ReBeLove

ReBeLove
Chapter 4 : Mask Dance


__ADS_3

     Pagi yang membosankan, sinar mentari tampak masih malu menampakkan dirinya sehingga sinarnya tak sampai menembus kamar Skyla. Cuaca nya masih dingin padahal sudah pukul 6.00 pagi.


     Skyla terbangun dari tidurnya dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Tak perlu waktu lama gadis itu segera berpakaian dan memasukkan beberapa buku tulis dan buku catatan yang masih kosong untuk jaga-jaga, air pods mini hitam dan carger. Style nya untuk hari ini terbilang simple, hanya memakai celana jeans hitam dengan kaus hitam dan cardigan hitam tanpa lengan.


     Semenjak kejadian kemarin, dia tak berniat lagi naik bus ke sekolah. Haa dia tak mau bertemu dengan 'si pembawa sial' itu.


   Bu Rose keluar dari dapur memakai celemek biru, "Skyla, rotinya sudah siap!"


   "Baik, Bu"


Skyla segera berlari ke dapur untuk melahap santap paginya sebelum Harry bangun dan merusak moodnya.


   "Apa Harry tak ada, Bu?"


   Bu rose menggeleng heran,"Tidak, Sky"


   "Bu, tolong buatkan Capuccino susu. Untuk di bawa ke sekolah"


   "Baik, Sky"


...~~~...


     Skyla memarkirkan sepeda motor sportnya, dan para mahasiswa melihatnya dengan heran. Sebelum dia melangkah ke dalam, dia mengeluarkan airpods mini dan memasangnya di kedua telinga. Berharap dia tak mendengar lagi ocehan dari pacar 'si pembawa sial' itu.


   "Kenapa sih? Tak pernah melihat gadis mengendarai motor sport?" Gumamnya kesal


   "Glassy dimana kauu?"


   "AKU DISINI!" Teriak seorang gadis berambut panjang dari belakang Skyla dan berhasil membuatnya kaget


   "Glase! Masih pagi! Jangan berteriak dan membuat moodku hancur!"


"Hah! Sudahlah!"


      Glassy memancungkan bibirnya manja. Dan dibalas dengan rangkulan lembut Skyla


   "Kau sudah makan?" Tanya Glassy sambil memainkan benda persegi miliknya


Hening.


   "Sky?"


   "Sky?" Panggil Glassy lagi tapi tak ada respon dari Skyla


   "Oh, pantas saja"


Dengan isengnya, Glassy mencabut air pods kiri Skyla. Dan dia melonjak marah


   "Glase bisa tidak? Tak mengganggu ku sehari saja"


   "Aku memanggil mu dari tadi bodoh!"


     Skyla tersenyum nakal tanpa rasa bersalah dan merebut air pods nya dari tangan Glassy


   "Oh ada apa?" Tanyanya santai


   "Kau sudah makan?!"


   "Sudah"


   "Temani aku makan, aku belum makan"


   "Yaya baiklah, tapi cepat ya?"


   "Iya, babe"


     Mereka berjalan cepat menuju kantin, agar tidak melihat 'si pembawa sial' dan pacar nya. Dia menghindar bukan karena takut, dia tak mau saja mood nya menjadi rusak hari ini. Karena dia sudah capek.


PLAK!


     Seorang gadis berambut pirang sebahu, berhasil membuat Skyla dan Glassy kaget kembali. Dia menghantam meja mereka.


   "Apa-apaan ini?" Tanya Skyla kesal


   "Dasar gadis tak tahu malu! Kau pergi dengan rasa tak bersalah setelah menumpahkan minuman mu di bajuku!!"


   "Itu sepadan menurutku"


   "Sky, ayo kita pergi dari sini" ucap Glassy gemetar


   "Tapi kau belum makan..."


   "Oh sekarang kau ingin melarikan diri? Apa kau takut gadis kecil ibu?" Ledek Jeslyn kemudian tertawa seperti nenek sihir


   "Diam atau bibirmu akan ku tendang, aku sabuk hitam di karate! Ayo Glase!" Balas Skyla lalu menarik tangan Glase keluar kantin. Dan kembali, kata-kata itu membuat Jeslyn terpaku diam.


   "Sial!" Umpatnya


     Di tengah-tengah perjalanan menuju kelas yang akan mereka masuki, dua orang gadis sedang membicarakan acara besar tahunan kampus. Terasa asing bagi Skyla dan Glassy.


   "Ku dengar Mask Dance akan diadakan tahun ini! Aku bersumpah semua siswa akan senang dan aku akan mencari pasangan yang sempurna" kata gadis berbaju hitam dengan girang


   "Atau kak Nichol akan jadi pasangan ku!" Sahut gadis berbaju hijau senang


   Kalian tau? Mendengar nama 'si pembawa sial' itu saja sudah membuat bulu kuduk Skyla merinding. Jiwanya melebihi iblis. Terkutuklah!


     Mereka masuk kelas secara bersamaan dan Skyla berharap bisa berkonsentrasi dalam menerima pelajaran yang diberikan karena dia tak mau terkena kasus padahal masih berstatus siswa baru.


...~~~...


     Seminggu berlalu begitu cepat, pekerjaan rumah yang kian menumpuk membuat kepala Skyla sakit. Sesekali dia memijitnya dengan bantuan minyak angin aroma. Tengkuk belakangnya pegal. Sampah makanan ringan terlihat berserakan dikamar nya.


     Dia bangkit dari tempat duduknya lalu melakukan sedikit perenggangan di bagian kepala, tangan dan pinggangnya. Lalu mengambil bungkusan makanan ringannya dan memasukkannya ke dalam tempat sampah.


     Sudah lebih dari 3 jam dia terpaku duduk di meja belajar di temani dengan beberapa snacks dan secangkir kopi.


   "Terimakasih Tuhan! Sudah selesai" ucapnya lega


   "Oke, saatnya membersihkan kamar tidurku"


Baik, kuakui ini gila tapi dia senang berbicara dengan dirinya sendiri

__ADS_1


     Dengan penuh semangat, dia membersihkan kamar tidurnya dan menata ulang peralatan dan barang-barangnya yang berserakan. Tak butuh waktu lama, Skyla membersihkan. Dia langsung menghempaskan badan ke ranjangnya yang empuk. Mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya sejenak. Iris biru laut itu perlahan mulai terlelap seiring hembusan angin dari jendela kamarnya.


   "Skyla! Ayo bangun!" Teriak Glassy seperti monyet yang senang mendapatkan rumah baru


   "KURANG AJAR KAU, GLASE!" Balas Skyla kemudian melemparkan bantal ke wajah Glassy dan gadis itu berhasil mengelak


   "Hari ini One Direction ada konser! Ayoo bangun!"


   "Ahh baiklah!"


   "Sekarang keluar, dan biarkan aku mandi" sambung Skyla terlihat marah, "Kenapa sih, Bu Rose membiarkannya masukk! Ahh!" Gumamnya kemudian


     Glassy menuruti perkataan Skyla dan turun dengan cepat. Wajahnya berseri-seri tak sabar ingin melihat 'kekasih khayalan' nya bernyanyi di atas panggung. Sebenarnya, dia cemburu kalau ada fans yang dekat dan sok akrab dengannya. Tapi Glassy juga sadar, dia bukan siapa-siapa bagi 'kekasih khayalan' nya yang bernama Zayn Malik itu.


     Tak lama, Skyla muncul dari depan kamar dengan setelan jeans pandek, kaos hitam berlambang 'One Direction' dan sneakers putih. Tak lupa dia memakai topi putih untuk melindungi penglihatannya, karena dia tau cuaca di siang hari sangat terik.


   Glassy bangkit dari tempat duduk ketika melihat Skyla turun dari lantai 2, " Kau tak sarapan?"


Skyla menggeleng pelan tanda tidak mau


   "Setidaknya minum susu, Sky. Atau kau akan pingsan"


   "Nanti saja beli kopi dan roti di toko"


   "Baiklah"


     Mereka berdua pun berangkat menggunakan mobil Glassy. Dengan sengaja Skyla mengambil alih mobilnya, karena jika tidak, mereka akan terlambat. Sesampai disana, mereka harus mengantri untuk masuk ke dalam. Ini sungguh luar biasa ramai!


     Kalian tau, jika One Direction adalah salah satu boyband yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan mereka menyandang 'legend' atau 'the biggest boyband in the world' itu sungguh prestasi yang fantastis bukan? Mengalahkan boyband senior mereka. Boyband jebolan dari X-Factor di Amerika serikat pada tahun 2010 ini beranggotakan 5 orang, yaitu Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles (Kakak Skyla), Louis Tomlinson, dan Niall Horan. Dan mereka berhasil mengadakan tour keliling dunia.


     Setelah mengantri selama lebih dari 30 menit, mereka berhasil masuk ke bagian VIP. Dan secara langsung berhadapan dengan One Direction!


     Sudah lebih dari 10 menit dan para anggota band tampan itu tak kunjung keluar. Para fan wanita dan pria berteriak menjadi satu suara


  


   "One Direction! Niall! Liam! Louis! Zayn! HARRY!"


     Tiba-tiba lampu panggung mati dan menjadi pertanda akan keluarnya 5 'orang gila' itu. Yaa, hanya orang terdekat mereka lah yang tahu sifat aslinya. Mereka benar-benar gilaa!!


Iringan dari gitar mulai terdengar sehingga terbentuk nada dari lagu'Little Things' kemudian lampu panggung hidup kembali. Dan berdirilah kelima orang tampan itu.


     Jeritan para fans yang tak percaya bahwa One Direction ada di depan mata mereka sudah tak asing lagi. Bulir-bulir air mata jatuh pada saat mereka mengikuti setiap bait lagunya. Kelimanya tampak terlihat keren di depan mata mereka. Zayn yang khas dengan jambulnya. Liam dan Louis yang terkenal gila karena permainan air yang berhasil membuat para fans wanita menjerit, Harry yang khas dengan rambut Curly dan bandananya, dan Niall yang khas dengan gitarnya.


     Glassy yang sedari tadi menangis karena melihat gemerlapnya mereka di atas panggung. Dia juga tak lupa membuat vlog kesehariannya. Dan Skyla, gadis itu tampak tak baik-baik saja. Dia berulang kali mengelap air mata yang jatuh karena terpengaruh oleh nyanyian Directioners yang menjadi satu suara.


     Konser berlangsung selama satu jam nonstop. Lagu terakhir yang mereka bawakan adalah 'Kiss You'. Dan ucapan terima kasih oleh kelima pria itu. Lampu panggung pun mati pertanda berakhirnya konser dan kelimanya hilang dalam kegelapan.


...~...


Skyla menjatuhkan dirinya ke ranjang empuknya. Tulang belakangnya terasa meregang setelah seharian berteriak, menangis dan terus duduk. Dia tak sanggup lagi membersihkan diri. Dia pun tertidur dalam dekapan boneka beruang pemberian ayah dan ibunya. Dinginnya suhu AC dan cuaca malam hari, membuatnya menarik selimut dan membalut dirinya.


Di sisi lain, seorang pria jangkung berambut Curly masuk ke dalam rumah Skyla. Dengan membawa sebuah gitar. Raut wajahnya terlihat sangat lelah. Dia meletakkan gitarnya di ruang keluarga dan segera naik ke kamarnya untuk istirahat yang panjang. Sebelun itu, dia masuk ke kamar Skyla. Memastikan bahwa adik kesayangannya itu sudah tidur.


Ada rasa bersalah sekaligus khawatir yang terpendam dalam dirinya. Dia ingin akrab kembali dengan gadis itu seperti masa kanak mereka. Yang selalu menjaganya. Memeluknya ketika menangis. Dan menyayanginya. Entah mengapa semua berubah ketika dia beranjak dewasa. Kejadian itu masih membekas di pikirannya. Dan akan diingatnya hingga dia tak lagi di dunia.


Ingin sekali rasanya dia mengecup kening adiknya sebelum dia beranjak ke kamarnya. Tapi niatnya diurungkan. Dia tak mau membangunkan Skyla yang tampaknya sudah tidur lelap sekali.


........


"Jangan Har, jangan.. HARRY!"


"Please!"


"AAAA! Please jangan pergi!"


Harry terbangun dari tidurnya. Dia melompat dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar Skyla. Dia tau gadis malang itu sedang mimpi buruk. Dan mendapati Skyla sedang menangis dalam lengkupan kedua lututnya. Canggung. Dia bingung harus apa.


"Sky, kau kenapa lagi?" Tanya Harry lembut seraya membelai rambut pirang Skyla


"....."


Tak ada respon yang positif dan negatif dari Skyla. Dia langsung memeluk tubuh mungil Skyla. Berusaha menenangkannya. Tapi di tolak mentah-mentah oleh Sky.


"Menjauh dariku, dasar egois!" Bentak Skyla kuat dan berhasil membawa Bu Rose masuk ke dalam kamarnya


Harry melepas pelukannya dan menjauh dari Skyla.


Begitu bencinya kau padaku, Sky, Gumam Harry sedih


"Bu...." Rengek Skyla layaknya anak kecil


"Kenapa, Sky?" Tanya Bu Rose dalam dekapan lembutnya


"Kau mimpi buruk lagi?" Sambungnya. Dan dibalas anggukan kecil oleh Skyla.


"Apa yang terjadi padanya belakangan ini, Bu?" Tanya Harry penasaran


"Kau tak perlu tau! Urus saja perusahaan keluarga! Jangan bertanya lagi tentangku!" Sky menjawab pertanyaan Harry dengan marah


Perasaan bersalah kembali di dapatkan olehnya. Dia pergi meninggalkan Skyla dan Bu Rose lalu menuju kamarnya. Mengunci pintu. Dan mengurung diri. Bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Bagaimana jika dia tak bisa menembus kesalahan yang dia buat kepada adik kecilnya?


Isak tangis Skyla masih terdengar di telinganya dan membuat hatinya sesak. Perutnya melilit. Dia menangis dalam diam di pojokan kamar. Melipat kedua lutut dan tenggelam dalam suasana malam yang menyengat kulit putihnya.


Menangis meratapi nasib dirinya. Terus menangis. Hingga akhirnya lelah. Dan tertidur di lantai.


"Hiks...hikss.."


Suasana hening, hanya terdengar suara tangisan Sky. Masih dalam dekapan Bu Rose. Napasnya tersengal-sengal.


Bu Rose meraih segelas air putih di meja belajar Skyla dan memberinya kepada Skyla. Dia patuh menerima dan meminumnya dengan cepat.


"Sudahlah, Sky. Kau harus tidur" kata Bu Rose lembut membelai rambut hitam Skyla


"Bi..bisakah k..kau menemani, B..bu?" jawab Skyla yang tampaknya cegukan


"Baiklah"


Bu Rose masih membelai rambut Skyla agar gadis kecilnya itu tertidur. Terkadang ada rasa kasihan terhadap Sky. Mengapa tidak? Di usia remaja dia sudah mendapat berbagai masalah. Dan kedua orang tua Sky jarang sekali mengunjungi Sky dan Harry. Terlebih Harry 'tidak peduli' terhadap dirinya. Gadis ini membutuhkan kasih sayang dari keluarganya.


Mata biru laut Sky susah untuk dipejamkan. Dia masih trauma dengan mimpi buruk yang datang tanpa diundang olehnya. Sudah lama dia tak dapat mimpi buruk setelah masalah yang dihadapinya akhir-akhir ini. Tak lama, belaian lembut Bu Rose berhasil membuatnya nyaman dan berhasil tertidur dengan damai.

__ADS_1


...~~~...


Kring..Kringg


Ponsel Skyla berdering di meja sebelah kasurnya. Selusin panggilan tak terjawab dilakukan oleh Glassy. Entah mengapa dia melakukan ini, tak seperti biasanya. Dia membiarkan ponselnya tergeletak di meja itu.


Skyla menguap. Lehernya sakit akibat salah posisi tidur. Tak hanya leher, lengannya juga terasa kebas. Matanya sembab. Entah mengapa mimpi itu kembali menghantuinya. Apa doanya tak terkabul?I don't know. Rambut pirang panjang tampak seperti singa. Dan dia menyadari itu. Gadis itu langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya.


20 menit kemudian, dia keluar dari kamar dan bersiap pergi ke kampus. Hari Senin. Kebanyakan orang menganggap hari yang membosankan. Begitu juga baginya. Dia buru-buru bergegas ke dapur untuk meminum secangkir kopi dan roti panggang selai coklat. Agar tak bertemu dengan Harry.


Dan kali ini harapannya terkabulkan. Harry tak ada di dapur, hanya ada Bu Rose. Skyla berpikir, Harry mungkin masih terjaga ketika dia sudah terlelap tidur setelah mimpi yang sangat mengerikan itu. Dan dia tak perduli itu.


"Ibu!" Sapa Skyla ceria seraya meletakkan tasnya di atas meja makan


Bu Rose hanya tersenyum bahagia melihat Skyla kembali riang seperti biasa


"Ibu masak nasi goreng?"


"Tidak, Sky"


"Mengapa?" Tanya Bu Rose heran.


"Aku ingin membawa bekal..." Jawab Skyla malu-malu


Bu Rose terkekeh, "Baiklah Ibu buat dulu, ya"


"Baikk"


Seraya menunggu Bu Rose membuat nasi goreng untuknya. Skyla dengan lahap menghabiskan menu sarapannya. Setelah itu, merogoh tas hitamnya untuk mengambil benda persegi miliknya. Skyla kaget, ada selusin panggilan tak terjawab dari Glassy. Dia segera menelpon kembali Glassy


Tutt...Tutttt...


Nada tersambung terdengar di telinga Skyla. Lama. Dia memutuskan panggilan dan kembali menganggilnya lagi.


Tersambung!


"Halo Sky. Ada apa?" Tanya Glassy santai


"What?! Kau yang menelpon ku, bodoh!" Jawab Skyla kesal


"Ohh iyaya. Hmm.. Bisa tidak menjemputku?"


"Mengapa?"


"Pak Will sedang mengantar kak Alena ke kantor. Please!"


"Iya baiklah"


Tutt..


Suara panggilan terputus.


Skyla melihat sebuah kotak bekal di sebelah tasnya. Aroma nasi goreng spesial buatan Bu Rose tak terelakkan. Dia langsung meletakkannya ke dalam tas hitamnya dan bergegas menjemput Glassy.


"Bu, thankyou!"


"You're wellcome!"


Sesampai di garasi, Skyla memakai jaket kulit hitam dan hel hitamnya sambil memanaskan sepeda motor. Tak lupa, dia membawa helm untuk Glassy. Setelah 5 menit, dia menancapkan gas meninggalkan halaman rumah.


...~~~...


Sepeda motor Skyla terparkir manis di lapangan parkir bersama sepeda motor siswa lain. Di tengah perjalanan menuju kelas biologi, mereka mendengar pembicaraan para siswa-siswi tentang Mask Dance lagi dan lagi. Sepanjang koridor membicarakan itu.


Di sebelah lapangan basket, tampak ramai karena dikerumuni oleh para siswa. Dipenuhi oleh rasa penasaran, Skyla dan Glassy menghampiri kerumunan tersebut dan membacanya.


...Mask Dance...


...Ini adalah acara tahunan yang akan diadakan sekolah kita! Cari pasangan dansa mu dan pakailah pakaian terbaikmu!...


...Tak ada larangan apapun di pesta ini!...


...Dan akan diadakan pada tanggal 5 Juni 2017...


...Pada pukul 08.00 PM...


"What the- shit!" Ujar Skyla memukul jidatnya kaget dan segera keluar dari kemununan itu.


"Yang benar saja! Ini sepeti malam prom, Sky!" Balas Glase gembira


"Demi Neptunus, Glase! Aku tak bisa ikut!!"


"Kenapa?"


"Aku ta..."


"Kau bisa menjadi pasanganku nanti!"


Kalimat Skyla bergantung mendengar suara seorang lelaki yang di kenalnya. Menyebalkan! Dia berdiri di sebelah Skyla bersama kedua temennya. Menyilangkan kedua tangannya santai. Mukanya tampak datar.


"WHAT!? Jangan harap! Aku bisa mati diserbu fans mu!" Jawab Skyla marah.


"Tak masalah" jawabnya enteng.


"JANGAN HARAP SIALAN!" Jawab Skyla penuh amarah lalu menggenggam lengan Glassy dan menuntunnya ke kelas Biologi.


~


~


~


TBC


Hallo direct, jangan pada ngalu ya:( cukup aku aja:( aku doain kalian bisa nonton konser mereka tahun ini pas mereka comeback:'(


Nantikan chap selanjutnya sist❤️


Jangan jadi pembaca gelap


Ilupyu💙

__ADS_1


__ADS_2