Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat

Reinkarnasi Menjadi Tokoh Utama Wanita Jahat
Part 5. Pesta Teh


__ADS_3

-o0o-


Jika disuruh memilih maka Arthur menolak untuk hadir di pesta Duke Carlos karna muak pada sifat dominan putrinya. Gadis itu bahkan berani mengikutinya kemanapun dengan ratusan kalimat manja yang mematikan. Bagi Arthur semua itu bukan apa-apa hanya saja tetap terasa menyebalkan.


Ide mengajak Freya menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan segala hambatan dan gangguan. Menunggu selama dua jam bukanlah masalah baginya karna puluhan gaun dan perhiasan datang dalam satu hari pasti membuat gadis itu kebingungan, jadi kali ini Arthur akan bertoleransi.


“Hormat kepada baginda”. Sapa seseorang membuat Arthur sontak berbalik.


“Scarlet”.


“Maafkan saya telah menganggu tapi ada panggilan dari menara sihir”.


Seketika mata elang itu menggelap karna jika kabar dari menara sihir datang maka situasi buruk sedang terjadi. Bergegas Arthur berlalu menuju ruang kerjanya.


-o0o-


“Ibu terlihat sangat cantik”. Seru Ray semangat bahkan Elvis lupa cara untuk menutup mulutnya.


Bagaimana tidak saat ini Freya berdiri di depan cermin mengenakan gaun panjang berwarna putih berpadu biru safir yang bagian rok tidak terlalu mengembang, motif bunga transparan, rambut hitam yang tertata rapi, perhiasan berlian mahal dan polesan make up tipis namun terkesan elegan.


“Kalau begitu ayo kita temui ayahmu, sepertinya ini sudah terlalu lama membuat dia menunggu”.


Ray mengangguk dan bersama mereka pergi menuju depan istana dimana kereta kuda mewah berada. Freya menoleh kesegala arah karna tidak menemukan keberadaan Arthur.


“Yang Mulia sedang menghadiri rapat mendadak, beliau akan menyusul dalam satu jam”.


Freya mengangguk walaupun saat ini perasaanya dilanda kebingungan, bagaimana bisa dia pergi sendiri padahal orang yang diundang bukan dirinya.


Setelah berpamitan pada Ray dan Elvis kereta kuda mulai melaju dengan kecepatan sedang.


Perjalanan memakan waktu lima belas menit dan sepanjang waktu Freya masih memikirkan alasan kenapa pria itu pergi begitu saja. Sepertinya ada yang salah, tapi apa?


Sampai kereta kuda berhenti ditujuan Freya masih belum menemukan titik terang. Mau tak mau ia menghadiri pesta minum teh sendiri mengabaikan fakta bahwa saat ini para tamu undangan tampak terkejut akan kehadirannya.


“Hormat kepada Yang Mulia, semoga anda mendapatkan kebahagiaan”. Sapa seorang gadis bergaun hijau membungkuk dalam.

__ADS_1


“Maafkan kedatanganku yang mendadak, lady Theresa. Sebenarnya saya datang bersama Baginda Arthur tapi karna suatu urusan penting dia akan datang sebentar lagi. Mohon dimaklumi”.


“Jangan berkata seperti itu Yang Mulia, bagaimanapun juga suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda di pesta sederhana ini”.


Walaupun gadis itu tersenyum senang tapi Freya bisa merasakan kebohongan dan dusta di baliknya. Wajah cantik itu sepertinya sudah terbiasa mengenakan ratusan topeng dalam bersosialisasi.


Freya meminum tehnya saat acara kembali berlangsung, sedikit mendengus kesal karna di sekelilingnya dipenuhi oleh para gadis yang memiliki hobi bergossip. Suara bisikan mereka nyaris terdengar seperti percakapan biasa entah disengaja ataupun tidak.


“Apakah Yang Mulia menikmati teh nya? Semua teh ini saya beli langsung dari petani kerajaan dengan kualitas tinggi”.


Freya tersenyum miring mendengar awal dari percakapan tersebut, belum apa-apa sudah sombong.


“Lady Theresa memang pandai memilih, tehnya enak sekali”.


“Syukurlah, saya senang anda menyukainya. Kalau begitu saya yakin baginda juga akan menyukainya”. Balasnya dengan mata berbinar.


“Hmmm saya tidak berfikir demikian”.


“Eh? Ap, apa maksud anda?”.


“Benar juga saya pernah meminum teh ini saat makan bersama ayahku”. Ucap salah satu lady.


“Saya juga”. Dan secara bergiliran mereka menetujui pendapat Freya.


Freya? Gadis itu tersenyum puas melihat wajah cantik Theresa menegang mencoba menahan amarahnya.


‘Cih aku penasaran sampai kapan topeng itu akan bertahan’. Batin Freya


“Tunggu dulu. Sepertinga terjadi kesalah pahaman. Teh ini ditanam langsung oleh petani hebat kerajaan dan hasilnya HANYA akan di jual pada keluarga bangsawan. Kecil kemungkinan untuk bisa menemukannya di desa”.


“Oh~ jadi maksud lady pendapatku ini salah?”.


“Bu, bukan begitu Yang Mulia. Saya tidak berani”.


“Sudahlah lupakan tentang teh, bagaimanapun juga ini hanya minuman tidak pantas untuk dibahas”. Balas Freya kembali minum mengabaikan Theresa yang sudah naik pitam.

__ADS_1


“Be, benar juga ahahaha”.


Sejenak keheningan mengambil alih hingga Theresa kembali mengeluarkan suara.


“Maafkan saya lancang tapi apakah Yang Mulia senang bertunangan dengan Baginda?”.


“Apa maksudmu?”.


“Yang Mulia adalah kaisar yang memiliki kekuasaan melebihi baginda Arthur, bahkan anda sudah memiliki banyak selir. Lalu apa yang anda inginkan dari baginda Arthur yang selangkah di belakang anda?”.


Lama kelamaan Freya mulai kesal dengan ketidaksopanan gadis itu. Hanya sebentar ia bersikap santun namun kali ini sedikit demi sedikit warnanya mulai tampak.


“Saya juga yakin anda tidak menyukai baginda, karna kecantikan itu anda bisa mendapatkan pria bangsawan manapun, bukankah sebaiknya anda melepaskan baginda yang tidak ada apa-apanya?”.


Tiap kalimat yang dikeluarkan Theresa mulai mengambil alih perhatian para tamu dan alhasil kini mereka menjadi pusat perhatian.


“Sebenarnya apa maksud lady berbicara seperti itu?”.


Theresa menampilkan senyum miringnya.


“Yang Mulia, saya tau anda tidak menyukai baginda tapi kalau boleh jujur saya sangat mencintai baginda dan sudah lama saya memiliki perasaan ini. Saya nyaris berniat bunuh diri ketika mendengar fakta bahwa baginda sudah bertunangan dengan anda. Saya sudah menyampaikan perasaan ini dan saya rasa baginda mengerti dan memiliki perasaan yang sama. Jadi, saya mohon batalkan pertunangan anda dengan baginda, Yang Mulia”.


Wahh kalimat panjang memililiki makna menusuk dan siapa saja yang mendengarnya pasti masuk ke dalam drama nya. Freya sudah yakin semua ini akan terjadi dan beruntungnya ia karna sudah bisa mengendalikan emosi dan meneliti situasi.


Freya membuang nafas pasrah lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


“Lady, saya tidak pernah berfikir anda akan mengatakan omong kosong seperti itu?”.


“Eh?”


Seketika semua orang di sana menegang saat melihat perubahan ekspresi Freya dari santai menjadi dingin. Theresa merinding seketika merasakan hawa itu menyerangnya.


“Kalimat anda membuat saya menjadi tokoh jahat yang merebut kekasih orang. Tapi tidak semua fakta itu salah, saya bertunangan dengan baginda dan sempat mendengar anda dekat dengan dirinya. Tapi sejauh yang saya ingat baginda tidak pernah membahas tentang anda sedikitpun, bukankah jika kalian saling menyukai maka dia akan menolak pertunangan dengan embel-embel sudah memiliki kekasih? Apa hanya saya yang merasakan keanehan ini?”.


Seketika bisikan masal terjadi dan itu membuat Theresa kembali emosi, niatnya mau menyudutkan Freya namun ternyata tidak semudah yang ia kira.

__ADS_1


__ADS_2