Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 08


__ADS_3

Semua orang lantas membuka mata mereka kala mendengar suara seorang gadis yang menghentikan aksi si pria yang ingin menebas leher wanita sexy itu.


Gadis tersebut tidak lain adalah Reya, ia menatap semua orang dengan pandangan datar dan ketika menatap ke arah wanita yang sudah mengganggu dirinya pandangan Reya berubah dingin dan tajam.


Reya berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan wanita sexy itu yang sedang bersimpuh di tanah.


“Minta maaf” kata Reya dingin mampu membuat semua orang yang mendengar merinding karena nya.


“Hah?” beo wanita sexy itu seraya mendongak menatap Reya.


Reya menunduk. “Kau tuli?” ucap nya dengan pandangan yang semakin tajam membuat wanita itu meneguk saliva nya kasar merasa terintimidasi dengan tatapan yang Reya layangkan padanya.


“Ck menyebalkan!” decak Reya kesal karena wanita itu masih saja diam menatap nya, ia berbalik. “Urus dia dan pastikan jangan sampai dia muncul kembali di depanku” ujar nya pada ketiga laki-laki yang mengawalnya itu.


Ketiga nya mengangguk sedangkan Reya memilih pergi dari sana, mood nya kini hancur wanita sialan itu sudah membuat acara makan nya berantakan.


“Sial sial sial!”


•••


Reya yang suasana hatinya sedang buruk pun memutuskan untuk pulang namun baru saja ia hendak menggunakan teleportasi tiba-tiba saja seseorang menabrak nya.


Brukkh


Bukan, bukan Reya yang terjatuh namun sang penabraklah yang terjatuh karena tubuh Reya lebih besar dari nya. Ya yang menabrak Reya adalah seorang anak kecil mungkin sekitar 10 tahun.


Reya memejamkan matanya sejenak untuk menahan segala emosi yang siap meledak dan setelah cukup tenang ia menunduk dan melihat anak kecil itu masih terduduk di tanah.


Reya lalu mengulurkan tangan nya kehadapan anak kecil itu yang membuat anak kecil tersebut mendongak dan menatap uluran tangan Reya lalu beralih lagi menatap ke arah Reya yang tampak menganggukkan kepala seolah memberi isyarat agar anak kecil itu menyambut tangan nya.


“M-maafkan s-saya nona, s-saya tidak sengaja menabrak anda” ucap anak kecil itu ketika sudah berdiri di depan Reya.


Reya tidak menjawab dan malah membersihkan pakaian anak kecil itu yang sedikit kotor akibat terjatuh di tanah, sedangkan empunya terlihat menatap wajah Reya yang memang sangat cantik namun ia sedikit dibuat heran dengan pakaian yang Reya kenakan.


“Lain kali hati-hatilah saat berjalan, jika orang lain mungkin dia tidak akan membiarkanmu begitu saja, kau paham?” ujar Reya membuat anak kecil itu sedikit terkejut.


Anak kecil itu lantas mengangguk membalas perkataan Reya padanya dan Reya pun hendak beranjak pergi dari sana namun suara anak kecil itu membuat langkah nya seketika terhenti.


“Tunggu!”

__ADS_1


Reya berbalik dan menatap anak kecil itu dengan pandangan bertanya.


“K-kalau saya boleh tau siapakah nama nona?”


Hening.


Reya tak menjawab gadis itu hanya diam dengan pandangan lurus menatap wajah anak kecil itu yang terlihat cukup tampan meskipun usia nya masih muda, mungkin saat dewasa dia akan jadi rebutan para wanita pikir Reya.


“Reya, itu namaku” ucap Reya setelah terdiam beberapa saat dan setelah nya gadis itu segera beranjak pergi tanpa mendengar balasan dari anak kecil itu yang kini tampak memandang punggung Reya dengan pandangan yang sulit untuk di jelaskan.


Wussshh


“Yang mulia anda di perintahkan untuk segera kembali ke istana” ucap sosok berjubah hitam yang secara tiba-tiba muncul setelah 3 menit kepergian Reya, sosok berjubah hitam itu tampak berdiri hormat disamping anak kecil itu yang kini raut wajah nya berubah dingin sama sekali tak mencerminkan seorang anak kecil pada umumnya.


'Semoga kita bertemu kembali Reya'


__________🌼🌼🌼__________


Akademi Yeoran


kini Reya sudah kembali ke Akademi dan tentu nya pakaian gadis itu sudah berganti karena pakaian yang ia kenakan sebelum nya basah akibat wanita sexy itu yang seenaknya saja menumpahkan air padanya.



“Cih kalo aja saat itu gak banyak orang udah gue pastiin tuh cewek tinggal nama doang” dumel Reya pelan karena teringat dengan kejadian di pasar yang menimpanya.


“Nona Reya!” panggil seseorang membuat Reya menolehkan kepala kebelakang dan mendapati salah satu guru di Akademi itu tengah berjalan menghampiri nya.


“Paman Hangbin ada apa?” tanya Reya setelah pria itu berdiri di depan nya.


“Apa anda sedang sibuk?” tanya Hangbin balik membuat Reya mengerutkan kening. “Tidak, saya sedang tidak sibuk memang nya ada apa paman?” jawab Reya.


“Ah itu sebenarnya saya memerlukan bantuan anda untuk menemukan salah satu murid disini, sejak pagi dia tidak menghadiri kelas apapun membuat saya bingung untuk mencari nya dimana karena dia memiliki sihir menghilangkan diri” ujar Hangbin menjelaskan tujuan nya.


“Sihir menghilangkan diri?”


“Benar, karena itulah saya sedikit kesulitan untuk menemukan murid itu”


“Apa paman sudah membicarakan nya pada paman Ban Hyeok?” tanya Reya.

__ADS_1


Hangbin menggeleng.


“Kepala Akademi sedang di panggil yang mulia raja jadi sekarang beliau tidak berada disini” jawab Hangbin.


“Oh begitu”


“Baiklah saya akan menolong paman untuk menemukan nya” lanjut Reya membuat Hangbin bernafas lega karena Reya mau membantu nya untuk menemukan murid itu.


“Kalau begitu saya mulai paman”


“Oh silahkan”


Reya pun memejamkan mata dan mulai memfokuskan pikiran nya untuk menemukan murid yang sedang Hangbin cari melalui aura yang dimiliki murid tersebut.


'Kalo dia memiliki sihir menghilangkan diri maka seharusnya dia punya aura yang cukup kuat buat gue temuin' batin Reya.


Tak sampai 3 menit Reya pun berhasil menemukan aura yang cukup kuat di sekitar paviliun milik nya, tanpa membuka matanya Reya lalu menggerakkan tangan kirinya ke depan dan tak lama sebuah panah sudah berada di genggaman nya membuat Hangbin yang melihat itu melototkan mata terkejut.


Srettt


Suara panah yang ditarik menyadarkan Hangbin dari keterkejutan nya dan melihat Reya yang kini sedang mengarahkan anak panah nya ke arah langit dan detik berikutnya panah tersebut sudah melesat ke arah target nya.


Reya membuka matanya dan tanpa berkata apapun gadis itu segera berlari menuju paviliun milik nya membuat Hangbin langsung mengikuti nya meskipun ia sedikit bingung kenapa Reya tiba-tiba saja berlari.


Paviliun Eunjang


Setibanya disana Reya pun segera mencari sosok murid yang sudah berhasil ia temukan.


“Akh sial kenapa panah ini tidak mau lepas?!”


Mendengar suara itu Reya pun langsung melangkahkan kaki nya ke sumber suara di ikuti Hangbin yang baru saja tiba disana.


Dan mereka pun mendapati seorang laki-laki tengah berusaha melepaskan panah yang membuat bagian lengan baju nya tersangkut di dinding.


Reya sontak tertawa karena ternyata panah milik nya benar-benar berhasil mengenai target yang dirinya incar.


Suara tawa Reya tentu membuat laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan ke sumber suara dan melihat sosok gadis cantik dan juga guru nya.


Eh gurunya?!

__ADS_1


Melihat Hangbin ada disana sontak saja membuat laki-laki itu melototkan mata padahal ia sudah bersusah payah bersembunyi namun sekarang gurunya sudah berhasil menemukan nya, dan lihatlah sekarang Hangbin tengah melotot tajam padanya.


'Tamatlah riwayatmu sekarang Hyun'


__ADS_2