
Kejadian kemarin tak bisa dilupakan oleh Skyla. Bagaimana tidak? Semalaman dia tak bisa tidur dengan nyenyak dan memikirkan perkataan Nicholas. Selama masa hidupnya banyak yang menyukainya. Selain berparas cantik, gadis ini tentu punya banyak bakat. Sekedar menyukai dan mengungkapkan perasaan. Tak pernah mengajak dia pergi ke suatu tempat atau ke pesta. Never! Jadi tidak heran, gadis itu kebingungan. Bahkan dia tak pernah merasakan bagaimana rasa, suasana, dan kemeriahan sebuah pesta. Memang payah!
Yang di lakukannya hanya berdiam diri dirumah jika Glassy tidak mengajaknya keluar. Gadis itu hanya punya satu sahabat. Bahkan dari mereka masih dalam kandungan. Orang tua mereka berteman baik. Dan perusahaan kakeknya bekerja sama dengan perusahaan ayah Glassy. Sangat erat.
Kembali ke kenyataan. Seperti biasa, dia menjalankan rutinitas paginya. Sepulang sekolah gadis itu pergi kursus memasak. Yang baru saja ditambahkan di jadwal mingguannya. Bahkan dia diam-diam mengambil kursus itu. Hanya Bu Rose yang mengetahuinya. Wanita itu mengambil resiko yang cukup besar agar Skyla bahagia dengan kemauannya sendiri.
Di hari Minggu, Skyla terkadang mengunjungi klub musik atau sekedar jalan-jalan dan memburu kuliner dengan Glassy. Begitulah rutinitas yang dijalankannya. Sampai memasuki bulan Juni. Ya! Acara Mask Dance akan dimulai dalam rentan waktu 3 hari! Dan dia masih tak berniat ikut berpesta
"Ayolah Sky" rengek Glassy yang sedari tadi membujuk Skyla agar ikut berpesta seraya mengunyah keripik kentang kesukaannya
Skyla hanya diam. Tapi mulutnya tak berhenti mengunyah.
"Skyla Alfa Madison!. Bagaimana bisa aku pergi tanpamu....?"
"Kalau begitu, aku juga tidak akan pergi!"
Glassy merasa lelah telah membujuk Skyla. Dengan kesal dia mengunyah dengan cepat. Menghabiskan sebungkus keripik kentang dan membuka bungkus yang kedua. Dan kembali mengunyah
Angin panas menyapu lembut pipi merahnya. Musim panas adalah musim yang terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Ya panas sekali. Sampai-sampai Skyla rela memakai celana jeans selutut dan kaus ke sekolah. Rambut pirang lembutnya diikat ekor kuda.
Sengaja mereka menghabiskan waktu di taman belakang sekolah. Banyak pepohonan yang rindang. Sehingga cocok dijadikan tempat saat musim panas tiba.
Skyla meraih minuman Boba dingin lalu meminumnya. Terasa segar.
"Glase, kau bisa pergi tanpa ku. Percayalah" ucap Skyla meyakinkan Glassy
"Bisa katamu?! Kau tidak berpikir? Si nenek lampir itu terus membuat masalah kepada kita belakangan ini dan kau mau aku menghadapinya sendirian!?" Jawab Glassy kesal dan membuat Skyla diam memikirkan perkataan Glassy
Glassy benar. Selama beberapa hari. Jeslyn dan Alice kerap mencari masalah kepada mereka. Tapi Skyla berhasil membalasnya. Masih dengan masalah Jeslyn cemburu kepada Skyla. Padahal Nicholas yang mengajaknya ke pesta. Dia berpikir. Bagaimana bisa dia menginggalkan Glassy melawan Jeslyn dan Alice sendirian? Dia tak habis pikir betapa bodohnya dia. Yang dia lakukan hanyalah menikmati pesta dan itu tidak ada salahnya. Yaa masalah terbesarnya, dia harus memakai dress dan topeng di pesta itu.
Skyla menghembuskan nafas berat.
"Iya-iya baiklah. Aku akan ikut" kata Skyla dan Glassy gembira tak percaya. Dia melompat-lompat di depan Skyla. Lalu memeluknya.
"Akhirnya... Ayo pulang sekolah nanti kita ke pusat perbelanjaan"
"Mau apa?"
"Belanja dress, Skyla" jawab Glassy cekikikan
Skyla hanya bisa membelalakkan mata tak percaya. Apakah keputusan itu adalah keputusan yang tepat atau tidak. Dia juga tidak bisa menduganya lebih dalam. Dan tidak bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah perdebatan antara Skyla dan Glassy, keduanya memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan saat ini. Lebih cepat lebih baik. Pikir Skyla.
Skyka dan Glassy memarkirkan kendaraan mereka di basement lantai dasar mall. Dan keduanya masuk bersamaan dari belakang mall. Suhu dingin AC mall membuat kulit mereka terasa sejuk. Banyak sekali pengunjung yang berada di mall itu. Entah ingin membeli baju musim panas keluaran terbaru, makan ice cream di kafe, menonton film bioskop atau hanya berjalan-jalan menyejukkan badan. Skyla tak ingat kapan terakhir kali dia pergi ke sini. Gadis itu hanya sering berbelanja di butik atau toko yang berada di pusat kota. Kualitasnya sama saja, yang berbeda hanyalah jumlah pengunjungnya.
Glassy merangkul lengan Skyla, menuntunnya berjalan ke lantai 3. Banyak sekali toko pakaian di sana. Berbagai model dan jenis. Dari mulai gaun, baju potongan, maupun pakaian dalam. Semua lengkap. Kebetulan sekali. Dari salah satu toko tersebut, merupakan langganan Glassy. Toko yang menjual berbagai gaun, sepatu dan aksesoris yang lengkap. Skyla memandangnya dengan ngeri. Membayangkan dirinya memakai gaun, sepatu hak tinggi dan kalung atau anting. Skyla segera membuang pikiran buruknya tentang dirinya sendiri. Ayolah Sky, tidak seburuk yang kau kira. Gumamnya. Tampak menyedihkan.
__ADS_1
Glassy memasuki toko itu. Toko yang elegan untuk selera wanita. Gaun panjang maupun gaun pendek disana terlihat mempesona. Gemerlap. Sangat indah. Warnanya. Maupun modelnya. Skyla tertegun sejenak tak lama setelah seorang wanita cantik memberikan senyuman indahnya kepada Glassy. Dan keduanya membalas dengan senyuman lebar.
"Ada yang bisa ku bantu, nona?" Tanyanya ramah. Fashionnya juga tak kalah mengagumkan. Wanita itu tampak sudah berumur tetali sepertinya dia menjaga wajahnya dengan baik sehingga tampak awet muda.
"Hmm, saya bersama teman saya, Skyla. Ingin melihat koleksi gaun pendek Bu Elsa" jawab Glassy sopan
"Baiklah. Mari ikut saya. Akan saya tunjukkan koleksi yang paling bagus dan cantik untuk kalian berdua" ucap wanita bernama Elsa. Kemudian dia berjalan ke sisi toko memperlihatkan beberapa gaun yang sangat cantik. Glassy dan Skyla menyusul dari belakang
Bu Elsa memperlihatkan beberapa gaun yang indah ketika dia membuka sebuah lemari besar di sudut tokonya.
"Sangat indah!" Kata Glassy kagum. Skyla mengangguk setuju.
"Bagaimana jika saya membantu nona-nona untuk memilihnya?" Tawar wanita itu.
Skyla dan Glassy mengangguk setuju. Secara, mereka berdua taum wanita ini mempunyai selera fashion yang bagus.
Wanita itu mengeluarkan lima gaun panjang dan menunjukkannya kepada dua pelanggannya. Glassy memilih gaun yang sangat indah berwarna young grey.
"Ohh! Pilihan yang sangat bagus nona Glase!" Puji wanita itu. Lalu menuntun Glassy mengenakan gaun barunya. Tak lama gadis itu keluar dengan gaun itu. Pas sekali dengan tubuhnya. Glassy berputar kesenangan. Senyum lebar memancar dari wajah cantiknya. Matanya berbinar kesenangan.
Glassy mendekati lemari gaun itu, lalu mengambil gaun pendek berwarna Dongker. Dan memberikannya kepada Skyla.
Gadis itu menerimanya dengan ragu. Dan segera memakainya di ruang ganti.
Skyla memandang cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Seketika dia terdiam. Kagum. Kaget. Sekaligus senang. Dia tak ingat, kapan terakhir kali dia memakai gaun sampai pada akhirnya gadis itu memilih untuk berpakaian seperti lelaki.
Skyla memakai high heel berwarna emas dengan takut. Dia takut akan kehilangan keseimbangan ketika memakainya. Dia berdiri dan keluar dari ruangan itu dengan ragu. Bu Elsa dan Glassy sudah menunggu di depan pintu. Dan bercak kagum diperlihatkan oleh wajah mereka. Cocok sekali dengan tubuh Skyla.
__ADS_1
"Waw, Sky! Apakah itu kau?" Glassy menyerbu dengan godaannya.
"Diamlah Glase!"
"Apa ini tidak terlalu pendek?"
"Apa ini tidak terlalu norak?"
"Apa ini cocok untukku?"
"Apakah high heels ini tidak terlalu tinggi?"
Pertanyaan beruntun keluar dari bibir Skyla seraya melihat tubuhnya dan berputar.
"Sky, percaya diri saja. Kau sangat cantik sekarang! Benarkan, Bu Elsa?" Jawab Glassy memutar mengelilingi Skyla. Gadis itu sangat senang. Untuk pertama kalinya, dia melihat Skyla memakai gaun lagi.
"Dia benar, nona. Baiklah saya tinggal dulu. Jika ada keperluan, saya ada di depan" kata Bu Elsa kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Kau sudah cocok menjadi pengantin, Sky!" Ejek Glassy dan berhasil membuat pipi Skyla bersemu.
"Ayolah, Glassy!" Rengek Skyla kesal
Keduanya berjalan kearah cermin yang besar, Glassy mencondongkan tubuhnya dan menarik Skyla mendekatinya. Glassy memajukan tangan kanannya seraya memegang ponsel bermaksud ingin memotret diri mereka. Dengan gugup Skyla memandang ke arah ponsel. Tetapi Glassy memberikan isyarat kepada Skyla agar dia tersenyum tulus. Skyla mengangguk ragu lalu kemudian memancarkan senyuman cantiknya. Dengan segera Glassy memotret bayangan mereka di cermin.
Sekejap kenangan masa kecil mereka terlintas di pikiran Skyla. Sewaktu dia berumur 5 tahun. Ayah dan ibunya masih berada di sisinya pada saat itu. Masih memikirkan keluarganya. Dan Harry tampak.
~
~
__ADS_1
~
TBC!