
Angin kecang bertiup di sekitar Huan yuexin yang tidak sadarkan diri , rantai hitam yang melilit tubuh nya juga berubah menjadi kemerahan.
'Bom!'
Kekuatan yang sangat kuat tiba-tiba muncul dari tubuh Huan yuexin yang sedang tidak sadarkan diri membuat tubuh Huan yuexin melayang di udara tidak hanya itu rantai yang selalu melilit tubuh nya juga perlahan-lahan menghilang.
Di gantikan Angin kecang yang berbentuk ****** beliung kecil yang mana pusat adalah Huan yuexin, saat itu juga perubahan mulai muncul di tubuh Huan Yuexin, tanda teratai merah mulai muncul di dahi nya tidak hanya itu rambut perak juga mulai berubah warna menjadi coklat keemasan.
Saat itu juga mata Huan yuexin terbuka mata yang harus nya berwana hitam kini di gantikan mata yang berwarna emas di sebelah kanan dan sedangkan untuk yang kiri berwarna perak.
Huan Yuexin seperti di lahirkan kembali jika sebelum nya Huan yuexin seperti kecantikkan lembut tapi acuh tidak acuh dengan orang yang tidak ada hubungan dengan nya, maka sekarang Huan yuexin seperti kecantikkan dingin yang memandang semua orang dengan mata dingin seakan tidak peduli apa yang terjadi di sekitar nya hal itu tidak membuat nya berkedip sedikit pun, aura di sekitar juga berubah seperti malaikat maut yang menentukan hidup dan mati nya mahkluk di dunia.
Itu benar ini adalah dewi kehidupan yang mana wujud asli Huan yuexin, tapi tidak seperti dewi kehidupan di ingatan kehidupan masa lalu nya Huan yuexin.
Yang mana dewi kehidupan dulu berambut perak dengan mata emas ,
dan aura di sekitar sangatlah murni dan bersih yang membuat orang lain ingin dekat dan menyembah.
Maka dewi kehidupan yang sekarang adalah berambut coklat ke emasan dengan mata emas dan perak , yang mana aura di sekitar sangatlah dingin seperti es yang membuat orang yang melihat tidak berani mendekat serta takut dengan aura di sekitar nya.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya para tentara bayaran dan murid sihir telah bersiap untuk memasuki Makam Leluhur , mereka sudah tidak sabar dengan keajaiban apa yang akan muncul di sana ketika mereka masuk nanti , terlebih lagi dengan kemunculan hewan penjaga KARAN di Makam Leluhur hal itu membuat mereka berpikir ada banyak harta Karun di sana.
Walaupun sebagian orang masih takut dengan apa terjadi kemarin tapi hal itu tidak membuat tekad mereka putus untuk masuk ke sana.
Zhu Xi keluar dari tenda nya dan berjalan menghampiri Huan Yuexin yang sedang membereskan perlengkapan nya.
" Yuer? kemana saja kamu tadi malam ? " Tanya Zhu Xi kepada Huan Yuexin.
" Hah ? Aku tidak pergi kemana-mana, ada apa " Ucap Huan Yuexin yang masih tetap fokus membereskan perlengkapan nya.
Zhu Xi mengerutkan keningnya dan lalu berpikir seakan mengingatkan sesuatu :
Gerakan Huan Yuexin terhenti lalu berkata dengan santai :
" Mungkin saja saat itu aku sedang ke kamar mandi " Setelah berkata hal itu Huan Yuexin melempar sarapan yang ia bawa kepada Zhu Xi :
" Lupakan Rubah Tua , apa kamu tidak ingin sarapan ? sebentar lagi kita akan masuk ke dalam Makam Leluhur."
Setelah melempar sarapan untuk Zhu Xi , dia langsung pergi meninggalkan Zhu Xi yang masih berdiri diam sambil memegang sarapan di tangan nya dengan wajah yang masih bingung dengan perkataan Huan Yuexin.
__ADS_1
" Jelas sekali saat itu aku tidak melihat nya, bahkan aku tidak bisa merasakan nafasnya di sekitar, Aneh sekali? apa Yuer kecil menyembunyikan sesuatu dariku…" Ucap Zhu Xi pada dirinya sendiri.
Zhu Xi yang masih berpikir tidak menyadari kalau Yuwi sedang menghampiri nya sampai Yuwi menepuk pundak Zhu Xi barulah ia sadar kalau Yuwi ada di belakang nya dengan tatapan jengkel dia berkata :
" Ada apa!? "
" Sebentar lagi kita akan memasuki Makam Leluhur " ucap Yuwi.
" Jadi apa yang kamu inginkan…" balas Zhu Xi dengan nada acuh tak acuh sambil memakan sarapan yang ada di tangan nya.
Yuwi tidak peduli dengan balasan dingin yang diberikan Zhu Xi dia hanya berkata :
" Makam leluhur ini tidak sesederhana yang terlihat,aku takut akan ada bahaya di sana nanti "
Zhu Xi berhenti makan dan memandang kearah Yuwi dengan dingin dan berkata dengan suara mencibir :
" Tuan Yu yang terhebat…Apa kamu takut, jadi itu sebabnya kamu datang kemari untuk meminta perlindungan dari rubah Malang ini ck…ck…ck aku tidak pernah berpikir kalau penyihir terhebat di dunia haisue adalah seorang penakut yang bahkan tidak berani untuk masuk ke dalam Makam Leluhur."
Yuwi yang mendengar hal itu hanya bisa menahan amarahnya di dalam hati sambil di dalam hati berkata kepada dirinya sendiri :
' Tahan……tahan dia hewan peliharaan Yuer kecil, jangan marah dengan rubah yang sedang datang bulan……'
__ADS_1
Setelah memenangkan diri Yuwi memandang rubah yang sedang datang bulan di depan dengan senyum lembut dan berkata dengan suara yang mencoba menahan amarahnya :
" Yang aku maksud adalah kamu bantu aku untuk merawat Yuer kecil ku jangan sampai ia terluka…"