan akan tidur bareng ibu.” ucap karina dan beranjak keluar dari kamar ratu.


‘yah gagal deh’ batin ratu.


“Eeemm, masakan ibu luar biasa.” puji Karina setelah mencicipi rendang buatan ibunya ratu.


“Ya sudah, kalian makan yang banyak kalau gitu.” ucap ibu nya ratu sembari tersenyum.


Sedangkan, ratu hanya sekilas melirik mereka berdua kemudian melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Lion yang sedari tadi terus memperhatikannya.


Selesai makan mereka berbincang sebentar di ruang keluarga dan setelah itu pamit ke kamar masing-masing.


Saat ratu membuka pintu kamarnya, Lion lebih dulu masuk membuat ratu merenggut kesal.


“Hee, ngapain kamu masuk ke kamar ku sembarang.” ucap ratu yang mesin berdiri di depan pintu sembari berkacak pinggang.


“Kenapa? ada apa? kamar mu adalah kamar ku juga. jadi apa masalahnya.” ucap Lion berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Ratu merenggut kesal dan berjalan kearah lemari pakaian. ketika membuka lemari pakaiannya, mata ratu langsung tertuju pada baju lingerie berwarna merah maroon. otak ratu sontak saja mendapatkan ide jahat.

__ADS_1


‘Haha rancana bagus nih.’ ucap ratu dalam hati.


Ratu langsung meraih lingerie berwarna merah maroon itu dan langsung memakainya dan berjalan kearah tempat tidur. Lion muncul dari dalam kamar mandi dengan pakaian santai sontak saja menelan ludah kasar.


Ratu dengan santainya memainkan ponselnya dan tak menyadari kehadiran Lion yang tengah menatap lapar dirinya.


Lion mendekat kearah tempat tidur dengan seringai di wajah tampannya. Ratu menyadari kehadiran Lion lantas mengalihkan pandangannya yang semula fokus pada layar ponselnya kini menatap Lion dengan kening berkerut.


“Kenapa wajahmu tiba-tiba menakutkan begitu.” tanya ratu heran yang melihat ekspresi Lion.


Tanpa menjawab pertanyaan ratu, Lion kini merangkak menaiki kasur sembari mengungkung ratu dibawahnya.


“E..eh nga..ngapain Lo... L..Lo mau ngapain minggir ngga, gue bilang minggir.” ucap ratu dengan rasa takut mendera dan berusaha mendorong tubuh Lion agar menjauh darinya.


“Aku menginginkan hak ku sebagai suami mu. Apa kau lupa sayang, jika orang tua kita menginginkan seorang cucu.” ucap Lion sembari menatap dalam mata ratu.


“L..Lo ngomong apa hah.”


“Mari kita lakukan yang semestinya kita lakukan sejak awal sayang.” ucap Lion menelusuri wajah ratu dengan jari telunjuknya.


“Gue ngga mau!” bentak ratu sembari menendang bagian bawah Lion. Alhasil Lion meringis sembari memegang bagian bawahnya.


“Argh.. kamu ngapain menendang masa depan kita.” ucap Lion sembari meringis memegangi bagian bawahnya.


“Rasain, makanya lain kali jangan mesum jadi cowok, kena kan hahaha.” ucap ratu tertawa sembari berdiri di depan Lion yang meringis.


tok tok tok


“Ratu, Lion kalian kenapa?” teriak ibu dari luar membuat dua insan yang berada di dalam kamar sontak langsung mengalihkan penglihatannya kearah pintu.


“Mati gue, ibu pake acara datang lagi, aduh gimana nih.” ucap ratu panik.


“Ratu, ibu buka yah pintunya.” teriak ibu dari luar.


Ceklek


Ibu membuka pintu kamar ratu dan detik selanjutnya ia menutup mata dan berbalik.

__ADS_1


“Aduh, ma..maaf, ibu ng..ngga tau ka..kalau kalian lagi nganu i..itu..” ucap ibu terbata-bata melihat posisi mereka berdua.


__ADS_2