Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 74


__ADS_3

" Ayo pergi " ucap Zhu xi sambil menarik tangan Huan Yuexin .


Huan Yuexin mengangguk , dan mengikuti langkah Zhu xi masuk ke arah hutan gelap.


saat mereka berdua masuk ke dalam Hutan gelap kabut putih yang menyelimuti seluruh area hutan gelap tiba-tiba menyebar.


Diikuti oleh para prajurit , penyihir serta murid-murid perguruan tinggi sihir yang lainnya.


Hutan gelap


"ke mana kita pergi ? " tanya Huan Yuexin kepada Zhu xi.


"kita ikuti saja mereka" jawab Zhu xi sambil mengangkat dagunya menunjuk kepada murid perguruan tinggi sihir Yunzong .


Huan Yuexin mengangkat kepalanya melihat arah yang di tunjuk Zhu xi , dia melihat sekelompok orang yang kira-kira berusia 15 sampai 20 tahun.


" Baiklah..." Huan Yuexin mengangguk setuju.


Bukan hanya Huan Yuexin dan Zhu xi yang membuat keputusan mengikuti langkah perguruan tinggi sihir Yunzong tapi para prajurit serta penyihir yang lain yang ikut memasuki hutan gelap juga membuat keputusan yang sama.


seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian berwarna ungu tua tiba-tiba datang ke arah tempat dimana murid-murid perguruan tinggi sihir Yunzong berdiri.

__ADS_1


Pria paruh baya mengangguk kearah pria yang satu-satunya berpakaian putih diantara murid perguruan tinggi sihir Yunzong yang lainnya.


" Murid Yu Wi , hutan gelap sangat berbahaya bagaimana kalau kita bergabung bersama? " ucap pria paruh baya yang mana tidak lain adalah guru dari perguruan tinggi Shandong itu sendiri.


" Hahaha... Tuan Wang ? apakah kamu terlalu tua untuk memimpin murid mu sendiri? kenapa kamu harus meminta saudara Yu untuk melindungi murid mu? " Tawa Jin Yao sambil mengejek pria paruh baya atau di sebut juga Tuan Wang.


Yu Wi menatap dingin kearah Jin Yao ,hal itu membuat jin Yao berhenti tertawa dan langsung memalingkan kepalanya tidak senang.


" Maaf jin Yao kurang terlatih ..." Ucap Yu Wi sambil membungkuk minta maaf tapi walaupun Yu Wi meminta maaf kepada pria paruh baya dia tidak kehilangan keagungan yang membuat orang yang melihat nya tidak membuat merasa tidak enak .


" Tidak apa-apa... bagaimana menurut murid Yu apa setuju bergabung bersama ? " ucap pria paruh baya yang tidak merasa tersinggung sama sekali dan justru menanyakan kembali saran nya tadi .


" Baiklah.." Yu Wi mengangguk setuju, dia memalingkan kepalanya melihat murid lainnya selain Jin Yao yang lain setuju bergabung bersama.


Huan Yuexin yang sedang berdiskusi tentang apa yang harus mereka lakukan setelah sampai di makam leluhur dengan Zhu xi tiba-tiba merasa ada seseorang yang memperhatikan nya .


Huan Yuexin mengangkat kepalanya dan melihat pria berpakaian putih sedang menatap nya, Huan Yuexin tersenyum dan mengangguk kearah pria berpakaian putih lalu mengalihkan perhatian kembali ke arah Zhu xi seolah-olah tidak ada yang terjadi.


Yu Wi yang melihat Huan Yuexin tersenyum dan mengangguk ke arah nya merasa tiba-tiba ada bunga bermekaran di hati nya, baru saja ia ingin membalas senyum gadis cantik itu.


Huan Yuexin telah berpaling Dan kembali menatap ke arah pria berpakaian merah, tiba-tiba hati yang bermekaran kembali layu.

__ADS_1


Yu Wi menatap tidak senang kearah pria berpakaian merah dan dia memutuskan dalam hatinya kalau ia memiliki hubungan baik dengan Huan Yuexin orang yang pertama yang usir pasti pria berpakaian merah tersebut.


"Bersin!" Zhu xi tiba-tiba bersin ,dia menggosok hidungnya.


" Ada apa ? " tanya Huan Yuexin.


" Tidak ada..aku pikir pasti ada orang yang merindukan ku. kalau tidak kenapa aku tiba-tiba bersin padahal aku tidak pilek...." ucap Zhu xi dengan nada bercanda.


"hehe...aku pikir ada yang membenci mu..." ledek Huan Yuexin.


"Haha Yuer kecil mana ada yang membenci pria setampan aku~~" ucap Zhu xi Masih dengan nada bercanda yang mana dia tidak tahu kalau perkataan Yuer kecil nya adalah benar.


Huan Yuexin menggeleng-gelengkan kepalanya seperti melihat orang tidak waras.


Zhu xi yang melihat pandangan menghina Yuer kecilnya hanya memegang dadanya berpura-pura kesakitan.


Huan Yuexin tertawa saat melihat tingkah konyol Zhu xi dan Zhu xi juga tersenyum melihat tawa Huan Yuexin.


Di sisi lain di mana Yu Wi berdiri, melihat tawa Huan Yuexin dengan pria berpakaian merah tiba-tiba merasa tidak senang walaupun dia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena jarak mereka cukup jauh. tapi dari apa yang ia lihat ,ia bisa menebak kalau tawa itu di sebabkan pria berpakaian merah .


Yu Wi sedikit iri dengan pria berpakaian merah itu bisa berdiri bersama Huan Yuexin ,sedang dia sendiri tidak memiliki alasan untuk berdiri bersama nya.

__ADS_1


'Kapan aku bisa berdiri serta tertawa bersama nya ....." ucap Yu Wi dalam hatinya sambil menatap ke arah Huan Yuexin .


Yu Wi tidak tahu kalau hari itu akan tiba tidak lama lagi ,bahkan Huan Yuexin akan lebih sering tertawa bersama nya daripada Zhu xi.


__ADS_2