
Huaaa😭 lama ga update nih😭 otak aku lagi buntu bgt serius😭 kebanyakan makan kali ya, maapin:( Happy reading beb👉👈
"Oke! Aku akan mendekati dan mengencani gadis gila itu. Dan akan kubuat dia jatuh cinta padaku"
...~~~...
Nicholas POV
Benar-benar hari yang membosankan. Matahari masih memancarkan sinar panasnya, angin sepoi-sepoi menerpa seluruh kota New York. Dan tak ada wajah baru atau tantangan baru yang berjalan. Sebenarnya, dari pertama sekali kami bertemu di halte bus, aku sudah penasaran dengan gadis bernama Skyla itu. Ingin sekali mendekatinya. Lalu mempermainkannya.
Di Parker Collegiate School ini aku dicap sebagai playboy kelas atas. Meski begitu, karena ketampananku, banyak gadis yang ingin berkencan denganku. Sedangkan Skyla? Aku yang mengajaknya berkencan dan sudah kudapat berkali-kali penolakan darinya. Bahkan dia menolak ku di depan siswa lain. Bisa saja aku memaksanya. Tapi ku dengar dia pandai bertarung. Ahh sial!
Siang itu, aku bersama dua sahabat kecilku sedang duduk di taman kota. Tentu saja menjalankan hobi kami. Yaitu, mencari gadis cantik untuk kami kencani. Aku menyeruput teh manis dingin lalu meletakkannya disebelah ku.
Aku memutar badan ke arah Delano yang berada di sebelahku, "Del, aku bosan. Apa ada rencana?"
Dengan cuek dia menggeleng pelan tanpa menoleh padaku.
"Vin, gimana?" Tanyaku lagi kepada Kevin yang sedang memandang seorang gadis di sebrang kami
"Sebentar, Nic" jawabnya yang terlihat berusaha memikirkan sesuatu. Aku tak yakin dia memikirkan suatu rencana.
Tak lama dia menjelentik jarinya, "Aku punya ide!" Sambar Kevin terlalu bersemangat sampai suaranya terdengar oleh para gadis itu. Sontak kami bertiga kalang kabut
"Bersikap cool. Bersikap cool" ucap kami bertiga serempak sambil menyilangkan tangan agar terlihat keren
"Pelankam suaramu, saus tartar!" Bisik Delano
"Apa rencanamu?" Tanyanya lagi
Kevin merangkul bahuku, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan. Delano pun tak kalah penasaran.
"Apa? Apa?" Tanyaku penasaran
"Sabar bodoh! Seperti ini, Nicholas aku menantangmu mendekati Skyla dan Delano aku menantangmu mendekati teman Skyla, yang namanya seperti gelas itu"
"Glassy, Vin!" Sambar Delano
"Haa iya! Kalian harus berhasil berdansa bersama dua gadis itu"
"Lalu? Imbalan kami apa? Dan kau sendiri bagaimana?" Tanyaku
"Aku akan berdansa dengan Quincy" jawab Kevin berbunga-bunga. Sontak kami berdua memukul kepalanya
"Sialan kau! Dia salah satu gadis yang diincar pria sekolah dan kau berdansa dengannya? Apa kau mimpi?" Bantah Delano yang tampaknya kesal
"Oh ayolah! Aku punya seribu cara untuk mendekatinya. Dan aku punya nomor ponselnya!" Ucapan Kevin berhasil membuat kami kaget, bagaimana bisa seorang Kevin mendapatkan nomor gadis itu dalam sekejap?
"Dan jika kalian berhasil, kalian bisa berkencan dengannya" sambung Kevin yang tampak bangga dengan pertaruhan itu
"What the devil! But, bagaimana bisa?" Kini aku yang membuka suara tak percaya
"Jangan bertanya lagi. Lakukan saja apa yang ku katakan. Kau bosan kan?"
Aku mengangguk pelan menyetujui ucapan Kevin.
"Oke! Aku akan mendekati dan mengencani gadis gila itu. Dan akan kubuat dia jatuh cinta padaku" kataku yang kemudian sepakat dengan perjanjian non resmi kami.
"Oke deal!"
...~~~...
Author POV
Hari Sabtu, tak ada yang spesial. Malam Jumat kemarin, Glassy meminta izin menginap di rumah Skyla. Dia sendiri tidak tahu apa alasan dibalik tingkahnya yang aneh itu. Sebelum akhirnya sinar matahari menembus kain jendela kamar Skyla. Dan tanpa sadar Glassy sudah terjaga sejak beberapa menit yang lalu sebelum alarm Skyla berbunyi.
KRING...KRING...
"Berisik!" Gerutu Glassy geram sambil menekan tombol off pada alarm berwarna Dongker itu.
Glassy menguap seraya merentangkan kedua tangannya. Bangkit dari tempat tidur dan memutar pinggulnya secara perlahan. Bunyi sendi-sendi Glassy pun terdengar sampai membuat Skyla terbangun dan tertawa. Glassy hanya memasang wajah cemberut nya.
__ADS_1
"Ayo, Sky. Kita akan bersiap" kata Glassy yang baru saja keluar dari kamar mandi mengenakan handuk putih
"Dimana kau meletakkan bajuku?" Tanya Glassy mengacak-acak isi lemari Skyla
"Jangan dibongkar Glase, bajumu tepat di sisi kanan lemari" jawab Skyla yang tampak kesal karena hari liburnya diganggu oleh Glassy
"Sebenarnya, apa alasanmu menginap, Glase? Sebaiknya kau pulang dan jangan kacau kan hari libur ku" Skyla tampak memelas dengan wajah yang masih menahan kantuk
"Hoh jadi kau mengusirku? Kau belum pernah terkena serangan maut Glassy, ya?"
"Tuhan. Apalagi itu?"
"Oke akan ku tunjukkan" jawab Glassy yang sudah siap memakai setelan baju olahraga berwarna hitamnya. Lalu melompat ke tempat tidur dan dengan ganas menggelitik Skyla. Gadis itu tampak meminta Glassy menghentikan kejahilannya
"Hahaha cu..cukup, Glase"
"Apa? Kau mau lagi?"
"Glase tolong hentikan!" rengek Skyla. Dan Glassy menghentikan aksinya
"Sekarang cepat mandi dan kenakan pakaian olahraga. Kita akan lari pagi hari ini"
Skyla membelakkan kaget. Pertanda mimpi buruknya datang, "Ha? No Glassy. No!"
"No? You want more again? " Jawab Glassy dengan tatapan jahilnya
"Tidak Glassy. Aku akan mandi sekarang"
"Oke aku akan tunggu di luar. Dan cepat!"
"Baik, nona"
Glassy berlari kegirangan menuruni anak tangga. Sambil bersenandung ria. Sepertinya dia cukup bahagia pagi ini. Karena Skyla setuju untuk menemaninya lari pagi dengan sepenuh hati (dan sedikit paksaan). Sejujurnya, dia hanya mau sahabatnya itu berolahraga daripada harus menghabiskan seharian penuh di dalam kamar dengan laptop dan makanan ringannya. Tapi Glassy dengan mudah menghancurkan rencananya.
Tak berapa lama, Skyla keluar dari kamar menyusul Glassy dengan menggunakan baju olahraga Dongker potong. Oh dia tampak seksi! Dengan sepatu sport hitam dan air pods hitam bertengger di kedua telinganya.
Glassy bangkit dari tempat duduk dan berdecak kagum
"Oh hari ini kau jadi seorang gadis, kah?"
"Baiklah. Naik mobilku saja"
Skyla mengerutkan dahi tak percaya,
"Sejak kapan kau membawa mobil?"
"Ayolah bodoh! Apa kau mabuk semalam?" Jawab Glassy memukul jidatnya sendiri
"Sumpah, aku tidak tahu"
"Lupakan saja. Ayo kalau tidak kita akan terlambat" gerutu Glassy yang tampak kesal seraya menarik lengan Skyla menuju garasi yang tepat di sisi kiri rumah Skyla.
...~~~...
Cuaca yang sangat panas, membuat dua orang gadis yang telah berlari sebanyak 10 kali itu berhenti. Butiran keringat keluar akibat panas tubuh mereka. Membasahi pakaian mereka. Dan membuat mereka kehilangan dahaga dan tenaga.
Skyla menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskanya secara perlahan. Lalu meneguk air mineral yang tampak sejuk itu. Membasahi wajahnya dan mengelapnya dengan handuk kecil yang didapat dari ransel kecil Glassy.
Gadis itu tampak kelelahan. Bunyi kelaparan dari kedua perut itu tak dapat di hindari. Mereka kaget kemudian tertawa bersama.
"Tampaknya cacing peliharaanmu kelaparan, Sky" goda Glassy yang masih setengah tertawa
Skyla memutar bola matanya kesal,
"Cacingmu juga minta makan, Glase"
"Ayo kita- " Teriak Glassy gembira.
Sebelum Glassy berteriak, Skyla dengab cepat menutup mulut Glassy. Gadis itu selalu berteriak oleh hal-hal yang kecil dan yang tidak diperlukan.
"Kwenapha khauo mwenuthup mulhuthkhwu? (Kenapa kau menutup mulutku?)" Glassy memberontak untuk melepaskan dirinya tapi Skyla semakin mempererat tangannya
__ADS_1
"Jangan berteriak, Glase! Masih pagi, tolonglah"
Gadis itu mengangguk setuju sambil mengacungkan kelingking kanannya.
Skyla melepaskan tangannya, lalu menautkan kelingking kirinya. Dan tersenyum dengan Glassy
"Bisa kita sarapan?" Tanya Skyla lemas, memegang perutnya yang tampak datar
"Ayo!"
Glassy segera menancap gas mobil nya, dan benda beroda empat itu melaju dengan kencang meninggalkan lapangan lari yang tampak sejuk ditutupi pohon-pohon yang rindang.
Bentley Continental GT V8 S berwarna abu-abu itu berhasil terparkir tepat di depan sebuah kafe klasik. Little Collins, nama itu terpampang manis di atas pintu masuknya. Seorang wanita berdiri di samping pintu yang siap menerima para pengunjung.
Skyla dan Glassy berbarengan memasuki kafe itu dan mendapat senyum hangat dari wanita yang tampak seumuran dengan Alena (kakak Glassy). Keduanya membalas dengan senyum tulus.
Kedua gadis itu menempati posisi paling sudut dekat jendela. Tak lama seorang pria muda mendatangi mereka. Dengan sebuah catatan kecil di tangannya.
"Bisa ku catat?" Tanyanya dengan ramah
"Iya, aku pesan Capuccino dan sandwich daging" jawab Skyla dengan cepat setelah melihat buku menu di samping mejanya
"Aku, teh lemon panas. Dan ku dengar kalian mempunyai toast alpukat yang sangat enak?" Tanya Glassy seraya menutup buku menu
"Itu benar, nona" jawab pria itu
"Oke. Dan toast alpukat satu untukku"
"Baik. Mohon di tunggu" ucap pria itu tersenyum, lesung pipi samar tergambar di wajahnya. Lalu berbalik menyiapkan pesanan mereka
Skyla memainkan ponselnya melihat Instagram dan mendapati status dari orang yang tak ia kenal. Dengan penasaran Skyla membuka profil akun itu. Dan membuatnya kaget.
Skyla melemparkan ponselnya pelan keatas meja, "Astaga Tuhan! Sejak kapan dia mengikutiku?"
Suara itu membuat lamunan Glassy buyar, "Ada apa, Sky?"
"Se..sejak kapan aku mengikutinya di Instagram?"
Glassy meraih ponsel Skyla dan mengeceknya apakah benar-benar terjadi, "Mana aku tahu? Tapi, aku juga heran. Bagaimana bisa?"
"Sudahlah. Kemari kan ponselku" ucap Skyla pelan. Gadis itu tampak syok
Dari meja sebrang, tampak sepasang mata coklat muda sedang menatapnya lekat. Ada perasaan yang tersembunyi yang sudah disimpannya begitu lama kepada Skyla. Tapi pria itu juga tidak mengetahuinya. Iris coklat muda itu mengikuti setiap gerak-gerik Skyla.
Bel dapur berbunyi. Memerintah pria itu segera mengantar pesanan ke meja Skyla. Dia tampak senang karena bisa menatap wajah Skyla lagi.
Pria itu meletakkan pesanan mereka dengan hati-hati, "Selamat menikmati" ucap pria itu kemudian berbalik menuju belakang pintu dapur
"Glase, cepat santap makananmu. Jangan coba-coba menggoda pria itu" ancam Skyla yang kesal dengan salah satu hobi sahabatnya itu
"Dari mana kau tahu, Sky!"
"Jangan tanya lagi. Cepat habiskan"
Iris coklat muda itu kembali menatap Skyla. Seakan tahu masalah dan penderitaan Skyla selama ini. Perasaan mengganjal pun terjadi lagi. Bergulat di dalam hatinya.
"Lihat saja. Aku akan membalasmu!" Bisik pria itu kepada dirinya sendiri
~
~
~
TBC
Itu siapa lagi coba?
Duh!
Jangan lupa votement bebz🌟
Chap selanjutnya acara Mask Dance mereka loh!
__ADS_1
Ilupyu💙