
-o0o-
Suasana penuh ketegangan sangat terasa, tidak seorang pun mengeluarkan suara karena sibuk meyakinkan diri sendiri bahwa informasi yang mereka dengar bukanlah ilusi atau mimpi belaka.
Belum move on dari keterkejutan dengan panggilan mendadak dan sekarang sang kaisar mengucapkan dengan bibirnya sendiri bahwasanya ia akan berhenti menjadi Empress.
Saat semua orang hening dalam keterkejutan, Freya menanggalkan sendiri mahkota kerajaan dari kepalanya.
“Yang mulia!!”. Elvis tersadar langsung berlari mendekat.
“Apa maksud dari semua ini? Anda tidak boleh memutuskan hal gila tanpa memberikan konfirmasi sebelumn nya. Tidak bisa semudah itu, yang mulia”.
Kalimat Elvis menyadarkan semua orang dan seketika suasana menjadi heboh. Ada yang meminta penjelasan, ada yang tersenyum senang, ada yang protes, ada yang diam saja, dan lain sebagainya.
Freya memutuskan untuk kembali duduk sembari menatap lurus ke depan, tatapan teguh tak tergoyahkan. Dari sana kita bisa menyimpulkan bahwa gadis ini sudah bertekat bulat dengan segala keputusan nya.
Telinga Freya berdengung akibat sorakan para tamu membuat gadis itu meringis.
“Callista!!”. Teriak nya sedetik kemudian naga besar datang berteriak keras membuat semua orang otomatis melindungi indra pendengaran merek.
Suasana hening.
“Bagus. Begini lebih baik”. Gumam Freya duduk bersandar sembari memerintahkan Callista kembali mengecil dan menghampirinya dengan satu kali ayunan tangan. Merek berdua seolah-olah sufah mengerti satu sama lain.
“Semua sesuai dengan yang ku katakan. Bukankah seharusnya kalian senang? Keinginan selama ini terkabulkan juga”.
“Yang mulia”.
“Biarkan aku berbicara, Elvis”. Pria tampan itu terdiam kembali ke posisi semua, padahal bibirnya sudah gatal ingin mengeluarkan seribu kata umpatan.
Freya menatap tajam ke depan.
“Aku bingung kenapa kalian heboh seperti itu. Entah itu reaksi yang tulus atau hanya akting semata.
“Jika kalian bahagia maka kuucapkan selamat tapi jika kalian sedih maka terima kasih. Sejujurnya aku tidak menginginkan kedua nya”.
“Freya Grizelle. Seorang ratu sombong haus akan harta dan juga *****, itulah mengapa dirinya memiliki banyak selir. Tamak lalu tidak bertanggung jawab, buta karena cinta dan juga tahta. Jika kalian menyanggah itu semua maka kalian munafik”.
“Semua itu memang benar, kejadian yang memang benar adanya. TAPI- kusarankan kalian melihat dengan dua mata jika tidak mau disebut sebagai orang sok hebat”.
Tangan berjari lentik itu menyentuh dagu mengelusnya pelan.
“Jangan kalian fikir aku tidak tau kepicik kan apa yang sudah kalian lakukan dibelakangku, merusak nama baik dan juga reputasi kaisar dan juga keluarga kerajaan”.
Freya membuang nafas kasar. “Sepertinya aku sudah terlalu lunak dan lalai, oleh sebab itu aku memutuskan untuk berhenti”.
__ADS_1
Callista bergerak di pangkuan Freya terbang dan mendarat di pundaknya.
Sebenarnya dari kejauhan Freya dapat mendengar bisikan para bangsawan yang merasa sangat senang dan sudah menyusun beberapa rencana licik namun ia memutuskan untuk tetap diam hingga waktunya tiba.
“Yang mulia, anda tidak bisa memutuskan nya begitu saja. Kita harus melakukan beberapa penyelidikan dan rapat untuk memastikan alasan dan penyebab sebenarnya”.
“Jadi maksudmu pendapatku ini kekanakan dan ceroboh, Elvis?”.
Tatapan Freya membuat pria itu menelan ludah.
“Den-den kenapa dengan yang mulia?”. Conan mulai panik menggoyangkan tangan Chaiden yang juga sama paniknya.
“Aku tidak tau”.
“Apa gadis itu sudah gila?”. Kesal Hugo.
“Dia memang dari awal sudah gila”. Adam menambahi.
“Kak Adam, lakukan sesuatu”. Conan merengek. “Baginda pasti mendengarkan jika kau yang bicara”.
“Percuma. Siapapun yang melakukannya tidak akan mempengaruhi keputusan nya”. Kalimat Adam yang datar memode silent kan Conan.
-o0o-
“Karena tidak ada lagi sanggahan maka izinkan aku memperkenalkan seseorang pada kalian”. Ucap Freya sembaro mengode Morgan di ujung sana.
Pria tua itu langsung memerintahkan kesatria membuka pintu utama otomatis semua orang menoleh ke satu titik fokus yang sama. Suara terompet terdengar nyaring hingga tak lama kemudian terdengar suara derap langkah kaki memasuki ruangan.
Orang yang saat ini melangkah masuk dengan santai mengabaikan tatapan kaget penuh tanda tanya besar. Tubuh kekar dibalut dengan pakaian resmi kekaisaran tampak gagah dan berwibawa, rambut pendek itu juga tertata rapi.
Ia membungkuk dalam saat tiba di depan Freya mencium tangan gadis tersebut lama.
“Hormat kepada yang mulia, semoga anda dipenuhi keberkahan”.
Freya tersenyum. “Selamat datang, silahkan lakukan perkenalan kurasa mereka sudah menunggu sejak tadi”.
Pria itu mengangguk langsung bangkit mendekati podium, wajah tampan itu tersenyum lembut namun mengandung sejuta makna.
“Terima kasih atas sambutan hangatnya, suatu kehormatan bisa datang ke hadapan anda sekalian setelah sekian lama”.
“Izinkan saya memperkenalkan diri walaupun sebahagian besar kalian sudah tau”. Kekehnya.
“Tapi dalam kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan diri dengan BENAR”. Seketika ekspresi itu berubah serius sedangkan dibelakang sana Freya tersenyum penuh kemenangan.
“Saya Felix, putra pertama dari kaisar Arsenio Grizelle sekaligus lahir sebagai kakak kembar seorang Freya Grizelle. Senang bertemu dengan kalian semua”.
Bagaikan terkena sambaran petir siang bolong, semua orang membeku untuk kesekian kalinya, baik itu para tamu undangan termasuk para selir dan pelayan istana.
__ADS_1
Kecuali Morgan, pria tua itu tersenyum dengan air mata menumpuk di ujung mata nya. Ya memang dari awal Morgan sudah tau jika hari ini akan terjadi juga tapi perkiraan nya tidak secepat itu. Tetap saja ia merasa sangat lega dan bahagia, karena satu dari tiga kotak Pandora telah terbuka.
Ketika tatapan Freya bertemu dengan nya, Morgan mendekati podium lalu membungkuk hormat.
“Saya Morgan kepala pelayan sekaligus penanggung jawab istana”.
“Saya akan menjelaskan secara rinci. Selama ini yang mulia Felix bersembunyi dalam bayangan kita semua karena satu alasan besar. Semua terjadi larena yang mulia harus menjalani beberapa pelatihan karena ia merupakan seorang penyihir reinkarnasi dari burung api”.
“Waktu kecil dirinya pernah menggunakan sihir untuk pertama kali nya menyebabkan yang mulia Freya terluka cukup parah, saat itu mereka baru berusia 5 tahun. Selama bertahun-tahun yang mulia Felix belajar di pengasingan sebelum memasuki istana sebagai seorang selir”.
“Kenapa? Karena kehadirannya sudah terlanjur tidak diketahui masyarakat dan juga adiknya sudah menjadi seorang kaisar. Jadi diam-diam ia bersembunyi dalam gelar selir”.
“Untuk bukti nya saya membawa ini”. Morgan merongoh saku nya menguarkan selembar foto.
“Itu- bukankah itu foto yang dilihat Morgan waktu di taman”. Bisik Conan dibalas anggukan oleh Hugo.
“Kalian bisa melihat sendiri dua bayi yang digendong ini, mereka adalah yang mulia Felix dan Freya saat berusia satu minggu”.
Penyihir menara melakukan sihir pembesar dengan begitu semua orang bisa melihat dengan jelas dan jernih. Dilihat darimanapun kedua bayi itu memang mirip dengan sepasang manusia yang kini menatap mereka datar penuh kewibawaan.
Tidak salah lagi Freya dan Felix memang memiliki ikatan seerat itu. Walaupun mereka menggunakan sihir mendeteksi sekalipun hasilnya tetap sama saja. Tidak ada celah untuk masuk, tidak ada barang secuilpun. Semua sudah tertutup rapat.
🥰🥰🥰🥰
Hai hai semua pembaca setia kuhhh
Terima kasih ya udah membaca
Mohon berikan like dan komentar setiap episode nya ya karena dukungan dari kalian menjadi penyemangat Author.
Maaf atas ketidaknyamanan nya selama ini
Lelet update
Kependekan
Banyak kesalahan
Author sudah berusaha semaksimal mungkin
Lalu terdapat beberapa kendala atau halangan selama pembuatan karya
Mohon tetap setia dan berikan segala dukungan nya pada karya ini ya.
Tunggulan S2 nya sebelum itu Author ingin tau pendapat pembaca semua tentang S1 ini.
Supaya Author bisa memikirkan alur yang tepat untuk S2 nya 🥰☺️
__ADS_1
Salam membaca
Anviqi Park