Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 82


__ADS_3

Kelompok perguruan tinggi sihir telah sampai ke tempat tujuan mereka.


kini mereka berada di depan gerbang makam leluhur,di depan mereka ada sebuah istana hitam besar dan sebuah gerbang tinggi yang menghalangi istana hitam tersebut.


Gerbang itu berwarna hitam dengan ukiran ular perak berkepala dua besar yang menghiasi gerbang hitam tersebut.


Kepala ular perak itu yang menjadikan Nya sebagai gagang pintu gerbang tersebut,mata ular itu merah darah seakan hidup menatap murid-murid perguruan tinggi sihir yang membuat mereka bergedik melihat nya.


satu persatu dari mereka maju untuk melihat lebih jelas kepala ular perak itu apa benar hidup, saat salah satu murid perguruan tinggi Shandong melihat lebih jelas dia melihat kalau mata ular itu menatap nya.


"Aaaa!!" teriak murid itu tersebut saat melihat kalau kepala ular itu hidup,Yang lain yang mendengar teriakkan tersebut menatap murid Shandong dan menatap kepala ular itu dan melihat ular perak itu menjulurkan lidahnya seakan benar-benar hidup.


Dengan cepat para murid perguruan tinggi sihir mengambil langkah mundur, bahkan murid yang berteriak keras itupun berlari mundur sambil mengeluarkan tongkat sihir nya.


'Krack... Krack...Krack...'


Kepala ular itu bergoyang ke kanan dan kiri


'Desis!!'

__ADS_1


tanpa nunggu para murid mengerti apa yang sedang terjadi cahaya merah darah dan ikuti bau busuk menyebar dalam Hutan Gelap.


"Huek...Huek !!"


murid-murid yang tidak tahan mulai muntah saat mencium bau busuk tersebut, beberapa murid pucat saat melihat pemandangan hak tersebut.


"Hehehe... Manusia bodoh! Sudah lama sekali aku tidak makan daging manusia hehehe.." Suara tua dan serak yang mengerikan muncul berasal dari mulut ular perak tersebut.Di ikuti muncul ular perak besar yang hampir menyamai tinggi gerbang hitam tersebut.


'Merinding !'


murid-murid yang mendengar hal tersebut menatap ngeri pada ular yang tiba-tiba muncul.


'Retak!'


Murid serta tentara bayaran yang baru saja tiba di lokasi kejadian yang memiliki kekuatan lebih lemah daripada yang lain , langsung hancur menjadi genangan darah tanpa sedikitpun tubuh mereka tersisa.


Dan murid serta tentara bayaran memiliki basis kekuatan lebih tinggi yang melihat pemandangan hal tersebut langsung pucat.


Sedang Yuwi dan Murid inti yang melihat pemandangan itu hanya memiliki wajah biasa, mereka tidak memiliki rasa takut sedikitpun di wajah mereka.

__ADS_1


Terutama Yuwi dia bahkan tidak berkedip saat melihat ular perak itu menghancurkan' ratusan orang di depan matanya karena Yuwi sama sekali tidak peduli dengan kehidupan manusia karena dia bukan lah manusia.


Di dunia manusia itu sendiri memiliki aturan hukum rimba yang mana yang kuat tetap bertahan sedang yang lemah harus mati, Yuwi bisa di katakan sangat kejam tapi dia sendiri sadar kalau itu semua salah mereka sendiri karena sebelum melakukan perjalanan ke Hutan Gelap semua orang telah di peringati hanya penyihir dan prajurit level 4 yang bisa memasuki Hutan Gelap.


Dan rata-rata yang mati adalah memiliki level di bawah empat, mereka yang masuk ke sini hanya peduli dengan harta di dalam makam leluhur tersebut dan sama sekali tidak peduli dengan kehidupan mereka sendiri.


Di sisi lain hutan gelap..


Huan Yuexin dan Zhu xi yang dalam perjalanan menuju ke tempat para murid dan tentara bayaran berada di mengetahui tentang Krisi yang mengancam di sana.


Huan Yuexin yang berjalan kesana sambil membaca buku panduan Dunia haisue yang menjelaskan ciri-ciri khusus mahkluk yang berada di dunia haisue dan bahkan menjelaskan kalau Dunia haisue terbagi menjadi empat bagian.


Saat bagian menjelaskan tentang Dunia haisue terbagi menjadi empat bagian Huan Yuexin sangat tertarik dengan Alam Lupa yang seperti di sebut kan di dalam buku panduan tersebut.


" Rubar tua apa pernah ke Alam Lupa?" tanya Huan Yuexin.


Zhu xi menggeleng kepala nya dan berkata : " aku hanya mendengar dalam buku dan belum pernah ke sana,aku sendiri tidak tahu apa Alam Lupa benar-benar ada?" jawab sambil mengangkat bahunya.


Huan Yuexin mengangguk-angguk mengerti sambil melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2