
Ch 35.
" Tongkat itu, tongkat yang aneh, aku merasakan aura yang kuat dari tongkat besi itu" gumam Adrian penasaran.
Saat Adrian bergumam seperti itu dia berjalan perlahan menghampiri tongkat yang berada di barel tong anggur tersebut, saat dia sudah sampai didepan tong anggur tempat tongkat itu berada dia perlahan mengulurkan tangannya untuk mengambil tongkat aneh itu.
Tapi sebelum tangan Adrian berhasil menyentuh tongkat itu, tiba-tiba dia mendengar suara yang membuat nya berhenti.
" Haiiyaaapp hap ini dia Semua pedang pendek yang ku punya" ucap Dwarf yang kembali sambil mem bawa Kotak kayu berisi puluhan pedang pendek.
" Haha tuan di sini ada banyak pedang pendek, kau bisa memilih satu yang cocok untuk putrimu" ucap Dwarf yang bernama Gurodo tersebut.
" Ahh hahah iya iya, Emilly kau bisa memilih sendiri pedang pendek yang kau inginkan " ucap Adrian kepada putrinya
Setelah menyuruh Emilly sendiri untuk memilih pedang yang dia inginkan, Adrian kembali mengalihkan perhatiannya kepada tongkat yang ingin dia ambil tadi.
Adrian mengambil tongkat tersebut dan membawanya ke hadapan Dwarf yang bernama Gurodo tersebut, setelah menaruh tongkat di hadapan Dwarf itu Adrian menanyakan asal usul tongkat tersebut.
" Permisi tuan dari mana anda menemukan tongkat ini?" Tanya Adrian.
" Ooh tongkat inikah, tongkat ini sudah hampir setahun di sini, saat itu ada petualang yang menjual nya padaku seharga 2 keping emas, katanya tongkat ini dia dapatkan saat menjelajahi dungeon" ucap Gurodo.
" Dungeon, Apakah tongkat ini tongkat spesial?" Tanya Adrian.
" ohh tidak ada Yang sepsial selain tongkat ini sangat keras tidak ada yang spesial dari tongkat ini" ucap Gurodo.
" Sangat keras?, Sekeras apa tongkat ini" tanya Adrian sekali lagi.
" hmm untuk kekerasannya aku tidak tau pasti, dulu ayahku mencoba menjadikan tongkat ini sebagai pedang, tapi tongkat ini tidak bisa hancur, kami sudah menggunakan berbagai cara untuk meleburkan tongkat besi ini, tapi tidak pernah berhasil, maka dari itu kami menaruhnya di tempat barang rongsokan itu karena menurut kami hanya membuang buang waktu untuk meleburkan tongkat itu" ucap Gurodo.
" Astaga ternyata berita tentang Dwarf itu bodoh memang benar, apakah mereka tidak curiga dengan tongkat yang sangat keras sehingga tidak bisa di hancurkan, dan mereka menganggap hal itu membuang buang waktu " batin Adrian.
__ADS_1
" Ahh jika aku membeli tongkat ini berapa yang harus ku bayar?" Tanya Adrian.
" Ohh Kau bisa membawanya aku tidak peduli, tongkat itu hanya menjadi sampah di sini" ucap Dwarf bernama Gurodo tersebut.
" ohh kalau begitu aku tidak akan sungkan" ucap Adrian.
Setelah pembicaraan singkat mereka berdua, Adrian lalu mengalihkan pandangannya ke Emilly yang sudah selesai memilih pedang yang dia inginkan.
" papa aku ingin pedang ini" ucap Emilly dengan tatapan berharap di wajahnya.
Pedang yang di pilih oleh Emilly adalah sebuah pedang pendek yang terbuat dari besi biasa, tapi di gagang nya terdapat beberapa permata yang sangat cantik cocok sekali dengan Emilly yang juga sangat imut.
" Ohh Emilly ingin pedang itu kah, tuan Dwarf berapa harga pedang tersebut " ucap Adrian.
" ohh pilihan yang sangat bagus nona muda, Pedang itu walaupun hanya terbuat dari besi biasa tapi gagangnya terbuat dari logam mulia, yaitu logam Rhodium, dan di gagang pedang tersebut terdapat permata Mana, di mana permata tersebut bisa menyerap mana, jadi jika bertarung dengan penyihir Nona akan di untungkan karena memiliki pedang tersebut " ucap Dwarf bernama Gurodo tersebut.
" Dan untuk harganya, itu hanya sekitar 200 gold saja, karena itu adalah salah satu pedang pendek terbaik yang kami punya saat ini" ucap Dwarf tersebut.
" Hmm anda memang benar jika hanya menyimpulkan dari kepala pedang nya saja, tapi itu juga termasuk gagang pedang yang terbuat dari logam Rhodium dan juga terdapat permata Mana didalamnya, jadi menurut ku itu harga yang normal " ucap Dwarf menjelaskan.
" Hmm untuk masalah itu kau memang benar, 10 gold langsung ku ambil" ucap Adrian.
" Tu tuan Bu bukan kah tawaran mu sedikit tidak masuk akal" ucap Dwarf tersebut gagap.
" Ok ok 20 gold bagaimana" ucap Adrian.
" Aduhh tuan, kami membeli pedang ini saja sudah 100 gold lebih, jika anda menawar harga sepeti itu kami tidak akan untung" ucap Dwarf tersebut.
" Ok ok kalau begitu harga paling murah yang bisa kau tawarkan berapa?" Tanya Adrian.
" Hmm 190 gold itu harga dari kami" ucap Dwarf tersebut.
__ADS_1
" 150 Akan aku ambil, jika tidak bisa yasudah aku akan mencari di toko lain saja" ucap Adrian.
" Arggg baiklah baiklah 160 gold itu penawaran terakhir, kami tidak bisa lebih rendah dari itu" ucap Dwarf.
Saat Adrian mendengar tawaran terkahir dari Dwarf Tersebut, dia melihat ke arah Emilly dan melihat anaknya tersebut sudah memeluk pedang tersebut dengan erat seakan akan dia tidak akan melepaskan nya dari pelukannya apapun yang terjadi.
" Ughh oke oke 160 kan, ini aku bayar, bungkus pedang itu" ucap Adrian.
Sesaat kemudian Adrian membayar 160 gold untuk pedang pendek tersebut, dan setelah membayar dia membawa Emilly untuk segera pergi dari toko pandai besi tersebut, saat Adrian hendak melangkah keluar dia mendengar celetukan dari Dwarf yang melayaninya tadi.
" Dasar, jangan kembali lagi" ucap Dwarf tersebut mendengus kesal.
Adrian yang mendengar hal tersebut hanya bisa menahan tawanya, agar tidak di kira aneh oleh orang orang yang berada di sekitarnya.
Setelah dari toko pandai besi tersebut Adrian kembali melanjutkan perjalanan nya mengelilingi ibukota Kekaisaran manusia tersebut, kali ini tujuannya adalah ke tempat makan, saat ini mereka sudah lapar karena berkeliling ibukota kekaisaran yang sangat luas.
Tidak butuh waktu lama agar mereka berdua menemukan tempat makan yang mewah, Tempat ini makan ini di namakan Roda emas, Adrian sendiri tidak tahu kenapa tempat ini di namakan Roda emas, tapi dari info yang Adrian dapat bahwa tempat makan ini di dirikan oleh mantan petualang tingkat Iridium yang pensiun karena kehilangan kedua kakinya, jadi saat ini petualang itu hanya bisa duduk di kursi roda, mungkin itu yang menyebabkan nama tempat makan ini di namai Roda Emas.
Adrian dan Emilly saat ini sedang menyantap makanan mereka yang sudah di pesan, tapi saat sedang asik menyantap makanan nya dia tidak sengaja mendengar pembicaraan dari meja di samping nya.
" hai aku dengar malam ini Akan di adakan pelelangan di Guild pedagang "ucap salah satu orang yang berada di samping meja Adrian.
" Kau benar dari kabar yang kudengar bahwa, akan ada beberapa item langka juga yang akan di lelang di sana" ucap temannya.
Adrian yang mendengar berita tersebut, Minat nya langsung terusik dan dia semakin penasaran, Adrian lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri meja sebelah tempat dia makan.
" Permisi tuan tuan, apakah aku boleh tau informasi lebih banyak tentang pelelangan ini" ucap adrian sambil menaruh 5 keping gold di meja mereka.
(Akan off beberapa hari karena ada kesibukan di RL)
...JANGAN LUPA...
__ADS_1
...LIKE + VOTE + SHARE...