
...Maaf guys:" bener-bener otakku lagi ga encer + banyak tugas:(...
...Happy reading ❤️🍭...
..."Tidak seharusnya aku membiarkan Skyla tumbuh tanpa kasih sayangku. Sungguh, aku benci diriku. I hate myself"...
...~~~...
"Kau mulai menggodanya, Sky!" Teriak Glassy tampak tangannya masih memegang kendali setir mobil dengan kaca terbuka.
Skyla memasang muka masam, tatkala Glassy kembali mengeluarkan suara nyaringnya di jalan raya, "Fokus pada setir mu, saus tartar! Jika kau terjatuh aku tidak akan menolongmu!"
Glassy terkekeh sampai mengeluarkan setetes air mata di sudut iris hitamnya, "Aku tidak akan jatuh, Sky" sangkal Glassy yang masih terhanyut dalam suasana kekehannya.
"Terserah, aku pergi" timpal Skyla kesal kemudian gadis itu menancapkan gasnya dan berusaha memotong di jalur mobil yang sedang dalam keadaan pelan.
"Sky!" Glassy tersentak kaget kelakuan Skyla yang tak biasa, "Sial!" Umpatnya.
Skyla mengerutkan keningnya seraya menambah laju kendaraannya diatas rata-rata dan meninggalkan Glassy yang masih saja mengumpat dengan kesalnya. Glassy berusaha mengejar sahabatnya itu, tetapi Glassy kehilangan jejak Skyla di persimpangan kota.
"Ya Tuhan! Mengapa dia sangat berbeda hari ini?" Gerutu Glassy kesal sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke rumahnya.
Di jalan raya yang kian padat dengan teriknya matahari membuat Skyla berniat berteduh di sebuah taman kecil yang dekat dengan rumahnya. Dia takkan punya niat untuk pulang sampai pikirannya benar-benar kosong dengan bayang-bayang orang tuanya. Skyla menghampiri kursi besi yang kosong lalu menempatkan diri disana, dengan ditemani beberapa musik lewat headsetnya dan sekaleng minuman dingin.
Bila saja Glassy tidak menelponnya tadi, mungkin dia bisa berbohong dan sedikit menikmati waktu luang untuk dirinya sendiri mengingat padatnya jadwal kursus musik dan memasaknya. Skyla menghirup nafas dengan berat seakan kekurangan oksigen lalu membuangnya secara perlahan.
Dia bersyukur diberi kesempatan untuk menjalani hidup yang penuh derita ini walau tak jarang dia kerap menangis dalam diam di kamarnya, yang kemudian akan berakhir dengan kecurigaan Glassy.
"Tiba-tiba saja perasaanku berubah begitu cepat! Untuk apa mereka kemari? Menyusahkan pikiran ku saja" Skyla memijat pelipisnya yang tidak sakit, "Padahal liburan akhir tahun belum berlaku" cetur Skyla kesal
Angin panas berhembus dengan pelan dan beberapa helai daun ikut terbawa oleh hembusannya. Sepasang iris biru laut memejamkan matanya perlahan, menikmati setiap sentuhan hangat yang mengenai kulitnya. Ada perasaan yang mengganjal disana.
Delbert dan Arabella sedang duduk di kursi taman belakang rumah mereka yang sangat sejuk. Ada sebuah ayunan besar dibawah pohon ceri yang biasa di mainkan Skyla saat sedang tidak enak hati. Bella meneguk teh lemon panas kemudian menatap iris hitam itu lekat. Sedangkan Delbert, pikirannya tampak kosong.
Nada dering ponsel Bella berbunyi, disana tertera dengan nama Mr. Joan, wali kelas Skyla. Bella mengangkatnya dan meletakkannya di dekat telinganya.
"Selamat pagi, nyonya Madison"
"Selamat pagi, Sir Joan. Ada perlu apa ya, Sir?"
"Begini, mam. Apa Skyla sedang sakit?"
Bella mengerutkan alisnya kebingungan, ketika pria itu menanyakan tentang keadaan Skyla. Terbesit rasa kekhawatiran disana. Delbert memandang aneh gelagat istrinya, dan dibalas dengan gelengan kecil dari Bella.
"Halo, mam?"
"Eh iya, pak. Skyla sedang sakit, kami lupa memberitahunya. Maaf sebelumnya Sir Joan"
"Baik, terima kasih. Selamat pagi"
"Selamat pagi, Sir. Thankyou"
Bella menutup panggilan itu dengan syok lalu menaruh ponselnya di meja bundar itu. Iris hitam Delbert menatapnya heran, Bella memijat pelipisnya bermaksud agar sakit kepala mendadak nya akan hilang kemudian menghirup nafas berat lalu membuangnya perlahan.
"Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Skyla tidak ke sekolah hari ini" tutur Bella pelan tubuhnya mulai melemas.
Delbert berdecak kesal seraya menggelengkan kepala, "Apa?! dia kesal kerena kita datang kesini secara tiba-tiba?"
"Aku tidak tahu pasti, sayang. Aku juga tidak tahu apa sebabnya. Lihat saja, tadi pagi dia mengindar dari kita"
"Dad, Mom", sahut Harry dari belakang sambil membawa secangkir kopi panas di tangannya.
Bella dan Delbert menoleh ke belakang seraya tersenyum, "Kemari, sayang" balas Bella. Delbert kembali menyesap kopi nya yang tinggal setengah cangkir.
Harry menempatkan bokongnya di kursi yang berada di dekat ibunya. Lalu meletakkan kopi itu, "Apa yang sedang kalian bicarakan, mom?" Tanya Harry dengan penasaran
"... Tentang Skyla. Apa dia pernah menceritakan sesuatu padamu?" Balas Lily kembali
"Ahhh dia mengganggu pikiranku akhir-akhir ini" jawab Harry.
Harry menghela nafas berat, "Jangankan menceritakan sesuatu, dia juga tidak bertegur sapa denganku", Harry terdiam sejenak, "Sepertinya dia juga tidak sudi melihat wajahku" cetus Harry kesal lalu meneguk kopinya perlahan.
"Ada-ada saja anak itu" balas Delbert tak kalah kesal, "Apa dia pernah membuat masalah padamu?"
Bella hanya diam, menanti jawaban Harry, "Ayolah, Dad, Mom, itu kesalahan kalian! Jangan seret aku juga kedalam" rengek Harry seraya mengacak asal rambutnya
Delbert mengerutkan alis seolah tidak tahu apa yang telah mereka perbuat dulu. Harry seakan menangis di dalam hati. Bodoh. Betapa bodohnya dia menceritakan itu kepada orang tuanya.
"Kesalahan ketika kalian memisahkan aku dengannya! Puas kalian?", suasana hatinya kian memburuk, dia membanting meja itu, "Aku akan latihan!" Ucap Harry dingin sebelum akhirnya pergi dengan perasaan bersalah.
"Hazz! Hazza!" Teriak Delbert kemudian berusaha mengejar Harry tetapi ditahan oleh istrinya.
__ADS_1
Bella menggelengkan kepala dan Delbert menurut lalu kembali duduk di depan Bella dengan wajah yang tercetak kepedihan dan kesedihan disana. Delbert mengusap kepala Bella berusaha menenangkan wanita yang dicintainya itu. Tapi sayangnya, tangisan itu pecah tatkala Delbert mulai memeluknya.
"Aku ibu paling buruk, Dell" lirih wanita itu dalam dekapan kokoh dan hangat prianya.
"Bella, tidak begitu. Kita melakukan itu karena ada alasannya, ingat?" Ucap Delbert yakin
"Tidak seharusnya aku membiarkan Skyla tumbuh tanpa kasih sayangku. Sungguh, aku benci diriku. I hate myself" sambung Bella lagi
Delbert semakin mengeratkan pelukannya. Ada perasaan menyesal juga yang tersimpan sejak lama di hati yang tak bisa disampaikan oleh dirinya. Setetes air mata keluar membasahi pipi kirinya, tak sanggup hatinya melihat wanitanya nangis terisak-isak di depannya. Mengingat terseretnya kedua buah hati mereka ke dalam aturan keluarga besar mereka.
Angin bertiup lembut, mendinginkan tiga cangkir kopi yang hangat. Dibawah pohon ceri, sepasang kekasih sedang terhanyut dalam masalah mereka.
Harry membanting pintu rumah berwarna coklat tua itu dengan tangan yang memegang kunci mobil dan sebuah gitar. Melepaskan sedikit rasa kesal kepada kedua orangtuanya yang masih saja menanyakan hal yang sama setiap tahun. Dan itu membuat pikiran Harry bertambah dan menjadi beban baginya. Andai saja dia tidak ikut pergi waktu itu.
Harry membuka pintu sedan putihnya, dan menancapkan gas mobil meninggalkan pekarangan rumahnya. Dinginnya AC mobil tidak bisa membuat hatinya juga dingin. Ponsel Harry berdering tepat di sebelah tempat duduknya. Harry berdecak kesal sebelum mengangkat panggilan dari Liam.
"Ya?"
"Harr, kami ada di kafe biasa, okey?"
"Baiklah, aku sedang dijalan"
"Kau bersama Alena, kan? Dia belum datang sekarang"
Harry meneguk air mineral lalu menaruhnya kembali di tempat semula, "Baiklah, aku akan menjemputnya"
"Kau ingin memesan apa? Akan aku pesankan"
"Mck, jangan banyak bertanya, Payno. Aku sedang menyetir"
"Baik-"
Belum sampai Liam menyelesaikan kalimatnya, Harry segera memutuskan panggilan itu. Dia mengacak rambutnya kembali seraya berteriak. Bagaimana bisa mereka meninggalkan Alena sendirian. Benar-benar tidak berguna. Apalagi dengan si polos Niall yang melihat wajahnya saja Harry bisa membayangkan betapa serunya mencakar wajah sahabatnya itu. Ditambah lagi kejadian beberapa hari yang lalu, dia benar-benar marah kepada Niall sekarang. Padahal Niall lebih tua darinya dan sifat kekanakannya itu lebih tinggi dari pada Harry.
Harry memberhentikan sedannya di depan pagar hitam kediaman keluarga Edison. Disana sudah ada Alena yang berdiri sambil memegang sebuah kotak bekal berukuran sedang di tangannya. Iris sugar grey nya menatap jalanan dengan tatapan kosong.
Harry membuka kaca mobilnya, "Hai, Al. Ayo naik!" Ajak Harry lalu membukakan pintu untuk Alena dari dalam.
"Eh? Bukan Liam yang menjemputku?" Tanya Alena yang masih kebingungan.
"Mereka sudah di studio, naiklah cuaca sudah mulai panas"
"Ba-baiklah" jawab Alena sebelum naik ke dalam sedan putih Harry. Ada hawa buruk yang baru saja dirasakan Alena ketika memasuki sedan Harry. Wajah yang masam membuat suasana semakin tak karuan.
"Hmm.. Harry apa kau punya masalah?" Tanya Alena dengan hati-hati
"Tidak" sambar Harry langsung dan membuat Alena kaget.
Alena mengalihkan pandangannya ke sisi jalan raya, "Jika kau enggan cerita padaku, tidak apa-apa. Kalau kau butuh bantuan aku ada disisimu" jawab Alena, lalu tanpa sadar pipi gadis itu memerah ketika mengulang kalimat terakhirnya.
"Oke, aku akan mengingatnya" ucap Harry dingin, iris hazelnya berubah sayu ketika mendengar kalimat yang diucapkan Alena. Tanpa sadar, itu sedikit menenangkan hatinya.
"Ma-maaf, aku tidak bermaksud untuk-"
"Terimakasih, Hazz" kata Alena dengan suara pelan. Harry hanya mengangguk.
"Maaf, apa kau sudah sarapan?" Sambung Alena dengan hati-hati.
"Belum, tadi ada sedikit masalah dengan orang tuaku"
"Apa kalian bertengkar lagi? Hm maksudku, aku bawa dua sandwich, apa kau mau?" Tanya Alena kemudian membuka kotak bekal dan memberikan sepotong sandwich kepada Harry dan diterima baik oleh Harry
Sampai akhirnya mereka sampai di studio kafe, tepat dimana mereka biasa latihan. Harry memarkirkan sedan putihnya di sebelah sedan milik Liam yang terparkir manis disana. Kedua insan itu turun secara hampir bersamaan. Harry menggendong gitar nya dan melangkah masuk ke dalam kafe itu, Alena menyusulnya dari belakang. Sapaan ramah dari pelayan itu membuat Harry dan Alena harus tersenyum membalasnya.
Harry memutar gagang pintu itu dan masuk kedalam ruangan yang cukup besar, ada berbagai alat musik dan empat orang idiot yang sedang tertawa bersama dengan beberapa makanan ringan berserakan di atas meja makan. Itu pasti ulah si gendut.
"Selamat pagi, guys" sapa Alena hangat memperlihatkan senyumnya yang hangat.
"Selamat pagi" balas Liam, Zayn dan Louis secara bersamaan dengan senyuman manis. Sedangkan Niall hanya melambaikan tangan karena mulutnya penuh dengan makanan yang belum di kunyah.
"Berhentilah makan makanan ringan Niall, ganti makananmu dengan kentang rebus, itu lebih baik" cetus Alena membuat Niall memanyunkan bibirnya ke depan.
Keisengan Louis muncul ketika dia melihat kelakuan gemas Niall ketika sedang marah, Lou menarik bibir Niall kedepan sambil berjalan dan Niall pun mengikuti Lou berjalan sambil berusaha melepaskan bibirnya dari tangan Louis, tawa yang lainnya terdengar kembali. Harry hanya duduk tanpa dapat mengekspresikan wajahnya yang datar pada saat itu.
Zayn melirik ke arah Harry, "Guys, sebaiknya kita latihan sekarang" ucapnya tiba-tiba. Dan untung saja yang lain setuju.
Seluruh anggota duduk berdampingan, Niall mengambil gitar yang dibawa oleh Harry tadi karena gitar itu milik Niall yang tertinggal di rumah Harry. Sampai sekarang mereka belum berbicara, dan masih dalam keadaan canggung. Niall menempatkan posisi tengah seraya mengandeng gitar di tangannya. Niall mulai memetik kunci lagu More Than This.
I'm broken, do you hear me?
I'm blinded, 'cause you are everything I see,
I'm dancin' alone, I'm praying,
That your heart will just turn around,
And as I walk up to your door,
My head turns to face the floor,
'Cause I can't look you in the eyes and say,
When he opens his arms and holds you close tonight,
It just won't feel right,
'Cause I can't love you more than this, yeah,
When he lays you down,
I might just die inside,
It just don't feel right,
'Cause I can't love you more than this,
Can love you more than, this
Alena yang berada tepat di depan mereka, menikmati setiap lantunan lirik yang dibawakan mereka, dia ikut bernyanyi seraya tersenyum kecil. Bait lirik bagian Harry menenangkan hatinya. Lagu yang begitu santai tetapi memiliki arti yang sangat dalam, ini juga salah satu lagu favorit Skyla ketika gadis itu sedang bersedih.
If I'm louder, would you see me?
Would you lay down
In my arms and rescue me?
'Cause we are the same
You saved me,
__ADS_1
When you leave it's gone again,
And when I see you on the street,
In his arms, I get weak,
My body fails, I'm on my knees,
Prayin',
When he opens his arms and holds you close tonight,
It just won't feel right,
'Cause I can't love you more than this, yeah,
When he lays you down,
I might just die inside,
It just don't feel right,
'Cause I can't love you more than this,
Can love you more than, this
I've never had the words to say,
But now I'm askin' you to stay
For a little while inside my arms,
And as you close your eyes tonight,
I pray that you will see the light,
That's shining from the stars above,
When he opens his arms and holds you close tonight,
It just won't feel right,
'Cause I can't love you more than this,
'Cause I can't love you more than this
When he lays you down,
I might just die inside,
It just don't feel right,
'Cause I can love you more than this, yeah,
When he opens his arms and hold you close tonight,
It just won't feel right,
'Cause I can love you more than this,
When he lays you down,
I might just die inside,
It just don't feel right,
'Cause I can't love you more than this,
Can't love you more than this
Lirik terakhir dinyanyikan oleh Liam dengan sangat lembut dan sempurna. Alena bertepuk tangan dengan senang, setetes air mata keluar di ujung mata indahnya.
Alena berdiri dari duduknya dan bergegas mengambil lima botol air mineral lalu memberikannya kepada masing-masing anggota. Mereka dengan senang hati menerimanya seraya mengucapkan terima kasih. Sedangkan Harry masih saja murung dengan permasalahn kecil yang ia dapat pagi tadi. Tak tinggal diam, Alena segera mencairkan suasana yang masih canggung itu.
"Guys, bagaimana jika kita makan makanan ringan dibawah? Dengan secangkir teh atau kopi mungkin?" Tanya Alena dengan gembira.
"Aku tidak akan ikut, maaf" jawab Niall dengan wajah lugunya
"Aku traktir!" Tegas Alena, membuat mata ke empat anggota berbinar-binar terutama Niall.
"Alena, apa aku boleh ikut?" Tanya Niall lagi, kali ini dengan wajah yang begitu menggemaskan.
Semua anggota tertawa termasuk Alena, terkecuali Harry, "Hahaha, baiklah ayo kita makan!" Sambar Niall gembira.
Skyla mengatupkan giginya geram, dia masih saja berada di taman dengan botol minuman dingin yang sudah kosong. Waktu berjalan dengan cepat, siang akan datang dan matahari kian semakin memancarkan cahaya dan panasnya. Bayangan pepohonan kian menjulang ke atas, Skyla berada di bawah bayangan itu seorang diri.
Suara sepeda motor ninja yang terparkir di sebelah kendaraan Skyla terdengar samar di telinga Skyla. Gadis itu semakin menundukkan kepalanya dan menutup kepalanya dengan topi Hoodie hitam yang dipakainya. Tas ranselnya berada di sebelah kanannya.
Seseorang duduk di kursi samping Skyla berada. Pria itu melepaskan helm dan jaket hitam lalu menaruhnya kursi taman, iris coklat gelapnya melirik ke arah Skyla. Pria itu meletakkan satu cup kopi dingin di sebelahnya.
Skyla semakin merapatkan Hoodie hitamnya erat agar menyelimuti dirinya penuh. Tidak peduli dengan cuaca panas yang kian menggerahkan.
Jantung Skyla berhenti sejenak kemudian berdetak dengan kencang, ada sentuhan dingin di kepalanya. Skyla kaget dan langsung beranjak dari duduknya. Skyla meringkus kuat tangan pria itu lalu memutarnya, dan tangan yang satunya mengarah ke leher pria itu dan mencengkeramnya kuat. Kopi dingin itu terjatuh bersamaan dengan cup nya
Pria itu berusaha melepaskan tangannya, "Oh Tuhan, tolong tanganku" desisnya kesakitan.
Skyla langsung melepaskan kedua tangannya dari sana, "Oh, maaf. I'm so sorry", ucap Skyla seraya sedikit menunduk di depan pria itu.
"No problem" balas pria itu sambil mengusap tangan kanannya yang kesakitan.
Skyla mengadahkan kepalanya, "Eh?kau?" Tanya Skyla heran.
~
~
~
TBC ( to be continue bukan tuberkulosis ya mamank:\* )
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang:)
Ilupyu ❤️🍭
__ADS_1