
"Hai jangan seperti itu, gadis cantik. Bukan dia yang mengajakku, Jeslyn. Malah sebaliknya"
Skyla masuk kedalam kelas biologi dengan kesal. Keduanya sepakat untuk duduk di tengah posisi kursi. Dia sangat menyukai pelajaran Biologi dari pada Kimia dan Fisika. Dan sekarang dia tak bisa berkonsentrasi.
Glassy dengan santai menyantap kripik kentang yang diambilnya di dalam tas maroonnya. Sedangkan Skyla masih memikirkan perkataan Nicholas tadi. Sambil memijit pelipisnya. Tak lama bel tanda masuk berbunyi. Kemudian muncul seorang pria paruh baya dari balik pintu kelas dan memulai pelajaran.
2 jam berlalu begitu cepat.
"Nona Madison, tolong antar semua tugas ke ruangan saya" ucap guru Biologi itu tegas
"Baik, pak" balas Skyla
Glassy segera membantu Skyla mengumpulkan tugas para siswa lain. Cukup banyak sehingga mereka membagi rata jumlah buku untuk di bawa. Setelah selesai, mereka segera keluar mengantar tugas tersebut. Dan bel pertanda istirahat pun berbunyi kencang diikuti suara sorakan siswa yang akan keluar kelas.
Dalam perjalanan, mereka tak banyak berbicara. Tapi cukup menjadi pusat perhatian banyak siswa yang ada di koridor sekolah. Dan Skyla sangat risih dengan itu. Dia mempercepat langkahnya diikuti oleh Glassy.
Knop pintu ruang guru Biologi terdengar dari dalam, kebetulan sekali.
Skyla berhenti menunggu seseorang yang di dalam keluar dan mempersilahkan kedua gadis itu masuk, tapi dia berusaha memperlama waktu.
"Saya baru ingat pak, bagaimana dengan persiapan Mask Dance?" Tanya seorang pria jangkung yang sedang berbicara dengan guru Biologi sekaligus wakil Kepala Sekolah itu.
"Hampir saya lupa. Kalian bisa memulainya Minggu depan"
"Dengan tema apa, pak?"
"Terserah pada kalian saja"
"Bagaimana dega...."
Kalimat pria itu bergantung setelah Skyla menerobos masuk. Kedua tangannya sudah tidak tahan menahan beban itu begitu pula Glassy yang terdiam di belakang Skyla. Dan membuat perut pria itu kesakitan akibat terkena buku tugas.
"Awww"
"Setidaknya jika ingin berbicara jangan di depan pintu!" Kata Skyla seraya menaruh buku di samping meja diikuti oleh Glassy
Skyla tau betul pria itu. Sehingga dia ingin membalas perbuatan karena sudah mengacau hidup Skyla akhir-akhir ini. Seharusnya gadis itu menikmati kehidupan sekolah yang menyenangkan. Tapi tidak.
"Dan kau tak berhak menabrakku" balas pria itu masih memegang perutnya yang kesakitan
"Itu pantas kau terima! Ayo Glase. Permisi pak" jawab Skyla lalu pamit kembali kepada pria paruh baya itu. Dan dibalas dengan anggukan kecil
"Haha sudah, Nic. Jangan ganggu gadis itu, ya?" ujar pria itu jahil. Dia sangat tau sifat Nicholas.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi" balas Nicholas lalu pria itu keluar dari ruangan
Kedua gadis itu berjalan ke kantin, untuk makan siang. Tentu saja Skyla tak lupa dengan bekal nasi gorengnya. Tas hitam sudah berada di punggungnya sejak keluar dari kelas tadi. Tangan kirinya menggenggam ponsel yang di ambilnya sejak keluar dari ruangan Wakil Kepala Sekolah dan tangan kanannya merangkul lengan kiri Glassy. Glassy menurut pada saat itu.
"Pesan Glase, akan ku carikan meja kosong"
Glassy dan Skyla sudah tiba di pintu masuk kantin, dan menjalankan tugas mereka. Skyla berjinjit sedikit untuk memastikan ada tidaknya meja kosong yang akan mereka tempati
"Kau tak makan, Sky?" Tanya Glassy menghadap Skyla
"Aku membawa bekal" jawabnya masih mencari meja kosong
"WHAT!?" Keterkejutan Glassy membuat sebagian siswa menoleh ke arah mereka. Dan membuat pipi Skyla memerah
"I'm so sorry, guys" sambung Glassy dengan nada bersalah dan membuat situasi normal kembali
"You make me blush, Glase!!"
"I'm so sorry, sist"
Setelah kejadian itu, Skyla menemukan meja kosong yang muat dengan dua orang. Yang berada di pojok kantin dekat taman belakang sekolah. Skyla memberi isyarat kepada Glassy bahwa dia sudah menemukan mejanya dan Glassy mengangguk setuju. Kemudian Skyla menghampiri meja tersebut. Lalu menempatkan bokongnya senyaman mungkin di kursi kayu itu. Lalu mengeluarkan bekal yang masih saja berbau harum walau sudah di bungkus dengan tas kain kotak bekalnya.
Tampak dari beberapa meter, Glassy datang menghampiri Skyla dengan membawa nampan yang berisi sepiring Mi Goreng Pedas dan dua cangkir Teh Lemon. Glassy duduk tepat di depan Skyla dan meletakkan secangkir Teh Lemon di samping bekal Skyla. Sebelum itu, mereka berdoa lalu makan dengan lahap.
"Sky, tumben kau membawa bekal?" Tanya Glassy yang masih penasaran dengan Mi di dalam mulutnya
"Aku sedang ingin saja"
"Aku mau sosisnya"
Skyla menyodorkan bekalnya kepada Glassy kemudian gadis itu mengambil sopotong sosis dari bekal Skyla. Menu komplit untuk makan siang yang sangat enak, pikirnya.
KLOTAK...KLOTAK
Suara sepatu berhak tinggi terdengar nyaring dari seberang meja Skyla. Semakin terdengar keras. Dan berhenti ketika tepat berada di samping Skyla. Tampak gadis itu tak peduli apa dan siapa yang ada di sampingnya. Masih dengan menikmati sesuap demi sesuap nasi goreng komplitnya. Sedangkan Glassy sudah berhenti makan sejak tadi. Dia meraih Teh Lemon dan meminumnya untuk menghilangkan dahaganya. Dan memberi isyarat kepada Skyla. Tetap saja tidak di pedulikan olehnya walau dia melihat Glassy tampak bingung dengan situasi sekarang.
__ADS_1
DUBRAK..PAKKK...
Suasana kantin kembali hening saat Alena dengan sengaja menjatuhkan kotak bekal Skyla. Nasi goreng, sosis, ayam, bakso dan timun berhamburan ke lantai. Tak dapat dimakan lagi. Sayup-sayup terdengar suara "waaaaaa" dari para siswa yang tampak kaget melihat kejadian tersebut. Glassy menutup mulutnya dengan kedua tangan dengan tampang terkejut. Sedangkan Skyla? Warna merah menghiasi wajah cantiknya. Kedua tangannya mengepal di atas meja. Amarah memenuhi dirinya saat ini.
"Ups! Aku tak sengaja. Maaf ya" mendengar suara centil Jeslyn membuat darah tinggi Skyla naik
"APA MAUMU JALANG!?" Teriak Skyla kencang membuat seluruh siswa dalam ruangan berbentuk persegi besar itu terdiam.
"Kau harus minta maaf padaku!" Jawabnya tak kalah angkuh seraya melipat kedua tangannya di dada
"HANYA ITU, HA? HANYA ITU? Baiklah. Berapa harga baju yang terkena noda minumanku itu?!" Tanya Skyla masih dengan nada yang tinggi
"Sky sudahlah" Glassy berusaha melerai kedua pihak dan hendak meraih lengan Skyla dengan cepat gadis itu menunjuk ke wajah Jeslyn
"Cukup Glase. BERAPA? KATAKAN!" Tanya Skyla. Merogoh tas hitam dan mengeluarkan dompet hitamnya. Dan mengambil beberapa lembar uang dan meletakkannya di atas meja
"APA INI CUKUP!? KALAU IYA SILAHKAN PERGI DAN JANGAN GANGGU HIDUPKU LAGI, PAHAM!?"
"Astaga Tuhan! Aku tak butuh uangmu, sayang!" Balas Jeslyn menggeser uang itu mendekati Skyla
"Tolong, jangan membuatku marah saat ini , ya senior" kini Skyla menirukan gaya bicara Jeslyn dengan senyum masam
Cih.
"KAU!" Saat ini, Jeslyn yang mengepal kedua tangannya. Geram. Tanpa pikir panjang, tangan kanannya hendak meraih rambut hitam Skyla berniat menjambaknya. Tapi berhasil di halangi oleh tangan seorang pria. Tangan yang begitu besar.
"Jes, hentikan. Ada apa ini?" Tanya pria itu kepada Jeslyn kemudian melepas genggaman tangan mereka
"Dia tidak meminta maaf padaku, Nic!" Jawab gadis itu merengek. Raut mukanya berubah drastis
"Lupakan saja, Jeslyn"
"Dan dia menggodamu dan memintamu untuk menjadi pasangan di pesta Mask Dance!" Ucapan gadis itu sontak membuat Skyla kaget.
"What!? Seumur hidup aku tidak mau mendekatinya! Kau ambil saja!" Semprot Skyla kesal
"Hai jangan seperti itu, gadis cantik. Bukan dia yang mengajakku, Jeslyn. Malah sebaliknya" jawab Nicholas seraya hendak meraih tangan kiri Skyla. Dengan cepat dia menghindar dan memberi tatapan benci kepada pria itu.
"Kau memilih dia dan bukan aku?" Suara Jeslyn berubah seperti anak bayi. Dia juga salah satu gadis cantik yang diincar oleh pria di sekolah. Jadi tidak heran, dengan ketenarannya, dia tak percaya Nicholas memilih Skyla.
"Sudahlah Jeslyn. Ayo pergi. Ayo guys!" Lerai Nicholas merangkul bahu Jeslyn yang masih terlihat kesal menjauh dari pandangan Skyla dan keluar dari kantin bersama kedua temannya.
"YA TERSERAH PADAMU!"
Dengan kesal, Skyla mengambil kotak bekal berwarna biru itu dan memasukkannya ke dalam tas hitamnya. Lalu duduk memijat pelipisnya dan meminum Teh Lemon dingin itu. Kejadian yang tak terduga. Untung saja dia bisa mengatasinya. Meraih beberapa uang yang berada di depannya dan menaruhnya di dalam dompet hitamnya.
Glassy juga ikut duduk di depannya. Terdiam. Suasana kantin kembali seperti semula. Ribut. Bagai pasar. Dengan antusias, Glassy menyodorkan minyak angin aroma kepada Skyla. Gadis itu menerimanya dan mengoleskannya di pelipisnya. Tenang. Skyla menghirup minyak angin yang beraroma Lavender itu, dan berhasil membuat keadaannya membaik.
Bel tanda masuk berbunyi dengan nyaring. Membuat seluruh siswa yang berada di kantin kembali ke kelas mereka selanjutnya. Begitu juga Skyla dan Glassy. Mereka keluar dari kantin dan bergegas menuju kelas Kesenian. Sebelum itu Skyla meminta maaf kepada pihak pemilik kantin dan mereka menerima permintaan maaf Skyla.
Kejadian kemarin tak bisa dilupakan oleh Skyla. Bagaimana tidak? Semalaman dia tak bisa tidur dengan nyenyak dan memikirkan perkataan Nicholas. Selama masa hidupnya banyak yang menyukainya. Selain berparas cantik, gadis ini tentu punya banyak bakat. Sekedar menyukai dan mengungkapkan perasaan. Tak pernah mengajak dia pergi ke suatu tempat atau ke pesta. Never! Jadi tidak heran, gadis itu kebingungan. Bahkan dia tak pernah merasakan bagaimana rasa, suasana, dan kemeriahan sebuah pesta. Memang payah!
Yang di lakukannya hanya berdiam diri dirumah jika Glassy tidak mengajaknya keluar. Gadis itu hanya punya satu sahabat. Bahkan dari mereka masih dalam kandungan. Orang tua mereka berteman baik. Dan perusahaan kakeknya bekerja sama dengan perusahaan ayah Glassy. Sangat erat.
Kembali ke kenyataan. Seperti biasa, dia menjalankan rutinitas paginya. Sepulang sekolah gadis itu pergi kursus memasak. Yang baru saja ditambahkan di jadwal mingguannya. Bahkan dia diam-diam mengambil kursus itu. Hanya Bu Rose yang mengetahuinya. Wanita itu mengambil resiko yang cukup besar agar Skyla bahagia dengan kemauannya sendiri.
Di hari Minggu, Skyla terkadang mengunjungi klub musik atau sekedar jalan-jalan dan memburu kuliner dengan Glassy. Begitulah rutinitas yang dijalankannya. Sampai memasuki bulan Juni. Ya! Acara Mask Dance akan dimulai dalam rentan waktu 3 hari! Dan dia masih tak berniat ikut berpesta
"Ayolah Sky" rengek Glassy yang sedari tadi membujuk Skyla agar ikut berpesta seraya mengunyah keripik kentang kesukaannya
Skyla hanya diam. Tapi mulutnya tak berhenti mengunyah.
"Skyla Alfa Madisonnnn. Bagaimana bisa aku pergi tanpamuuu"
"Kalau begitu, aku juga tidak akan pergi!"
Glassy merasa lelah telah membujuk Skyla. Dengan kesal dia mengunyah dengan cepat. Menghabiskan sebungkus keripik kentang dan membuka bungkus yang kedua. Dan kembali mengunyah
Angin panas menyapu lembut pipi merahnya. Musim panas adalah musim yang terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Ya panas sekali. Sampai-sampai Skyla rela memakai celana jeans selutut dan kaus ke sekolah. Rambut pirang lembutnya diikat ekor kuda.
Sengaja mereka menghabiskan waktu di taman belakang sekolah. Banyak pepohonan yang rindang. Sehingga cocok dijadikan tempat saat musim panas tiba.
Skyla meraih minuman Boba dingin lalu meminumnya. Terasa segar.
"Glase, kau bisa pergi tanpa ku. Percayalah" ucap Skyla meyakinkan Glassy
"Bisa katamu?! Kau tidak berpikir? Si nenek lampir itu terus membuat masalah kepada kita belakangan ini dan kau mau aku menghadapinya sendirian!?" Jawab Glassy kesal dan membuat Skyla diam memikirkan perkataan Glassy
Glassy benar. Selama beberapa hari. Jeslyn dan Alice kerap mencari masalah kepada mereka. Tapi Skyla berhasil membalasnya. Masih dengan masalah Jeslyn cemburu kepada Skyla. Padahal Nicholas yang mengajaknya ke pesta. Dia berpikir. Bagaimana bisa dia menginggalkan Glassy melawan Jeslyn dan Alice sendirian? Dia tak habis pikir betapa bodohnya dia. Yang dia lakukan hanyalah menikmati pesta dan itu tidak ada salahnya. Yaa masalah terbesarnya, dia harus memakai dress dan topeng di pesta itu.
__ADS_1
Skyla menghembuskan nafas berat.
"Iya-iya baiklah. Aku akan ikut" kata Skyla dan Glassy gembira tak percaya. Dia melompat-lompat di depan Skyla. Lalu memeluknya.
"Akhirnya... Ayo pulang sekolah nanti kita ke pusat perbelanjaan"
"Mau apa?"
"Belanja dress, Skyla" jawab Glassy cekikikan
Skyla hanya bisa membelalakkan mata tak percaya. Apakah keputusan itu adalah keputusan yang tepat atau tidak. Dia juga tidak bisa menduganya lebih dalam. Dan tidak bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah perdebatan antara Skyla dan Glassy, keduanya memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan saat ini. Lebih cepat lebih baik. Pikir Skyla.
...~~~...
Skyka dan Glassy memarkirkan kendaraan mereka di basement lantai dasar mall. Dan keduanya masuk bersamaan dari belakang mall. Suhu dingin AC mall membuat kulit mereka terasa sejuk. Banyak sekali pengunjung yang berada di mall itu. Entah ingin membeli baju musim panas keluaran terbaru, makan ice cream di kafe, menonton film bioskop atau hanya berjalan-jalan menyejukkan badan. Skyla tak ingat kapan terakhir kali dia pergi ke sini. Gadis itu hanya sering berbelanja di butik atau toko yang berada di pusat kota. Kualitasnya sama saja, yang berbeda hanyalah jumlah pengunjungnya.
Glassy merangkul lengan Skyla, menuntunnya berjalan ke lantai 3. Banyak sekali toko pakaian di sana. Berbagai model dan jenis. Dari mulai gaun, baju potongan, maupun pakaian dalam. Semua lengkap. Kebetulan sekali. Dari salah satu toko tersebut, merupakan langganan Glassy. Toko yang menjual berbagai gaun, sepatu dan aksesoris yang lengkap. Skyla memandangnya dengan ngeri. Membayangkan dirinya memakai gaun, sepatu hak tinggi dan kalung atau anting. Skyla segera membuang pikiran buruknya tentang dirinya sendiri. Ayolah Sky, tidak seburuk yang kau kira. Gumamnya. Tampak menyedihkan.
Glassy memasuki toko itu. Toko yang elegan untuk selera wanita. Gaun panjang maupun gaun pendek disana terlihat mempesona. Gemerlap. Sangat indah. Warnanya. Maupun modelnya. Skyla tertegun sejenak tak lama setelah seorang wanita cantik memberikan senyuman indahnya kepada Glassy. Dan keduanya membalas dengan senyuman lebar.
"Ada yang bisa ku bantu, nona?" Tanyanya ramah. Fashionnya juga tak kalah mengagumkan. Wanita itu tampak sudah berumur tetali sepertinya dia menjaga wajahnya dengan baik sehingga tampak awet muda.
"Hmm, saya bersama teman saya, Skyla. Ingin melihat koleksi gaun pendek Bu Elsa" jawab Glassy sopan
"Baiklah. Mari ikut saya. Akan saya tunjukkan koleksi yang paling bagus dan cantik untuk kalian berdua" ucap wanita bernama Elsa. Kemudian dia berjalan ke sisi toko memperlihatkan beberapa gaun yang sangat cantik. Glassy dan Skyla menyusul dari belakang
Bu Elsa memperlihatkan beberapa gaun yang indah ketika dia membuka sebuah lemari besar di sudut tokonya.
"Sangat indah!" Kata Glassy kagum. Skyla mengangguk setuju.
"Bagaimana jika saya membantu nona-nona untuk memilihnya?" Tawar wanita itu.
Skyla dan Glassy mengangguk setuju. Secara, mereka berdua taum wanita ini mempunyai selera fashion yang bagus.
Wanita itu mengeluarkan lima gaun panjang dan menunjukkannya kepada dua pelanggannya. Glassy memilih gaun yang sangat indah berwarna young grey.
"Ohh! Pilihan yang sangat bagus nona Glase!" Puji wanita itu. Lalu menuntun Glassy mengenakan gaun barunya. Tak lama gadis itu keluar dengan gaun itu. Pas sekali dengan tubuhnya. Glassy berputar kesenangan. Senyum lebar memancar dari wajah cantiknya. Matanya berbinar kesenangan.
Glassy mendekati lemari gaun itu, lalu mengambil gaun pendek berwarna Dongker. Dan memberikannya kepada Skyla.
Gadis itu menerimanya dengan ragu. Dan segera memakainya di ruang ganti.
Skyla memandang cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Seketika dia terdiam. Kagum. Kaget. Sekaligus senang. Dia tak ingat, kapan terakhir kali dia memakai gaun sampai pada akhirnya gadis itu memilih untuk berpakaian seperti lelaki.
Skyla memakai high heel berwarna emas dengan takut. Dia takut akan kehilangan keseimbangan ketika memakainya. Dia berdiri dan keluar dari ruangan itu dengan ragu. Bu Elsa dan Glassy sudah menunggu di depan pintu. Dan bercak kagum diperlihatkan oleh wajah mereka. Cocok sekali dengan tubuh Skyla.
"Waw, Sky! Apakah itu kau?" Glassy menyerbu dengan godaannya.
"Diamlah Glase!"
"Apa ini tidak terlalu pendek?"
"Apa ini tidak terlalu norak?"
"Apa ini cocok untukku?"
"Apakah high heels ini tidak terlalu tinggi?"
Pertanyaan beruntun keluar dari bibir Skyla seraya melihat tubuhnya dan berputar.
"Sky, percaya diri saja. Kau sangat cantik sekarang! Benarkan, Bu Elsa?" Jawab Glassy memutar mengelilingi Skyla. Gadis itu sangat senang. Untuk pertama kalinya, dia melihat Skyla memakai gaun lagi.
"Dia benar, nona. Baiklah saya tinggal dulu. Jika ada keperluan, saya ada di depan" kata Bu Elsa kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Kau sudah cocok menjadi pengantin, Sky!" Ejek Glassy dan berhasil membuat pipi Skyla bersemu.
"Ayolah, Glassy!" Rengek Skyla kesal
Keduanya berjalan kearah cermin yang besar, Glassy mencondongkan tubuhnya dan menarik Skyla mendekatinya. Glassy memajukan tangan kanannya seraya memegang ponsel bermaksud ingin memotret diri mereka. Dengan gugup Skyla memandang ke arah ponsel. Tetapi Glassy memberikan isyarat kepada Skyla agar dia tersenyum tulus. Skyla mengangguk ragu lalu kemudian memancarkan senyuman cantiknya. Dengan segera Glassy memotret bayangan mereka di cermin.
Sekejap kenangan masa kecil mereka terlintas di pikiran Skyla. Sewaktu dia berumur 5 tahun. Ayah dan ibunya masih berada di sisinya pada saat itu. Masih memikirkan keluarganya. Dan Harry tampak akrab dengan Skyla. Selisih usia mereka hanya 8 tahun. Sangat jauh sehingga perdebatan sering terjadi diantara mereka. Dan itulah yang membuat rumah itu menjadi ramai.
~
~
~
TBC
Di part selanjutnya bakal ada scene kenapa Skyla benci sama Harry!
Jadi ikutin terus ceritanya🤗
Jan lupa tinggalin jejak ya bebz🌟
Ilupyu💙
__ADS_1