
Setelah tiba di paviliun Anggrek atau tempat tinggal nya ratu Gaeun, Reya yang datang dengan teleportasi jelas mengejutkan para dayang yang sedang sibuk merias ratu Gaeun.
“Astaga nona sejak kapan anda ada disini?” tanya dayang Sunhee terkejut dengan kehadiran Reya yang tiba-tiba saja ada disana.
Sunhee adalah kepala dayang di istana Zehwa.
Baru saja Reya hendak menjawab sudah terpotong oleh suara ratu Gaeun. “Ya ampun Reya kapan kamu datang sayang?” ucap ratu Gaeun seraya menghampiri Reya.
Reya tersenyum. “Salam ibu” salamnya sembari membungkukkan badan.
Mendengar Reya akhirnya mau memanggilnya dengan sebutan ibu sontak membuat ratu Gaeun tersenyum senang, sudah lama dia menginginkan seorang putri namun tak kunjung mendapatkan nya dan saat melihat sosok Reya hari itu (part 3) ratu Gaeun merasa sangat bahagia dan karena itulah saat Reya datang untuk mengawasi persiapan pesta ulang tahun nya ratu Gaeun pun pergi menemui Reya lalu meminta gadis itu untuk memanggilnya ibu namun Reya terus menolak dengan berbagai alasan tapi pada akhirnya gadis itu mau juga memanggilnya ibu.
Dengan gemas ratu Gaeun pun menarik Reya ke dalam pelukan nya mengabaikan keterkejutan para dayang disana yang melihat keakraban keduanya apa lagi saat Reya memanggil ratu Gaeun dengan sebutan ibu.
“Dasar gadis nakal, padahal sebelum nya selalu menolak tapi kenapa hari ini mau memanggilku ibu hm?” ucap ratu Gaeun masih dengan memeluk Reya erat.
“Karena hari ini adalah hari istimewa ibu jadi karena itulah saya sengaja memilih hari ini, maaf karena terus menolak permintaan ibu” jawab Reya mencoba membiasakan diri memanggil ratu Gaeun dengan sebutan ibu.
“Tidak apa-apa yang penting sekarang kau sudah mau memanggilku ibu, mulai sekarang teruslah seperti itu mengerti?”
“Ah kali ini bukanlah permintaan tapi perintah, jadi kamu tidak bisa menolaknya” tambah ratu Gaeun seraya melepaskan pelukan nya.
Reya mengangguk sebagai balasan.
Ratu Gaeun yang tadinya tidak terlalu memperhatikan penampilan Reya kini terlihat terperangah melihat kecantikan gadis itu.
“Pakaian apakah yang tengah kau kenakan itu Reya?” tanya ratu Gaeun merasa tertarik dengan pakaian yang saat ini Reya kenakan.
“Ini adalah gaun ibu”
“Gaun?”
“Benar”
__ADS_1
“Apa kau membuatnya sendiri?”
Reya terdiam sejenak sebelum menjawab. “Yah ibu bisa menganggapnya begitu karena gaun ini memang terbuat dari sihir saya” ucapnya.
“Sihirmu sungguh unik Reya ah ngomong-ngomong jangan berbicara terlalu kaku seperti itu, kau sudah ku anggap seperti putriku sendiri jadi bicaralah seperti kamu sedang berbicara dengan ibumu, paham?” ucap ratu Gaeun seraya tersenyum dan mengusap kepala Reya.
Reya mengangguk saja dan setelah itu ratu Gaeun pun kembali ke tempat duduknya guna melanjutkan sesi berdandan nya.
Para dayang pun kembali sibuk dengan tugas mereka masing-masing sehingga semua yang ada disana tak menyadari perubahan pada raut wajah Reya yang semula ceria kini berubah sendu dengan sorot mata kosong.
'Ibu ya?'
__________🌼🌼🌼__________
Aula Chi'Jia.
Suara musik pun mulai terdengar untuk memeriahkan keberlangsungan pesta ulang tahun ratu Gaeun, sang pemilik acara nampak belum hadir sedangkan beberapa undangan sudah hadir disana.
Para nona bangsawan yang ada disana tampak sibuk membicarakan hanbok yang mereka kenakan, meskipun mulut mereka tersenyum dan selalu mengeluarkan pujian-pujian manis terhadap satu sama lain namun nyata nya semua ucapan mereka mengandung kalimat ejekan.
Semua yang ada disana terdiam dan mata mereka serentak menatap satu objek yang paling mencolok di antara orang-orang penting Akademi.
Dan yang menjadi perhatian hanya menampilkan wajah datar seraya berlalu bersama dengan rombongan Akademi Yeoran menuju tempat yang memang khusus untuk mereka.
Reya, si gadis yang menjadi sorotan orang-orang karena wajah cantik nya dan juga pakaian yang dia kenakan tampak hanya acuh meskipun telinga nya selalu mendengar bisikan para nona bangsawan yang sepertinya iri dan kesal padanya, karena kini semua lelaki tampan yang ada disana hanya memperhatikan dirinya saja.
'Mampus siapa suruh sok kecantikan kalian, coba kayak gue nih diem aja tetap jadi pusat perhatian, emang susah kalo jadi orang cakep mah' batin Reya seraya mencoba menahan senyuman nya, ah andai saja dia bisa pasti sekarang dia akan tertawa sekeras mungkin guna mengejek para gadis disana yang masih saja terang-terangan menatapnya benci.
Mendadak tercetus ide jahil di kepalanya, dengan menyeringai gadis itu lantas menoleh pada Minhyuk yang duduk disebelah kanan nya sedangkan disebelah kiri ada Banhyeok.
Minhyuk atau Ji Minhyuk dia adalah wakil kepala Akademi, yah bisa dibilang dia tangan kanan nya Banhyeok
“Oppa”
__ADS_1
“Ya nona?” sahut Minhyuk yang memang sudah terbiasa dipanggil oppa oleh Reya.
“Tolong usap kepala aku” pinta Reya secara tiba-tiba membuat Minhyuk seketika tersedak ludahnya sendiri.
“I-itu tidak bisa nona” tolak Minhyuk mencoba untuk tetap santai dan cool.
Namun bukan Reya namanya kalau menyerah begitu saja sebelum mendapatkan apa yang dia mau.
“Ah jebalyeo~” ucap Reya memelas seraya menatap Minhyuk dengan puppy eyes nya yang mana hal tersebut mampu membuat Minhyuk terkekeh.
[Aku mohon]
Kalau begini bagaimana dia bisa menolak nya?
Lantas Minhyuk pun mengusap kepala Reya meski terasa canggung namun itu tidak masalah bagi Reya, kini gadis itu melirik ke arah para nona bangsawan di sebrang sana yang sekarang tak lagi dapat menahan raut kesal dan cemburu mereka kala melihat Minhyuk si pria tampan yang selama ini menjadi incaran para wanita kini dengan santai nya mengusap kepala seorang gadis yang sama sekali tak mereka ketahui identitas nya.
Jika bertanya berapa usia Minhyuk maka jawaban nya adalah 25 tahun namun meski begitu paras Minhyuk sangatlah tampan sebab itulah Reya sengaja berbuat seperti itu agar membuat para gadis kurang belaian disana terbakar api cemburu melihatnya yang akrab dengan Minhyuk.
“Mamamtuh irikan kalian gak bisa kayak gue” gumam Reya seraya tersenyum mengejek membuat para nona bangsawan yang melihat itu semakin emosi.
'Arkh siapapun tolong bunuh gadis itu!' batin mereka menjerit tertahan.
Minhyuk yang mendengar gumaman Reya pun mengerutkan kening jelas dia tidak paham akan bahasa yang digunakan oleh Reya namun saat melihat gadis itu tengah menatap ke arah lain, lantas ia pun mengikuti arah pandang Reya dan melihat para gadis disana tengah melemparkan tatapan tajam ke arah mereka ah atau tepatnya hanya kepada Reya.
Oh sekarang dia mengerti kenapa Reya meminta dirinya untuk mengusap kepala gadis itu tadi.
Minhyuk pun menggelengkan kepala melihat kelakuan Reya tapi tak lama dia mendapatkan sebuah ide, sepertinya boleh juga menjahili gadis itu sesekali pikirnya.
Sebelum melancarkan aksinya Minhyuk lebih dulu melihat pada Banhyeok yang tampak hanya fokus pada acaranya dan tidak sedang memperhatikan mereka. Melihat kesempatan itu ia pun kembali menatap pada Reya yang masih memandang ke arah lain.
Minhyuk menyeringai lalu tanpa permisi pria itu menyentuh pipi Reya yang mana hal tersebut membuat Reya terkejut karena merasakan benda hangat menyentuh pipinya.
Ditatap nya sang pelaku yang kini tengah tersenyum manis padanya. Reya mengerjapkan matanya beberapa kali merasa bingung dengan keadaan yang sama sekali tak ia bayangkan ini.
__ADS_1
'S-sebenar---