
Pagi telah tiba dan kini Reya tengah berdiri di depan cermin full body untuk melihat penampilan nya.
(Pakaian Reya)
Hari ini Reya berniat untuk pergi olahraga karena sudah lama dirinya tidak melakukan aktivitas satu itu semenjak ia tiba di zaman kerajaan ini.
Rambut panjang nya ia ikat tinggi yang membuat leher jenjang nan putih nya terpampang jelas disana.
Setelah selesai Reya pun berjalan keluar dari kamar dan kini gadis itu sudah berada diluar paviliun lalu kemudian melakukan beberapa pemanasan agar otot tubuh nya tidak tegang saat ia lari nanti.
Dan selesai melakukan pemanasan kini Reya tengah lari mengelilingi danau angsa juga paviliun nya, meskipun namanya danau angsa namun tak ada satu pun angsa di danau tersebut melainkan hanya ada dua pohon yang bentuk nya dibuat seperti angsa yang terletak tepat di tengah-tengah danau.
30 menit melakukan olahraga Reya pun memutuskan untuk menyudahi nya kini gadis itu duduk di dekat danau sambil merasakan hembusan angin sejuk yang menerpa kulit nya.
Ctak!
Jentikan jari Reya terdengar dan sebotol air mineral pun muncul di depan nya, mengambil air tersebut lalu kemudian meminum nya sampai tersisa setengah, dan setelah nya gadis itu hanya diam sambil menikmati pemandangan danau di depan nya.
Tap Tap Tap
Langkah kaki terdengar mendekati Reya yang sedang duduk tapi tak membuat gadis itu mengalihkan pandangan nya dari danau karena Reya tahu siapa orang yang sedang berjalan mendekati nya itu.
“Salam nona saya membawakan sarapan anda, apakah anda ingin memakannya sekarang?”
“Hm tapi tidak disini, letakan saja di kamarku aku akan makan di kamar saja” balas Reya sambil berdiri dan menatap Yuri_dayang pribadi nya yang memang sengaja di berikan oleh raja Dan Yeorng untuk melayani dirinya, awalnya Reya ingin menolak namun karena memikirkan dirinya tidak memiliki teman satu pun disana ia pun akhirnya menerima pemberian raja Dan Yeorng tapi dengan syarat bahwa setelah dayang tersebut di berikan padanya maka siapapun tidak boleh menyentuh nya apa lagi memberikan perintah tanpa seizin nya.
“Baik nona”
Reya pun berlalu masuk ke dalam paviliun nya diikuti Yuri yang berjalan di belakang nya.
Setelah tiba di kamar Reya kini tengah duduk di meja makan dengan berbagai macam hidangan yang tersedia di atas meja membuat Reya yang melihat itu membulatkan matanya.
“Y-yuri apa ini semua makananku?” tanya Reya sambil menatap pada Yuri yang tengah berdiri di samping nya.
__ADS_1
“Benar nona”
“Yang benar saja sebanyak ini?!”
Yuri mengangguk.
“Anjir gimana gue ngabisin nya woy?” ucap Reya yang tentu saja tidak dapat di pahami oleh Yuri.
Reya kembali melihat ke arah Yuri yang masih setia berdiri di samping nya, tak lama terlintas satu ide di kepalanya dengan tersenyum lebar Reya lalu berucap sesuatu yang mengejutkan Yuri. “Yuri kau bantu aku untuk menghabiskan makanan ini yah” ucap Reya.
“M-maaf nona mana mungkin saya yang renda---”
“Bacot” sela Reya datar mampu membuat Yuri terdiam dengan kepala tertunduk, mengabaikan itu Reya lalu menjentikkan jari nya dan sebuah kursi pun muncul di sebrang tempat duduk Reya, kembali melihat ke arah Yuri namun kali ini tidak ada senyuman di bibirnya.
“Duduk dan temani aku makan” ujar Reya datar jelas tidak ingin di bantah, mau tak mau Yuri pun bergegas untuk duduk di kursi satu nya lagi yang tepat berhadapan dengan Reya.
Setelah nya mereka pun makan dengan tenang meskipun Yuri terlihat sangat canggung ketika memakan makanan nya, karena baru pertama kali ada seseorang seperti Reya yang mau makan dengan pelayan seperti dirinya.
Yuri sungguh bersyukur karena dirinya memiliki nona seperti Reya, sudahlah cantik, baik hati juga ramah terhadap siapapun, sungguh semua orang pasti akan langsung jatuh cinta pada nona nya itu pikir Yuri.
__________🌼🌼🌼__________
Setelah sarapan pagi itu kini Reya tengah menuju aula Shwan Yun atas permintaan Ban Hyeok yang meminta nya untuk ikut serta dalam rapat yang sedang mereka adakan.
Saat Reya masuk semua orang yang ada di dalam lantas mengalihkan pandangan mereka ke arah Reya yang tampak cantik dengan pakaian zaman modern nya.
(Pakaian Reya)
Semua orang tampak sudah terbiasa dengan pakaian Reya karena itulah tak ada lagi tatapan yang memandang heran pakaian yang Reya kenakan malahan kini hanya ada tatapan kagum yang terlihat jelas di bola mata mereka.
“Good morning ah selamat pagi maksudnya” ralat Reya saat melihat mereka mengernyitkan kening ketika mendengar bahasa asing yang Reya ucapkan.
“Selamat pagi juga nona” sahut beberapa dari mereka.
__ADS_1
Reya pun segera duduk di samping Hee su yang memang tempat itu sengaja di siapkan untuk dirinya.
“Karena semua sudah hadir mari kita mulai rapat hari ini” ujar Ban Hyeok dan rapat pun di mulai.
Skip
Setelah rapat selesai kini Reya tengah duduk santai di atas batang pohon yang ada di dalam Akademi itu.
Matanya terpejam dengan pikiran yang menerawang ke rapat sebelum nya.
Di aula itu mereka membahas perihal pesta ulang tahun ratu Ga Eun yang akan di adakan 5 hari lagi dan tentu saja pesta ulang tahun tersebut pasti akan membutuhkan penjagaan yang sangat ketat terlebih itu adalah hari ulang tahun sang ibu negara.
Ulang tahun ratu seharusnya hanya di bahas oleh pihak kerajaan namun karena mengingat di istana penuh akan orang-orang munafik dan licik yang mungkin saja beberapa dari mereka adalah mata-mata dari raja kegelapan yang pastinya memiliki rencana jahat untuk membuat pesta ulang tahun tersebut hancur berantakan atau pun bisa saja mereka mengincar nyawa ratu Ga Eun. Tentu mereka semua tidak ingin itu sampai terjadi dan karena itulah raja Dan Yeorng menginginkan Akademi Yeoran melindungi pesta tersebut juga sang ratu dari bahaya apapun yang mengintai istrinya itu.
Kekuatan Akademi sangatlah kuat karena mereka memiliki para penyihir hebat yang mampu melindungi kerajaan juga negara dengan kemampuan sihir mereka, yah kekuatan kerajaan juga tidak kalah kuat karena pihak kerajaan memiliki beberapa pasukan khusus yang mampu menghancurkan satu negara dalam hitungan waktu beberapa menit saja.
Dan Akademi di minta untuk mengerahkan beberapa penyihir untuk bersiaga di sekitar istana dimana pesta akan di selenggarakan dan tak lupa kelompok Serigala putih akan ikut serta menjaga keamanan ratu Ga Eun dan lancar nya pesta ulang tahun tersebut.
Sedangkan Reya gadis itu di minta untuk hadir di pesta ulang tahun ratu Ga Eun agar bisa mengawasi dari dalam sekaligus menikmati pesta itu.
Kembali ke waktu sekarang.
Reya membuka matanya tatkala mendengar keributan di bawah sana, berdecak pelan Reya lalu menundukkan kepala nya guna melihat siapakah orang yang sudah mengganggu waktu santai nya.
Terlihat beberapa orang tengah berkumpul disana sambil menonton dua orang yang sedang berkelahi dengan saling memukul satu sama lain, sama sekali tidak ada yang mencoba memisahkan kedua laki-laki itu mungkin karena takut kena pukul atau pun merasa terhibur dengan perkelahian mereka.
“Cih perkelahian macam apa itu? Cuman tonjok-tonjok doang seharusnya pakek pedang biar lebih keren, kan bagus juga di liat nya” gumam Reya dengan seringaian tipis dan kini ia pun ikut asik menonton perkelahian tersebut.
Tidak lama kemudian Go Juhee datang dengan hewan familiar nya yang membuat perkelahian itu seketika berhenti, orang-orang yang menonton dengan serempak mundur menjauhi Juhee yang membawa harimau besar itu ke arah mereka, dan dua orang yang sedang berkelahi itu pun langsung kompak berdiri tegak tatkala sang kepala pengawas Akademi itu menatap mereka dengan tajam.
“Apa yang---
•
•
__ADS_1
•