
"benarkah?"
"ya,itu adalah janji seorang Kasim,apa itu belum cukup?" sekarang Kasim wei merasa sedang berbicara dengan seorang wanita dewasa
"ku pegang janjimu,Kasim wei" fun'er merasa sedikit tak nyaman dengan situasi sekarang.timbul rasa takut akan sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari hanya karena debat yang tidak jelas ini.
"jadi apa pendapat mu tentang selir bahkan permaisuri ?"
" apa pendapat Anda tentang istana wahai Kasim?" Kasim wei mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan fun'er, bukan kah ia yang bertanya tadi
"tentu saja istana tempat yang jadi idaman setiap wanita.siapapun ingin masuk ke sana meski cuma jadi dayang sekalipun!"Kasim wei tau lebih banyak tentang itu namun mereka tak perlu mengungkapkan lebih jauh cuma kepada anak kecil yang bisa di sebut terlalu kurang ajar ini
"itu cuma dari luar Kasim wei,pada faktanya istana adalah lokasi perang mengerikan yang tidak pernah berkesudahan untuk para selir bahkan permaisuri sekalipun"Kasim wei terkejut mendengar pemikiran yang matang seolah tau tentang kondisi istana sebenarnya
"anak ini menarik sungguh menarik"
__ADS_1
"tempat indah yang memikat seperti kata Kasim wei tadi bahkan tak mampu memiliki satu hal yang remeh dan hal itu berlaku untuk semua orang tak terkecuali meski seorang kaisar sekalipun"
"huh,kamu sok tau,apa yang tidak di miliki seorang kaisar, janganlah kamu melampaui batas, bukan kah perkataan mu akan menyebabkan kau celaka?"Kasim wei mulai emosi
"maaf Kasim wei,maaf, bukan kah anda yang sudah berjanji tadi bahwa perkataan kita akan tinggal di ruangan ini, apakah janji seorang Kasim begitu mudah untuk di langgar?"fun'er ketakutan hingga menunduk lebih dalam pada Kasim wei
"Hem Hem...,baik lah aku tidak akan memperpanjang masaalah ini dikemudian hari!"Kasim wei malu sendiri dengan kelakuan nya, bukan kah ia masih anak anak
"jadi apa kah yang tak mampu di raih yang mulia wahai anak kecil"fun'er tertawa sendiri di dalam hati mengingat perkataan"anak kecil" bahkan animasi dari India akan berkata pedas tentang ini"jangan panggil aku anak kecil paman"
"maaf Kasim wei,telah membuat anda menunggu"
"tak apa nyonya Qin, karna menunggu mu aku jadi melihat berlian yang semula kupikir kerikil, tapi aku menyampaikan titah kaisar"
nyonya Qin langsung bersujud di ikuti dengan semua yang hadir.
__ADS_1
Kasim wei sudah berdiri memegang sehelai kain yang berisi titah kaisar
kaisar mengabarkan bahwa menteri Qin Jun Pyo telah terluka begitu pula putra pertamanya Qin Jun jie oleh karena itu putra kedua nya QIN Jun tha akan di tarik pulang sesegera mungkin.karna pengorbanan taat setia pada kaisar maka kaisar akan meng anugrahkan 1000ekor kuda 1000 karung beras beserta 1000 kain sutera"
begitu titah di terima nyonya Qin Kasim wei pergi dengan gaya angkuh nya bahkan tak peduli jeritan pilu yang terdengar sahut menyahut dari kediaman menteri Qin.
tak ada yang bisa meramal masa depan.kini keluarga besar menteri Qin cuma bisa bersyukur bahwa menteri Qin dan putranya cuma terluka bukan gugur.
setelah mengikuti Medan perang dari muda menteri Qin belum pernah mengalami ini . karna dia adalah pendekar suci ber elimen tanah sama seperti putra kedua nya.
yang tidak di sadari bahwa yang terjadi karena iri dan keserakahan manusia, kakak tertua menteri Qin telah membuat jebakan karena merasa bahwa kesuksesan dan kekayaan menteri Qin seharusnya adalah miliknya sebagai kakak tertua namun mengapa anak seorang selir mampu memilikinya,ini sungguh tidak adil
Mentri Qin telah di lukai dengan sengaja hingga menghancurkan kolam dentian hingga membuat nya kehilangan kemampuan untuk berkultivasi lagi kelak.ini membuat ia kehilangan muka karna era ini cuma mengakui yang kuat saja.
yang lebih menyedihkan putra pertamanya telah terkena racun yang sangat mematikan yang membuat ia tak sadar kan diri untuk waktu yang lama hingga menunggu ajal tiba. kabar ini telah membuat Wei Lin istri sah Jun jie pulang ke rumah orang tua nya tanpa menunggu lebih lama.
__ADS_1
keluarga menteri Qin menunggu kehancuran.bukan dari luar tapi dari dalam.