
Hening melanda acara itu setelah perkataan Linheya yang menginginkan sosok gadis cantik yang tak lain adalah Reya untuk menjadi lawan nya.
Raja Dan Yeorng sontak menatap pada Banhyeok yang tampak terkejut ah tidak bukan hanya pria itu saja tapi juga orang-orang Akademi Yeoran yang hadir disana semuanya terkejut.
Linheya! Gadis itu mengapa dari sekian banyak nya gadis lain disana malah memilih Reya sebagai lawan duelnya?! Dua kata Cari mati! Batin orang-orang Akademi yang jelas sudah mengetahui siapa Reya sebenarnya.
Sedangkan Linheya yang melihat keterdiaman mereka seketika merasakan keanehan juga rasa takut entah kenapa namun segera ia tepis saat melihat Reya berdiri dari duduknya dan memandang nya dingin tapi jelas ada tatapan meremehkan disana membuat Linheya menjadi kesal.
Melihat Reya berdiri Banhyeok hendak mencegah namun sudah terlambat Reya telah melangkahkan kakinya menuju Linheya.
Selagi Reya berjalan menghampiri Linheya gaun yang Reya kenakan pun berganti dengan cara yang membuat semua orang melebarkan mata mereka terkejut.
Bagaimana tidak terkejut kala melihat pakaian yang Reya kenakan seolah terbakar dan terbang ke udara seperti abu lalu perlahan-lahan berubah menjadi pakaian lain yang tentu saja asing di mata orang-orang disana.
Tenang dia gak langsung tlnjg gitu kok kek terbakar nya pelan² gitu sambil berganti ke pakaian lain paham? Kalo gk paham yasudahlah ☺
Back to story...
(Pakaian Reya)
“Kau tak ingin mengganti pakaianmu juga? Karena ku rasa hanbok itu akan menyulitkanmu di duel ini” ujar Reya kalem namun matanya mengintimidasi Linheya yang berdiri kaku di depan nya. Mungkin karena shock melihat pakaian Reya yang dapat berganti dengan cepat.
Sadar dari keterkejutan nya Linheya pun berdecih sinis. “Tidak perlu” balasnya lalu dengan cepat melepaskan hanbok yang dia kenakan dan terpampanglah pakaian laki-laki yang ternyata tersembunyi dibalik hanbok mewah sebelum nya.
Linheya lalu membalikkan badan nya pada raja Dan Yeorng.
“Yang mulia saya meminta izin untuk memulai duel ini karena lawan saya juga sudah setuju untuk menjadi lawan duel saya disini” ucap Linheya.
Karena sudah begini tak ada pilihan lain bagi raja Dan Yeorng untuk menghalangi duel pedang itu, ia pun memberikan izin untuk mereka memulai nya.
__ADS_1
Duel pedang biasanya akan berakhir setelah salah satu dari mereka terluka dan yang menjadi pemenang nya adalah orang yang berhasil melukai sang lawan.
“Mana pedangmu?” tanya Linheya seraya mengambil pedang yang diberikan oleh dayang pribadi nya.
Reya tak menjawab gadis itu hanya mengarahkan tangan nya ke samping dan sebuah pedang pun muncul di tangan nya.
Pedang milik Reya mempunyai ukiran burung Phoenix pada gagang nya dan pada bilah pedang nya terdapat tulisan namanya sehingga terlihat menarik bagi orang yang menyukai hal-hal berbau pedang.
Baiklah lupakan itu sekarang fokus pada duel mereka.
Linheya tersenyum licik dengan duel ini dia akan memberikan pelajaran pada Reya untuk tidak mengusik apa yang menjadi incaran nya.
Reya dan Linheya pun berlari ke arah satu sama lain dan sama-sama mengarahkan pedang mereka untuk menebas.
Sringggg
Tangggg
Reya yang tampak santai dan terus menangkis serangan demi serangan yang Linheya lakukan dan Linheya yang menyerang dengan amarah karena melihat Reya tak kunjung membalas serangan nya.
“Kenapa kau hanya menangkis pedangku? Apa hanya seperti ini kemampuanmu?” ucap Linheya terdengar mengejek guna memancing emosi sang lawan tapi tampaknya Reya sama sekali tidak terpengaruh dan masih saja menangkis dan menghindar tanpa berniat membalas.
“Ck” Linheya berdecak dan lalu mulai menyerang Reya secara membabibuta karena berpikir bahwa Reya memang tidak memiliki kemampuan berpedang tak seperti dirinya yang berbakat.
Tak tahu saja Linheya kalau Reya memang sengaja seperti itu karena dia sedang membaca dan mengingat setiap gerakan yang Linheya lakukan juga menguji seberapa hebat kemampuan berpedang yang di miliki Linheya dan ternyata cukup baik hanya saja Linheya menyerang menggunakan emosi dan terlalu banyak mengerahkan tenaga nya yang mana hal tersebut bisa membuatnya kelelahan.
Dan benar saja kini Reya dapat merasakan bahwa serangan Linheya sedikit melemah.
“Kau ingin aku membalas seranganmu bukan? Kalau begitu cobalah untuk menghadapi nya dan jangan sampai terluka” ucap Reya seraya tersenyum dan kemudian raut wajahnya pun berubah serius.
Sekarang keadaan menjadi terbalik Linheya yang tadinya menyerang kini terus menghindar dan menangkis serangan Reya sedangkan Reya terus maju tanpa membiarkan sedikit pun untuk Linheya membalas balik serangan nya.
__ADS_1
Merasa sudah bosan Reya pun segera mengakhiri duel itu dengan menggores kaki Linheya yang membuat gadis itu langsung terjatuh dan Reya pun mengarahkan ujung pedang nya ke leher Linheya yang menjadi tanda berakhirnya duel pedang mereka.
Semua penonton yang awalnya tegang saat melihat Reya menyerang balik Linheya kini segera tersadar kala kasim mengumumkan pemenang nya adalah Reya.
“DUEL BERAKHIR DI MENANGKAN OLEH NONA REYA” teriak Daehyun (ingat Daehyun?) dengan lantang sehingga orang-orang yang pada awalnya tidak tahu nama Reya sekarang mengetahui nama gadis itu.
“Cih bisa-bisanya aku kalah dari jal*ng sialan ini” gumam Linheya yang masih dapat di dengar dengan jelas oleh Reya.
“Sekali lagi kau menyebutku begitu maka akan ku buat mulutmu tak lagi bisa bicara untuk selama nya! ” ucap Reya menggunakan telepati seraya memandang Linheya dengan tatapan membunuh.
Linheya yang mendengar suara Reya di kepala nya sontak ketakutan dan tak lagi berani mendongakkan kepalanya karena tatapan Reya saat ini sangatlah menyeramkan.
Reya menormalkan kembali ekspresi nya dan berbalik guna menuju tempat duduk nya namun...
Deg!
Reya terdiam kala merasakan aura gelap di sekitar sana, dengan cepat gadis itu menoleh pada ratu Gaeun dan berteleportasi secepat mungkin ke tempat ratu Gaeun berada.
Grep
Reya yang berhasil teleportasi ke hadapan ratu Gaeun pun tanpa aba-aba langsung memeluk wanita itu dan di detik berikutnya sebuah panah dengan aliran sihir hitam melesat dan menancap tepat di punggung Reya.
Slaassh
Jleb
Semua orang menegang melihat kejadian yang begitu cepat tersebut.
“Re-reya” panggil ratu Gaeun gemetar dan cemas apa lagi saat melihat sebuah panah menancap di punggung Reya.
Darah mulai mengalir dan Reya tersenyum lemah sebelum akhirnya kegelapan merenggut kesadaran nya.
__ADS_1