
..."Cukup Skyla, faktanya kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi"...
...-...
...-...
...-...
Menceritakan semua pada Harry bukanlah sifatnya. Entah sejak kapan dia perhatian kepada adiknya. Tidak seperti yang kalian pikirkan. Mereka bahkan tak layak disebut kakak beradik. Ada satu masalah di masa lalu yang masih membekas di kedua hati Skyla. Sehingga dia tumbuh menjadi seseorang yang tak punya rasa kepedulian antara satu sama lain.
Harry Styles Madison atau yang dipanggil dengan Harry. Dia adalah seorang vokalis band yang dibentuknya bersama keempat sahabat terbaiknya. Dan dia juga yang dinobatkan sebagai penerus perusahaan kakeknya yang cukup besar di negara bagian Eropa itu. Karena terlalu sibuk dengan bandnya, jangankan memperhatikan, memperdulikan atau menanyakan keadaan adiknya saja hampir tak pernah selama belasan tahun terakhir.
Kedua orang tua mereka sedang berada di luar negeri untuk mengurus perusahaan kakeknya yang menjadi bisnis turun temurun keluarganya yang bertepatan di daerah Amerika Utara. Jarang sekali pulang untuk menjenguk kedua buah hati mereka.
Jujur saja, dalam benak Skyla, ia tak suka dengan bisnis keluarganya itu. Yang benar saja, dari generasi ke generasi keluarganya memaksa keturunan mereka untuk melanjutkan bisnis itu. Dan Skyla tidak punya niat menjalankannya. Dia adalah seorang gadis yang bercita-cita sebagai juru masak dan mempunyai restoran ternama di Eropa. Dan ingin bebas berkeliling dunia.
...~~~...
Aroma hujan, dia tau itu. Salah satu hal yang disukainya dulu. Sinar sunrise menembus sela-sela jendela kamarnya yang berada di lantai dua itu. Suara kicauan burung terdengar dari depan jendelanya. Tetesan hujan masih terasa oleh indranya. Gadis itu tak menyadari jika dia tertidur di meja belajar nya semalaman. Dia menguap untuk pertama kalinya di pagi itu dan membuka mata berwarna biru laut itu.
Dia tau, matanya bengkak sekarang dan lehernya serasa ingin patah dan dia benci itu. Dia tak tahu cara menutupi mata ini dari sahabat cerewetnya. Secara, dia tak suka berdandan.
"Oh Tuhan bisakah hari ini aku tidak pergi sekolah"
Dia berhasil kehilangan 'moodbooster' nya dalam hitungan jam. Membuatnya membenci hal yang disukainya. Dan dia tak ingin melihatnya lagi. Apalagi dengan prempuan jalang yang mengolok nya semalam. Dia masih tidak rela dan percaya bahwa kemarin itu adalah salah satu kenyataan pahit yang dialaminya. Gadis itu menghela napasnya dengan berat lalu membuangnya perlahan.
"Oke akan ku tunjukkan padamu bahwa aku baik-baik saja tanpa mu, Nicholas !!"
Tak butuh waktu lama, Skyla akhirnya keluar dari kamarnya seraya menggendong tas ransel hitam di sebelah kanan dan tangan kirinya memegang helm sportnya. Stylenya hari ini, ya seperti biasa. Kaki panjangnya di balut dengan jeans hitam dengan atasan kemeja krim besar dan sneaker putih. Tak lupa dia mengenakan kacamata hitam untuk menutupi mata bengkaknya.
Dia menuruni tangga dengan penuh lemas, tenaganya sudah tidak adalagi sekarang. Dan aku perlu minum kopi!, Gumamnya penuh semangat.
"Sky, Ibu sudah membuatkan kopi kesukaanmu" kata seorang wanita paruh baya itu. Suara yang disukainya.
"Iya Bu, sebentar" sahut Skyla yang sedang berjalan ke dapur
Kini Skyla berjalan ke dapur untuk minum kopi dan menyantap sereal miliknya, dia berniat untuk datang lebih cepat agar tak melihat Harry pagi itu. Tetapi doanya tidak di kabulkan.
"Skyla, kau belum memakan serealmu!" Sahut Harry dari dapur
"Kau makan saja, aku tidak selera!!" Jawab Skyla yang berbalik arah dengan kesal.
"Tapi kau belum makan dari semalam, tolong mengertilah!" Pinta Harry yang berusaha mengejarnya dengan membawa secangkir Capuccino di tangannya.
"Tidak usah berlagak seperti kau peduli padaku, seluruh dunia tau kalau aku membencimu!", bentak Skyla penuh amarah. Dia keluar dan membanting pintu rumahnya.
__ADS_1
...~~~...
Skyla memarkirkan Kawasaki Ninja H2R hitamnya di lapangan parkir seluas kurang lebih lapangan sepak bola. Yaa, kembali lagi ke sekolah membuatnya kehilangan semua gairah. Baiklah, dia tidak akan mengingatnya lagi.
Sebelum itu, ia melepaskan kacamata hitam lalu mengeluarkan sepasang air pods mini dan menggantungkannya di kedua telinga. Ia berharap beberapa lagu dari Bruno Mars bisa mengembalikan moodnya lagi.
Skyla mulai melangkah meninggalkan lapangan parkir sebelum suara seorang gadis berhasil menghentikannya. Tentu saja dia mengenali suara itu.
"Skyla! Baby honey!" Teriak seorang gadis dari mobil mini yang terparkir manis di sebelah parkiran sepeda motor. Dan melambaikan tangan kegirangan ke arah Skyla.
Skyla menoleh ke belakang berharap dia berhenti membuatnya malu dengan teriakan yang nyaring itu.
"Berhentilah berteriak Glase! Itu membuat ku sakit kepala!"
Dengan tampilan yang feminim dan jauh berbeda dengan style Skyla. Dia berlari ke arah Skyla dengan centilnya.
Anindira Glassy Edison. Sahabat seperpopokan Skyla. Anak kedua dari CEO perusahaan elektronik di Amerika Utara. Ibarat laut dan pasir putih, mereka tak pernah terpisahkan. Jujur saja, Skyla belum menceritakan kejadian semalam kepada Glassy. Dan dia tak mau berbohong karena dia tak pandai berbohong dengan sahabatnya. Glassy sangat membenci itu.
Gadis berambut pirang itu memeluk Skyla erat, kebiasaan di pagi hari.
"Lepaskan, aku tak bisa bernapas" ucap Skyla memelas
"Aku tahu kau ada masalah Skyla, sekarang ayo ke kelas" ucap Glassy melepaskan pelukannya meraih tangan kanan Skyla lalu menuntunnya ke kelas.
"Ayolah kawan!"
"Tidak untuk seka-"
Kalimat Skyla tergantung, dia membungkam ketika seorang pria jangkung berambut coklat itu melewatinya. Jantungnya berdetak kencang. Jari-jarinya mengepal. Ada rasa kebencian yang terpendam, dia ingin memukul wajah pria itu dengan satu pukulan penuh dan membuat wajahnya tak di kenali oleh siapapun lagi. Tapi Skyla masih waras, dia tak mau gara-gara pria sialan dia berhasil di masukkan dalam sel penjara dengan tuduhan kekerasan.
Lambaian tangan Glassy berhasil membuyarkan pikiran buruk Skyla,"Sky, kau kenapa? Ada masalah apa kau dengan Nicholas?"
"Diam disini Glase, aku akan membereskan masalahku"
Skyla melepas tangannya dari genggaman Glassy. Menggulung kemeja krimnya sampai lengan dengan terburu-buru. Dan berjalan menghampiri pria itu. Glassy juga mengikuti Skyla dari belakang, sebab dia tak mau sahabatnya membuat kekacauan lagi.
"Skyla tunggu!"
"Nichol!!" Teriak Skyla berhasil membuat keadaan lorong sekolah menjadi hening.
Dan ya, Nicholas si lelaki sialan itu menoleh ke belakang, "Ada apa lagi? Bukankah urusan kita sudah selesai?"
"APAA?!"
"Kau diam disitu brengsek, akan ku pukul wajahmu dengan tanganku sendiri!"sambung Skyla
__ADS_1
"Cukup Skyla, faktanya kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi"
JLEB
Kalimat yang berhasil menghentikan langkah Skyla. Kalimat yang membuat darahnya berdesir hebat. Membuatnya mengingat kejadian kemarin dengan cepat. Dia terpaku diam, dan dengan mudah membuat namanya trending topik di judul gosip siswa lain.
Bukan hanya itu, Glassy yang sebelumnya berdiri di belakang Skyla sekarang dia berdiri di depan Skyla dan siap sedia menghajar pria itu. Tentunya dengan high heels, dia menendang tulang kering Nicholas. Insting seorang wanita memang benar, high heels nya berguna dalam segala macam keadaan.
"Aduh tulangku! Apa kau gilaa?!" Ujar Nicholas kesakitan memegang lutut kirinya.
"Kau yang sudah gila! Berani sekali kau menyakiti Skyla, enyahlah dari sini, jika tidak mau, tulangmu akan patah!"
"Kevinn! Delano! Tolong kalian bawa teman kalian jika tak mau otaknya ku makan!" Teriak Glassy geram
Dari kejauhan, tampak dua orang lelaki sedang berlari ke arah mereka. Mereka teman seperjuangan Nicholas. Kenapa ku katakan 'seperjuangan' ? Karena mereka bersahabat dari umur 5 tahun dan sama-sama berjuang mendapatkan gadis populer di sekolah ini. Mereka tak punya kelebihan kecuali basket dan hanya menang tampang saja, tetapi berhasil membuat para gadis sekolah menyebut mereka dengan 'prince'. Tak semua kecuali Glassy dan Skyla. Mereka menolak tegas sebutan itu.
"Nicholas, kau tak papa?" Tanya pria yang melingkarkan headset di lehernya
"Bantu saja dia, tak usah kau tanya lagi" jawab pria berambut hitam itu.
"Ayo bawa aku dari sini, Del, Kevinn!"
"Iya-iya" jawab mereka serentak.
"Hei, Skyla! Tunggu saja pembalasan ku!"
"Iya-iya terserahmu sialan!" Sahut Glassy dengan suara nyaringnya.
Masih dalam tatapan kosongnya. Dan hati yang terluka lagi. Skyla tau, beberapa mata elang para gadis sekolah sedang menatapnya tajam. Tampaknya mereka marah karena 'prince' mereka disakiti oleh mereka berdua. Entah kenapa kali ini dia tak berani melawan mereka. Untung saja ada Glassy, jika tidak, dia bisa saja habis di keroyok oleh penggemar 'prince'.
"Jangan menatap nya begitu! Jika tak mau mata kalian ku hantam!" Ucap Glassy geram.
~
~
~
TBC
Hello readerss!!
Jangan lupa tinggalkan jejak ya:*
ilopyu💙
__ADS_1