REINCARNATED WITH MY GAME CHARACTER

REINCARNATED WITH MY GAME CHARACTER
Bab 39. Ayah dan anak (7) Dan Terjadi hal yang Tidak terduga.


__ADS_3

Ch 39.


" Pe...pedang apa itu" ucap Dwarf paruh baya.


" A.. aku juga ti..tidak tau" ucap Beast paruh baya.


Mereka bertiga yang melihat pedang yang di keluarkan dari sihir ruang Adrian hanya bisa diam terpaku, tapi sesaat kemudian mereka akhirnya sadar dan mulai agak bisa membiasakan aura tekanan yang di berikan oleh pedang Adrian.


Tapi tiba-tiba elf paruh baya berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan ke arah Adrian, kedua temannya yang melihat hal itu menatap elf paruh baya tersebut dengan tatapan heran.


" Hei kau kemana kau" ucap Dwarf paruh baya.


" Aku ingin bertanya kepadanya pedang apa itu, Jika bisa aku juga ingin membeli pedang tersebut " ucap elf paruh baya yang di tanyai.


" Kau benar Aku juga ingin bertanya pedang apa itu, ayo kita pergi bersama sama" ucap Beast paruh baya menimpali pembicaraan mereka berdua.


" Kalau begitu aku juga ingin ikut" ucap Dwarf paruh baya tersebut.


Setelah itu mereka bertiga akhirnya mulai berjalan menuju tempat Adrian berbicara dengan resepsionis, tidak butuh waktu lama Untuk mereka sampai ketempat Adrian, tapi sebelum mereka bertiga ingin berbicara dengan Adrian mereka mendengar Adrian berbicara duluan.


" Jadi nona apakah kau sekarang percaya?" Tanya Adrian.


"Tu...tuan aku percaya, Anda bisa masuk sekarang dan ambil to..token ini, dan nanti tu..tuan tunjukkan saja ke..ke penjaga Di ba..bawah ta..tangga, nanti pe...penjaga akan mengantar kan anda ke Ru..Ruangan anda" ucap Resepsionis itu menahan dari tekanan yang di berikan oleh Pedang Adrian.


" Hmm baiklah, terimakasih kalau begitu" ucap Adrian mengambil token dan mengajak Emilly untuk segera pergi, tapi saat Adrian hendak berbalik menuju arah tangga, dia melihat ada 3 pria paruh baya dengan ras yang berbeda menghalangi jalannya.


" Permisi tuan tuan ada yang bisa ku bantu?" Tanya adrian sambil menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


" Ahh hahaha tuan, Kami sebenarnya kesini karena tertarik dengan pedang anda ini" ucap elf paruh baya sambil menunjuk pedang yang berada di tangan Adrian.


" Ohh pedang ini, emang nya kenapa dengan pedang ini" ucap Adrian bertanya.


" Hahah tuan, mohon maaf sebelumnya apakah pedang ini milik anda, dan jika boleh tau dari mana anda mendapatkan nya" ucap elf tersebut.


" Ohh pedang ini Aku mendapatkan nya, dan aku keluar banyak sekali uang" ucap adrian sedikit berbohong.


"Ohh apakah Pedang itu sebuah senjata pusaka atau sesuatu yang serupa " tanya elf paruh baya.


" Hmm kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" Tanya Adrian penasaran.


" Ah hahah iya soalnya pedang ini pasti bukan pedang biasa, pasalnya kami bisa merasakan aura yang menekan kami saat anda mengeluarkan pedang ini, jadi aku merasa pedang ini seharusnya bukan pedang biasa" ucap Adrian.


" Ohh seperti itukah, kenapa apakah kau tertarik dengan pedang ini?" Tanya Adrian.


" Hahaha tuan anda bercanda Tentu saja aku sangat tertarik, Kami seorang pedagang selalu tertarik dengan barang barang yang seperti ini " Ucap Dwarf paruh baya Tiba-tiba ikut dalam pembicaraan.


" ohh haha kalau begitu perkenalkan juga namaku adalah Rio Ludnug, dan ini Putri tercinta ku Emilly Ludnug "ucap Adrian memperkenalkan diri.


"Mereka bertiga ini sepertinya bukan orang biasa, Aku bisa memanfaatkan hal ini sepertinya heheh" batin Adrian.


" Tuan Kata anda anda sangat tertarik dengan pedang ini bukan, kalau begitu jika aku ingin menjual pedang ini berapa harga yang akan anda tawarkan " ucap Adrian.


" Hohoho, Aku berani menawar 500.000 gold" ucap Dwarf langsung menimpali perkataan Adrian.


" Tch Dwarf bau, Harga yang kau tawarkan terlalu murah, aku berani mengambil nya 800.000 gold " ucap Beast bernama Roger.

__ADS_1


" Hahaha kalian berdua jika kalian berdua terlalu miskin untuk membeli pedang ini, sebaiknya kalian berdua minggir saja, aku akan membeli pedang ini, 1,500.000 gold" ucap elf paruh baya yang bernama Elwin.


" Sialan kau tua Bangka apa maksudmu aku terlalu miskin, ha makanan tadi siapa yang membayarnya?" ucap Bruto.


" Betul kata bruto kemaren malam aku juga yang membayar Untuk Makan malam kita" ucap Roger menimpali.


" Apa apaan kalian berdua, apakah kalian mulai bermain hitung hitungan dengan ku ha?" Ucap Elwin.


Adrian yang melihat pertengkaran mereka untuk mendapatkan Pedang nya ini, hanya bisa tersenyum Aneh, pasalnya pedang Adrian ini bukan pedang istimewa ini hanya pedang sampah yang di dapat nya dari gacha, setiap dia melakukan gacha pasti pedang ini akan selalu dia dapat tanpa perlu usaha berlebih, bahkan dia kesal karena selalu mendapatkan pedang ini, Bahkan dia memiliki seribu lebih pedang seperti ini di penyimpanannya.


" tuan tuan, tidak usah berkelahi, begini saja, bagaimana kalau pedang ku ini Jadi salah satu item di pelelangan malam ini, jadi Anda bisa mendapatkannya jika anda mampu" ucap Adrian.


" Hei tuan apa maksudmu jika kami mampu, kami sangat mampu untuk mendapatkan pedang ini, hmpps, di pelelangan kan, sini serahkan pedang mu kepada kami, kami akan memasukkan nya di pelelangan kali ini, oiya jangan curiga dulu, kami bertiga adalah pemilik dari gedung Guild pedagang ini dan kami juga yang mengatur pelelangan ini" ucap Elwin si elf paruh baya.


Adrian yang mendengar identitas ke 3 pria paruh baya ini sedikit terkejut tapi setelah itu dia bisa Menenangkan dirinya kembali.


" Haha tuan tuan, tidak perlu marah seperti itu, Baiklah baiklah Aku akan menyerahkan pedang ini kepada kalian, dan silahkan kalian atur Harga untuk awal tawaran pedang ini, akan ku serahkan semuanya kepada kalian" ucap Adrian menyerahkan Pedang di tangannya kepada mereka bertiga.


" Haha kalau begitu kami pastikan anda akan puas tuan" ucap Dwarf Yang bernama bruto langsung mengambil pedang yang berada di tangan Adrian tanpa permisi.


Adrian yang pedang nya di ambil dari tangannya seperti itu, hanya bisa tersenyum kecut, pasalnya dia tahu obsesi seorang Dwarf terhadap senjata.


" haha kalau begitu tuan tuan aku permisi dulu" ucap Adrian permisi sambil menarik tangan Emilly.


Emilly yang melihat semua kejadian itu dari awal hanya Diam termenung pasalnya dia tidak paham sama sekali apa yang ayahnya dan 3 pria paruh baya itu bicarakan.


Setelah pamit permisi, Adrian lalu pergi ke arah tangga, dan setelah sampai di sana dia Menyerahkan token Kursi VIP nya kepada penjaga yang berada di sana, penjaga yang melihat token VIP Adrian lalu mengantar nya pergi ketempat Kursinya Berada.

__ADS_1


...JANGAN LUPA...


...LIKE + VOTE + SHARE ...


__ADS_2