
bunyi kembang api di istana terdengar meriah.lautan manusia berjejer rapi di sepanjang jalan menuju gedung yang telah alih fungsi sebagai istana negara.kemegahan yang belum pernah pernah terlihat oleh segenap manusia di era ini.apalagi gedung gedung pencakar langit yang bertaburan sepanjang mata memandang.
bukan itu saja di jalanan indah terbentang hingga ke segala arah berwarna hitam gelap dengan garis kuning di pinggiran dan garis putih putus putus di tengahnya.beda jauh dengan jalanan kota besar yang lain,masih berupa tanah yang di keraskan.
di sepanjang jalan ada pohon pohon besar berwarna-warni.kebanyakan adalah pohon buah-buahan yang sedang berbuah lebat akibat pemakaian elemen ganda yaitu elemen kayu dan elemen tanah.
semua para kaisar dan rombongan cuma bisa ternganga lebar melihat keindahannya.meski begitu sebenarnya ada perbedaan yang signifikan pada kota buatan fun 'er dengan kota Dubai yang asli. di sini pohon pohon di kiri kanan jalan adalah pohon asli di setiap negara.ada jalan khusus sakura yang selalu mekar.ada jalan khusus bunga tulip maka jalan itu sungguh berwarna warni. ada juga bunga matahari dengan ukuran jumbo. lihat lah selokan yang di penuhi dengan teratai besar
mobil,yap,di sini tidak ada mobil dan motor .fun 'er memang tidak mau kota nya berpolusi akibat pengaruh mesin mereka. bukankah mereka hanya perlu sebuah portal.nah di sini lah gunanya para pembuat portal.mereka menjual jasa pembuatan portal dengan harga dan jangka waktu tertentu.namun mereka masih bisa menggunakan sepeda.jadi kaisar dan rombongan busa melihat ribuan jenis sepeda bahkan ada sepeda yang menggunakan batu elemen angin untuk membantu sepeda bergerak sendiri.
"astaga kita ada di mana?"
__ADS_1
"wow, surga kah ini?"
di sepanjang jalan raya utama berjejeran makanan istimewa seperti sate dari berbagai hewan ada sosis dengan berbagai varian masakan seperti goreng rebus bahkan yang pedas.warga menawarkan makanan dengan senyum manis.perintah fun'er agar mereka di layani sebaik mungkin.
hoddog sashimi nasi kepal hamburger dan pizza.sungguh kali ini fun 'er tidak main main menggunakan dimensi nya.minuman ringan berbagai jenis berjejeran untuk di konsumsi secara gratis.begitu pula eskrim berbagai rasa.
tentu saja para prajurit tidak berani menyentuh makanan dan minuman yang menggiurkan itu tanpa ada izin dari para kaisar.namun tidak begitu dengan rombongan kaisar es.cuma kaisar es dan menteri nya yang jalan dengan gagahnya.beda dengan para prajurit yang tertinggal di belakang karena sedang menikmati dan memanjakan perutnya masing masing.
mulut mereka penuh dengan aneka macam makanan.bahkan ada yang menangis teringat keluarga nya di rumah.bukan kah menjadi prajurit hanya karena untuk urusan perut.cuaca dingin di negeri es menyulitkan untuk mencari bahan makanan.
apalagi di satu titik terdapat binatang besar seperti kambing kijang dan rusa yang sedang di panggang dengan cara di putar perlahan di atas perapian.bau harum tercium lewat udara.rempah dan mentega buatan asosiasi Kirin membuat kulit binatang yang sedang di panggang itu berwarna coklat kehitaman dengan keharuman yang bikin air mata para prajurit menetes sedih karena tidak bisa mencicipi barang secuil pun
__ADS_1
hingga lah seorang jenderal memberanikan diri untuk menghampiri kaisar nya.ia datang perlahan mendekati kuda kaisar.
.
"hormat yang mulia.hamba minta izin agar para prajurit di izin kan untuk mencicipi hidangan yang disajikan yang mulia" meski di atas kuda ia masih berusaha untuk membungkukan badan nya
"apa kau yang tidak ada racun pada makanan tersebut?"
"hamba yakin yang mulia, bahkan warga mereka juga ikut serta menikmati hidangan tersebut"
"apa tidak mungkin mereka telah memakan penawar nya terlebih dahulu?'"
__ADS_1
" mereka tidak akan berlaku begitu ceroboh menggingat jumlah kaisar yang begitu banyak" kaisar negeri kabut mengganguk.ia sebenarnya sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan ludah nya.namun ego sebagai seorang kaisar membuat ia bertahan.
"baiklah, semua prajurit ku izin kecuali para jenderal dan para menteri" jendral itu berangkat ke kelompok yang telah menunggu harap harap cemas.