ReBeLove

ReBeLove
Chapter 3 : Then


__ADS_3

..."Listen! Jangan mengira kakak kelas, kau bisa semena-mena dengan kami!" Ucap Glassy lalu menepis tangan gadis itu....


...-...


...-...


...-...


17 maret 2017


New York, Amerika Serikat


Author POV


Seorang gadis berambut pirang yang di ikatnya seperti ekor kuda, sedang berlari kecil kearah halte bus. Dia memeluk dirinya sendiri yang menggunakan cardigan hitam.


     Pagi ini sangat panas, hanya saja dia tak mau matahari membakar kulit putihnya. Keadaan halte lumayan ramai, dia mengambil sebuah air pods hitam dari saku rok panjang dan digantungkan di telinga kirinya. Dia harap beberapa lagu One Direction dapat mengatasi kebisingan yang sedang menyelimuti halte bus itu.


     Sudah hampir jam 07.00 am. dan bus belum ada yang lewat. Tuhan yang benar saja! Aku ingin berangkat lebih cepat!, gerutu gadis itu.


Dinnn... Dinnn...


    


     Terdengar suara klakson mobil sport yang sedang berada di depan halte. Dengan malas gadis itu mengedarkan pandangan di sekelilingnya. Tampak beberapa orang dewasa yang mengenakan setelan bisnis sedang mengotak-atik ponselnya. Dan pandangannya tak lepas dari seorang pria yang sedang bersandar di tiang halte sambil membaca sebuah novel di tangannya. Dia tampak berasal dari sekolah yang sama, tapi gadis itu tak mengenalnya sama sekali.


Dinnn... Dinnn...


     Suara klakson mobil kedua membuat pandangannya buyar. Pikiran ingin mengajak pria itu berkenalan sudah tidak mungkin. Ayolah.. dia sedang menatap pria tampan pagi ini kenapa harus di usik??


   "Skyla! Ayo bareng aku aja!"teriak seorang anak perempuan yang terdengar oleh Skyla setelah dia membuka kaca mobil sportnya


   "Hah, ternyata kau. Iya aku datang!" Sahutnya, segera bangkit dan mendatangi sahabatnya dan melewati pria itu. Ada sepasang mata coklat yang memandang rambut ekor kuda itu dari belakang.


   Skyla masuk ke dalam mobil dan menggerutu,"Untung saja kau, jika tidak akan ku lempar mobil ini dengan batu!"


   "Hehe maaf, lagian Pak Will yang mengendarai bukan aku"


   "Maaf nona, saya tak sengaja" sahut pria berumur yang tampaknya seorang supir pribadi sahabatnya.


   "Iya pak tidak apa-apa, ayo jalan" balas Skyla ramah.


   "Aku sedang memandang pria yang sedang bersandar di halte tadi dan klakson mu membuyarkan lamunanku. Tampaknya dia berasal dari sekolah kita, Glase" ucap Skyla penuh semangat


   "Tampan, tapi kurasa sifatnya tidak sama dengan rupanya, aku dengar dia ketua intra sekolah, dan dia seorang 'fuckboy', Sky"


...~~~...


     Skyla dan Glassy sudah tiba di sekolah baru mereka dan sayangnya mereka terlambat hari ini! Mereka berlari menyusuri koridor bersama siswa lain yang terlambat juga dan mendapati ruang loker. Mereka meletakkan tas di loker yang sudah dibagi di jauh hari oleh kepala sekolah tak lupa mereka membawa air mineral dan meletakkannya di sudut lapangan, setelah itu berkumpul di lapangan basket untuk menerima arahan oleh kepala sekolah, guru, dan para intra sekolah. Setelah berpidato panjang lebar selama kurang lebih 20 menit, para staf guru masuk ke ruangan mereka dan menyerahkan kami semua kepada intra sekolah.


     Seorang pria jangkung yang tampak tak asing bagi Skyla mengambil alih pengeras suara yang sebelumnya dipakai oleh kepala sekolah.


   "Oke selamat pagi adik-adik. Saya Nicholas yang menjabat sebagai ketua intra sekolah. Saya dan para anggota intra lain ingin mengenalkan lingkungan sekolah tercinta kita. Sebelum itu mari kita olahraga bersama. Yang kelas 1 ya, segera ambil lari keliling lapangan sebanyak 20 kali putaran!" Kata sang ketua intra dengan tegas lalu tersenyum kecil.


   "Haa? Yang benar saja Sky! Kulit ku bisa terbakar!" Rengek Glassy


   "Sudahlah Glase, lakukan saja, lagi pula kita tidak sendiri, pulang sekolah kita beli skincare untukmu" jawab Skyla meyakinkan Glassy


   "Aku mencintaimu, Sky!" Ucap Glassy penuh semangat untuk menjalankan tugas mereka.


     Di tengah teriknya mentari mereka berdua berlari tanpa pakaian olahraga! Keringat bercucuran keluar membasahi wajah mereka. Rasa lelah mendatangi mereka satu persatu. Mereka tak sendiri, ada banyak anak lain yang juga berlari bersamanya. Tampak beberapa anak yang lain tak ikut berlari, seperti nya mereka adalah senior di sekolah itu. Tak seharusnya bukan? Tapi mereka tetap melakukannya. Tak sedikit siswa berhenti untuk sekedar mengendalikan napas mereka. Tak ada air mineral atau sesuatu yang membuat dahaga mereka hilang. Dan tampaknya para senior itu tidak perduli dan mereka malah asyik mengobrol.


     Sudah 10 kali putaran, Skyla dan Glassy berhenti di sudut lapangan berniat memuaskan dahaga dengan air mineral mereka tadi. Mereka berhenti dan meraih dua botol air mineral lalu meneguk perlahan menikmati setiap air memasuki kerongkongan mereka yang kering. Mereka tak peduli pada siapapun, mereka sangat hauss!!


   "Hei yang disana! Kenapa kalian berhenti?!" Ucap seorang pria jangkung menggunakan pengeras suara dari sebrang


     Sekali lagi, mereka tak peduli oleh siapapun termasuk pria yang memegang pengeras suara itu. Sekalipun dia lelaki. Dia tak punya pikiran sama sekali.


   "Heii! Apa kau tak dengar?!" Teriak pria itu lagi masih berdiam diri


   "Berhentilah berteriak sialan! Aku sedang minum tak ada salahnya!"


   "Kurang ajar!" Umpat pria itu kesal


  


     Geram karena dipermalukan oleh seorang gadis. Pria itu mendatangi nya. Skyla masih tak acuh dengan seseorang yang sedang berdiri di depannya sedangkan Glassy berdiri di belakang Skyla, ketakutan. Jujur saja, jika dia bukan anak baru di sekolah ini, dia akan menendang bagian inti pria itu agar dia berguling-guling karena kesakitan. Dan menonjok muka tampannya itu.


   "Ada apa?" Tanya gadis itu setelah dia menyiram wajahnya dengan air yang tersisa di botol


   "Enak saja kau minum dan yang lain berlari" jawab pria itu dengan nada marah


   "Sekarang, aku yang bodoh apa kau? Kalian tak punya pikiran? Bisa-bisanya kalian menyuruh kami berlari dengan cuaca seperti ini, kalian ingin balas dendam kepada kami? Dasar!" Balas Skyla penuh amarah


   "Jeslyn!" Teriak pria itu memakai pengeras suara dan berhasil mendapat sebuah hadiah kecil dari tangan kanan Skyla. Aku klaim, itu tak sakit tapi malunya sampai ke tulang sum-sumnya.


     Seorang gadis berambut pirang sebahu berlari ke arah mereka, mungkin dialah yang bernama Jeslyn itu. Raut wajahnya kaget ketika Skyla menampar pria itu. Suara nya terdengar jelas sampai seluruh siswa yang sedang berlari tiba-tiba mereka berhenti.


   "Hei apa-apaan kau!"ucap gadis itu setelah menolak bahu kiri Skyla ke belakang


   "Sudah kubilang jangan teriak! Telingaku sakit sialan!" Bentak Skyla kepada gadis itu


   "Dan kau tak berhak menamparku, bocah!"balas pria itu geram sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan kecil Skyla.


   "Ohh? Kau memanggil ku bocah, ya? Kemari akan ku tendang bokongku hingga melayang" ejek Skyla seraya mengambil kuda-kuda


   "Sky, sudahlah. Kita ke kantin saja ya, please" sahut Glassy yang masih berada di belakangnya


   "Kau berniat kabur!?" Bentak pria geram, kedua tangannya mengepal dan berniat untuk menghajar habis Skyla.


Dia mengurungkan niat busuknya demi popularitas yang telah dicapainya selama ini.


     Skyla melirik kebawah, melihat ada sepasang tangan besar yang yang sepertinya hendak menghajarnya. Tapi dia sangat menyukai itu.


   "Pergi sebelum aku membuatmu menyesal! Ucap Jeslyn geram


   "Oh YA!?"


   "Jika bukan karena sahabatku, akan ku hajar kalian SEMUA!" balas Skyla tegas menekan tiap kata dalam kalimatnya dan mendapat tepukan tangan dari para siswa seperjuangannya.


...~~~...


  "Seharusnya kau tidak menahanku, Glase!" Gerutu Skyla kesal


   "Sky! Bagaimana bisa! Mereka senior kita dan kau sudah mempermalukan ketua intra itu! Dan sekarang hidup kita tak tenangg!"


   "Lalu?" Tanya Skyla tanpa adanya masalah


   "Kau bilang 'LALU'?" Sambung Glassy mengulang kalimat Skyla dengan penuh penekanan


   "Aku belum makan dari tadi pagi. Kau tahu kan karena apa?" Kata Skyla santai


   "Aku tahu tapi.."


   "Sudahlah Glase. Aku lapar. Ayo traktir aku" cengir Skyla jahil


   "Enak saja kau!!"

__ADS_1


    Skyla tertawa mencubit pipi Glassy lalu merangkulnya, "Just kidding, babe".


Glassy tersenyum kecil melihat tingkah sahabat kecilnya itu.


...~~~...


   "Lihat saja aku akan membalasnya!"


     Seorang ketua intra sekolah mengomel tak jelas sambil berjalan ke kantin bersama kedua temannya. Mengapa tidak? Dalam 5 menit gadis itu berhasil membuatnya malu setengah mati. Harga diri harga mati, begitu katanya. Tak wajar, seorang lelaki berhasil takut oleh seorang gadis kecil seperti Skyla. Dan menjatuhkan harga dirinya. Dalam hatinya lelaki itu bersumpah akan membalas dendamnya.


Nasi sudah menjadi bubur. Dan bubur itu yang akan dinikmati oleh Skyla.


   "Nic, kau kenapa? Masih kesal dengan masalah tadi?" Tanya salah satu temannya


   "Jangan bertanya Delano! Aku sudah muak dengannya!" Jawab Nicholas sambil berjalan menendang angin


   "Tidak apa-apa. Nanti akan kita balas perbuatan gadis kecil itu!" Sambung temannya yang lain


   "Baiklah, Kevin. Terserah!"


...~~~...


     Skyla melahap 2 burger berukuran besar dengan ganas. Sedangkan Glassy memesan spaghetti daging. Ini adalah salah satu kebiasaan buruknya. Dia bisa saja makan sebanyak yang dia mau, ketika moodnya sedang hancur. Dan tak ada sedikitpun untuk menjaga badannya. Bahkan di kamarnya, Bu rose menyediakan kulkas 2 pintu yang berisi makanan dan ice cream. Itupun tidak berhasil membuatnya gemuk!


     Suara sahut-sahutan kagum terdengar dari ujung pintu kantin. Ketika tiga pria tampan dengan kerennya berjalan ke arah Skyla dan Glassy. Ya para fans ketiga pria idiot. Skyla hanya bisa mengatup rahang dan menahan emosi seraya melototi mereka bertiga dari ujung rambut hingga ujung kaki ketika mereka duduk di sebelah meja Skyla. Dinding kesabarannya masih belum pecah. Untung saja, dia tak mau imagenya rusak gara-gara bedebah itu.


     Skyla memutar bola matanya ketika salah satu sahabat pria itu menatap wajahnya. Lalu kemudian memperlihatkan cara dia melahap burger keduanya dengan ganas. Seolah memberi isyarat agar tidak ikut campur dengan urusannya.


   "Ada apa?!" Bisik Skyla pelan namun mengandung kebencian


   "Sudahlah Sky. Kau sedang makan itu tidak baik" ucap Glassy tiba-tiba


   "Baiklah, puppy" jawab Skyla centil


   "Diam!!"


      Lelaki bernama Delano itu menoleh kembali kepada Nicholas. Mengerutkan dahinya heran, "Dia kenapa, Nic? Yang benar saja! Melihat wajahnya saja sudah marah!" Tanya Delano


   "Apa dia yang membuatmu sampai semarah ini?" Sambung Kevin


   "Kalian diamlah. Atau akan ku sobek mulut kalian!!"


   "Baik-baik" jawab mereka hampir serentak


     Glassy melahap spaghetti terakhirnya dan meminum teh manis dinginnya. Lalu menghampiri kasir kantin untuk membayar makanan mereka.


   "Sky, sudah? Aku sudah membayarnya, ayo pulang!" Tanya Glassy yang kini menunggunya di depan pintu kantin


     Skyla mengangguk pelan. Lalu meraih ponsel dan bubble milk tea miliknya. Sepasang mata coklat menatapnya berjalan ke arah Glassy. Sepasang mata yang misterius. Dan penuh dengan rencana.


     Mereka berjalan beriringan ketika beberapa mata elang menatap Skyla tajam. Seperti hendak menangkap mangsanya. Dia tak mempermasalahkan itu. Dan hatinya masih tenang sebelum seorang gadis berambut pirang sebahu berjalan kearah mereka di dampingi oleh seorang temannya. Glassy tampak berada di samping Skyla. Siap menghadapi gadis centil itu.


     Suasana kantin yang semula ribut, kini berubah menjadi suara bisikan para siswa. Dia satu-satunya siswi yang berani menghadapi seorang JESLYN di sekolah ini. Mereka tidak berani bermacam-macam dengan Jeslyn sebab ayahnya lah yang menjadi donatur terbesar di sekolah itu. Dan Skyla berhasil menjadi trending topik di mading gosip mereka. Gadis itu menyilangkan tangannya angkuh. Memandang Skyla dengan tatapan penuh kemarahan.


   "Ada apa?" Tanya Skyla tak kalah angkuh


   "Tak ada, aku hanya ingin membalas tamparan yang kau hadiahkan kepada my baby honey"


   "Hello? Aku menampar dia dan bukan kau!"


   "Tapi dia pacarku!"


   " Lantas? Aku harus perduli?"


   "Sialan!!" Umpat gadis itu penuh amarah lalu melayangkan satu tangannya ke pipi Skyla. Tapi tidak berhasil. Glassy berhasil menahan tamparan gadis itu sebelum mengenai pipi kiri Skyla.


     Sementara itu, sang pembuat masalah duduk dengan tenang di meja belakang mereka. Dia menyaksikan pertengkaran itu dengan seksama dan penuh penasaran. Menatap wajah Skyla dengan kagum. Memuji keberaniannya. Mata coklatnya tak berkedip ketika Skyla dengan sengaja menumpahkan bubble milk tea nya di baju seragam Jeslyn. Gadis itu terpaku.


   "Seragam mahalkuu!!" Rengeknya sambil melihat noda bekas minuman itu di baju mahalnya


   "Jeslyn!" Teriak temannya dari belakang


   "Tolong, ambilkan tisu, Alice"


   "Baik!"


     Alice mengambil sebungkus tisu dari tas selempangnya dan membantu Jeslyn membersihkan noda minuman Skyla dengan kesal. Tanpa pikir panjang Skyla dan Glassy acuh meninggalkan kedua gadis itu yang masih merasa benci padanya.


...~~~...


     Mobil sport Glassy melaju dengan kencang melewati kawasan yang teduh dan rindang. Mereka bermaksud ingin kerumah Skyla. Kalian akan tau apa yang mereka lakukan.


     Mobilnya berhenti di sebuah rumah kecil namun mewah dan terasa sejuk karena banyak pohon buah-buahan yang ditanam. Bu Rose yang menanamnya. Karena wanita tua itu suka sekali berkebun. Dengan dibaluri cat berwarna coklat muda. Seperti menyatu dengan pohon-pohon itu.


     Rumah yang diberikan orangtua Skyla agar mereka dapat tinggal dengan nyaman dan damai. Padahal yang dirasakan Skyla berbeda. Justru dia menderita.


Skyla membuka pintu dengan separuh hati, lalu keluar dari mobil Glassy.


   "Pak, bapak pulang saja. Nanti Glase diantar pulang sama Sky" ucap Glassy keluar menyusul Skyla


   "Baik, Glase" jawab pak Will lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Skyla


   "Apa!?" Skyla mengeraskan suaranya kaget


   "Jangan bilang begitu Glase! Aku sedang malas membawa sepeda motor"


   "Ayolah Sky, sekali saja, aku naik sepeda motormu, iya-iya?" pinta Glassy manja dengan mata kucing


   "Well "


     Keduanya berjalan beriringan sambil mengedarkan pandangan ke kebun Bu Rose yang sepertinya akan panen. Knop pintu berbunyi dan keduanya masuk dengan senang.


   "Bu, Skyla pulang!" teriak gadis itu lalu menaiki tangga menuju kamar tidurnya


   "Jangan berteriak begitu, Sky" ucap Glassy seraya memukul bahu Skyla pelan menyusul Skyla


   "Oya, kak Harry kemana?"


   "I don't know and i don't care"


   "Ayolah Skyla. Aku ingin bertanya kapan One Direction konser lagi! Aku ingin bertemu dengan my baby honey!"


   "Siapa?"


   "Zayn Malik"


   "Aku sarankan jangan menghayal terlalu tinggi"


   "Lihat saja aku akan mendapatkannya!"


   "Whatever, Glase"


     Skyla meletakkan tas ransel hitamnya di atas meja belajar. Badannya penat. Setelah seharian berlari dan berurusan dengan orang yang tak penting. Moodnya kembali membaik dengan adanya secangkir Capuccino yang dibelinya di jalan tadi.


     Gadis itu berbaring di tempat tidurnya menghadap langit-langit. Nuansa kamar Skyla terasa sejuk dan tenang, sebab seperti namanya, hampir seluruh kamarnya di cat warna biru muda dan Dongker. Langit-langit kamarnya bermotif langit malam lengkap dengan banyak bintang. Aroma Lavender tersebar ke seluruh ruang kamar. Dan samar-samar tercium juga aroma buah Lemon. Itu adalah aroma keberuntungan sekaligus aroma parfum yang dikenakannya setiap hari. Rambut panjangnya juga beraroma Lavender. Dan tubuh mungil namun kuat itu memancarkan aroma apel mint.


     Dinding kamarnya banyak tempelan foto band One Direction, Bruno Mars, Little Mix, dan beberapa penyanyi Hollywood yang digemarinya. Kecuali wajah Harry, dia menempelnya dengan stiker. Dia muak, kesal, marah. Jangankan berbicara, melihat wajahnya saja dia ingin mencakar muka lelaki berambut gondrong itu.

__ADS_1


   Glassy menghempaskan badan mungilnya di ranjang Skyla"Sky, kita makan apa?"


   "Terserah padamu" jawab Skyla dengan tatapan kosong ke atas


    "Pesan dari restoran?"


   "Minta tolong sama Bu Rose saja. Masakannya tak kalah dengan di restoran"


   "Kau bilang 'terserah padamu' tapi mengapa kau yang menentukan?" Glassy mengulang kembali kalimat Skyla dan berhasil membuat Skyla melototinya.


   "Baik. Aku akan turun"


   "Oke, babe"


    


     Glassy bangkit dan turun ke lantai satu dengan riang gembira. Skyla bangkit lalu mengintip dari pintu memastikan Glassy benar-benar pergi dari kamarnya. Dengan secara tak langsung Skyla mengusir Glassy turun agar dia bisa menulis diary di buku kecil berwarna biru Dongker dalam laci mejanya. Dan mengambil pensil cari lalu mulai menari di atas kertas putih itu.


17 Maret 2016


     Banyak hal yang terjadi hari ini. Dan aku kembali kesal seperti biasanya. Ketika bertemu dengan dua manusia menyebalkan itu! Sial! Ingin ku cakar muka mereka dengan kuku jarikuu!! Dan melempar mereka ke lautan. Niat ku baik. Untuk memberi makan ikan paus biru dengan tubuh mereka.


      God, but i'm still hope, bahwa besok hari ku akan lebih baik dari hari ini, tolong Tuhan. Tiga tahun saja aku ingin hidup dengan aman di sekolah tanpa kendala. Aku berjanji akan lebih sering membaca buku pelajaran ku. Dari pada novel dan komikku!


     Jari-jari panjangnya berhenti menari. Dia sudah selesai menulis diary nya. Gadis itu menutup buku kecilnya dan meletakkan semua di tempat semula. Merasa sudah lapar duluan.Ia bangkit dari tempatnya dan mengambil beberapa makanan ringan di kotak yang berada di samping kulkas kesayangannya. Lalu kembali duduk di bawah ranjangnya menikmati makanan ringan dan memainkan ponselnya.


...~~~...


   "Bu, biar Glase bantu ya!" Ucap Glase sambil memakai celemek berwarna biru itu


   "Ngga apa-apa biar saya saja"


   "Tak apa-apa Bu, sudah lumayan lama saya tidak memasak hehe"


   "Baiklah"


     Selagi Bu rose memotong bahan masakan dan menumis dengan ahlinya, Glassy mencuci beberapa mangga untuk dibuat jus. Dia tau Skyla suka sekali itu. Gadis itu bermaksud agar sahabatnya kembali menjadi ceria lagi. Tak membiarkan keheningan menyelimuti mereka, Glassy membuka topik pembicaraan


   "Bu, bagaimana hubungan Skyla dengan Harry? Baik-baik sajakah?" Tanya Glassy penasaran


   "Sama saja Glase . Masih belum akur"


   "Sangat susah ya Bu, membuat mereka akur kembali"


   "Apa Skyla pernah cerita kenapa dia tidak mau akur lagi sama kakaknya, Bu?" Tanya Glassy kembali


   "Belum ada, Glase juga tau Skyla suka memendam masalahnya sendiri"


   "Memang sudah seperti hobinya Bu, jika Glase tanya, dia hanya menjawab 'tidak apa-apa' bagaimana Glase bisa membantunya keluar dari masalah itu, huh!?" Gerutu Glassy seraya memasukkan potongan mangga ke dalam blender dan menghancurkannya. Setelah itu menuangnya kedalam gelas besar.


   "Makanya juga harus banyak sabar juga. Untung saja Glassy sabar dengan dia jika tidak Glase juga akan meninggalkan nya seperti temannya yang lain" sambung Bu Rose


   "Ibu juga tau sendiri, Glase dan Skyla sudah bersama sejak dalam kandungan. Bagaimana bisa Glassy meninggalkannya? Bu ini jusnya sudah siap. Mie gorengnya juga sudah, Bu?"


   "Syukurlah. Ibu ikut senang. Oh iya sudah ini"


     Bu Rose meletakkan dua piring berisi mi goreng di atas nampan kayu. Dan hendak mengantarkannya ke kamar Skyla. Tapi Glassy menolak bantuan wanita tua itu dengan senyuman.


...~~~...


   "Sky, buka pintunya!"


   "Sky! Sialan!"


   "Sky! Ini berat" teriak Glassy di depan kamar Skyla, dia tak bisa mengetuk pintu sebab kepayahan memegang nampan yang berisi dua gelas juga dan dua piring mie goreng karena menolak pertolongan dari Bu Rose.


   "Sebentar!" sahutnya dari dalam


     Knop pintu terbuka. Glassy segera masuk dan meletakkam nampan itu di diatas lantai kamar dan menghidupkan televisi untuk melihat kabar terbaru konser One Direction. Sedangkan Skyla segera melahap mie bagiannya.


   "Sky! Sky! Lihat!!" Teriak Glassy sambil memukul bahu Skyla dan berhasil membuatnya tersedak


  "Hhook hhok"


   "Ya Tuhan! Sky minumlah"


   Skyla meraih jus mangga dari tangan Glassy dan meminumnya terburu-buru,"Ku kira aku akan mati!"


   "Hahaha ayolah tidak sampai"


   "One Direction akan manggung di cafe pusat kota Sky!" Sambung Glassy dengan penuh semangat


   "Lalu aku harus apaa!?"


   "Menemaniku kesana, please"


   "No! Tidak untuk bulan ini, Glase!"


   "Kau mau kemana!?"


   "Toko buku"


   "Ya sudah, acaranya malam Sky. Dan kita bisa membeli buku di sore harinya, gampang kan?"


   "No Glase!"


   "C'mon! Pizza combo + komik?"


   "Hmmm deal!!"


   "Saus tartar kau, Sky!"


...~~~...


     Skyla dan Glassy berdiri di depan garasi. Dengan muka jutek Glassy sedang menunggu Sky memakai jaket dan helm hitamnya. Lalu mengeluarkan sepeda motor sport nya dari garasi. Mereka tampak seperti pasangan. Apalagi dengan gaya Skyla yang seperti pria. Glassy menaiki sepeda motor itu dan tak lupa memakai helm yang disodorkan Skyla.


   "Pegang pahuku, jika tak mau melayang" ujar Skyla dibalik helm hitamnya


   "Pinggul?" tanya Glassy jahil


   "Bahu Glase! Aku geli"


   "Haha baiklahh"


~


~


~


TBC


Hello readerss!!


Jangan lupa tinggalkan jejak ya:*


ilopyu💙

__ADS_1


__ADS_2