Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat

Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat
Part 18. Hugo & Adam


__ADS_3

-o0o-


Menjadi seorang bangsawan tidaklah mudah, kita akan dihadapi banyak peraturan dan juga tanggung jawab yang besar. Apalagi menjadi seorang kaisar, ruang lingkup kekuasaannya meliputi sebuah negara bukan lagi provinsi ataupun kota.


Positifnya seorang kaisar memiliki kekayaan yang tidak akan habis hingga 7 generasi, kehidupan di dalam istana amat sangat mewah dan teliti. Ratusan pelayan melayani segala keperluan tuannya, prajurit menjadi bagian keamanan, dan penyihir sebagai garda terdepan pelindung negara.


Sayangnya dibalik semua itu terdapat hal yang tidak mengenakan, salah satunya seperti sekarang ini para pelayan sibuk mengenakan pakaian untuk upacara kedewasaan nanti pada Freya.


Untuk kesekian kalinya Freya pasrah memakai banyak aksesoris dan semua itu lumayan berat. Apalagi nanti kepalanya menjadi tempat landasan mahkota kerajaan yang terbuat dari emas mengandung logam dan ratusan berlian sebagai hiasan, bayangkan saja betapa beratnya itu.


Lebih mending kehidupan sebelumnya hanya mengenakan gaun simpel dan high heels saja, tidak ada aksesoris berlebihan seperti ini. Jadi kalian semua beruntung jika masih hidup di zaman modern, bersyukurlah.


Setelah selesai berdandan Freya langsung melangkah keluar istana menuju kereta kuda. Langkahnya terhenti saat melihat dua sosok manusia sudah menunggu tepat di depan pintu kereta.


"Hormat kepada Baginda kaisar!!". Seru dua pria tersebut kompak sembari membungkuk sopan.


"Berdirilah". Balas Freya dan langsung menyesali perbuatanya sesaat setelah dua manusia itu memperlihatkan wajah mereka yang menyilaukan.


"Astaga mataku".


Hugo dan Adam. Mereka sudah berada di sana sejak satu jam yang lalu, menunggu tentu saja.


Freya kembali meminta maaf kepada para jomblo di luar sana sebab saat ini dirinya sedang berhadapan dengan dua pria berwajah nyaris sempurna.



Hugo adalah pria berdarah Jepang dan saat berusia 17 tahun dirinya berhasil menguasai ilmu bela diri dan juga ilmu menggunakan pedang. Hanya saja sejak berada di Imperial Palace dirinya jarang menampakkan keahlianya tersebut dan memilih menjadi si play boy cap kakap. Hugo adalah Selir ke 4 sekarang memasuki usia 20 tahun


__ADS_1


Adam merupakan pria jenius sejak lahir dan satu-satunya pria yang berani jutek terhadap Freya namun pada akhirnya luluh akan pesonanya. Saat ini Adam berusia 29 tahun namun wajahnya sama sekali tidak sikron dengan usianya.


Sifatnya hampir sama dengan Chaiden hanya saja saat bersama Freya dia lebih hangat dan mudah tersenyum, semua akan terlihat HANYA dengan Freya. Jadi ingat itu.


Tidak mau berlama-lama, ketiga manusia itu bersama memasuki kereta kuda memulai perjalanan menuju lokasi acara. Selama di perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara karena memang jarak istana dengan tempat tujuan cukup dekat. Kereta kuda hanya sebagai formalitas seorang Kaisar dalam menghadiri acara.


Kereta berhenti otomatis Hugo dan Adam keluar terlebih dahulu seraya mengulurkan masing-masing satu tangan mereka, Freya menyambut uluran tersebut dengan kedua tangannya dan turun dengan mudah. Tidak lupa para kesatria mengawal dengan ketat.


Seorang prajurit bersorak mengumumkan kedatangan mereka sontak saja semua orang mulai berbaris membungkukkan kepala mereka.


Perlahan tapi pasti Freya masuk diikuti dua pria dibelakangnya, berjalan menuju sisi ruangan lalu duduk di singgasana. Adam dan Hugo berdiri di sisi kiri dan kanan Freya sembari menatap ke depan.


"Hormat kepada Baginda kaisar!!". Seru mereka serempak.


"Terima kasih, selamat kepada para gadis yang akan mengikuti upacara kedewasaan ini. Semoga kalian diberkahi". Balas Freya menjadi awal pembukaan upacara.


Freya menatap setiap gadis yang sejak tadi berbisik dengan mata berbinar penuh minat, ia tau mereka sedang membicarakan dua selir dibelakangnya namun entah kenapa hatinya tidak menyukai tindakan tersebut.


Gadis itu bahkan menatap ke arahnya dengan berbagai macam ekspresi yang pasti bukanlah arti yang mengandung persahabatan. Kedua tangan yang berbalut sarung putih itu saling meremas seolah-olah saat ini dirinya sedang menahan emosi yang mendalam.


Bukannya takut atau terganggu, Freya malah membuang nafas berat mulai menduga sebentar lagi akan ada drama gratis no tiket.


"Yang Mulia ada apa?". Bisik Hugo menyadari perubahan Freya.


"Kau lihat gadis yang di sana? Siapa dia?".


Hugo menoleh ke arah yang dimaksud Freya.


"Lady Delaren Van Kelson, putri sulung dari Viscount Hendrick Kelson".

__ADS_1


"Seorang Lady ternyata, lalu kau tau kenapa dia seperti itu, jujur saja wajahnya membuatku risih".


"Yang Mulia anda lupa jika dia itu mantan kekasihnya Adam".


"WHAT!!!".


"Mereka sudah memasuki tahun ketiga berpacaran namun sayangnya kandas karena Adam kini harus berubah status menjadi seorang selir".


"Maksudmu mereka putus gara-gara aku?".


"Ya lebih tepatnya anda merebut Adam darinya, waktu itu saat Viscount mengadakan pesta pertunangan Adam dengan Lady Delaren, anda hadir dan mengacaukan semuanya. Anda merayu Adam di depan umum dan langsung mengatakan bahwa mulai saat itu Adam adalah selir ke 4 dengan alasan jatuh cinta pada pandangan pertama".


"Awalnya Adam menolak mentah-mentah namun anda mengancam akan menghancurkan keluarga dan desanya, mau tidak mau Adam pasrah dinobatkan keesokan harinya, bahkan anda menyuruh Delaren kembali mengikuti upacara kedewasaan karena menganggapnya masih terlalu kecil untuk bertunangan".


Freya sama sekali tidak bisa berkata-kata lagi, bagaimana bisa dirinya melupakan kejadian waktu itu padahal dikehidupan sebelumnya ia sudah membaca setiap deretan huruf dalam tiap lembar novel seteliti mungkin. **** lagi-lagi 'bakatnya' benar-benar merepotkan.


Freya menatap Adam dari sudut matanya, pria itu sama sekali tidak merespon apapun tetap berdiri dalam diam. Lagi-lagi Freya harus mengulang strateginya sepulang dari upacara nanti.


Acara berlangsung lancar dan kali ini para gadis akan berbaris menerima penobatan dari kaisar dengan menerima Tiara emas berhias berlian biru safir.


Secara bergantian Freya memasangkan Tiara tersebut sembari mengucapkan kata selamat hingga tiba giliran Delaren, Freya mengambil Tiara lalu mengenakannya perlahan hingga sedetik kemudian tubuhnya terangkat ke udara senada dengan suara dentingan besi saling beradu.


Semua orang berteriak histeris melihatnya bahkan para kesatria langsung berlari mendekat mengeluarkan pedang mereka. Seketika semua membeku di tempat.


Freya yang sadar akan situasi mulai menoleh ke segala arah dan menyadari bahwa saat ini dirinya sedang berada di dekapan Adam, pria itu menggendong dirinya dengan satu tangan saja sedangkan tangan lainnya menggenggam pedang berukuran sedang tepat di depan wajah Delaren yang memucat.


Sebenarnya setelah Freya memakaikan Tiara ke kepala Delaren, secepat kilat gadis itu mengeluarkan pisau dari bawah roknya lalu mengarahkan tepat ke perut Freya, sayang sekali niatnya gagal karena kalah cepat dari Adam yang sudah menangkis dan menendang pisau tersebut hingga terpental jauh. Tangannya meraih tubuh Freya cepat langsung membawa ke dekapannya.


Kehebohan terjadi dan para kesatria masuk menahan pergerakan Delaren dengan mengarahkan pedang mereka ke setiap sisi tubuh gadis tersebut. Bergerak sedikit saja maka nyawa melayang.

__ADS_1


"K, kau... kenapa".


"Anda sudah keterlaluan nona Kelson". Gumam Adam namun terdengar mengerikan.


__ADS_2