Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 62 Kemarahan Yen Hua


__ADS_3

Di sisi lain Yen Hua membawa huan yuexin ke istana nya saat memasuki istana beberapa pelayan menyambut dengan


"Tuan! "


Yen Hua melewati pelayan nya tanpa membalas salam yang diberikan pelayan pada dirinya.


Sedang pelayan yang di acuh kan kembali bekerja dengan perkerjaan mereka tampak nya hal itu sudah biasa.


Yen Hua memasuki kamar mewah, kamar ini di warnai dengan warna biru muda yang dihiasi berbagai bunga di sekeliling kamar.


Kamar ini jelas sangat tidak cocok dengan istana, karena saat Yen hua memasuki istana hanya ada nuansa hitam dan merah jelas sekali istana ini sangatlah mengerikan tapi kamar yang di masuki Yen Hua jusrtu tidak bisa di kaitkan sama sekali dengan istana mengerikan ini.


Seakan kamar itu dibuat khusus untuk seseorang


Iyh itu memang sengaja di buat khusus untuk bayi nya, Walaupun Yen hua tidak tahu kapan bayi nya bisa tidur di kamar ini, tapi yen hua masih berharap suatu hari nanti bayi nya bisa tidur di kamar yang ia buat.


Dan sekarang keinginan nya terkabul tapi, yen hua sama sekali tidak bahagia karena bayi nya datang dalam keadaan seperti ini.


Yen hua membaringkan tubuh bayi nya di ranjang empuk dan lembut.


Setelah membaringkan tubuh bayi nya, Yen Hua mengangkat tangan nya dan meletakkan tangannya di dada bayi nya, cahaya putih bersinar di tangan Yen Hua.


Dan Cahaya putih itu mulai membesar sampai menyelimuti tubuh Huan Yuexin ,Yen Hua memejamkan matanya


Saat Cahaya putih memasuki tubuh Huan Yuexin


tiba-tiba cahaya emas muncul dari tubuh Hua yuexin menyerang cahaya putih yang mencoba memasuki tubuhnya.


Karena serangan itu begitu tiba-tiba Yen hua yang belum siap terluka.


"Batuk..... Batuk... Batuk.. "


Yen Hua mengusap noda darah di bibirnya ,yen hua membuka matanya


Mata hitam Yen Hua berubah menjadi emas, Yen Hua mengerutkan keningnya saat melihat cahaya emas aneh tiba-tiba muncul di tubuh bayi nya.

__ADS_1


Dia tidak tahu dari mana asal cahaya emas itu dan bagaimana mungkin Cahaya emas itu muncul di tubuh bayi nya.


Apa lagi cahaya emas itu mengandung kekuatan yang hampir sebanding dengan setengah kekuatan nya dan ini jelas bukan milik bayi nya.


Yen Hua memejamkan kembali matanya dan dia juga mulai menggunakan 80% kekuatan nya untuk melihat apa cahaya emas itu?


"Sialan! ******** mana yang berani mengganggu bayi nya!! "


Yen Hua membuka matanya dengan ganas, mata emas memancarkan cahaya pembunuh saat melihat ada kekuatan dewa asing di tubuh bayi nya.


Kekuatan dewa ini jelas bukan hal baik karena kekuatan dewa ini bermaksud menyiksa secara perlahan sampai bayi nya mati.


Yen hua benar-benar sangat marah karena seseorang benar-benar berani menyentuh bayi nya, tidak peduli siapa itu dia akan membunuh nya.


Sekarang yang bisa di lakukan Yen Hua adalah mengunci nya untuk sementara, Yen Hua tidak bisa langsung mengeluarkan nya karena tubuh bayi nya jelas tidak cocok untuk menanggung kekuatan dewa setidaknya sampai bayi nya berada di level surgawi.


"Tampak rencana nya.. Harus di percepat " ucap yen hua pada dirinya sendiri


Yen Hua tersenyum lembut dan sekali-kali dia mengelus rambut bayi nya. Saat melihat kondisi bayi nya kembali stabil.


Dia pastikan kalau orang itu hidup tidak selayaknya kematian.


Yen hua menunduk kepalanya dan mencium lembut kening bayi nya, ia juga mengusap lembut pipi imut bayi nya.


Yen hua sedikit menundukkan matanya dan menatap bibir merah muda yang terlihat sangat lezat.


'Menelan'


Tenggorokan yen hua naik turun saat melihat bibir lezat Huan Yuexin


'Cium sedikit boleh kali? '


Yen Hua bebicara dalam hati


Tidak tahan dengan godaan bibir bayi nya, Yen Hua perlahan-lahan mendekati bibir merah muda yang seperti stoberi sampai ia menyentuh nya.

__ADS_1


'Sangat lembut.. Seperti jeli '


Tidak tahan yen hua mengeluarkan lidah nya menjilat bibir yang sangat manis dan lembut saking enak nya Yen Hua bahkan beberapa kali mengigit bibir lembut Huan Yuexin.


Merasa tidak cukup Yen hua berusaha membuka mulut bayi nya untuk merasakan lidah merah muda nya juga belum sempat Yen hua memasuki mulut Huan yuexin tiba-tiba tubuhnya di Serang.


Tidak siap melawan yen hua sudah melayang


'Brak! Bom! '


Yen hua mendarat di meja yang sekiranya tiga meter dari ranjang, saking kuatnya serangan itu Yen Hua menghacurkan meja hingga menjadi bubuk


"Batuk..batuk.. Ah! Siapa yang berani menyerang ku..... Batuk"


Yen hua melihat dengan ganas pada orang yang berani menendang nya, tapi saat melihat siapa yang menyerang nya Yen hua langsung layu


"Hehehe... Bayi kecil? Kau sudah bangun? "


Yen hua menggaruk kepalanya dengan canggung


Huan Yuexin bahkan tidak mendengar kan nya, dia berjalan kearah Yen hua dengan cahaya pembunuh sesampainya di depan nya, huan yuexin kembali menendang yen hua sampai keluar pintu


"Aaaaa.... Bayi.... Dengar penjelasan ku... "


'Brak!! '


Tidak ada balasan hanya ada bantingan pintu yang cukup keras hingga menarik beberapa pelayan dan penjaga gelap.


"Aduh... Bayi kecil? Tolong bukakan pintunya? Sayang aku tidak bermaksud seperti itu? Bayi ini hanya kesalahpahaman, bayi? "


Yen hua berteriak memohon pada Huan yuexin setelah di tendang keluar dari kamar


Melihat tidak Ada balasan ,yen hua bisa menyerah .


Para pelayan dan penjaga gelap yang melihat pemandangan menyedihkan Tuan mereka yang di tendang oleh calon istri Tuan hanya bisa memalingkan muka.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya mereka melihat Tuan mereka di perlakukan seperti itu tapi melihat Tuan mereka tampak sangat menyedihkan mereka hanya bisa berdoa agar calon nyonya mereka memaafkan Tuan mereka.


__ADS_2