Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 07


__ADS_3

Masih ditempat yang sama Reya menatap sosok tampan di depan nya dengan pandangan kagum namun tak lama berubah kesal saat mendengar perkataan pemuda itu.


“Apa kau tuli? Oh jangan jangan kau juga bisu?” sinis pemuda itu.


Reya berdecak, tidak sopan sekali pikir nya. “Dasar tidak sopan, sudah menabrak orang sembarangan tidak minta maaf pula, cih percuma saja punya muka tampan tapi attitude nya nol!” kesal Reya tidak sadar diri padahal dia yang menabrak lebih dulu tapi malah dia juga yang kesal. Memang aneh gadis satu ini.


Pemuda itu terlihat bingung. “Kau bicara apa? Aku tidak paham”


Reya mendengus dan memilih pergi dari sana meninggalkan pemuda itu yang tampak menatapnya rumit.


“Siapa dia sebenarnya?”


•••


Paviliun Eunjang.


“Ck gue bosan sumpah” gerutu Reya yang kini sedang rebahan di lantai kamar nya, padahal disamping nya ada kasur tapi gadis itu malah memilih tiduran di lantai yang dingin seperti itu, ckck memang aneh.


Dia diam sebentar memikirkan apa yang ingin dia lakukan untuk menghilangkan rasa bosan itu. “Hm... Gue jalan jalan aja gimana? Lagian sejak gue dateng ke tempat ini gue gak pernah lagi jalan jalan keluar tuh” monolog Reya lalu tak lama dia tersenyum lebar merasa ide nya barusan sangat bagus, dengan cepat dia pergi untuk menemui Ban Hyeok.


Aula Yeongjang.


Tok Tok Tok


“Masuk”


Mendengar sahutan dari dalam Reya lantas segera membuka pintu itu dan masuk kedalam sambil berteriak.


“Pamaaaaan!” teriak Reya mengagetkan Ban Hyeok yang sedang fokus dengan pekerjaan nya.


“Astaga Reya santai saja, lama lama saya bisa tuli mendengar teriakkan anda” keluh Ban Hyeok sambil mengusap dada nya karena merasakan jantung nya berdetak cepat.


Reya cengengesan. “Hehe maaf paman, saya tidak sengaja” ucap nya.


“Jadi ada apa anda datang kemari?”


Reya diam, dia tiba-tiba lupa maksud tujuan nya datang menemui Ban Hyeok. “Oh saya ingat, saya menemui paman karena ingin memberitahu paman kalau saya ingin pergi jalan jalan keluar, saya cukup bosan disini tanpa melakukan apapun” ucap Reya menjelaskan tujuan nya.


“Oh silahkan”


“Eh paman mengizinkan nya?” kaget Reya, dia sempat berpikir bahwa Ban Hyeok akan melarang nya pergi karena diakan adalah gadis yang di ramalkan tentu keamanan nya harus menjadi yang utama.


“Saya memang tidak melarang namun saya ingin para Serigala Hitam menemani anda” ucap Ban Hyeok membuat Reya melototkan matanya terkejut. “S-serigala?! Apa itu tidak berbahaya paman?”


Ban Hyeok terkekeh, pasti gadis itu salah mengira serigala yang dia maksud bukanlah para hewan ganas itu melainkan para murid yang sudah berhasil ketahap Langit yang sudah sangat sering dia berikan misi rahasia.

__ADS_1


“Bukan serigala yang itu maksud saya tapi mereka yang pernah anda temui”


Reya mengernyit. “Maksud paman kelima orang itu?” tanya Reya yang di jawab anggukan oleh Ban Hyeok.


“Di Akademi ini memiliki 4 tahapan untuk setiap muridnya, dari Bumi, Awan, Langit, dan Dewa mereka yang berhasil ketahap Langit akan disebut sebagai Serigala Hitam dan para Serigala Hitam akan diberikan misi sesuai kemampuan mereka, berbeda dengan para Serigala Putih misi yang diberikan akan lebih sulit dari para Serigala Hitam”


“Oh satu lagi untuk masuk kedalam kelompok Serigala Putih harus mencapai tahap Dewa 1 dan jika berhasil ke tahap Dewa 3 maka bisa di nyatakan lulus dari Akademi ini” lanjut Ban Hyeok.


Reya tampak terperangah mendengar perkataan Ban Hyeok itu. 'Baru tau gue ada tahapan kek gitu, keren juga nih Akademi' batin nya kagum.


“Apa anda mengizinkan nya?” tanya Ban Hyeok.


“Jika itu demi keamanan saya, maka saya juga tidak akan melarang nya paman” jawab Reya.


“Baiklah, saya akan memanggil mereka untuk menemani anda”


Reya hanya mengangguk.


Selagi Ban Hyeok memanggil Serigala Hitam dengan cara telepati Reya pun kini tengah sibuk memikirkan pakaian apa yang akan dia kenakan untuk pergi berjalan-jalan.


“Oh itu aja deh” ucap nya setelah gambaran pakaian yang bagus tercetak dibenak nya.



(Pakaian Reya)


“Rey............a?”


“Anda mengganti pakaian anda lagi ternyata” lanjut Ban Hyeok mulai terbiasa melihat penampilan Reya yang sering berubah.


Reya hanya tersenyum menanggapi.


Tak lama dari itu 3 orang laki-laki berpakaian serba hitam tiba disana, Reya yang melihat itu pun mendelik, lagi-lagi wajah mereka tertutupi kain itu batin nya kesal.


“Jaga dia dengan baik jika ada sesuatu yang aneh terjadi segera pulang, mengerti?” tanya Ban Hyeok diakhir yang dibalas anggukan patuh ketiga laki-laki itu atau sebut saja ketiga Serigala Hitam.


'Tumben hanya 3 biasa nya juga 5' batin Reya namun ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal itu, Reya lalu berjalan ke tengah-tengah antara ketiga laki-laki itu.


“Baiklah paman saya pergi dulu, jangan merindukan saya ya” ucap Reya sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Ban Hyeok terkekeh.


Lalu Reya dan ketiga orang itu pun menghilang dari sana, karena Reya kembali menggunakan teleportasi.


__________🌼🌼🌼__________


Tiba di pasar Reya pun melangkahkan kaki nya untuk berkeliling sembari melihat-lihat berbagai macam jualan disana.

__ADS_1


Tak lama tatapan Reya jatuh pada sebuah toko aksesoris dia pun berjalan menghampiri toko tersebut yang diikuti ketiga lelaki di belakang nya yang memang di tugaskan untuk menjaga nya.


Sejak Reya tiba di pasar itu dia sudah menjadi pusat perhatian orang-orang selain karena pakaian nya yang berbeda dari orang-orang disana tapi juga karena melihat Reya yang dikawal tiga orang berpakaian serba hitam, mereka menebak bahwa gadis itu pasti bukan sekedar orang biasa.


Kembali pada Reya yang terlihat acuh saja dengan perhatian orang-orang disana dia malah asik menatap setiap pernak-pernik yang di jual di toko itu.


Reya lalu mengambil sebuah jepitan rambut yang menarik perhatian nya karena terlihat imut dengan hiasan buah peach di atasnya, ia lalu mencoba memakai jepitan itu pada rambutnya namun terhalang oleh topi yang dirinya pakai.


Berdecak pelan Reya kemudian melepaskan topi itu dari kepalanya dan lalu memakaikan jepitan itu pada rambutnya, mengabaikan orang-orang yang kini tampak menatapnya terpesona melihat wajah Reya yang ternyata sangat cantik setelah topi tersebut ia lepas.


“Bagaimana bi? Cocok tidak?” tanya Reya pada bibi penjual aksesoris itu yang terlihat menatapnya juga.


Bibi itu tersenyum. “Sangat cocok nona” jawabnya membuat Reya tersenyum senang, gadis itu lalu menyodorkan satu koin perak pada bibi penjual itu. “Saya beli jepitan ini dan kembalian nya buat bibi saja” ucap Reya ketika melihat bibi itu ingin mengembalikan koin yang dia berikan.


“Terima kasih nona”


“Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu bi” Reya pun berlalu pergi dari toko itu dan kembali berjalan-jalan di pasar itu dengan tak lagi memakai topi di kepalanya karena saat ini ia sedang ingin memakai jepitan imut yang baru saja ia beli tadi.


“Sekarang gue mau beli apa lagi ya?” gumam Reya menatap kiri dan kanan nya namun tak ada satu pun yang menarik perhatian nya sampai pandangan nya jatuh pada sebuah kedai makanan. “Makan aja kali ya, gue juga udah laper nih” Reya kemudian berjalan menghampiri kedai makanan yang mengeluarkan aroma harum membuat perut Reya jadi keroncongan karena nya.


“Anda mau makan nona?” tanya salah satu laki-laki yang mengikuti Reya.


Reya mengangguk singkat sebagai jawaban.


Setelah makanan yang dia pesan tiba Reya pun memakan makanan nya dengan khidmat sedangkan ketiga lelaki yang di tugaskan menjaganya itu tampak hanya berdiri diam di belakang nya, padahal Reya sudah menawarkan mereka untuk makan bersama dengan nya namun ketiga nya dengan kompak menolak ajakan Reya karena alasan harus tetap bersiaga melindungi nya, Reya pun tak lagi memaksa mereka karena perut nya juga sudah tidak tahan lagi jika terus berbicara dengan ketiga laki-laki itu.


Di saat Reya tengah asik menyantap makanan nya tiba-tiba saja datanglah seekor lalat yang mengganggu acara makan nya.


Lalat itu dengan tidak tau dirinya menumpahkan semangkuk air dingin pada kepala Reya menyebabkan wajah gadis itu kini di aliri dengan air tersebut, kini pakaian yang Reya kenakan basah dan bagian dada nya jadi tercetak jelas disana dengan sigap salah satu dari ketiga laki-laki itu melepaskan pakaian luar nya yang lalu ia pakaikan pada Reya untuk menutupi tubuh gadis itu.


Sringggg


Pedang tajam itu kini mengarah pada leher lalat yang sudah berani menumpahkan air pada Reya.


“Berani sekali kau mengusik tamu kerajaan ini, apa kau ingin cepat mati hah?!” ucap pria itu dengan dingin tak lupa matanya yang menatap tajam wanita berpakaian terbuka itu.


Wanita itu tampak terkejut dan gemetar apa lagi kala mendengar bahwa gadis yang baru saja ia tumpahkan air itu merupakan tamu kerajaan Sharung yang berarti mengusik gadis itu sama saja dengan mencari mati namanya.


Dengan cepat ia langsung bersimpuh ke tanah. “M-maafkan saya tuan s-saya tidak sengaja melakukan nya, tolong maafkan saya tuan” ujar nya berdalih tidak sengaja.


Sedangkan pria itu tampak tidak mempedulikan nya dia lalu mengayunkan pedang nya ke arah leher wanita itu membuat semua orang yang menyaksikan langsung menutup mata mereka tidak sanggup untuk melihat adegan berdarah yang terjadi tepat di depan mereka semua.


Akan tetapi...


“Hentikan!”

__ADS_1


TBC🌼


__ADS_2