
"over dosis?"
"kelebihan obat,kak, meski obat tetap akan membunuh mu!"
"o begitu ya,jadi gimana?"
"mungkin paling cepat satu bulan lagi,buat sekarang ibu tak perlu memikirkan soal perut, cukup pikirkan kedepannya kita mau kemana!"
" apa kamu punya ide? tanya Jun Pyo
"ayah, kamu tau apa kekurangan yang di berikan dewa b***h itu! dia jadi balik nanya.ayah dan lain nya berpandangan tak mengerti
"malas dan pelupa,huh, ku pikir itu tak jadi soal lantaran aku kan anak Mentri nggak taunya bakalan dapat cobaan gini,jadi ya semua ku serahkan pada kalian ,aku nurut kok!"
"hihihi pantas kamu tiduran Mulu seharian" kata. tia'er.
"aku bermaksud masuk ke kelompok kalajengking merah!" kata Jun tha
"bukan kah itu aliran hitam, tidak bisa,aku tak mau!" tukas fun er
__ADS_1
" aku ini pendekar ahli ber elimen tanah jadi ku rasa bagus bila aku masuk ke satu kelompok.aku sudah tak percaya dengan aliran putih apalagi pasukan kerajaan, cuma itu satu satu nya tempat yang menerima ku!"
kami tau dan mengerti yang di rasakan oleh nya , kelihatan nya ayah tak menghalangi niat Jun tha.
"aku lebih suka kita jadi pedagang dari kita jadi pendekar . pada kehidupan kali ini aku cuma mau hidup bahagia dengan berkumpul dengan keluarga susah maupun senang!"
"pedagang,apa kita bisa?" kata ayah.
"tentu saja,dengan kemampuan ku kita bisa mengendalikan ekonomi kita bahkan dengan otak politik yang ayah miliki serta sedikit koneksi itu akan lebih memudahkan!" Jun Pyo mengganguk antusias.
"kalau kalian setuju,urus lah surat dagang pada kaisar,kakak cari lah tempat yang strategis untuk kita berdagang,buat sekarang kita akan mulai membuka rumah makan dengan tingkatan pelayanan,jadi carilah kedai yang besar dengan tiga tingkat.mengenai uang,akan kita atur di mulai kakak menjual barang di mulai dari gula dan minyak ,oh ya apa menurut kakak telur dan daging serta sayur adalah benda hidup?"
"ku rasa sayuran tidak termasuk,tapi telur dan daging mungkin bisa ,coba aja dulu!" fun'er mencoba kekuatan dimensi nya
bliing
seketika muncullah telur ber kardus kardus.merasa senang dia memulai lagi
"gula dan minyak masing masing satu ton"
__ADS_1
bliiing
mata keluarga Qin terbelalak melihat persediaan sebanyak ini,bah kan ini
melampaui ekspetasi mereka ,untung mereka berada di gudang tempat penyimpanan.kalau tidak mereka bakalan kelelahan memindahkan nya lantaran fun'er mengambil beberapa produk lain , yaitu beras tepung dan sedikit makanan kalengan berbagai macam.
(mau jurus ini ngakak,kah kah kah.)
"baiklah kalau begini,kita akan buka bisnis aja.tapi buat sekarang kita bisa santai .jadi gimana kalau satu Minggu ini kita membersih kan rumah saja dulu"
"ya,sebaiknya kita menunggu kakak tertua kalian sembuh baru kita bincang-bincang lagi mengenai ini"kata ibu
"oh ya Bu,nanti tolong panggil kan para pengemis dan peminta minta ya, bukan kah makanan sebanyak ini takkan habis buat kita Bu!"
"baiklah sayang,bila itu mau mu!"kata nyonya Qin sambil mengelus-elus rambut fun'er.
"tapi Bu,tidak baik membuat mereka manja,suruh lah mereka membantu bersih bersih" kata fun'er sambil menguap.ia lantas berbaring di pangkuan nyonya Qin.nyonya Qin membelai rambut hitam fun'er dengan sayang hingga gadis itu benar benar tertidur
"Jun tha, tia'er, rahasia kan hal ini , bila ada yang tau kemampuan tidak biasa ini dia akan susah begitu juga kita!" kata Jun Pyo
__ADS_1
"baik ayah"
"gendong adik mu ke kamar nya,mari kita bahas tugas kita kedepannya di ruang tengah!"