
"ibu ,apa ibu akan menjual pakaian ibu lagi?"
"iya sayang,beras sudah mulai menipis, sedang ayah mu sudah tidak ada pemasukan"
"jual lah pakaian ku juga Bu. mungkin kita bisa bertahan untuk sebulan lagi"
"jangan,kamu anak perawan harus memakai pakaian bagus, lagi pula mungkin kehidupan kita akan membaik begitu Jun tha bisa bekerja, benarkan Jun tha?" Jun tha mengngangguk padahal ia tau ia tak bisa masuk ke pasukan manapun karna paman nya menteri Qin yang baru.pilihan Ter buruk adalah masuk pembunuhan bayaran
" kekuatan.kekuatan ku belum muncul.kemana dan bagaimana dia akan muncul aku memerlukan nya" pikir fun'er melihat situasi menyedihkan keluarga kini.
"bersabarlah ibu, jangan kemana mana hari ini, tunggu lah sebentar aku akan kembali"
"kau mau kemana fun''er?"
"ke kamar kak junjie, berjanjilah untuk jangan kemana mana hari ini! "
" baik lah jangan lama ya!kata nyonya Qin sambil mengusap kepala fun''er.
"racun,tubuh kak junjie mengandung racun, bukan kan racun pemicunya" bergegas fun 'er masuk dan mengunci pintu kamar junjie dari dalam.
__ADS_1
tubuh junjie sudah demikian kurus,cuma kulit membungkus tulang.mata nya masih terpejam seperti tidur.bibirnya mengelupas meski ibu selalu berusaha meneteskan air di sana.karna ekonomi tabib pun takmampu
di panggil ke rumah.
perlahan fun'er menggoreskan pisau kecil pada satu titik masuk tempat racun itu di tiriskan dan dengan cepat darah yang keluar dari luka itu berwarna hitam bahkan berbau tidak sedap.tapi keinginan fun'er sangat kuat .ia menghisap darah itu bah kan menyedotnya tanpa henti hingga berhenti sampai di titik pandangan nya Kabur dan jantung nya seperti di tusuk ribuan jarum.
"aaahhkkkk!!!!
"sakit,ini sakit,dewa s***. mengapa sesakit ini"
bruuk
mendengar jeritan kuat dari dalam kamar junjie ,semua panik termasuk Jun Pyo yang sedari tadi mematung melihat drama ibu dan anak.serempak mereka berlari ke kamar junjie tapi pintu kamar terkunci dari dalam.tanpa aba aba pintu itu di tendang dengan kuat.sekali tentang pintu itu pecah berkeping-keping.
Jun jie masih terbaring lemah namun fun 'er kecil tergolek di lantai dengan wajah dan bibir membiru. namun wajah junjie mulai memerah .
ibu dan Tia 'er mulai menangis. mereka sungguh tak menyangka fun'er bertindak gegabah. tubuh kecil itu di letak kan di atas kasur junjie.
"sayang, kenapa begini,hik....hik...hik. .!"
__ADS_1
"tenanglah nyonya.sebaiknya tumbuk lah obat yang masih tersisa untuk nya dulu!"
"ayah ibu, coba lihat kak junjie,ia sudah mulai baikkan!"
wajah junjie kini tak sebiru sebelumnya.bahkan kini sudah memerah seperti demam. ayah membuka matanya memperhatikan iris mata junjie dengan seksama.ia tersenyum samar
"racun nya hilang,benar benar menghilang.bagaimana mungkin?"
"mungkin karena fun'er menghisap darah nya hingga racun nya tersedot ke dalam tubuh kecil fun'er ayah?"
ayah kini melihat kondisi putri bungsunya itu.mata nya membulat terkejut
'dia tidak keracunan sama sekali,coba lihat wajah nya memerah seperti sebelumnya!" tak lama fun 'er tersadar.ia memeluk ayahnya dengan senyum seolah tidak terjadi apa apa.
"fun 'er,kamu tidak apa apa?"
"aku baik kok yah,malah belum pernah sebaik ini!" katanya senang.
"bukan kah tadi kamu menghisap racun dari kakak mu?"tanya Jun Pyo
__ADS_1