Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 18


__ADS_3

'S-sebenarnya apa yang terjadi?! K-kenapa Minhyuk tiba-tiba kek gini?' batin Reya masih belum memahami keadaan nya sekarang ini.


Sedangkan Minhyuk yang melihat keterdiaman Reya sontak mencondongkan wajahnya tepat di depan wajah cantik gadis itu membuat sang empunya kembali terkejut dan refleks memundurkan wajahnya.


Blussshh


Rona merah pun mulai terlihat dikedua pipi Reya yang mana hal itu membuat Minhyuk dan beberapa laki-laki yang sejak tadi memperhatikan mereka terkekeh gemas.


“O-oppa k-kenapa tiba-tiba?” kata Reya gugup bahkan ia tak sanggup menyelesaikan perkataan nya.


“Kenapa? Bukankah ini yang anda inginkan nona? Membuat para gadis disana cemburu melihat kita” ujar Minhyuk dengan suara pelan agar tidak ada yang mendengarnya selain mereka berdua.


Reya sontak terdiam, ah dia ketahuan ternyata. “Hehe” Reya hanya bisa cengengesan dan menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal.


Minhyuk mengulum senyuman lalu tanpa sadar mengusap kepala Reya dan kali ini tidak ada kecanggungan yang Reya rasakan pada usapan di kepalanya.


Tak lama kemudian suara pengumuman yang memberitahukan kedatangan raja Dan Yeorng beserta ratu Gaeun pun terdengar membuat mereka semua serentak berdiri guna menyambut kedua orang penting di kerajaan itu.


“SALAM YANG MULIA RAJA SALAM YANG MULIA RATU SEMOGA ANDA BERDUA DILIMPAHKAN UMUR PANJANG SAMPAI SERIBU TAHUN” salam mereka semua kecuali Reya yang hanya diam namun ia tetap membungkukkan sedikit badan nya sebagai bentuk kesopanan saja.


“Duduklah dan silahkan nikmati acaranya” sahut raja Dan Yeorng yang langsung dituruti mereka semua.


Musik kembali dimulai dan para penari pun mulai menampilkan tarian mereka untuk menghibur semua orang disana.


Reya menikmati acara tersebut dengan antusias dan sesekali tangan nya mencomot kue kering yang tersedia di atas meja. Tampak tidak malu-malu sekali tak seperti para nona bangsawan disana yang hanya diam menonton tarian di depan mereka dan makanan yang ada di atas meja hanya menjadi pajangan membuat Reya mendelik tak suka melihatnya.


Huh dasar pembuang makanan pikirnya sebal.

__ADS_1


Banhyeok yang memang memperhatikan Reya pun tampak terkekeh, gadis itu memang berbeda dari nona-nona bangsawan yang sering dia lihat.


Lantas Banhyeok pun menggeser mangkuk kue di depan nya kehadapan Reya dan bersamaan dengan itu ada satu mangkuk lagi yang ikut terletak disamping nya.


Reya yang melihat dua mangkuk berisi kue yang terletak di atas meja nya itu pun sontak menatap Banhyeok dan Minhyuk secara bergantian.


Ya Minhyuk lah orang yang ikut meletakkan mangkuk kue tersebut ke atas meja Reya.


'Minhyuk?' batin Banhyeok heran.


“Kalian tidak ingin kue ini?” tanya Reya mengakhiri sesi tatap-tatapan Banhyeok dan Minhyuk.


“Tidak, untuk nona saja kue nya” ucap Minhyuk mendahului Banhyeok yang hendak menjawab pertanyaan Reya.


“Kalau begitu aku makan ya, terima kasih oppa dan juga paman” ujar Reya sambil menatap Banhyeok diakhir.


Banhyeok mengangguk dan Reya kembali fokus ke acara di depan nya sembari memakan kue-kue tersebut yang terasa enak di lidahnya.


Tapi apa tadi yang barusan dia lihat? Minhyuk memberikan bagian kue miliknya kepada Reya?


Wah keajaiban apa yang sedang terjadi saat ini? Pikirnya takjub.


Banhyeok lalu melirik pada Reya yang masih asik dengan dunia nya sendiri. Ia lantas mengulum senyuman sepertinya ia mulai menyadari sesuatu kalau Minhyuk.............


__________🌼🌼🌼__________


Pesta ulang tahun berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhirnya tiba waktunya untuk memberikan hadiah kepada sang ratu.

__ADS_1


Semua orang secara bergilir memberikan hadiah yang mereka bawa kepada ratu Gaeun tak lupa mengucapkan kalimat selamat ulang tahun dan beberapa kata lain nya.


Dan giliran Reya pun tiba.


“Selamat ulang tahun yang mulia semoga anda diberkahi umur yang panjang hingga seribu tahun” ucap Reya seraya meletakkan kotak hadiah yang dia bawa ke atas meja dimana ada hadiah lain juga di letakkan disana.


Kotak hadiah yang Reya bawa cukup menarik perhatian orang-orang karena besarnya kotak tersebut, mereka penasaran namun hanya bisa memendam rasa penasaran itu bahkan ratu Gaeun pun tampaknya juga penasaran namun berusaha dia tahan karena ini bukanlah waktu yang tepat untuk membuka hadiah yang dirinya terima.


“Terima kasih”


Reya tersenyum tipis lalu kembali ke tempat duduknya semula.


Pesta masihlah belum berakhir karena masih ada beberapa pertunjukan yang akan di tampilkan.


Sampai akhirnya tiba sesi pertunjukan bakat dari beberapa nona bangsawan yang akan menunjukkan bakat mereka masing-masing untuk menarik perhatian para lelaki disana namun berkedok hadiah tambahan untuk ratu Gaeun. Cih


“Yang mulia raja bolehkah saya meminta izin untuk menampilkan duel pedang di acara ini?” tanya salah satu nona bangsawan yang mendapat giliran untuk menunjukkan bakatnya, panggil saja Linheya.


Raja Dan Yeorng menatap sang permaisuri yang sepertinya tertarik dengan apa yang ingin Linheya tampilkan, lantas ia pun memberikan izin untuk Linheya menampilkan duel pedang yang dia inginkan.


“Aku izinkan, namun siapakah orang yang ingin kau jadikan sebagai lawanmu?” tanya raja Dan Yeorng.


Mendengar itu diam-diam Linheya menyeringai, ia lantas menoleh ke arah seorang gadis yang sejak kedatangan nya berhasil membuat dirinya naik pitam.


“Saya ingin nona yang disana menjadi lawan saya yang mulia” jawab Linheya mengundang keterkejutan semua orang.


Sedangkan orang yang di inginkan oleh Linheya sebagai lawan duelnya tampak menyeringai.

__ADS_1


“Kau masuk dengan sukarela maka jangan harap kau bisa keluar dengan mudah”


“Hama sialan”


__ADS_2