Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 53 Ingatan kehidupan sebelumnya ( part 1)


__ADS_3

"Di mana ini? "


Huan yuexin melihat sekeliling ketika sadar bahwa dia berada di tempat yang tidak ketahui.


Hanya ada kegelapan di sini tidak cahaya sedikit pun, Huan yuexin tidak tahu sudah berapa lama dia disini.


Entah itu 1 tahun atau 10 tahun yang ia tahu dia sudah berada di tempat ini tapi yang ia tahu pasti sudah sangat lama sekali.


Huan Yuexin berjongkok di tanah dia membenamkan wajahnya di kedua lututnya, rasa frustasi terus bermunculan di hatinya.


Huan Yuexin benar-benar tidak tahu harus berbuat apa tanpa sadar air mata mulai menetes


'Tes.. Tes.. Tes.. '


Tidak ada cahaya, dan tidak ada suara sedikitpun disini jika orang lain mungkin akan gila bila tinggal di sini.


Bisa dibayangkan betapa gilanya Huan yuexin berada di kegelapan tanpa cahaya dan suara sedikitpun, kau bahkan tidak bisa melihat jari-jari tangan mu.


Hanya ada Suara jatuh air mata yang mengisi kekosongan.


Sampai sinar cahaya kecil muncul di dalam kegelapan walaupun hanya kecil itu cukup mengisi kegelapan bertahun-tahun.


Huan yuexin mengangkat kepalanya menatap ke arah cahaya, dia hanya melihat cahaya mulai membesar.


Sampai menelan semua kegelapan yang selalu menemani nya bertahun-tahun.


Karena sudah sangat lama

__ADS_1


tidak melihat cahaya Huan yuexin merasa matanya sakit, dia mengedipkan matanya beberapa kali mencoba membiasakan cahaya yang menusuk matanya.


Setelah beberapa saat membiasakan matanya Huan yuexin membuka matanya.


Dia melihat bahwa dirinya tidak lagi berada di kegelapan melainkan sebuah pegunungan yang di penuhi pepohonan yang rimbun.


Huan yuexin mengangkat kepalanya menghadap ke langit melihat matahari bersinar cerah, dia bahkan bisa  merasakan rasa hangat di tubuh nya yang berasal dari sinar matahari, seakan meleleh dingin hatinya yang membeku.


Huan Yuexin mencoba berdiri tapi entah karena terlalu lama berjongkok atau karena tubuhnya  melemah, Saat dia mencoba berdiri dia terjatuh beberapa kali bahkan saat mencoba berjalan dia terus terjatuh hingga melukai kedua lututnya.


Huan Yuexin mencoba menyeimbangkan tubuhnya dengan bertopangan dengan pohon.


"Dimana ini? "


Suara lemah Huan Yuexin bertanya pada dirinya sendiri, saat dia tahu kalau dirinya berada di tempat tidak di kenal lagi.


Huan yuexin terus berjalan sampai dia melihat seorang pria tampan yang mengenakan pakaian hitam dengan pedang besar di pinggang nya.


Pria tampan itu berjalan menghampiri Huan yuexin, dengan suara manegtik pria tampan bertanya pada Huan Yuexin.


" kemana saja kamu? Sangat berbahaya berjalan sendirian di hutan kau tahu? Hmm? "


Qi shao yang melihat gadis tidak menjawab hanya mengangkat alisnya, tapi di kembali tersenyum lembut.


" lupakan, ayo pulang!? "


Pria itu tidak menunggu jawaban  Huan Yuexin dia langsung menggendong Huan Yuexin dengan gaya Putri

__ADS_1


Huan yuexin dengan refleks memeluk leher pria itu, untuk pertama kalinya dia sedekat ini dengan pria selain Yu Qing ( suami Yan shu/ Huan yuexin) 


Dia bisa mencium aroma dupa yang tidak biasa, Huan Yuexin menatap tenang pria di depan nya,


Qin Shao menaiki kuda nya sambil memeluk gadis di lengan nya lembut, sadar kalau gadis di pelukan menatap nya.


Qin Shao bertanya dengan lembut sambil mengelus kepala gadis di lengan nya " Ada apa? Apa lapar? "



Huan Yuexin menggelengkan kepala nya dengan diam.


Melihat gadis di depan tidak berbicara, pria tidak memperdulikan dan memacu kudanya berjalan meninggalkan Hutan.


Mereka berdua terus berjalan tanpa ada yang berbicara sedikitpun.


Sampai di sebuah Kuil pria itu memberhentikan kudanya,


" Ayo! Berikan Tanganmu!? "


Qin Shao mengangkat tangan nya menuggu Huan Yuexin mengulurkan tangannya, Huan Yuexin menatap acuh tak acuh pada pria di depan nya tanpa peduli dengan tangan terulur Huan Yuexin melompat turun dengan anggun dan berbalik berjalan pergi meninggalkan Pria yang menatap terkejut ke arah nya.


Qin shao sangat terpana saat melihat gadis cantik di depan mengacuhkan nya, untuk pertama kali dia perlakukan seperti ini.


Qin shao menatap punggung mungil di depan nya, mata bersinar dengan berbahaya seperti serigala lapar yang menatap kelinci gemuk.


Begitu menggiurkan sehingga dia ingin langsung menerkam nya.

__ADS_1


__ADS_2