
Ch 47.
" Baiklah Tuan tuan dan nyonya nyonya dengan telah terjualnya Item terkahir di pelelangan kali ini Maka saya nyatakan Pelelangan telah selesai TOK~ TOK ~ TOK ~" ucap Michelle sambil mengetuk palu.
Setelah pengumuman dari Michelle bahwa pelelangan telah berakhir Semua peserta yang mengikuti pelelangan kali ini bertepuk tangan dengan meriah termasuk Rio, karena Rio sendiri sangat senang dan tidak menyangka Bahwa Pedang sampah yang dia anggap tidak berharga berhasil terjual sebesar 43.000.000 juta gold.
Prok~
Prok~
Prok~.
" hahaha Kali ini aku dapat untung banyak bukan hanya Mendapatkan Gold yang banyak aku juga berhasil mendapatkan Logam Adamantium dan permata dunia, hahaha " Ucap Rio bersemangat.
Saat Rio masih bergembira tiba-tiba kesenangan nya di ganggu oleh sebuah suara.
" Tuan Rio, mohon maafkan saya, Jika tuan Rio sudah selesai maka tuan Rio bisa ikut dengan saya pergi keruang Transaksi, di sana Tuan Rio bisa mengambil dan membayar barang lelang yang sudah berhasil di menangkan" ucap best pria yang bernama Rizer.
" Hmm baiklah, Pimpin jalannya" ucap Rio tanpa basa basi.
Setelah itu Rio dan Emilly Mengikuti Rizer ke ruang transaksi untuk mengambil dan membayar item lelang yang berhasil di dapatnya dan juga Rio ingin mengambil uang hasil dari pedang sampahnya yang di lelang.
Karena Ruang VIP Rio berada di lantai 3 dan ruang transaksi berada di lantai dasar maka dari itu Rio, Emilly dan Rizer berjalan cukup lama setelah, sampai di lantai dasar Rizer di hadang oleh seorang elf wanita dan mereka berbicara Sebentar, setelah Rizer selesai berbicara dia lalu mengarahkan Rio dan Emilly ke ruangan dengan pintu yang di cat warna putih dan emas, setelah berhasil mengarah kan Rio, Rizer tidak ikut lagi dalam perjalanan ke ruangan transaksi sehingga membuat Rio dan Emilly pergi sendiri ke arah pintu yang di maksud.
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu yang di cat putih dan emas, Rio mengetuk pintu dan setelah mengetuk langsung ada balasan dari dalam yang menyuruh nya untuk segera masuk, setelah mendapatkan konfirmasi dari orang yang ada di balik pintu Tanpa basa-basi Rio langsung membuka pintu dan masuk kedalam nya.
Saat berada di dalam Dia sedikit terkejut pasalnya Yang menyambut nya adalah Nona Michelle anak dari Salah satu pemilik guild pedagang yaitu Elwin, dan bukan hanya ada Michelle Di sana juga ada Bruto, Roger, dan Elwin yang sama-sama tersenyum hangat saat melihat Rio dan Emilly masuk ke dalam ruangan.
" Hahah Tuan Rio, pedang mu sungguh luar biasa walaupun aku tidak berhasil mendapatkannya tapi dari hasil ini saja guild pedagang sudah mendapatkan banyak manfaat " ucap bruto blak blakan.
" Hahah Tuan bruto anda terlalu memuji itu hanya pedang biasa, tidak ada yang istimewa dari pedang itu hahah" ucap Rio membalas perkataan bruto sang Dwarf.
" haha tuan Rio anda terlalu merendah pedang seperti itu di bilang pedang biasa, Kami tahu pedang itu adalah pedang yang luar biasa Terlihat dari auranya saja bisa menekan se isi ruangan pelelangan " ucap Elwin langsung ikut campur dalam obrolan hangat Rio dan Bruto.
" Ughh serius itu hanya pedang biasa, lebih tepatnya pedang sampah, kalian saja yang terlalu lemah bahkan tidak bisa menanggung beban dari aura yang di keluarkan oleh pedang sampah " ucap Rio dalam hatinya, sedangkan tampilan di luarnya Rio hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
" Baiklah kalian sudah cukup basa basinya kita di sini ingin berbisnis bukan Untuk melakukan Kunjungan keluarga " ucap Roger menimpali.
" Haha Roger santai saja, ini sebabnya kau paling miskin di antara kita bertiga, sifat mu yang seperti ini yang membuat bisnis mu Selalu gagal, dalam berbisnis bukan hanya Uang dan kekuatan tapi keramahan juga perlu, kami di sini mencoba seramah mungkin dengan tuan Rio sehingga membuat tuan Rio betah dan mungkin suatu saat dia akan mulai berbisnis lagi dengan kita, dengan keuntungan yang di bawa tuan Rio kali ini apa salahnya memperlakukan nya dengan ramah, betulkan Bruto" ucap Elwin langsung kepada Roger.
" Ka..kalian Sialan, membuat ku malu saja" ucap Roger.
" Hahahahah" Elwin dan Bruto tertawa bersamaan.
Perbincangan mereka bertiga sebenarnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rio, Emilly dan Michelle dengan jelas karena ruang tempat mereka berbicara tidak terlalu luas sehingga membuat perkataan apapun bisa terdengar dengan jelas.
" haha sudahlah, baiklah tuan Rio sebelum aku melanjutkan ke bisnis kita aku ingin memperkenalkan putri tercinta ku, Namanya adalah Michelle dan dia juga seorang petualang tingkat Iridium yang lumayan terkenal di kekaisaran demihuman " ucap Elwin sambil menunjuk putrinya yang menganggukan kepala saat dia di perkenalkan.
__ADS_1
" Hmm kalau begitu perkenalkan juga namaku Rio Ludnug dan ini Putri kecilku Emilly Ludnug " ucap Rio memperkenalkan dirinya sekaligus Emilly.
Saat Michelle melihat Emilly entah kenapa matanya langsung berbinar seakan-akan ada ribuan bintang menghiasi matanya.
" imutttttttt~ imut sekali.... hap" ucap Michelle sambil berlari kencang menuju Emilly, sampai di depan Emilly Michelle langsung memeluk Emilly dan menggosakan pipinya ke pipi Emilly.
" Uwehhh empwukk pipinya sangat empuk dan lembut " ucap Michelle sambil masih menggosakan pipinya ke pipi Emilly.
" Engahh, enghh" Emilly hanya bisa mengeluarkan suara aneh saat di perlalukan seperti itu, bukannya Emilly tidak ingin keluar dari pelukan Michelle, Emilly bisa saja keluar dari pelukan Michelle tapi dia takut jika dia menggunakan kekuatan berlebih sehingga bisa melukai Michelle jadi Emilly hanya bisa menggeliat menandakan ketidaksukaan di perlakukan seperti itu.
elwin, bruto dan Roger yang melihat Michelle berprilaku seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka, sedangkan Rio hanya tersenyum canggung pasalnya dia melihat bahwa putrinya tidak suka di perlakukan seperti itu, tapi Rio merasa tidak enak jika melarang Michelle untuk mendekati Emilly, pasalnya Rio tidak memiliki alasan untuk melarang Michelle mendekati Emilly dan juga Michelle tidak berniat untuk mencelakakan Emilly jadi rio hanya bisa tersenyum canggung.
" Pwa pwa, tollloong~" ucap Emilly pelan.
" Ehem Michelle sudah cukup, sepertinya nona Emilly tidak suka kau memperlakukannya seperti itu" ucap Elwin langsung berbicara setelah melihat bahwa Emilly tidak suka di perlakukan seperti itu oleh putrinya.
Michelle Yang mendengar teguran dari ayahnya langsung tersadar, dan bangkit dari jongkok tadi waktu memeluk Emilly, setelah berhasil lepas dari cengkraman Michelle Emilly berlari ke belakang ayahnya menyembunyikan badannya sambil menatap tajam Michelle, Michelle yang di tatap tajam oleh Emilly hanya bisa tersenyum canggung, tapi setelah beberapa saat wajahnya tiba-tiba langsung memerah.
" Ughhh apa yang ku lakukan tadi ayah, paman Roger dan paman bruto pasti melihat perilaku tadi, ughhh sungguh memalukan " ucap Michelle dalam hati Malu setelah sadar akan prilakunya tadi.
" Dan juga Ayah dari anak itu pasti melihat kelakuan ku juga tadi, bagaimana reaksinya " batin Michelle sambil mengangkat kepalanya mengintip ekspresi Rio.
" T...tampan sekali" ucap Michelle yang melihat Rio tersenyum lembut ke arahnya.
__ADS_1
...JANGAN LUPA...
...LIKE + VOTE + SHARE ...