
Episode sebelum nya
“R-reya” panggil Ban Hyeok yang masih terlihat shock, sebenarnya bukan dia saja yang terlihat terkejut tapi orang-orang yang sejak awal belum pergi pun nampak sangat terkejut dengan kejadian ini belum lagi beberapa murid yang belum pernah bertemu dengan sosok Reya membuat mereka bertanya-tanya siapakah sosok gadis cantik yang tiba-tiba hadir disana.
Reya yang dipanggil pun menoleh dan itu menjadi kesempatan bagi sosok menyeramkan itu untuk menyerang Reya yang masih mencekik lehernya.
Srettttt
“Reya!”
•••
Reya yang di serang tiba-tiba pun dengan sigap menahan pergelangan tangan sosok menyeramkan itu yang hendak menusuknya dengan belatinya.
Menyeringai Reya lantas memutar tangan nya yang sedang menahan tangan sosok menyeramkan itu sehingga membuat bunyi suara tulang yang patah terdengar di telinga orang-orang disana, mereka serentak meringis ngilu mendengar nya. 'Pasti menyakitkan' batin mereka semua saat melihat sosok menyeramkan itu mengerang kesakitan akibat perbuatan Reya yang dengan mudahnya mematahkan tangan nya.
Tak cukup sampai disana Reya kembali membuat orang-orang meringis dan merinding ngeri tatkala melihat gadis itu memutar kepala si sosok menyeramkan sehingga si empunya mati dengan kondisi kepala terputar sepenuhnya. Bayangkan saja jika kalian berada disana dan melihat semua itu apa yang akan kalian lakukan? Kalau aku sudah pasti tepar di tempat.
Ban Hyeok yang melihat itu pun menghampiri Reya yang sedang menatap mayat di bawahnya dengan wajah tanpa ekspresi, sehingga sulit bagi orang-orang untuk menebak apa yang tengah gadis itu pikirkan.
Merasakan kehadiran Ban Hyeok disebelah nya Reya lantas berujar. “Percuma saja jika kita menahan nya dia tipe bawahan yang sangat setia pada tuanya, jelas kita tidak akan mendapatkan apapun darinya dan juga jika tetap membiarkan nya hidup itu hanya akan membahayakan orang-orang yang ada disini, karena dia bisa meledakkan dirinya dan menghancurkan bangunan ini termasuk semua orang yang ada di dalam nya” ujar Reya menjelaskan tanpa di minta, dia menoleh pada Ban Hyeok.
“Paman pasti paham apa yang saya maksudkan tadi” tambah Reya dibalas anggukkan paham oleh Ban Hyeok.
Pria itu tentu saja tahu apa arti dari kalimat 'Meledakkan dirinya' yang dia dengar dari Reya tadi, raja kegelapan itu bukan hanya sebuah sebutan semata karena Hwang Jeon sendiri dia mempelajari sihir terlarang yang bernama sihir kegelapan dan sihir kegelapan bisa membuat seseorang yang berhasil menguasai nya menciptakan sebuah sihir berbahaya yang bisa membuat pengguna nya meledakkan dirinya sendiri dan efek dari ledakkan itu dapat menghancurkan bangunan yang berada di area ledakkan terjadi.
Benar-benar gila, ya raja kegelapan memang tidak waras hanya karena ingin menjadi penguasa terkuat dia bahkan rela melakukan perjanjian dengan para iblis hitam yang pastinya menginginkan sesuatu yang besar sebagai imbalan dari bantuan mereka.
Kembali ke cerita...
Setelah nya Reya pun memutuskan untuk kembali ke paviliun nya guna membersihkan diri karena tadi dia sudah menyentuh seekor hama menjijikkan yang berakhir mati di tangan nya.
...__________🌼🌼🌼__________...
Paviliun Eunjang.
__ADS_1
Setelah 1 jam 30 menit berendam di air yang di campuri dengan wewangian berbau bunga mawar Reya pun memutuskan untuk menyudahi ritual membersihkan dirinya yang sedikit kebablasan karena terlalu nyaman dengan acara berendam nya, padahal tadi dia hanya berniat berendam sebentar saja tapi ia malah berakhir tertidur.
(Pakaian Reya)
Kini Reya tengah duduk di atas kasur nya dengan posisi menyandar pada kepala ranjang, gadis itu tengah fokus membaca sebuah buku yang dirinya pinjam dari perpustakaan di Akademi dan buku itu berisi tentang kekuatan sihir beserta cara mempelajari nya dan di samping Reya ada buku lain nya yang juga hendak gadis itu baca dan tentu buku-buku tersebut berisi tentang cara-cara mengendalikan elemen yang di miliki dan juga apa saja hal terlarang yang tidak boleh di pelajari di dunia ini, semua yang dulu sulit untuk Reya cari untuk mempelajari kekuatan yang dia miliki ternyata tersedia di buku-buku itu.
Syukurlah dia bertime travel ke zaman ini sehingga hal-hal yang dulunya menjadi tanda tanya buatnya kini sudah tak lagi membuat nya penasaran dan bingung tentang kekuatan yang dia miliki, yah meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab di kepala nya namun Reya mencoba untuk bersabar dan tetap mengikuti arus ini yang entah akan membawanya sampai mana.
Entahlah Reya sendiri pun tidak tahu dan tak pula ingin mencari tahu nya, cukup biarkan semua ini terjadi secara alami sehingga membuat kedatangan nya di zaman ini menjadi sebuah pengalaman yang seru dan menegangkan, oh ayolah dia ini Reya si gadis bar-bar yang sangat suka dengan hal-hal yang memancing adrenalin nya dan jangan lupakan dia ini seorang Queen Mafia yang sudah sangat sering menantang maut dengan melakukan berbagai macam pekerjaan berbahaya di dunia bawah.
Ok cukup tentang dia sekarang mari kembali fokus ke cerita nya...
Tok Tok Tok
“Nona ini saya Yuri, saya membawakan makanan yang anda inginkan” suara dari luar pintu kamar Reya.
“Masuk” seru Reya sebagai balasan dan tak lama Yuri pun masuk sambil membawa nampan yang di atas nya ada berbagai kue kering yang nona nya inginkan.
“Ini nona” kata Yuri setelah meletakkan nampan tersebut ke atas meja di samping Reya yang tengah duduk di atas ranjang.
“Sama-sama nona” semenjak melayani Reya Yuri jadi paham dengan bahasa-bahasa asing yang kadang Reya ucapkan padanya, seperti hal nya Trims yang berartikan terima kasih, bahkan Yuri juga sampai membuat sebuah buku yang berisikan setiap perkataan Reya yang menggunakan bahasa asing dan menamai buku tersebut dengan nama 'Bahasa unik Nona Reya'.
Sedangkan Reya sendiri tentu mengetahui hal itu dan ia membiarkan nya, malahan gadis itu sendiri kadang mengajari Yuri berbicara menggunakan bahasa lain (selain korea) yang ia kuasai waktu di zaman modern.
Hening melanda di antara mereka, Reya yang sedang sibuk dengan dunia nya dan Yuri yang berdiri setia disamping gadis itu.
Reya yang tengah fokus membaca buku pun akhirnya terusik melihat Yuri yang tidak juga duduk dan malah berdiri seperti patung disamping nya.
Reya lantas menoleh. “Duduk” kata Reya terdengar seperti sebuah perintah namun Yuri malah menggeleng. “Tidak nona, saya--”
“Yuri” sela Reya datar membuat Yuri mau tak mau menuruti keinginan nona nya itu, gadis itu lantas duduk di kursi yang tersedia disamping meja tempat dimana berbagai cemilan ringan Reya terletak di atas nya.
“Lain kali jangan ngebantah lagi Yu, karna gue bukan tipe orang yang suka dibantah, paham?” ujar Reya tanpa menatap lawan bicaranya.
__ADS_1
“Maaf nona, lain kali saya tidak akan begitu lagi”
“Good dan tuh kue kalo lo mau makan aja, gue juga gak bakalan habis makan nya”
“Baik nona terima kasih”
Reya terkekeh. “Gak perlu berterima kasih Yu lo udah gue anggap sebagai teman juga saudari buat gue, jadi santai aja okey” ucap Reya sambil melirik sekilas ke arah Yuri disamping nya sedangkan Yuri tampak terharu mendengar perkataan Reya padanya.
'Aku benar-benar beruntung memiliki tuan seperti nona Reya, terima kasih karena dewa sudah mempertemukan ku dengan nona Reya' batin Yuri.
•••
Disisi lain tepatnya di salah satu kamar asrama yang berada di Akademi terlihat beberapa orang pemuda penghuni kamar tersebut tengah saling membicarakan hal serius, dan pembicaraan mereka itu berhubungan dengan kejadian yang terjadi saat di aula Yehra.
“Sebenarnya siapa gadis itu?” tanya salah seorang pemuda membuat enam pemuda lain nya serentak menatap ke arahnya.
“Kau tidak tau?” balas pemuda ke 2 yang tengah duduk menyandar pada kepala ranjang tempat tidur nya.
Pemuda yang tadi bertanya tampak mengerutkan kening sekilas, kenapa pertanyaan nya malah dibalas dengan pertanyaan juga. “Jawab saja” ujarnya datar.
Keenam pemuda yang disana tampak saling tatap satu sama lain membuat pemuda pertama memandang mereka heran.
“Apa kalian juga tidak mengetahui nya?”
“Tidak, kami berlima mengetahui siapa dia terkecuali Hyunsik dan kau” jawab pemuda ke 3 sambil menatap dua pemuda yang dia maksudkan. (Ada yang ingat Hyungsik? Kalo lupa silahkan lihat chapter ke 9)
“Aku tahu bahkan aku pernah bertemu langsung dengan nya” ucap Hyunsik dengan dagu terangkat seolah sedang menyombongkan dirinya pada mereka.
Mereka yang melihat tingkah Hyunsik pun hanya mendengus dan memilih mengabaikan nya.
“Kami juga pernah bertemu dengan nya dan asal kau tahu kami dikenalkan langsung oleh tuan Lee” ujar pemuda ke 4 dengan senyum mengejek yang ia layangkan pada Hyunsik membuat pemuda itu berdecak kesal melihat nya.
“Tunggu! Sebenarnya kalian sedang membicarakan apa? Dan apa hubungan gadis itu dengan tuan Lee?” ucap pemuda pertama membuat mereka yang sedang saling melemparkan tatapan tajam beralih ke arah nya.
Wajah jahil langsung mereka tampilkan tatkala melihat pemuda yang jarang mengeluarkan suaranya itu kini tampak menunjukkan raut ketertarikan dari pembicaraan mereka saat ini.
__ADS_1
“Kau sungguh ingin mengetahui nya hyung?” goda Hyunsik membuat pemuda yang dipanggil hyung itu langsung mendatarkan wajah nya dan menatap tajam Hyunsik yang merupakan adik kandung nya.
“Jangan---