Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 09


__ADS_3

Episode sebelum nya


Setibanya disana Reya pun segera mencari sosok murid yang sudah berhasil ia temukan.


“Akh sial kenapa panah ini tidak mau lepas?!”


Mendengar suara itu Reya pun langsung melangkahkan kaki nya ke sumber suara di ikuti Hangbin yang baru saja tiba disana.


Dan mereka pun mendapati seorang laki-laki tengah berusaha melepaskan panah yang membuat bagian lengan baju nya tersangkut di dinding.


Reya sontak tertawa karena ternyata panah milik nya benar-benar berhasil mengenai target yang dirinya incar.


Suara tawa Reya tentu membuat laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan ke sumber suara dan melihat sosok gadis cantik dan juga guru nya.


Eh gurunya?!


Melihat Hangbin ada disana sontak saja membuat laki-laki itu melototkan mata padahal ia sudah bersusah payah bersembunyi namun sekarang gurunya sudah berhasil menemukan nya, dan lihatlah sekarang Hangbin tengah melotot tajam padanya.


'Tamatlah riwayatmu sekarang Hyun'


•••


Hangbin menatap tajam murid nakal nya itu yang sudah sangat sering membuat nya kesusahan dengan sifat kekanak-kanakan murid nya itu.


“Dasar bocah nakal, kau sangat suka membuat gurumu ini kesusahan dengan tingkah mu itu huh” ucap Hangbin sambil menjewer telinga laki-laki itu itu membuat sang empunya meringis karena tarikan di telinga nya cukup kuat.


“Akh maaf maaf, saya tidak akan mengulangi nya lagi”


“Janji?”


“Tidak”


Hangbin memejamkan mata sejenak guna meredam emosi nya yang siap meledak karena mendengar perkataan murid nya itu.


“Kau memang sangat suka di hukum rupanya, baiklah akan aku hukum kau sekarang juga” ujar Hangbin sembari ingin beranjak pergi masih dengan menjewer telinga laki-laki itu namun baru saja satu langkah dia langsung terhenti karena merasakan murid nya itu menahan nya.


Hangbin berbalik dan menatap murid nya itu yang tengah memasang wajah memelas, tampak sangat menyedihkan.


“Lengan pakaian saya sedang tersangkut dan jika anda menarik saya maka pastinya pakaian saya akan robek saat itu juga” ucap laki-laki itu membuat atensi Hangbin beralih ke arah lengan kanan murid nya itu yang memang masih tersangkut akibat panah milik Reya yang menancap ke dinding disana.


Sedangkan Reya yang tadinya sibuk memperhatikan keduanya tampak berjalan mendekati laki-laki itu lalu kemudian menarik panah milik nya dan setelah berhasil menarik panah itu Reya pun membakar panah tersebut dengan sihir api milik nya, membuat kedua laki-laki disana seketika diam memperhatikan nya.


“Guru siapa dia?” bisik laki-laki itu pada Hangbin.

__ADS_1


“Keponakan Kepala Akademi”


“APA?!”


Reya dan Hangbin sontak terkejut kala laki-laki itu tiba-tiba saja berteriak seperti itu, dengan kesal Hangbin langsung menoyor kepala murid nya itu.


“Guru anda kejam sekali” ucap laki-laki itu sambil mengusap bagian kepala nya yang habis di toyor oleh Hangbin dan tak lupa bibir nya yang sengaja di manyunkan membuat Hangbin yang melihat itu merasakan bulu kuduk nya meremang berbeda dengan Reya yang malah terkekeh melihat murid dari Hangbin itu yang menurut nya cukup imut dan tampan.


Laki-laki itu tampak terdiam saat mendengar suara tawa Reya yang terdengar merdu di telinga nya bahkan gadis itu terlihat sangat cantik ketika tertawa, dan tanpa sadar kini laki-laki itu terdiam sambil terus menatap Reya.


Hangbin yang menyadari murid nya itu tengah terpesona pada Reya lantas tersenyum tipis, yah siapapun pasti akan seperti murid nya itu ketika berhadapan dengan Reya.


“Nona perkenalkan dia adalah salah satu murid saya yang sudah mencapai tahap Dewa tingkat 1, Ki---”


“Kim Hyun-sik, nona cantik bisa memanggilku dengan nama Hyun” sela Hyunsik sambil tersenyum membuat kadar ketampanan nya bertambah.


Reya yang mendengar nama laki-laki itu tampak mengernyitkan kening. “Kim? Bukankah itu.....” jeda Reya sambil menatap Hangbin yang dibalas anggukkan kepala dari pria itu.


“Benar, dia adalah seorang pangeran nona” ucap Hangbin.


“Ah maafkan saya tidak mengenali anda yang mulia” ujar Reya sambil sedikit menundukkan kepala nya sebagai tanda hormat, malas sekali jika ia harus sampai membungkukkan badan pada laki-laki itu.


“Santai saja nona cantik dan anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan yang mulia, karena disini kita semua setara” ucap Hyunsik sambil terkekeh pelan.


“Ah baik”


“Hmm..... Kalau begitu siapakah nama nona cantik?” tanya Hyunsik membuat Reya seketika salting karena terus dipanggil cantik oleh laki-laki imut di depan nya itu.


“Reya” jawab Reya singkat dengan senyuman tipis yang terpatri di bibirnya.


“Nama yang cantik seperti orang nya” puji Hyunsik yang terdengar seperti gombalan membuat Hangbin yang sedari tadi diam memperhatikan menatap datar Hyunsik yang mulai mengeluarkan sifat buaya nya.


Tak ingin terlalu banyak menyita waktu Reya Hangbin pun lantas menarik pergi Hyunsik untuk memberi hukuman pada laki-laki itu sesuai yang dia katakan sebelum nya, sedangkan Hyunsik hanya bisa pasrah saat guru nya itu menarik nya pergi mau bagaimana pun ini memang kesalahan nya karena sudah kabur dari setiap pelajaran jadi dirinya memang pantas dapat hukuman dari Hangbin.


Reya yang melihat kepergian kedua orang itu pun menyeringai sembari bergumam pelan. “Mine” gumam nya lalu tak lama tertawa pelan karena merasa dirinya saat ini sangat keren. “Berasa jadi cogan wp aja gue ngomong mine mine gitu haha”


__________🌼🌼🌼__________


Di lain sisi tepatnya di suatu tempat terlihat seorang pria tampan nan gagah dengan rahang tegas bibir tebal nan sexy, hidung mancung yang bak sebuah perosotan, netra yang tajam dan berwarna semerah darah membuat pria itu tampak seperti seorang vampir yang sangat tampan.


Di atas meja nya terdapat banyak lembaran kertas yang bertumpuk-tumpuk yang sedang pria itu kerjakan.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Ketukan di pintu tak membuat nya mengalihkan pandangan dari kertas-kertas itu bahkan rasanya dia sama sekali tidak terganggu sampai suara pintu terbuka dan masuklah seorang pria yang tak kalah tampan nya.


Pria yang baru masuk itu menundukkan kepala nya sebagai tanda hormat lalu menatap pria yang sedang duduk di meja kerja nya itu.


“Salam yang mulia”


“Hm, katakan”


“Sesuai yang anda perintahkan saya mengikuti nona dan saya mendapati beliau masuk ke dalam Akademi Yeoran” ucap pria ke 2 membuat pergerakan pria bernetra merah itu seketika terhenti.


“Hubungan nya?”


Mendengar pertanyaan singkat yang sulit di mengerti itu membuat pria ke 2 memejamkan mata sejenak lalu kemudian kembali melanjutkan ucapan nya.


“Nona merupakan keponakan dari kepala Akademi yang mulia”


“Baiklah, kau boleh pergi” ucap pria bernetra merah setelah terdiam beberapa saat.


Pria ke 2 lantas menundukkan kepala lalu kemudian berlalu pergi dari ruangan sang majikan.


“Keponakan ya” gumam pria itu sembari menyeringai.


“Kamu membuatku semakin penasaran padamu sayang”


•••


Di tempat Reya.


Paviliun Eunjang.


“Hatsyi!”


“Pasti ada yang lagi ngomongin gue nih, maka nya gue jadi tiba-tiba bersin gini” ucap Reya sambil menggosok hidung nya pelan lalu kemudian merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk miliknya.


“Moga gue mimpiin cogan amin!”


Dan setelah nya Reya pun tertidur dan menyelami alam mimpi tanpa tahu bahwa dirinya sudah membuat seseorang yang selama ini keberadaan nya selalu tersembunyi mulai tertarik padanya.




__ADS_1


__ADS_2