Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian

Rebirth : Dewi kehidupan bersama Dewa kematian
Bab 56 ingatan kehidupan sebelumnya part 4


__ADS_3

Xia qi menurunkan Tuan nya, setelah seharian berjalan.


Huan yuexin turun dari punggung Xia qi dengan bantuan Ksatria lain.


Dia melihat sekeliling di mana kini berada sekarang, sebuah lapangan yang di penuhi bunga warna warni.


'Sangat Indah '


Huan Yuexin tersenyum lembut, sudah lama dia tidak melihat pemandangan yang begitu Indah.


Para ksatria yang melihat senyum Tuan nya, mendesah lega mereka tahu bertapa beratnya beban yang di tanggung Tuan nya sampai sekarang.


Xia si memberanikan maju mendekati selangkah demi langkah sampai dia tiba di belakang punggung mungil Tuan.


Xia si mengangkat tangan nya untuk menyentuh pundak Tuan nya ,dengan ragu-ragu dia memberanikan menyentuh pundak Tuan nya.


Dengan bisik lembut dia berbicara " Tuan!? "


Merasakan sebuah tangan memegang pundak nya, Huan Yuexin berbalik melihat salah ksatria pelindung nya yang kalau tidak salah namanya Xia si tang yang merupakan juga Tabib hebat.


Melihat wajah cemas nya dia tahu mungkin suatu hal penting yang ingin di beritahu nya, tapi apa itu? Kenapa ekspresi itu muncul di wajah nya? Seperti hal buruk yang akan di beritahukan kepada nya tapi apa itu?

__ADS_1


" apa? "


Xia si menggigit bibirnya dengan ragu sampai dia memberanikan sebuah rahasia yang akan mengejutkan nya.


" Tuan? Anda hamil " setelah mengatakan semua ingin dia katakan Xia si memalingkan wajahnya tidak ingin melihat ekspresi Tuan nya.


" Apa?.. Bagaimana mungkin... Kau bohong kan... Katakan!!! " dengan mata berkaca-kaca dan suara gemetar dia berusaha bertanya pada pria di depan nya, tapi melihat mereka semua memalingkan matanya tidak ingin menatap nya.


Huan yuexin tahu kalau yang di katakan Xia si merupakan sebuah fakta.


Huan yuexin terjatuh berlutut, air matanya mengalir turun tak terkendali


Dengan suara gemetar dan penuh isak tangis dia berbicara kepada Ksatria nya " ku mohon.... Katakan kalau itu bohong.... Aku mohon....."


Melihat mereka tidak berbicara dia tahu tidak ada lagi harapan lagi,


" bagaimana mungkin? "


Tiba-tiba sebuah ingatan memasuki kepalanya seorang gadis cantik tersenyum bahagia setelah mendengar apa yang dikatakan pria tua di samping nya yang seperti nya seorang tabib,


gadis mengusap lembut perut nya senyum kasih muncul di wajah gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu menatap ke jendela melihat langit hampir gelap, gadis itu berlari ke luar menatap ke arah hutan seakan menunggu seseorang.


Saat dia melihat cahaya yang berasal dari obor di hutan, gadis itu tahu seperti nya orang yang dia tunggu telah datang, gadis itu berlari menuju obor itu berasal sampai dia melihat bayangan seorang pria tampan tapi kaki gadis itu membeku dengan apa yang di dengar, gadis itu tidak yakin apa yang dia dengar benar sampai pria di cintai berbicara kini dia sangat yakin kalau yang dia dengar adalah benar .


Air mata gadis tidak tahan mengalir turun, gadis mencoba menahan isak tangisnya dengan memutup mulutnya dengan tangan nya.


Tidak kuat lagi dia mendengar nya gadis itu berbalik memasuki hutan, gadis itu terus berlari memasuki hutan lebih dalam.


Di kepalanya terbayang kata-kata kejam dari pria dicintai nya.


" Raja kapan kita bisa menyerang Kuil Cahaya "


" Besok kita akan menghancurkan orang-orang munafik itu " Qi shao mencibir


"Lalu bagaimana wanita suci? " bawahan bertanya ragu pada Raja nya.


" Gadis itu? Bunuh! Lagipula Raja ini telah bosan dengan tubuh nya, atau kalian bisa mengambil sebagai ******* kerajaan iblis " dengan suara acuh tak acuh pria itu berbicara, dia tidak akan tahu kata-kata kejam nya sekarang akan membuat nya menyesal seumur hidup nya.


Ketika mengingat kata-kata yang tidak berperasaan dari pria di cintai gadis terjatuh berlutut, tangisan pilu mengisi malam di hutan gelap.


Gadis itu tidak menyangka kalau semua adalah jebakan yang di telah di siapkan dari pria yang paling ia percaya di dunia.

__ADS_1


Rasa sakit saat kau mengetahui kalau orang yang kau Cinta mu sangat membenci mu.


"


__ADS_2