Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 87


__ADS_3

"Menurut mu apa yang sedang mereka bicarakan? " Tanya Fu ziyu kepada Xian he.


Xian he hanya mengangkat kedua bahunya dan memandang ke arah Yuwi dan yang lain berada dan berkata :


" Entahlah..."


" Apa Kamu tidak penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan ? " Tanya Fu ziyu lagi seakan-akan ingin membangkitkan rasa penasaran Xian he.


"Tidak" jawab nada acuh tak acuh Xian he Yang sama sekali tidak peduli dengan godaan yang di lontarkan Fu ziyu kepada nya.


Fu ziyu hanya bisa melepaskan Xian he dan berbalik menatap ke arah adik seperguruannya yang memiliki wajah yang amat suram , dari pengalaman hidupnya bertahun-tahun bersama Jin Yao.


Fu ziyu bisa tahu kalau adik seperguruannya sedang cemburu lagi kenapa dia bisa bepikir begitu itu semua karena setiap kali ada perempuan yang mencoba dekat dengan senior Yu. Jin Yao selalu bersikap seakan akan ingin membunuh perempuan yang dekat dengan senior Yu.


Dia tidak tahu dari mana rasa posesif Jin Yao berasal tapi yang jelas setiap perempuan yang dekat senior Yu pasti tidak ada yang berakhir baik entah karena di keluarkan dari perguruan atau kehilangan kemampuan untuk menjadi penyihir.


'Menghela nafas '


Fu ziyu menepuk bahu Jin Yao dan berkata :


" Yao Yao ayo kita pergi ke senior Yu untuk merencanakan apa yang akan kita lakukan setelah masuk ke dalam makam leluhur, "

__ADS_1


Jin Yao hanya menatap Fu ziyu lalu melihat kearah Yuwi dan yang lain berada: " baiklah "


Melihat persetujuan Jin Yao , Fu ziyu berdiri dan berbalik menatap ke arah Xian he Yang sedang duduk sambil membaca buku dan bertanya :


" Apa kamu ingin ikut ? "


" Tidak " Jawab Xian he bahkan tanpa mengakat kepalanya untuk melihat Fu ziyu.


Melihat Xian he yang sedang fokus membaca Fu ziyu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berbalik menatap Jin Yao yang masih menatap obsesi kearah Yuwi .


" Kalau begitu kita pergi Yao Yao " ucap Fu ziyu yang mencoba membangun kan obsesi jin Yao.


Jin Yao tertegun lalu menjawab 'oh ' dan mengikuti di belakang Fu ziyu yang sedang berjalan kearah Yuwi.


Zhu xi : " Jadi...Yuer.."


Huan Yuexin : "...oh .... baiklah..."


Yuwi : " aku juga....."


Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Fu ziyu dan Jin Yao merasa percakapan mereka bertiga berkaitan tentang makam leluhur.

__ADS_1


" Saudara Yu !? " panggil jin Yao yang telah mendekati Yuwi dan yang lain.


Yuwi yang mendengar kan namanya di panggil hanya bisa mengangkat kepalanya dan melihat adik dan saudara seperguruan sedang berjalan kearah nya.


" Kalian berdua ?.....apa yang sedang kalian lakukan disini ?.. " Ucap Yuwi dengan nada yang terdengar dingin jelas sekali berbeda dengan suara lembut yang baru saja mereka berdua dengar tadi.


Jin Yao yang merasa teraniaya hanya bisa menatap Yuwi dengan mata berkaca-kaca seakan-akan air mata nya hendak turun tapi di sisi lain Jin Yao di penuhi kebencian kenapa saudara Yu begitu baik kepada ******* itu, Jin Yao benar-benar ingin mencabik-cabik wajah Huan Yuexin yang berani menggoda saudara Yu tapi, di permukaan Jin Yao hanya bisa berpura-pura lemah


Dengan suara lemah dan lembut Jin berkata :


" Saudara Yu ~ kamu sudah lama sekali disini aku rasa kita perlu berdiskusi tentang makam leluhur..."


" Itu benar Senior Yu " Fu ziyu mengangguk setuju dengan perkataan Jin Yao tidak menyadari keanehan adik seperguruannya.


Yuwi mengerutkan keningnya saat melihat kedua adik seperguruannya yang menganggu pembicaraan nya dengan gadis kesayangan.


Tapi setelah pikir-pikir Yuwi masih memutuskan untuk kembali bersama Jin Yao dan Fu ziyu lagipula mereka berdua masih tanggung jawab nya.


" Kalau begitu sampai jumpa nanti " ucap Yuwi kepada Huan Yuexin dengan nada yang teramat lembut berbanding terbalik dengan suara yang menjawab pertanyaan Jin Yao.


"Baiklah, sampai jumpa lagi " balas Huan Yuexin yang tidak menyadari keanehan Yuwi dan orang-orang di sekitar nya.

__ADS_1


Setelah mendapat balasan yang dia ingin kan , Yuwi langsung berjalan melewati Jin Yao dan Fu ziyu lalu berjalan meninggalkan mereka berdua di belakang nya.


Melihat kepergian saudara Yu, Fu ziyu mengangguk kearah Huan Yuexin dan Zhu xi lalu menarik Jin Yao yang masih menatap dengki terhadap Huan Yuexin.


__ADS_2