
Sepulang sekolah, ratu mampir di salah satu mall untuk membeli lipstik yang ia lihat kemarin saat jalan-jalan di mall bersama dengan temannya.
“Untung hari ini masih promo tuh lipstik kalo kagak udah gue pastiin dah kagak bisa gue beli.” ucap ratu sembari memasuki sebuah toko make up.
“Nah, dapet juga nih lipstik hehehe.” ucap ratu setelah mendapatkan lipstik yang ia mau.
“Em habis ini mau kemana lagi yah.” ratu berpikir sembari memegang dagunya.
“Aha gue tau, mari kita beli Boba.”
“Yuhuuuu Bobaaa i am coming back.” ucap ratu dengan senang sembari menuju kedai minuman.
Sungguh lebay kali lah si ratu ini, hedeh.
Setelah membeli minuman Boba, ratu berjalan dengan perasaan bahagia tanpa melihat jalan hingga,
Tiba-tiba...
Bugh
“Aaa Boba gueeee.” teriak ratu melihat minumannya tumpah akibat menabrak seseorang.
Ratu menatap horor pada orang itu.
“Wah si gila ini lagi, benar-benar sial kali lah hidup gue setiap kali ketemu lo.” ucap ratu kesal saat melihat orang di depannya itu.
Sedangkan orang yang tak sengaja menabrak ratu justru diam tanpa ekspresi.
“Eh, ganti gak Boba gue.”
Lelaki itu melihat minuman yang tumpah dilantai dengan bola bola kecil berwarna hitam.
“Saya tidak punya waktu meladeni anda.” ucap lelaki itu dengan dingin.
“Ga bisa gitu dong, lo harus gantiin boba gue yang tumpah.” ucap ratu garang.
Si ratu mah malu-maluin bat dah, dia yang salah malah orang lain yang disuruh ganti rugi.
“Saya sedang sibuk, jika anda ingin meminta ganti rugi ini kartu nama saya silahkan datang ke kantor saya.” ucap lelaki itu memberikan memberikan kartu namanya kepada ratu dan meninggalkan tempat itu.
“Lion Zee park, perusahaan Zee.” lirih ratu membaca kartu itu.
Lion Zee park atau biasa di panggil lion adalah pemuda sukses diusianya yang ke 25 tahun. Lion merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Lion mewarisi perusahaan raksasa keluarganya. Lelaki dingin bagaikan kutub utara ini selalu menjadi incaran setiap kaum hawa kerena selain tampan ia juga kaya tentunya, incaran ratu banget ini mah haha.
“Oh jadi nama si gila itu lion tapi mukanya itu ngga ada mirip-miripnya sama singa yang ada mirip kulkas berjalan iyah.” gumam ratu sembari menatap kartu nama itu.
“Ngapain sih si gila itu ngasih gue beginian.”
“Dari tampangnya sih orang kaya, emm kesempatan yang ga boleh gue sia-siakan ini mah hehe.”
“Kali aja gue dikasi uang ganti rugi jutaan hahaha ternyata gue beruntung juga yah ketemu si gila itu.” ucap ratu tertawa dengan rencana licik nya itu.
Keesokan harinya setelah pulang dari sekolah dan tanpa mengganti seragamnya, ratu mendatangi alamat perusahaan yang kemarin dia dapat dari si gila itu.
Hedeh ratu namanya lion bukan si gila. Enak aja main ganti nama orang sembarang.
“Waaahh, ternyata si gila itu perusahaannya gede juga yah.” gumam ratu yang mengamati perusahaan yang begitu besar.
Ratu melangkahkan kakinya memasuki perusahaan itu dan mendatangi meja resepsionis.
“Maaf mba, gu.. Eh saya mau bertemu dengan lion Zee park.” ucap ratu.
Sedangkan resepsionis itu menatap ratu dari bawah hingga atas.
“Adik ingin bertemu dengan siapa tadi?.” ulang resepsionis itu.
“Saya mau bertemu dengan lion Zee park.” ulang ratu memalas.
‘ini orang budeg atau gimana sih.’ gerutunya dalam hati.
__ADS_1
“Apakah sebelumnya adik sudah membuat janji.” tanya resepsionis itu.
“Hedeh, ini ondel ondel cerewet kali lah.” lirih ratu yang tidak di dengar oleh resepsionis itu.
“Mba yang cantik tapi lebih cantikan saya, saya disuruh oleh si gi..eh maksud saya lion yah lion untuk menemui nya.” ucap ratu dengan senyum terpaksa.
“Baiklah sebentar saya hubungi asisten nya dulu.” ucap resepsionis itu dan menelpon seseorang.
Setelah selesai menelpon resepsionis itu kembali menatap ratu.
“Silahkan naik dilantai 10 Presdir telah menunggu anda.” ucap resepsionis itu menatap ratu seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Pasalnya CEO nya itu tidak pernah membawa wanita ke perusahaannya.
“Apa itu adik Presdir.” gumam resepsionis itu.
Tiiing
Lift berhenti di angka sepuluh, ratu melangkahkan kakinya keluar dari lift dan mengamati sekelilingnya yang terlihat sangat berbeda dengan lantai bawah. Lantai ini terkesan lebih mewah.
Seorang laki-laki datang menghampiri ratu dengan raut wajah tanpa ekspresi.
“Silahkan nona, anda sudah di tunggu oleh Presdir.” ucap lelaki itu yang tak lain adalah asisten lion.
“Kenapa wajah orang orang ini semuanya seperti kekurangan darah saja.” lirih ratu tapi masih didengar oleh lelaki yang berjalan di depannya itu.
Tok tok tok
“Masuk.” terdengar suara dari dalam ruangan.
Ceklek
Pintu terbuka menampakkan seorang laki-laki yang begitu tampan bak dewa yunani sedang sibuk dengan berkas di depannya.
“Maaf tuan, nona ini sudah datang.” ucap sang asisten kepada lion.
Lion yang tadinya sibuk dengan berkas nya mengalihkan pandangan ke arah dua orang yang berdiri di depan nya itu.
“Hm, keluarlah.” ucap lelaki
Sedangkan kedua lelaki itu hanya menatap ratu dengan tatapan yang sulit diartikan.
‘Wanita ini cukup berani’ batin asisten lion yang memuji keberanian ratu.
“Bukan kau yang saya suruh keluar tapi asisten saya yang ada di samping mu itu.”
“Hehe sorry sorry, gue sepertinya agak sensitif.”
“Baik tuan, saya permisi.” ucap asisten lion dan meninggalkan ruangan.
Tanpa di suruh ratu melangkahkan kakinya menuju sofa membuat lion mengerutkan keningnya melihat tingkah gadis itu yang seenaknya saja.
Prinsip ratu sih anggap rumah sendiri dan buat dirimu senyaman mungkin.
Hehe ga tau malu kali lah nih anak.
Setelah meninggalkan dua insan yang berbeda gender itu di dalam ruangan, kini ruangan itu hanya terdengar suara jam dinding.
Setelah sekian lama tanpa adanya pembicaraan baik dari ratu maupun dari lion membuat ratu menghembuskan nafas kasar.
“Apa gue dipanggil kesini hanya untuk diam saja.” ucap ratu kesal karena lelaki itu hanya diam sedari tadi.
Lelaki itu mengarahkan pandangannya kearah sofa dimana ratu duduk dengan wajah kesalnya yang menambah keimutan di wajahnya.
‘imut’ batin lion.
Ratu menghampiri lion dan mendudukkan dirinya di kursi depan meja lion.
“Gue mau minta ganti rugi sama lo karena udah membuat boba gua jatoh.” ucap ratu to the poin.
Ck ck, ratu ratu setidaknya basa basi dulu napa jangan langsung to the poin gitu.
__ADS_1
“Ck dalam bentuk apa? Apakah kau ingin aku memberikanmu sama seperti kemarin.” ucap lion yang terus mengamati wajah kesal ratu.
“gue sudah tidak ingin itu lagi, gue mau ganti rugi dalam bentuk lain.” ucap ratu dengan seringai licik nya.
“Uang? Berapa harga minuman mu itu.” ucap lion.
‘Hedeh kenapa malah nanya harga sih, kalo gue kasi tau yah jelas cuma 15 ribuan aja rugi dong gue jauh-jauh kesini cuma dikasi 15 ribuan doang’ batin ratu.
“Kemarin bukan hanya minuman gue yang tumpah tapi baju gue juga basah jadi gue minta ganti rugi 1 juta.”
“Cih apa kau ingin memeras ku nona?” tanya lion dengan senyum kecil disudut bibirnya.
‘licik’ batin lion.
“Hei, apa lo sebegitu miskinnya hingga 1 juta saja ga mampu lo kasi.” ucap sinis ratu.
“Kau tau nona, saya ini seorang pengusaha, bagi saya kerugian satu perak saja tidak akan saya toleransi.” ucap lion sembari menyandarkan punggungnya di kursi dengan tatapan yang tak pernah lepas dari wajah imut ratu.
‘Sialan nih si gila ini' batin ratu.
“Dengar yah tuan gila, kemarin gue rugi berat gara-gara lo, minuman gue jatuh baju gue juga basah jadi menurut gue itu kerugian yang besar okey.” ucap ratu menaikkan suaranya satu oktaf.
“Tidak semudah itu nona.” ucap lion yang masih santai menanggapi sikap ratu yang terkesan barbar itu.
“Wah, lo ngga mau ganti rugi yah.” ucap ratu memicingkan matanya.
“Saya tidak mengatakan jika saya tidak mau ganti rugi.” bantah lion.
“Yaudah deh 500 ribu aja dan gue anggap urusan kita selesai sampai disini.” ucap ratu menawar.
“Apakah nona sedang melakukan penawaran kepada saya.” tanya lion menatap dalam wajah ratu.
“Anggap saja seperti itu.”
“Baiklah, kalau begitu kita buat kesepakatan bagaimana nona?” ucap lion dengan seringai licik nya.
‘Pengen bat dah gue tinju wajah jeleknya itu.’ umpat ratu dalam hati.
“Yaudah apa penawarannya.” ucap ratu memalas
“Bagaimana jika nona bekerja sebagai asisten pribadi saya.” ucap lion menatap rindu.
“Heh, apakah anda ingin mempekerjakan anak dibawah umur.” sinis ratu
“Saya akan memberikan gaji 20 juta satu bulan, bagaimana?” ucap lion tersenyum tipis, sangat tipis bahkan ratu tidak mengetahui jika lion sedang tersenyum.
‘Hah? 20 juta? Buset dah banyak bener bisa kaya mendadak gue ini mah.’ batin rindu membayangkan gaji yang ditawarkan begitu banyak.
“Ekhm, tapi kerja gue ga yang aneh aneh kan?” selidik ratu.
“Seperti kata saya tadi, kau akan bekerja sebagai asisten pribadi saya. Misalnya menyiapkan pakaian kerja, sarapan dan keperluan pribadi saya.” ucap lion panjang lebar. Padahal lion tipe orang yang sangat irit bicara tapi apa ini. Wah suatu pencapaian bagus untuk ratu nih hihi.
“Kenapa ngga nyari pembantu atau nikah aja sih.” ucap ratu tak habis pikir dengan orang yang satu ini.
“Saya hanya membutuhkan jawaban iya atau tidak.” ucap lion.
“Gue kesini cuma butuh ganti rugi doang bukan untuk melamar kerja.”
“Hem ganti rugi yah.” ucap lion mangut
“Iya, cepet mana sini.” ucap rindu sembari mengadahkan tangannya di depan lion.
“Minuman 15 ribu dan baju yang kau pakai itu 100 ribu jadi total yang saya bayar 115 ribu.” ucap lion sembari menyerahkan uang pecahan 115 ribu.
Sebelumnya lion memang sudah mempersiapkan semuanya karena ia sudah berpikir jika ratu akan memeras dirinya.
‘Buset cuma segini doang, tau gini sih mending gue kagak dateng aja dah. Kirain dia ga tau harga minuman itu. Hedeh sial kali lah hari ini.’ gerutu ratu dalam hati.
“Bagaimana ambil uang ini atau bekerja dengan saya.” ucap lion kepada ratu.
__ADS_1
“Baiklah tapi dengan satu syarat.” ucap ratu
“Apa syaratnya.”