ReBeLove

ReBeLove
Chapter 6 : Start


__ADS_3

"DIAM!! KALIAN URUS SAJA PERUSAHAAN KAKEK DAN TINGGALKAN AKU SENDIRI!"


...-...


...-...


...-...


      


     Semua bermula ketika Skyla berusia 5 tahun. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Yang bertepat pada 18 Februari 2007. Gadis itu tampak sangat bahagia. Dia berlari mengitari setiap ruangan di dalam rumah megahnya. Dengan boneka Stitch di tangannya. Dia mengayunkan bonekanya seperti pesawat. Dengan tertawa bahagia tentunya. Dan Harry? Dia berada di belakang Skyla mengikuti setiap langkah gadis imut itu. Rambutnya yang di kepang dua berayun dengan setiap jejak kecilnya.


     Dekorasi, kue, topi, dan kartu undangan sudah selesai. Tinggal memulai pesta kecil Skyla pada pukul 1 siang. Keluarga Glassy turut diundang di acara itu. Seorang wanita keluar dari kamar Skyla dengan gaun Dongker yang sangat cantik berada di tangannya. Dia mengintip dari balik pintu sebelum akhirnya memanggil Skyla


   "Sky, ayo ganti bajumu!" Wanita itu memanggil Skyla. Dan dengan senang Skyla menghampiri wanita itu.


   "Kakak duluan saja ke taman. Aku mau ganti baju" kata Skyla kepada Harry dan membalasnya dengan anggukan setuju


   "Iya, Bu" jawab Skyla senang lalu masuk ke kamarnya. Meletakkan si kecil Stitch nya di atas tempat tidurnya.


   "Kau disini dulu ya, aku mau pakai gaun" ucap Skyla gembira kepada bonekanya


     Dengan cekatan wanita itu memakaikan gaun pendek itu kepada Skyla. Kemudian menata rambutnya menjadi dua ekor kuda dengan jepitan strawberry di kedua kucirnya. Mahkota mainan pun di pasang di atas kepalanya. Dia menatap pantulan bayangan dirinya di cermin tempat dia duduk. Setelah itu, wanita itu memakaikan sepatu berwarna Dongker sesuai dengan warna dan corak gaunnya.


   "Selesai, Sky" ucap wanita itu mencondongkan tubuhnya ke depan lalu memeluk Skyla dari belakang


   "Terimakasih, Bu Rose" jawab Skyla senang menggelengkam kepalanya memperlihatkan kucirannya yang bergoyang


   "Ayo kita ke bawah. Glase pasti sudah menunggu kita"


     Bu Rose menuntun Skyla ke taman belakang rumah mereka. Skyla menggandeng tangan Bu Rose dengan erat. Wanita itu juga merasakan bahagia melihat anak itu gembira. Sesampai di taman, Bu Rose melepaskan tangan Skyla dan membiarkan gadis itu berlari ke arah Glassy.


   "Glase!" Teriak Skyla melambaikan tangan ke arah Glassy sambil berlari memeluk boneka Stitch nya


   "Sky! Happy birthday!" Teriak Glassy juga berlari menghampiri Skyla dengan boneka beruangnya.


   "Terimakasih, Glase!"


   "Sama-sama, Sky" ucap Glassy memeluk sahabat karibnya.


     Harry tampak sibuk berbincang dengan seorang anak laki-laki yang tampak sebaya dengan Skyla dan dia tak mengenal pria kecil itu. Gadis itu memperhatikan sekilas dan mata mereka bertemu sebelum dia memalingkan wajahnya. Dan mengobrol dengan Glassy. Sampai obrolan mereka terpotong dikarenakan suara Harry memecahkan keributan di taman itu.

__ADS_1


   "Selamat siang semuanya! Selamat datang di acara ulang tahun Skyla Alfa Madison yang kelima. Om Richard, Tante Clara dan seluruh yang ada disini. Silahkan nikmati pestanya. Tapi pertama-tama, kita akan melaksanakan acara yang ditunggu-tunggu oleh adik saya. Meniup lilin dan pemotongan kue!" Harry beralih menjadi MC di acara Skyla. Dia sendiri yang mengajukan diri dengan senang.


     Para tamu yang tadinya berhamburan, mereka segera merapat ke meja kue ulang tahun Skyla sesuai instruksi Harry. Skyla dan Glassy sudah berdiri di sana dengan gembira. Kedua orang tua Skyla pun tampak bahagia atas putri mereka. Lagu Happy Birthday pun diputar oleh Bu Rose. Sontak semuanya juga ikut bernyanyi. Skyla segera meniup lima buah lilin loli. Dan langsung memotong kue ulang tahunnya.


     Suapan pertama diberikannya kepada sang ayah. Ayahnya tampak masih sangat muda dan tampan dengan setelan santainya. Suapan kedua diberikan kepada ibunya. Ibunya tampak cantik dengan gaun yang tampak serasi dengan Skyla. Suapan ketika kepada Harry. Dan suapan ke empat kepada sahabatnya. Glassy menerimanya dengan senang hati lalu melahap kue yang diberikan Skyla.


     Lagu berhenti, setelah suara panggilan dari ponsel ayah Skyla. Ayahnya segera mengangkat panggilannya di pojok taman. Diikuti oleh ibunya. Tak bisa di dengar oleh telinga Skyla dikarenakan jarak. Tapi dari raut wajah ayah dan ibunya tergambar kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan.


     Perdebatan kecil terjadi antara keduanya setelah memutuskan panggilan tersebut. Sekilas ayah Skyla melihat gadis kecilnya lalu melanjutkan perdebatannya dengan istrinya. Ibu Skyla memanggil Bu Rose dan menjelaskan perlahan kepada wanita itu. Sesekali wanita itu mengangguk paham.


     Bu Rose memanggil Skyla dengan isyarat tangan. Skyla menghampiri tiga orang dewasa itu. Tak ada satupun yang memulai pembicaraan sampai Skyla dengan rasa penasaran menanyakan satu pertanyaan


   "Apa itu dari kakek?" Tanyanya pelan dengan melihat ibunya


   "Aaaa... Iya, Sky" jawab ibunya sedikit gugup


   "Begini, kakek baru saja memberitahukan Ayah, bahwa Ayah, Ibu harus ke Amerika Utara untuk meneruskan pekerjaan kakek. Dan kami akan membawa Harry, agar dia bisa belajar di sana" sambung ayahnya.


     Harry yang sudah memperhatikan sedari tadi, dia menghampiri keluarganya. Ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.


   "Sky ikut kan, Dad?" Tanya Skyla manja. Berharap apa yang dia harapkan bisa terwujud.


   "Sorry, my girl. Kau tidak bisa ikut"


   "Kakek yang menyuruhnya tetap tinggal bersama, Bu Rose"


     Sebelum itu, suara Ayahnya adalah suara yang mampu menenangkannya selama 5 tahun terakhir. Tapi hari ini, berhasil menetapkan bahwa suara dan ucapan itu tak mengenakkan lagi baginya. Hati kecilnya terpukul.


   "Dan kakak, apa kau ikut?" Tanya Skyla sedih. Tampaknya mata biru lautnya sudah berkaca-kaca


   "Mau tak mau aku harus ikut, Sky. Ini demi kebaikan kita"


   "DAN KAU MENINGGALKANKU SENDIRIAN?!"


"Hubungi kakek sekarang, aku ingin bicara padanya!", Skyla berontak seraya memukul paha ayahnya.


"Sky, itu sakit!", bentak Gilbert kepada putrinya.


"Sayang, jangan membentaknya", balas Ibunya yang berusaha menenangkan Skyla yang hampir ingin menangis.


Skyla melempar bonekanya kearah Harry lalu berlari meninggalkan mereka sambil berteriak, "AKU BENCI KAKEK DAN KALIAN SEMUA!!"

__ADS_1


   "Sky! Tunggu!"


   "DIAM! KALIAN URUS SAJA PERUSAHAAN KAKEK DAN TINGGALKAN AKU SENDIRI!"


   "Kalian adalah keluarga terburuk yang pernah ada. Aku bersumpah, dan aku menyesal telah dilahirkan dari keluarga ini!" Sambung Skyla seraya berlari kedalam kamarnya. Puluhan tetes air mata telah membasahi pipi mungilnya.


Hanya itu yang bisa Skyla lakukan untuk mencegah mereka pergi. Tapi usahanya sia-sia. Mereka benar-benar pergi meninggalkan Skyla pagi harinya. Bahkan sebelum itu, mereka pamit dengan Skyla di luar kamar. Dikarenakan gadis itu mengurung dirinya. Tak seorangpun ia biarkan masuk. Bahkan Glassy.


     Menangis dalam diam. Meringkuk di bawah selimut. Masih dengan gaun yang sama. Semenjak hari itu dia berperilaku layaknya pria. Agar bisa melindungi dirinya sendiri. Dan dia juga mengikuti kursus bela diri. Tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dan dia tak memperdulikan itu.


...~~~...


   "Sky, ayo kita makan siang"


Suara Glassy membuyarkan lamunannya. Suara itulah yang menemaninya dikala orang tuanya tak disisinya. Ada sedikit rasa iri di hati Skyla. Bagaimana tidak? Ayah Glassy juga punya perusahaan tapi dia tetap memilih membahagiakan keluarganya.


   "Oh iya ayo"


     Mereka berdua segera mengganti pakaian dan membayar gaun serta aksesoris mereka. Dan mendapat ucapan terimakasih serta senyum tulus dari Bu Elsa. Wanita itu penuh kasih sayang sepertinya. Walau di balik mata coklatnya tersembunyi kesedihan yang amat mendalam.


   "Kau ingin makan apa?"


   "Sama sepertimu, Glase"


   "Baiklah"


~


~


~


TBC


Gimana ya jalan cerita Mask Dance mereka?


Apa Skyla akan berdansa bareng Nicholas?


Yuk! Ikutin terus!


Jangan lupa votement 🌟 beb👉👈

__ADS_1


Ilupyu💙


__ADS_2