Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat

Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat
Part 23. Toko Barang Antik


__ADS_3

Suasana kembali damai dan kali ini Freya memutuskan untuk pergi karena dibanjiri sorakan terima kasih dari para pengunjung. Mereka beralih pada toko-toko yang menjual barang antik.


Tempatnya cukup besar dan juga rapi, sepertinya pemilik toko ini sangat maniak kebersihan saking rapinya tidak ada debu sedikitpun di sela-sela barang.


"Ibu kita beli apa di sini?".


"Entahlah anggap saja kita sedang cuci mata, hati-hati berjalan jangan sampai menyenggol sesuatu". Ray mengangguk berjalan sembari memegang tangan Freya.


"Perasaanku saja atau memang suasana di sini sangat dingin". Gumam Callista.


"Kuharap tidak ada hantu, kan ngeri juga kalau tiba-tiba barangnya bergerak sendiri". Callista memutar mata malas menanggapi ocehan tidak masuk akal Elvis.


"Ibu".


"Iya sayang, oh ya pergilah dengan Elvis ke toko seberang. Di sana ada cemilan enak, ibu akan menyusul nanti".


"Baik, jangan lama-lama ya". Pasrah Ray berlalu bersama Elvis yang kegirangan, memang suasana di sana sangat tidak cocok untuk anak kecil seperti Ray namun tingkah Elvis benar-benar menyebalkan untuk ukuran orang dewasa.


Freya kembali menelusuri toko bersama Callista di sisinya, mengamati setiap inci dengan cermat.


"Mencurigakan".


"Apa kau merasakan sesuatu Cal?".


"Sepertinya toko ini dilapisi sihir langka, hanya sebagian orang saja yang bisa menyadarinya".


"Untuk apa memasang sihir di kedai barang antik? Sangat lucu jika alasannya untuk menangkap pencuri".


"Sayang sekali tapi memang itu alasannya". Seru sebuah suara otomatis Freya dan Callista terperanjat membalikan tubuh mereka. Tidak ada orang. Aneh.


"Kau melihat sesuatu Cal?". Tanya Freya pada kucing di pundaknya.


"Tidak".


"Apa benar itu hantu?".


"Jangan dengarkan sekretaris bodohmu itu".


"Tapi--".


"Di bawah sini". Secara serempak perlahan mereka menoleh ke bawah dan- bingo seorang pria bertubuh kerdil berdiri dengan tangan di pinggang.


"Cal". Bisik Freya.


"Dia bukan hantu".


"Berhenti berbisik seperti itu, aku bukan hantu". Kesal pria tersebut.

__ADS_1


"M, maaf".


"Hah sudahlah". Pria kerdil itu berjalan menaiki tangga dan melompat ke atas meja.


"Selamat datang. Vernando, pemilik toko barang antik ini dan bukan hantu". Serunya dengan penekanan di akhir kata.


"Selamat datang untuk Baginda kaisar dan juga Ratu Rubah Putih Callista".


Dua gadis itu saling pandang.


"Kau mengenal kami?".


"Tentu saja, tidak sulit bagiku mengetahui identitas setiap tamu yang datang, silahkan duduk". Ucapnya sedetik senada dengan dua buah kursi terbang mendekat.


"Kau penyihir tuan Vernando?".


"Benar Yang Mulia, lebih tepatnya saya mantan penyihir yang mengetuai menara 20 tahun yang lalu".


"Ah jadi kau si penyihir kecil itu? Aku pernah mendengar namamu tapi tidak pernah melihat secara langsung". Ucap Freya sembari menyatukan kedua tangannya.


"Itu wajar karena saya memang jarang berbaur dengan orang lain termasuk anggota kerajaan. Maafkan ketidaksopanan saya Yang Mulia".


"Sudah jangan pikirkan. Di sini aku hanya seorang pelanggan biasa, jangan membawa tahta segala".


Vernando terkejut namun sedetik kemudian tersenyum ramah.


Perlahan tubuh mungil itu melayang di udara menuju rak paling tinggi.


"Lalu bagaimana kau bisa mengenal Callista?". Tanya Freya.


"Aku pernah sekali melihatnya saat ekspedisi menemukan bahan ramuan dan tidak sengaja masuk ke dalam goa. Walaupun hanya sekilas tapi energi murni dan suci sangat terasa, dan di sana aku sadar jika legenda Ratu Rubah Putih bukanlah mitos belaka".


"Lalu kau melihatnya?".


"Tidak. Kekuatan nya sangat besar dan sulit untuk masuk lebih dalam, jadi aku pergi dan berhasil pulang".


"Ternyata kau terkenal juga". Kekeh Freya pada Callista yang duduk di sampingnya.


"Tentu saja, rumor itu sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia". Freya mencibir mendengar kalimat sombong Callista.


"Kau itu rubah atau kucing sih?".


"Aslinya rubah tapi aku suka berubah untuk mengelabui orang lain yang mengincar ku, anggap saja pertahanan diri".


Tak lama kemudian Vernando kembali membawakan sebuah buku tebal, pada bagian sampul terdapat logo berlian merah berbentuk bintang.


"Apa ini".

__ADS_1


"Astaga bukankah ini buku sihir terlarang?". Ucap Callista tidak percaya.


Buku sihir terlarang adalah buku yang isinya segala ilmu sihir yang tidak boleh diketahui orang lain tak terkecuali anggota kerajaan. Keberadaanya selama ini tidak diketahui sejak sang penulis meninggal dunia.


Banyak yang mencari keberadaan buku tersebut demi tujuan yang tidak baik namun semua tidak mudah. Bukan hanya itu, buku itu juga bisa memilih orang yang bisa menemukan dan membaca isi dalamnya. Jadi walaupun kalian berhasil menemukan, jika buku tersebut tidak suka maka kalian tidak akan bisa membukanya. Sia-sia saja.


"Kenapa kau bisa memilikinya?".


"Ini rahasia besar, penulis buku inilah yang menitipkan dan mempercayainya padaku. Waktu itu usiaku genap 80 tahun".


"Waktu itu?".


"Yang Mulia umur saya sekarang 150 tahun". Freya tersedak air liurnya sendiri, bagaimana bisa, padahal wajahnya seperti orang berumur 30 tahunan.


"Jangan kaget, sudah wajar penyihir hidup lama. Mereka kan PENYIHIR". Gumam Callista malas dibalas kekehan oleh Vernando.


Freya menggeleng cepat. "Baiklah lupakan. Lalu kenapa kau memperlihatkannya pada kami?".


"Karena menurut ramalan begitu".


"Ramalan?".


"Si penulis mengatakan bahwa suatu saat akan ada gadis berambut hitam dengan mata semerah darah datang bersama Ratu Rubah Putih yang akan menjadi penanggung jawab dari buku ini".


"Penanggung--- Jawab?".


"Iya. Kalau tidak percaya silahkan buka dan cek sendiri".


Sejenak Freya terdiam mencerna segala kalimat yang terlontar dari pria kerdil tersebut, matanya turun menuju buku namun ragu untuk menyentuhnya.


"Jangan takut, lakukan saja".


Sekuat tenaga Freya menelan air liurnya sembari mengulurkan tangannya. Tekstur kasar terasa saat menyentuh sampul buku tersebut hingga secara perlahan tapi pasti Freya berhasil membuka memperlihatkan lembar pertama buku tersebut.


Seketika sensasi hangat menjalar dari ujung jari menuju seluruh tubuh Freya hingga berkumpul di perutnya menjadi energi tenaga dalam.


"Akhh". Kagetnya menjauh.


"Apa itu tadi?".


"Itu aura hitam yang melindungi isi buku. Jika buku tersebut terbuka maka aura hitam akan keluar membutakan orang lain yang ingin melihat, tidak usah takut karena anda sudah terpilih Yang Mulia Freya Grizelle".


"K, kenapa harus aku?".


"Tidak ada yang tau maksud dan tujuan takdir, kita hanya bisa menerima dan menjalankan nya".


Freya kembali menatap buku dan Vernando bergantian, sangat sulit dipercaya jika dirinya harus menerima buku tersebut. Pertama dirinya harus memikirkan tempat untuk menyembunyikan dari orang lain. Kedua, Kenapa harus dia dan terakhir baik buku maupun Freya memiliki tingkat keselamatan yang rentan.

__ADS_1


Si penulis meramalkan demikian menandakan sesuatu yang besar akan terjadi di masa depan dan itu melibatkan dirinya. Freya Grizelle.


__ADS_2