
Zhu xi tidak tahu kenapa dia merasakan rasa sangat bahaya dalam pemuda manusia itu
Itu seperti aura gelap yang menyelimuti seluruh tubuhnya
Membuat nya tidak merasa nyaman seperti batu besar yang menimpa dada nya
Membuat dirinya tidak bisa nafas . setiap tarikan nafas nya membawa rasa sakit yang sangat luar biasa.
Aku khawatir jika bukan kosentesis tubuh nya ,mungkin sekarang dia akan muntah darah atau jika kekuatan itu tidak di arahkan pada nya melainkan kepada orang lain mungkin mereka tidak sanggup menerima paksaan ini bahkan hanya semenit.
Zhu xi merasa pikiran nya mulai kabur, pandangan nya mulai gelap.
Zhu xi menyertakan gigi saat dia merasa beban di tubuh nya bertambah.
Zhu xi tahu dia tidak mungkin terus begini.
Mata hitam zhu xi berubah dalam sekejap kembali kewarna aslinya, yaitu mata ungu yang mempesona.
Saat zhu xi di rasa sanggup lagi menahan paksaan dari pemuda manusia itu, zhu xi mengumpulkan kekuatan nya di 'Datian' nya.
Dan dia siap melawan paksaan aura abnormal dari pemuda itu,
Cahaya merah keluar dari tangan zhu xi saat dia siap melawan, tiba-tiba dia merasakan tarikan lembut di lengannya seketika semua kekuatan nya buyar tidak itu hanya zhu xi merasa pikiran nya kembali jernih bahkan rasa sakit di dada nya menghilang seperti ilusi.
Zhu xi menundukkan kepalanya melihat dari mana asal tarikan lembut itu, saat zhu xi menundukkan kepalanya yang ia lihat adalah tangan putih dan lembut mencekram lengan nya dengan kuat.
Dapat di lihat berapa kuat cenkram itu membuat tangan putih lebih pucat.
Membuat tangan cantik lebih rapuh dan lebih Indah membuatnya sangat ingin memegang tangan Indah itu
Zhu xi menggelengkan kepalanya mengusir pikir mesum nya saat dia merasa ada yang aneh, seketika zhu xi melihat pemilik tangan Indah itu.
Saat itu juga zhu xi tertegun, mata ungu nya mulai bersinar merah darah, dengan tangan kondisi gemetar zhu xi menyentuh gadis di depan nya yang kini pucat seperti kertas kosong, bibir merah yang selalu lezat kini terlihat menyedihkan bahkan dapat dilihat betapa kejamnya pemilik bibir itu memperlakukan nya.
__ADS_1
"Yuer!?... Yuer apa yang terjadi " suara cemas zhu xi terus memanggil gadis di depan nya.
Huan yuexin tidak menjawab dia menggelengkan kepalanya mencoba mengatakan dia baik-baik saja tapi Huan yuexin tidak bisa mengeluarkan sedikitpun suara dari mulut nya, karena rasa sakit yang kuat terus menyerang nya hampir tidak ada kekuatan lagi yang tersisa dalam tubuhnya, saat itu juga Huan yuexin merasa pandangan nya gelap sebelum menutup matanya Huan yuexin tersenyum lembut menatap kecemasan dari pria mempesona di depan nya.
Itu membuat hati es Huan yuexin hangat
Saat Huan yuexin pingsan dia merasa seseorang memeluk tubuhnya, dia juga bisa mendengar seseorang terus memanggil namanya dengan cemas.
"Yuer! "
Huan yuexin tidak menjawab panggilan itu
dia hanya diam ,karena semua pemandangan di depan mulai gelap seperti menyelimuti seluruh dunia nya yang tidak lagi cahaya yang bisa dia lihat.
Zhu xi hampir gila ketika melihat bagaimana tubuh Tuan kecil jatuh seperti layangan rusak, dia terus memanggil gadis di pelukan nya yang hampir seperti boneka rapuh jika bukan karena nafas lemah yang terpancar dari tubuh nya dia mungkin bepikir ini hanya boneka cantik yang rapuh.
Zhu xi langsung melambaikan tangannya sebuah pesona tingkat tinggi menyelimuti tubuh mereka dan di saat itu juga kabut merah keluar dari tubuhnya .
Menelan tubuh mereka berdua.
Pemuda itu menatap tajam kedua bayangan di depan nya.
Mungkin di mata orang lain tidak ada perubahan di sekitar mereka tapi tidak untuk nya yang kini di lihat sebuah pesona yang di tutupi kabut merah orang lain mungkin tidak akan bisa melihat yang terjadi di pesona itu, tapi tidak untuk sekian kalinya, pemuda itu dapat melihat bagaimana sepasang pria yang memeluk gadis cantik di pelukan yang kini terbaring lemah, pemuda itu juga melihat bagaimana cemas pria yang memeluk gadis itu.
Pemuda itu mengerutkan kening ketika melihat pemandangan itu,
'Wosh.. '
Saat pemuda ingin melihat lebih jauh angin kencang menyapu tubuh, dia mengerutkan keningnya ketika kemunculan tiba-tiba angin kencang, dia menatap langit yang kini ditutupi awan gelap yang seperti akan badai besar.
"Bertapa kebetulan nya.. " bisik pemuda itu, dia sekali lagi menatap kedua pasangan di dalam pesona merah, lebih tepatnya pemuda itu menatap gadis cantik yang tampak rapuh yang terbaring di lengan pria tersebut.
Senyum tipis muncul di wajah pemuda itu membuat pemuda itu memancarkan aura yang sangat mempesona di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Bom! Bom! "
Suara petir membangun pemuda itu dan orang-orang di sekitar pintu masuk hutan gelap.
"Tampak nya akan badai? " salah satu pria paruh baya yang memimpin sekelompok pemuda pemudi perguruan tinggi sihir itu, berbicara dan di juga menatap langit yang cerah berubah total, menjadi awan gelap menyelimuti seluruh langit biru, petir-petir yang juga terus bederu kecang seakan menyampaikan kemarahan langit.
Melihat ini membuat pria paruh baya membuat keputusan "kita kembali! Setelah badai usai kita kembali lagi!? "
Teriakan tidak hanya murid-murid perguruan tinggi Sihir tapi juga orang-orang sekitar.
Membuat semua orang saling menatap dan pada akhirnya mereka membuat keputusan pergi dari sini.
Saat semua orang pergi, seluruh pinggiran hutan gelap kini sepi hanya ada angin yang terus menyapu dedaunan serta petir-petir yang terus bergemuruh.
Tidak ada yang menyadari bahwa masih ada orang di sana yang lebih tepatnya di dalam pesona.
Tapi, tidak peduli seberapa keras nya badai itu tidak dihiraukan kedua orang yang di dalam pesona tersebut karena efek isolasi luar dalam membuat orang yang berada di luar tidak bisa mendengar suara orang yang di dalam, sedangkan orang yang di dalam mengisolasi semua suara terus mengganggu mereka.
Di tempat lain yaitu kota Api
Seorang pria tampan berpakaian hitam yang baru keluar dari restoran saat di melihat keadaan sekitar yang abnormal. Pria itu mengerutkan kening
Yen hua yang baru keluar membelikan makanan untuk bayi nya saat melihat keanehan langit Yen hua tanpa sadar menatap arah hutan gelap, saat itu juga dia merasakan rasa sakit di dadanya
Yen hua tanpa sadar menekan dadanya saat rasa sakit yang akrab yang melanda dadanya. membuat wajah dingin Yen hua retakan kecemasan mulai muncul di wajah tampan nya.
Tidak pikir panjang lagi Yen hua langsung berteleport menuju tempat bayi nya berada.
' Tunggu aku!.. '
Dengan cemas Yen hua berteleport ke tempat bayi nya.
Author : maaf untuk sekali lagi bagi pembaca Setia ,author baru saja melaksanakan ujian dan baru sempat hari ini untuk minggu bsk author tidak pasti akan update atau tidak karena kebetulan minggu besok author harus melaksanakan ujian kedua
__ADS_1
doain aja smoga author punya waktu luang untuk terus update.
terima kasih dan mohon maaf karena tidak update