
Ch 38.
Ibukota kekaisaran Demihuman.
Saat ini kita bisa melihat Adrian dan Emilly Sedang berada di dalam Gedung guild pedagang, bisa dilihat Saat ini Adrian sedang ber hadapan dengan salah satu Resepsionis wanita yang ada di sana.
" Permisi tuan Ada yang bisa saya bantu" Ujar si resepsionis wanita tersebut.
" Ah iya, Jika ku boleh bertanya apakah betul di sini nanti akan di adakan pelelangan ?" Ucap Adrian bertanya.
" IYA betul tuan nanti malam akan di adakan pelelangan Untuk ke 5 kalinya di Guild pedagang ini" ucap si resepsionis itu.
" Hmm Baguslah ternyata informasi nya benar, Nona Apakah aku boleh ikut mendaftar untuk pelelangan ini?" Ucap Adrian.
" Tentu saja tuan, anda beruntung karena sejam lagi pendaftaran nya akan di tutup" ucap si resepsionis.
" Huff syukurlah kalau begitu, dan berapa biaya untuk ikut mendaftar di pelelangan ini?" Ujar Adrian bertanya.
" Untuk ikut pelelangan Sebenarnya tidak perlu membayar, Yang perlu di bayar hanya kursinya nya saja, Karena kami memiliki kursi yang terbatas " ucap resepsionis itu menjelaskan.
" ohh seperti itu, Apakah ada kategori tertentu untuk kursi kursi itu, misalkan kelas Biasa dan VIP apakah ada?" Tanya Adrian.
" Hmm betul sekali kami memiliki 3 kategori untuk kursi kursi tersebut, ada kelas Biasa, kelas Reguler, dan kelas VIP , untuk kelas reguler dan VIP Jika ingin menduduki nya tidak cukup hanya dengan membayar kursi itu saja tuan, Anda juga harus menunjukkan sejumlah besar harta jika ingin mendapatkan kursi tersebut " ucap resepsionis itu menjelaskan.
" Oh kenapa Bisa seperti itu?" Tanya Adrian penasaran.
" Hmm karena jika ada yang membayar untuk kursi kursi itu dan ternyata dia Tidak memiliki harta lebih untuk membeli item item di pelelangan bukan kah kita akan rugi, Bukankah lebih baik jika kursi-kursi itu di Bayar oleh orang orang yang betul-betul memiliki uang, karena kebanyakan orang yang membeli kursi VIP atau reguler hanya ingin terlihat kaya oleh pasangan mereka atau Orang yang sepsial bagi mereka, Jika kursi VIP dan reguler habis di beli oleh orang orang seperti itu, bukankah orang yang benar-benar kaya dan ingin ikut di pelelangan tidak jadi ikut di pelelangan karena mereka tidak ingin duduk di kursi biasa, bukankah Itu bisa menyebabkan Kerugian bagi guild pedagang, maka dari itu di ciptakanlah peraturan tersebut " ucap resepsionis menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
" Hmm kalau begitu apakah ada Kursi yang anda rekomendasi kan untuk ku" tanya Adrian.
" Mohon maaf tuan saat ini, kami hanya tersisa 2 kursi, satu kursi VIP dan satu kursi reguler, jadi silahkan Anda pilih sendiri anda ingin kursi yang mana" ucap pelayan tersebut Dengan nada meminta maaf.
" Ohh bagitukah, baiklah untuk kursi reguler dan VIP itu berapa harganya " tanya Adrian sekali lagi.
" Untuk kursi Reguler itu 50 Gold, dan untuk Kursi VIP itu 100 Gold" ucap resepsionis wanita itu.
" Apa yang di dapat dari kedua kursi tersebut, karena harga mereka yang lumayan bukankah seharusnya ada sedikit pelayanan " ucap Adrian.
" Hmm anda betul, untuk kursi reguler anda akan mendapatkan ruangan khusus di lantai Dua dan akan mendapatkan seorang asisten untuk menjelaskan item item waktu di lelang dan anda bisa menanyakan Apa saja dan asisten itu akan menjawab sebaik mungkin, sedang kursi VIP anda juga akan mendapatkan Semua pelayanan di kursi reguler Tapi bedanya Ruangan khusus akan berada di lantai 3 dan anda juga akan mendapatkan Seorang pelayanan tambahan untuk melayani anda, Anda bisa menyuruh pelayan untuk mengambilkan makanan Atau apapun yang anda butuhkan tenang saja semua makanan Yang di pesan oleh kursi VIP itu semua gratis" ucap resepsionis tersebut.
" Ohh begitukah baguslah, kalau seperti itu aku ingin mengambil kursi VIP saja, 100 gold bukan, Yap ini dia" ucap Adrian sambil menyerahkan Uang yang di perlukan untuk membayar.
" Baik tuan, Anda juga perlu memperlihatkan berapa jumlah harta yang saat ini anda bawa, minimal 100.000 gold untuk kursi VIP" ucap resepsionis itu.
" Oh Bagaimana caraku memperlihatkan nya?" Tanya Adrian penasaran.
" MMM aku tidak memiliki nya, Aku biasanya menaruh semua barang barang ku di Sihir ruang, apakah itu bisa digunakan " ucap Adrian.
" Si..sihi sihir Ruang, apakah anda pe...penyih penyihir tingkat 6 tuan" ucap resepsionis wanita itu.
" Ohh bagaimana kau bisa tahu" ucap adrian pura-pura terkejut.
" ahh pasalnya Permaisuri kekaisaran demihuman adalah penyihir tingkat 6 dan dia juga bisa menggunakan sihir ruang, jadi anda pasti juga penyihir tingkat 6" ucap resepsionis itu.
" Hmm perkataan mu itu, setengah benar" ucap Adrian.
__ADS_1
" hmm maksudnya......, Astaga apakah anda penyihir tingkat 7, tapi itu sepertinya tidak mungkin, pasalnya Tetua Kekaisaran yang penyihir tingkat 7 itu dia sudah berusia 600 tahun, Sedangkan anda sepertinya se abad aja belum sampai" ucap Resepsionis wanita itu.
" Nona satu hal yang ingin ku beritahukan, tidak ada yang mustahil di dunia, kembali ke pembicaraan awal dimana aku harus Memperlihatkan hartaku" ucap Adrian.
" Hmm baiklah, karena anda menggunakan sihir ruang, Dan kami tidak bisa Melakukan pengecekan karena kami tidak tahu bagaimana mana caranya, jadi anda bisa memperlihatkan saja Sihir ruang anda dan Buktikan dengan mengambil beberapa barang dari sihir ruang itu, setelah itu baru aku akan mempersilahkan anda masuk, aku sendiri yang akan bertanggung jawab" ucap resepsionis itu.
" Baiklah kalau begitu " ucap Adrian.
Setelah itu Adrian mengaktifkan sihir ruang nya, dan mengambil Sebuah Pedang yang menurut nya hanya item biasa, saat pedang tersebut sudah keluar dari sihir ruang Adrian, Pedang itu memancarkan sebuah aura yang sangat kuat sehingga memberikan perasaan tekanan saat melihat pedang tersebut.
Di ujung Ruangan di dalam guild pedagang, terlihat ada sebuah meja berserta kursi dimana di sana terlihat 3 laki-laki paruh baya berbeda jenis Sedang duduk dan berbincang bincang, ada Dwarf, elf dan Manusia tapi jika dilihat lebih jelas terdapat telinga dan ekor kucing di tubuh manusia tersebut yang sepertinya sudah menjelaskan ras Pria tersebut bukanlah manusia melainkan beast.
Salah satu dari 3 laki-laki paruh baya itu yang seorang elf selalu memperhatikan Adrian semenjak dia memasuki guild Pedagang pasalnya Ini baru pertama kali dia melihat orang dari kekaisaran bulan ikut dalam pelelangan ini, hal itu yang membuat nya tertarik, sedangkan ke 2 laki-laki paruh baya lainnya sedang asik mengobrol.
Saat dia terus memperhatikan Adrian, tiba-tiba dia melihat Adrian meng aktifkan sihirnya sehingga membuat laki-laki paruh baya elf tersebut terperanjat kaget melihat Adrian, pasalnya dia tahu sihir apa yang di gunakan oleh Adrian, tapi keterkejutan nya bukan hanya di situ, saat Adrian mengeluarkan sebuah pedang dari sihir ruang nya tiba-tiba dia merasakan aura yang seperti menekan nya untuk segera berlutut.
" Si...sial Pedang itu, itu pedang apa kenapa saat aku melihatnya seakan akan ada sesuatu yang menekankan ku " batin pria elf paruh baya tersebut.
Kedua teman laki-laki elf paruh baya itu yang melihat temannya mulai berkeringat dan terlihat raut wajah terkejut, tidak bisa tidak menanyakan apa yang sedang terjadi kepadanya.
" Heii apa yang terjadi kepada mu" ucap Dwarf paruh baya.
" Iya apa yang sebenarnya terjadi kepadamu, apakah kau sakit?" Ucap Beast paruh baya.
" K...kalian berdua Li..liht lihat itu" ucap elf paruh baya menunjuk Adrian.
Saat kedua pria paruh bayu melihat apa yang di tunjuk oleh teman mereka, tiba-tiba mereka juga merasakan hal yang sama saat melihat pedang tersebut.
__ADS_1
...JANGAN LUPA...
...LIKE + VOTE + SHARE ...