
Ch 34.
Saat ini di luar dimensi atau lebih tepatnya di dunia baru.
Terlihat Adrian dan Emilly sedang berjalan-jalan di hutan sambil menikmati pemandangan.
" Papa papa, Aku bosan di hutan terus apakah tidak ada tempat lain?" Ucap Emilly.
" Hmm tempat lain kah?, Aha Emilly sayang apakah kau ingin pergi ke kota?" Tanya adrian kepada Puti kecilnya.
" Kota yey kota, aku ingin pergi kekota papa" ucap Emilly bersemangat.
" Hmm baiklah kalau begitu Sudah di putuskan aku akan pergi ke ibukota kekaisaran demi human karena kekaisaran manusia menolak Masuk kedalam Kekaisaran mereka jika bukan ras manusia, jadi mari kita ke kekaisaran demihuman saja" batin Adrian.
" ayo Emilly papa akan membawamu ke tempat di mana kau bisa melihat orang orang yang Mirip seperti paman BAKUR " ucap Adrian.
" Yey kota kota aku kekota kota kota yey" ucap Emilly bersenandung.
Saat ini posisi Adrian dan Emilly sedang berada di hutan dekat Kekaisaran manusia, Setelah membuat rencana Adrian lalu mengeluarkan sayap naganya dan mulai terbang dengan cepat, biasanya waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari kekaisaran manusia kekaisaran demihuman adalah empat hari tiga malam jika menggunakan kuda, tapi karena Adrian terbang waktu yang di perlukan hanya 2 hari satu malam.
Saat ini kita bisa melihat Adrian dan Emilly sedang di hadang oleh penjaga Gerbang masuk kekaisaran, Adrian yang di hadapan dengan situasi ini hanya tersenyum.
" Maaf Orang dari benua bulan Jika ingin masuk kekaisaran harus membayar 5 koin gold per kepala, karena kau ada dua kepala maka harus bayar 10 gold" ucap salah satu penjaga.
" Ohh bagaimana kau tahu kami datang dari benua bulan" tanya Adrian penasaran.
" tentu saja dari fisikmu, hanya orang dari kerejaan Naga yang memiliki tanduk seperti itu, Sedang kan kerajaan naga berada di benua bulan, Jadi tentu saja kau pasti dari benua bulan" ucap penjaga gerbang.
__ADS_1
" Ohh apakah karena tanduk ku dan tanduk Emilly sehingga mereka beranggapan bahwa kami dari benua bulan, atau lebih tepatnya dari kerajaan naga" batin Adrian.
" Hahah yasudahlah, 10 gold kan ini" ucap Adrian menyerahkan 10 gold kepada penjaga gerbang tersebut.
Setelah menyerahkan pembayaran biaya masuk, Adrian lalu melangkah kan kakinya kedalam Kota Kekaisaran demihuman, tapi belum jauh Adrian berjalan dia mendengar obrolan penjaga gerbang tadi.
" Sstt sstt, senior kenapa kau berbohong seperti itu, bukan kah biaya masuk hanya di bebankan kepada para pedagang, dan sepengetahuan ku, tidak ada peraturan yang mengharuskan orang orang dari benua bulan untuk membayar jika ingin masuk kedalam kota, Yang kutahu mereka hanya perlu memberikan identitas nya baru boleh masuk" ucap Penjaga gerbang yang lebih muda.
" sstt diamlah, Aku sengaja melakukannya, mereka adalah orang orang baru, aku sudah menjaga gerbang ini selama 15 tahun, dan belum pernah sekalipun melihat mereka, Bukan kah ini hal yang bagus, dan kau diam saja aku akan memberimu 2 gold nanti" ucap penjaga gerbang yang meminta uang ke Adrian tadinya.
" Oo heheh oke oke, aku paham senior, kau sungguh licik" ucap penjaga gerbang yang lebih muda.
" Sudah Kau diam saja aku akan mentraktir mu malam ini, heheh aku habis dapat jackpot yang bagus" ucap penjaga gerbang yang meminta uang kepada Adrian.
Adrian yang masih belum jauh, dan mendengar obrolan bisik bisik mereka, terlihat tatapan matanya sangat dingin, jika tatapan bisa membunuh aku yakin ke 2 penjaga gerbang itu akan Mati terkoyak koyak.
Setelah mengurus masalah sepele itu Adrian dan Emilly kembali melanjutkan jalan jalan mereka di ibukota kekaisaran demihuman ini, mereka melihat lihat banyak sekali tempat yang menarik, salah satunya adalah tempat pandai besi.
Saat Adrian dan Emilly masuk kedalam toko pandai besi mereka di sambut oleh Dwarf yang sepertinya adalah pemilik toko tersebut, saat Emilly melihat Dwarf Tersebut betapa antusiasnya dia karena dia pikir itu adalah pamannya BAKUR.
Dwarf tersebut memiliki janggut berwarna coklat yang sangat panjang, sangat kontras dengan tubuh pendek berotot nya, Dwarf itu juga membawa palu dan dia juga mengenakan topi yang terbuat dari kulit, jika dilihat sekilas mungkin Dwarf ini berusia sekitar 35 sampai 40 tahun.
" Ahhh paman BAKUR sedang apa kau disini, apakah kau juga pergi jalan jalan" tanya Emilly kepada Dwarf tersebut.
" Hahaha nona kecil ini, aku tidak tau siapa itu paman BAKUR, tapi aku yakin dia pasti seorang Dwarf yang sangat tampan juga seperti aku, hahaha" ucap Dwarf tersebut.
" Hahahah Paman Dwarf tidak usah di hiraukan perkataan Putri ku, aku memang memiliki teman seorang Dwarf dia sering sekali berkunjung ketempat ku, sehingga anak ku mungkin menganggap kau adalah dirinya haha" ucap Adrian mencoba menjelaskan.
__ADS_1
" Hei hei jika nona kecil ini yang memanggilku paman aku masih menerimanya, tapi jika dirimu seharusnya kau ngaca, umur mungkin lebih muda dari dirimu, saat ini aku baru berumur 28 tahun" ucap Dwarf tersebut.
" Di Du duapuluh delapan tahun, mustahil penampilan mu saja sudah seperti orang yang berumur 35 sampai 40 tahunan" ucap Adrian terkejut.
" Hei tuan kau sungguh tidak sopan, ada peraturan tidak tertulis bagi para Dwarf, dimana tidak boleh menyebutkan atau menanyakan umur seorang Dwarf" ucap Dwarf tersebut.
" Tapi kau sendiri yang memberi tahukan umurmu, aku tidak bertanya" ucap Adrian.
" Aahh yasudah yasudah, perkenalkan aku Gurodu, Aku anak dari pemilik toko ini, ayahku saat ini sedang sibuk, dia sedang mengerjakan pesanan pembuatan pedang dari pelanggan setia kami, jadi aku yang melayani kalian saat ini menggantikan ayahku yang sedang sibuk, Jadi ada perlu apa 2 orang dari kerjaan naga datang ke sini" ucap Dwarf tersebut yang bernama Gurodo.
" Ohh dia juga menganggap aku dari kerjaan naga kah, apakah orang orang yang lain akan berpikiran sama. jika penduduk di benua matahari juga menganggap aku dari kerjaan naga mungkin aku bisa memanfaatkan hal ini kekek" ucap Adrian.
" Ahh iya kalau begitu maafkan aku atas ketidak sopanan ku, aku kesini atas permintaan putriku katanya dia ingin sebuah pedang untuk bertarung " ucap Adrian.
" Hahah nona kecil berapa umurmu, memangnya kau sudah bisa mengangkat pedang?" Tanya Gurodo.
" Hmpss paman aku ini sangat kuat tau, aku bahkan bisa meninju batu besar sampai hancur berkeping keping " ucap Emilly mendengus imut.
" Hahah baiklah baiklah aku percaya, kau ingin pedang bukan, aku memiliki beberapa pedang pendek yang cocok untuk mu" ucap Dwarf Gurodo tersebut.
Setelah itu Dwarf yang bernama Gurodo pergi kedalam mencari sesuatu, sedangkan Adrian dan Emilly yang bosan menunggu mereka berkeliling toko Dwarf tersebut dan saat dia melihat tumpukan pedang berkarat di dalam barel tong anggur, tatapan nya terfokus kepada kepada tongkat yang berada di sana.
" I itu, tongkat besi apa itu" ucap Adrian penasaran, pasalnya dia merasakan sebuah energi Aneh yang berasal dari tongkat besi itu.
...**JANGAN LUPA...
...LIKE + VOTE + SHARE**...
__ADS_1