
suatu hari yang cerah
" semua telah siap tuan ,semua telah dijalankan sesuai rencana" seorang berbaju hitam menunjukkan hormat kepada seorang lelaki yang duduk di sebuah kedai makanan ringan
" bagus aku suka dengan kerjamu ,di mana lokasinya sekarang?"kata lelaki muda berbaju biru itu
" di hutan gelap ,tuan,kali ini mereka akan masuk perangkap kita!" kata nya menyeringai
" baik,ayo kita ke sana,aku sudah lama sekali tidak menonton pertunjukan bagus!" mereka keluar dari kedai kecil setelah membayar makanan yang mereka makan.tanpa di aba aba ,mereka segera berlari menggunakan jurus meringankan tubuh. sangking cepatnya mereka berlari hingga menimbulkan angin kencang di setiap jejak kaki mereka.
ilmu mereka berdua sangat tinggi . dengan Ilmu itu bukan tidak mungkin mereka membuat sebuah portal menuju tempat yang mereka hendaki ,namun mereka tidak membuatnya .karena itu bisa ditebak mereka adalah orang-orang baru di tempat ini . bukan kah sebuah portal bisa tercipta mengikut kenangan seorang penggunanya
dengan kecepatan yang teratur mereka sampai di sebuah hutan gelap, Tak Sampai setengah hari perjalanan. begitu mereka memasuki hutan terdengarlah suara perkelahian
"Tuan rupanya mereka sudah memulai tanpa menunggu kita" lelaki yang berbaju biru cuma menyeringai jahat
"mari kita saksikan Sebelum Sebelum pertunjukannya habis" mereka berdua mencari pohon yang tinggi dan duduk santai di atas dahan yang paling besar .tak jauh dari sana Mereka melihat sekelompok orang yang sedang bertarung.
pertaruny tak berimbang, 2 orang lelaki separuh baya sedang bertempur mati-matian. terlihat dari perkelahian itu cuma seorang lah pengguna elemen, sedang yang satunya tidak menguasai elemen apapun. dia bertempur menggunakan mengandalkan Tenaga luarnya. saja jelas saja mereka kewalahan. yang mengeroyok mereka adalah sekitar 20 orang. sebenarnya kemampuan mereka itu tidak lebih baik dari lelaki separuh baya yang ternyata adalah wei ko, dikarenakan konsentrasinya terpecah kepada lelaki yang kemudian kita tahu adalah Jun Pyo , itulah yang membuat gerakannya terbatas . selain ia harus melawan para penyerang, detik itu juga ia harus melindungi jun-pyo yang tidak memiliki kemampuan Kultivasi. lelaki itu tetap gagah walau telah berusia lanjut hingga para penyerang kewalahan meski kekalahan terlihat jelas dipihak wei ko.
"aaaakhhhh" jerit Jun Pyo membahana di dalam hutan gelap .perutnya sudah mulai terbuka.sekujur tubuhnya terluka parah penuh dengan luka menganga . dia terduduk di tanah ketika wei ko datang mendekatinya sambil terus waspada mengarahkan pedangnya ke arah lawan
__ADS_1
"hahaha menyerah lah kau orang tua ,kalian akan kalah"
"ah Lebih baik aku mati daripada aku menyerah ,kalian telah lancang. Apa kalian tahu siapa kami "Kata wai ko terus saja waspada
" tentu saja kami tahu ,kami telah dibayar mahal untuk kepala kalian" satu lelaki mendekat pada Wiko.
"siapa yang mengirimkan kalian!"
"tidak perlu tau, yang perlu kau ingat adalah saat kepala mu berpisah dari badan, bersiaplah!" seru nya.
namun ketika pedangnya mulai terangkat
"jleb"
"jleb"
" Wah, wah wah ada bantuan rupanya ,ini lah pertunjukan sebenarnya!"Kata Lelaki berbaju biru yang sedang menyaksikan pertarungan dari atas. ada sebuah portal yang tercipta di di area tak jauh dari lokasi itu kemudian ada portal yang lain lagi dari portal itu keluarlah Jun Jie dan junta .satu portal lagi adalah Ming feng dan ming you min.
tanpa diperintah mereka menyerang sekelompok orang yang telah menyerang jun-pyo tadi dan kini penyerangan itu terlihat berimbang .jurus elemen yang dimiliki oleh ming feng dan junta bukanlah main.mereka adalah pendekar tingkat raja
jleb
__ADS_1
srek
cling
ting
jleb
terdengar sahut menyahut dari jauh. itu menambahkan gairah bagi dua orang penonton di atas .mereka bertepuk tangan
ketika keduanya turun setelah melihat kekalahan di pihak jun tha.entah mengapa jun tha merasa lemah . tiba-tiba mereka ambruk di tanah begitu juga ming feng dan ming you. Jun Jie yang berdiri sejak awal, bergerak memangku jun tha.
"lemah terlalu lemah,aku telah memandang tinggi kalian, rupanya tak lebih dari sekelompok sampah,cuih!" lelaki berbaju biru mendecih seolah jijik
"apa mau kalian,kami tidak punya musuh,siapa yang membayar ,akan aku ganda kan kelak!" meski lemah jun jie berani menatap mata penantang nya.
"sebenarnya aku tidak ingin mengatakan,tapi menggingat kalian telah terkena racun aku tak mau kalian mati penasaran,!" mata nya berbinar seketika.seolah olah sedang mendapat hadiah besar
jun jie terkesiap mendengar kata racun.lelaki di depan nya ini sungguh keji.ia menabur racun di udara tidak peduli dengan orang upahan nya.
" tahap kultivasi di negeri ini amat rendah.rasa percaya pada orang lain membuat insting bertahan hidup menjadi mati,senang saja kami membuat portal yang salah untuk ayah tercinta kalian.dan kau tau.kami juga lah yang memberikan informasi kalau mereka dalam bahaya kalau tidak bagaimana cara kalian sampai di sini!" ia dengan penuh percaya diri berputar putar senang
__ADS_1