RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Ibu tidak setuju


__ADS_3

“APA” teriak ibu.


“Mau kerja apa kamu hah.”


“Selama ini kamu tidak kekurangan walaupun cuma pas pasan aja nak. Ibu masih sanggup membiayai mu sampai kuliah nanti.” ucap ibu melunak. Sungguh ia tidak ingin anak semata wayangnya harus bekerja di umur yang terbilang masih di bawah umur.


“Tapi bu, si gila itu eh maksud ratu si lion itu menawarkan gaji yang lumayan besar bu. Ratu cuma bekerja sebagai asisten pribadinya aja.” ucap ratu memberi penjelasan.


“Tetap saja ibu tidak ingin kamu bekerja. Ibu masih sanggup membiayai mu.” ucap ibu dan meninggal ratu yang menatap punggung ibu nya yang kini sudah masuk di dalam kamarnya.


“Hadeuh, gimana nih, si gila itu pasti nagih jawabannya besok.” ucap ratu menghela nafas.


Ratu memasuki kamarnya dengan langkah lemas seraya mendudukkan dirinya di pinggir kasur. Ia meraih ponselnya dan melihat ada panggilan dari nomor yang tertera LION TAMPAN.


“Diih si gila itu narsis kali lah” gumam ratu.


Ratu menyimpan ponselnya di samping bantal dan bersiap untuk tidur. Baru saja ia akan memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya bergetar.


“Hedeh, siapa sih, ganggu orang aja deh.” ucap ratu kesal sembari mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.


“Halo.” ucap kesal.


“Hm,” balas orang di seberang telpon itu.


“Ini udah malam, jangan ganggu orang napa.”


“kenapa?” tanya orang itu.


‘Bentar, kok suaranya nya kayak ga asing gitu yah.’ batin ratu.


Ratu melihat ponselnya, di sana tertera nama orang yang tengah menelponnya.


‘Nih orang ga punya kerjaan apa gimana.’ batin ratu kesal.


“Kenapa?” tanya ratu dengan suara malas.


“Bagaimana?” tanya lion.


“Bagaimana apanya?” tanya ratu bingung.


“Kerja sama kita,”


“Apa lo lupa? kalo besok pagi baru gue jawab.” kesal ratu.


“Oh,”


Tutt tutt


“Lah malah di matiin dasar gila emang.” ucap ratu kesal dan kembali menaruh ponsel.


“Tuh orang ganggu gue aja.” gumam ratu dan kembali memejamkan matanya.


Keesokan harinya, ratu tengah menikmati sarapannya sambil terus melirik ibunya.


“Bu, mengenai pembahasan tadi malam baga...” ucapan ratu terhenti ketika mendapat pelototan dari ibunya.


Glek


Ratu menelan kasar makanannya karena melihat pelototan ibunya yang sangat mengerikan menurutnya.


‘Alamak, matilah gue.’ batin ratu.

__ADS_1


“Ibu tidak mengizinkan kamu untuk bekerja, paham.” ucap ibu menatap tajam kearah ratu.


“I..iyah bu, ratu ga akan kerja.” ucap ratu gugup dan kembali meneruskan sarapannya.


Selesai sarapan, kini ratu tengah berjalan menuju motornya.


Tiba-tiba, ponselnya berdering menandakan adanya panggilan masuk.


“Yah,halo.” ucap ratu tidak bersemangat.


“Bagaimana?” ucap orang di seberang telpon.


“Hufftt, sepertinya gue ga bisa. Mengenai ganti rugi itu lupakan saja. Ngga usah diganti.” ucap ratu menghela nafas.


“.......” tidak ada sahutan


“Yaudah deh, gue tutup dulu teleponnya.”


Tuttt tuuttt.


“Ga jadi kaya deh gue.” ucap ratu sedih.


“Gapapa deh, nanti gue bisa cari cogan plus tajir haha” ucap ratu.


Hedeh, otak nih anak cuma duit doang perasaan.


Sesampainya di sekolah, ratu memarkirkan sepeda motornya seraya bersenandung ria.


“Wahai para cogan lihatlah diriku yang cantik ini Tet tet tet yuhuuu.” senandung ratu dengan suara kecil, takut ada yang mendengar dan mengira jika ia gila.


Ratu berjalan di lorong menuju kelasnya sambil melanjutkan nyanyiannya.


Tanpa ratu sadari, ada seseorang yang mengamati tingkah konyol nya. Orang itu menyinggung sedikit senyum di bibirnya.


“Gadis unik.” gumam orang itu.


Sesampainya di kelas, ratu mendudukkan dirinya di samping indah.


“Ndah, tugas lo yang kemarin udah selesai ga? Gue liat tugas lo yah.” ucap ratu menarik turunkan kedua alisnya.


“Kalo lo terus nyontek punya gue, kapan lo pinter nya ogeb.” ucap indah teman sebangku ratu yang cukup dekat dengannya.


“Hehe gue lupa kalo ada tugas. Tugas lo mana nih, gue mau liat.” ucap ratu.


Indah menyerahkan bukunya yang berisi tugas matematika dari pak bambang si guru galak kata ratu.


“Makasih yah, semoga amal ibadah lo di terima di sisinya haha.” ucap ratu setelah mengambil buku tugas indah.


“Sialan lo ogeb, lo kira gue udah mati hah.” ucap indah kesal.


“Eits, jangan marah dong, ini tuh masih pagi ga baik marah marah gitu. Emang lo mau cepet tua?” ucap ratu sembari menyalin tugas indah.


“Terserah lo deh, malas gue ngeladenin anak laknut kayak lo ini.” ucap indah dan membuka ponselnya.


Selesai menyalin tugas indah, ratu meregangkan ototnya.


“Akhirnya selesai juga nih beban.” ucap ratu menutup bukunya.


“Nih, makasih, gue kembaliin nih buku lo, sekarang gue udah ngga butuh lagi.” ucap ratu menyerahkan buku indah.


“Sialan lo ogeb, ga tau diri bat dah punya temen modelan ginian.” ucap indah kesal.

__ADS_1


“Gue tau gue ini cantik.” ucap ratu narsis.


“Diih pede banget.”


“Emang kenyataan kok.” ucap ratu mengibaskan rambutnya.


“Astagfirullah, dosa apa gue punya teman kayak lo ini.” ucap indah


Ratu tidak memperdulikan ocehan indah dan malah sibuk dengan ponselnya.


“Ndah, lo tau siswa laki-laki yang namanya Reza?” tanya ratu.


“Reza siapa nih, reza di sekolah ga cuma satu.”


“Reza Aduttaga.”


“Oh kak reza yah.” ucap indah mangut mangut.


“Iyah, lo kenal ga?” tanya ratu.


“Kalo kenal sih ngga, tapi gue cuma tau nama doang terus dia juga terkenal suka gonta ganti pasangan gitu. Kenapa? Jangan bilang no naksir sama tuh cicak” ucap indah memicingkan matanya.


“Yee sekate kate lu,gue cuma memastikan sesuatu.” bantah ratu.


“Oh, baguslah kalo lo ga naksir sama tuh cicak.”


‘Jadi gimana yah nasib cewek itu.’ batin ratu.


Oiya pasti kalian bertanya-tanya yah, gimana caranya ratu tau nama cowok itu.


Nah, kan di part sebelumnya ratu pernah tuh menabrak seseorang waktu berjalan di lorong sekolah. Ratu sempat melihat nama orang itu di bajunya.


‘Nanti gue mau nemuin tuh cewek ah.’ batin ratu.


Entah kenapa ratu sangat tertarik dengan mereka berdua padahal jika dilihat siswi perempuan itu hanya berpenampilan biasa aja. Kenapa bisa hamil sama predator sekolah.


Setelah jam istirahat tiba, ratu tidak langsung ke kantin, ia memutuskan untuk mencari gadis itu. Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika bayangan seseorang menuju taman belakang sekolah. Karena penasaran, ratu mengikuti bayangan orang itu.


Ratu bersembunyi dibelakang pohon yang tak jauh dari posisi orang yang kini ia ikuti.


“Lah, itu kan, orang yang gue cari.” gumam ratu.


Yah, dia adalah gadis yang ia cari sampai ratu tidak ke kantin.


“Dia menghubungi siapa yah kok kayaknya serius gitu.” ucap ratu penasaran.


“Iyah, gue tau. Pokoknya lo tenang aja, gue pastikan rencana lo bakalan berhasil.” ucap gadis itu kepada orang yang di seberang telpon.


“......”


“Iyah, yaudah gue tutup dulu jangan sampai ada yang ngeliat gue.” ucap gadis itu sambil melihat ke segala arah.


‘Hem, ada yang tidak beres ini mah.’ batin ratu.


Gadis itu meninggalkan taman dan ratu keluar dari tempat persembunyiannya.


“Sepertinya gue pengen nih jadi detektif dadakan hihi.” ucap ratu cekikan.


“Okelah, ratu detektif, kita tuntaskan kasus konspirasi ini hahaha.” ucap ratu ala detektif profesional.


“Sedang apa lo disini.” ucap seseorang di belakang ratu.

__ADS_1


__ADS_2