
Huan Yuexin berjalan tanpa tujuan sampai kaki nya membawa ke sebuah kamar saat dia membuka pintu untuk masuk.
Tujuh pria berpakaian Armor muncul di kamarnya.
Dengan postur Ksatria ketuju pria itu berlutut sambil memanggil 'Yang Mulia '
" sesuatu? "
Huan Yuexin berjalan melewati ketujuh pria itu dan duduk ranjang sambil memperhatikan ketujuh pria di depan nya.
Dia mengangkat alis nya saat melihat mereka tidak bertanya.
" tidak ada yang ingin kalian katakan padaku? "
" Hah? " ketujuh pria dengan serempak bersuara.
" Ah? Yang mulia kemana kau pergi pastur mencari mu tadi? "
" pastur? "
" Iya. "
" baiklah.. aku mengerti, kalian bisa pergi!.. "
" Iya! " mereka menjawab dengan serempak dan menghilang, menyisakan Huan Yuexin di kamar.
Huan Yuexin melihat sekeliling dengan menarik.
Dengan berbisik dia berbicara " apa ini ingatan kehidupan sebelumnya? Kali ini apa yang terjadi? "
Yah, Huan Yuexin sadar kalau ini merupakan ingatan kehidupan sebelumnya yang pastinya berakhir tragis.
Kenapa Huan Yuexin tenang-tenang saja, bagaimana tidak? Jika kau terus menerus di hadapkan ingatan tentang kehidupan masa lalumu yang menyedihkan siapa yang akan tidak terbiasa.
Jika dulu dia mungkin bingung tapi sekarang dia hanya acuh tak acuh menunggu akhir dari cerita di hadapan nya.
Huan Yuexin dengan tenang melihat ingatan asing yang masuk di kepalanya. Dari apa yang ia lihat identitas nya sekarang adalah wanita suci dari kuil dari cahaya, sedangkan untuk pria yang dia temui tadi adalah salah satu prajurit dari kuil Cahaya Qi Shao.
__ADS_1
'Menghela Nafas '
Tiba-tiba rasa mual dan pusing melandanya, Huan Yuexin segera berlari ke luar dan muntah,
" Batuk... Batuk.. "
"Yang Mulia? Apa yang terjadi " salah pria yang dikamar tadi turun dari atap dan bertanya kepada nya dengan khawatir.
Huan Yuexin melambaikan tangannya tidak berbicara dia hanya tertunduk lesu setelah selesai memuntahkan semua isi perutnya.
Huan Yuexin benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya sekarang, yang ia rasakan sekarang hanya pusing dan mual.
Melihat Tuan tidak berbicara, Xia qi nama salah satu ksatria pelindung wanita suci, menggendong tuan dengan pelukan Putri, membawa Tuan nya kedalam kamar dan membaringkan tubuh tuan di ranjang dengan lembut.
Melihat Tuan terbaring lemah Xia qi pergi meninggalkan kamar untuk memanggil dokter
Selang beberapa saat Xia qi kembali bersama seorang pria yang merupakan juga salah satu Ksatria pelindung wanita suci, xia si yang juga seorang dokter.
Segera mereka berdua menghampiri tuan yang kini tertidur lelap di ranjang nya masih terlihat pucat dan lemah
Xia si tidak berbicara tapi terus memeriksa kembali denyut nadi Tuan tapi tidak peduli berapa kali dia memeriksa nya,
wajah Xia Si semakin buruk.
' Brak! '
Xia Si memukul meja di samping sampai hancur " Sial! "
" Ada Apa? Hei! Xia Si apa sesuatu yang buruk terjadi? Katakan!? Xia Si "
Xia Qi menyadari bahwa ada yang aneh ketika melihat wajah Xia Si semakin buruk.
Xia Si menatap teman tenang, dengan ragu-ragu dia berbicara
" ku rasa kita harus pergi meninggalkan Kuil "
__ADS_1
" Hah? " Xia Qi menatap bingung seakan tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa mereka harus pergi
" Kita harus pergi dari sini! Cepat kita tidak punya waktu! " Setelah berbicara Xia Si membereskan semua pakaian serta keperluan lain nya.
" Hei,Xia si ! Kenapa kita harus pergi? Jelaskan apa yang sedang terjadi? " Xia Qi memegang kedua bahu teman nya dan terus bertanya apa yang sedang terjadi
Xia si mengigit bibir nya dan menatap bingung teman dengan ragu-ragu dia kembali berbicara " Apa kau akan tetap Setia dengan Tuan? "
" Tentu saja! Tuan adalah segalanya bagiku! Sekarang bisa kau beritahu apa terjadi Xia si? " dengan tatapan tegas dia menatap Xia si.
Xia si mengangkat kepalanya melihat langsung mata temannya, saat melihat tatapan percaya diri. Dia memalingkan wajahnya dengan lemah dia berbicara.
" Tuan hamil.. "
" Hah? Ha.. Mil? " dengan terbata-bata Xia qi kembali bertanya.
" Hmm? " Xia si mengangguk lemah.
Mata Xia Qi terkejut setelah memastikan bahwa dia melihat bahwa Xia si tidak bercanda, tubuh Xia Qi terjatuh berlutut dengan mata berkaca-kaca dia kembali melihat tuan nya.
" Apa yang akan kita lakukan sekarang? Pastur pasti akan membunuh Tuan jika tahu tubuh suci ternoda? "
"Aku tahu, itu sebabnya kita harus segera pergi sebelum pastur menemukan nya "
" Menurutmu apa itu anak Tuan Qi? " xia qi bertanya kepada xia si
" aku rasa iya, lagipula selain Tuan Qi siapa lagi yang bisa? "
Setelah mendengarkan penjelasan Xia si, dia langsung berdiri dan menepuk-nepuk debu di pakaiannya, dengan tersenyum Tulus xia qi berbicara
" lagipula hanya tuan yang selalu ada bersama kami sejak dulu "
" hahaha..., kau benar Tuan selalu bersama kita. Tidak peduli hujan maupun cerah hanya ada Tuan yang selalu melindungi kita " Xia si menatap lembut kearah gadis cantik di depan nya.
" 'Tersenyum' sudah saatnya kita yang melindungi nya. Ayo pergi?! "
"Menghela nafas, kita pergi"
__ADS_1
Xia qi menggendong Tuan di punggung, berlari pergi meninggalkan Kuil Cahaya sedang ke-enam ksatria lainnya mengikuti di belakang nya dengan diam.